Teknologi Ling Power Wuling Eksion PHEV, Alternatif Cerdas Saat Harga Bensin Semakin Tinggi11 Jun 2026
Teknologi Ling Power Wuling Eksion PHEV, Alternatif Cerdas Saat Harga Bensin Semakin Tinggi11 Jun 2026
Jakarta, GoodCar.id – Wuling Motors kembali membuktikan kapabilitas teknologi elektrifikasinya melalui kegiatan Media Drive Wuling Eksion PHEV gelombang kedua. Dalam perjalanan yang menempuh rute Yogyakarta–Pangandaran–Bandung–Jakarta sejauh 601 kilometer, para jurnalis otomotif berkesempatan menguji langsung performa, efisiensi, dan kenyamanan SUV 7-seater terbaru Wuling yang mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Kegiatan bertajuk Exploring Family Journeys ini menjadi ajang pembuktian bagaimana Wuling Eksion mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman sekaligus efisien untuk perjalanan jarak jauh. Dengan beragam karakter jalan yang dilalui, mulai dari jalur pesisir selatan Jawa, kawasan perbukitan, jalan nasional, hingga ruas tol antarkota, teknologi hybrid yang dibenamkan pada Eksion diuji dalam kondisi nyata.
Menjelajahi 601 Kilometer dengan Beragam Karakter Jalan
Perjalanan media drive dibagi ke dalam tiga etape utama. Etape pertama dimulai dari Yogyakarta menuju Pangandaran dengan jarak sekitar 211 kilometer. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Bandung sejauh kurang lebih 233 kilometer, sebelum akhirnya menempuh rute Bandung menuju Jakarta sepanjang 157 kilometer.
Setiap etape menghadirkan tantangan berbeda. Jalur pesisir selatan Jawa menawarkan kombinasi tikungan, tanjakan, dan pemandangan alam yang memanjakan mata. Sementara ruas tol menuju Jakarta menjadi tempat ideal untuk menguji kestabilan kendaraan serta efisiensi konsumsi energi dalam kecepatan konstan.
Menurut Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, kegiatan ini dirancang agar para peserta dapat merasakan langsung kemampuan teknologi Plug-in Hybrid yang menjadi salah satu keunggulan utama Wuling Eksion.
“Kami mengapresiasi antusiasme rekan-rekan media otomotif yang telah mengikuti rangkaian Media Drive Wuling Eksion gelombang kedua. Jalur pesisir selatan Jawa menghadirkan beragam kondisi berkendara yang memungkinkan peserta merasakan langsung bagaimana teknologi Plug-in Hybrid Wuling Eksion bekerja dalam berbagai situasi perjalanan,” ujarnya.
Teknologi Ling Power Jadi Kunci Efisiensi
Salah satu daya tarik utama Wuling Eksion terletak pada teknologi Ling Power, sistem Plug-in Hybrid yang dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin secara cerdas sesuai kebutuhan berkendara.
Sistem ini mengombinasikan mesin 1.5L Dedicated Hybrid Engine, motor listrik bertenaga 145 kW, baterai berkapasitas 20,5 kWh, serta Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang berfungsi mengatur distribusi tenaga secara otomatis.
Kombinasi tersebut memungkinkan kendaraan memberikan akselerasi yang responsif saat dibutuhkan, sekaligus menjaga efisiensi energi selama perjalanan jarak jauh. Saat kondisi memungkinkan, sistem akan memprioritaskan penggunaan tenaga listrik. Sebaliknya, mesin bensin akan bekerja ketika dibutuhkan tambahan tenaga atau saat baterai memerlukan pengisian daya.
Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar pengemudi dapat menikmati pengalaman berkendara yang lebih fleksibel dan nyaman.
“Rekan media dapat merasakan langsung bagaimana teknologi Ling Power bekerja secara cerdas dalam mengatur penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan berkendara. Berbagai pengaturan yang tersedia juga memberikan fleksibilitas bagi pengemudi untuk menyesuaikan karakter mobil dengan kondisi jalan yang dilalui,” jelas Danang.
Dedicated Hybrid Transmission Hadirkan Performa Halus
Selain mesin dan motor listrik, peran penting juga dimainkan oleh Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang menjadi bagian integral dari sistem Ling Power.
Teknologi ini memungkinkan perpindahan sumber tenaga berlangsung secara halus tanpa mengganggu kenyamanan berkendara. DHT secara otomatis menentukan kombinasi tenaga paling optimal antara mesin dan motor listrik sehingga kendaraan tetap responsif sekaligus hemat energi.
Hasilnya, pengemudi dan penumpang dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman tanpa harus khawatir terhadap performa kendaraan saat menghadapi berbagai kondisi jalan.
Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 Kilometer
Keunggulan lain yang menjadi sorotan dalam media drive ini adalah kemampuan jarak tempuh Wuling Eksion PHEV. Berbekal baterai 20,5 kWh, SUV ini mampu melaju hingga 125 kilometer dalam mode listrik penuh.
Sementara dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, Wuling mengklaim Eksion mampu menempuh lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan pengujian CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle).
Kemampuan tersebut menjadikan Wuling Eksion sebagai salah satu SUV Plug-in Hybrid yang menawarkan kombinasi ideal antara efisiensi energi, fleksibilitas penggunaan, dan kenyamanan perjalanan jarak jauh.
Melalui media drive sejauh 601 kilometer ini, Wuling tidak hanya memperkenalkan teknologi terbaru yang diusung Eksion, tetapi juga menunjukkan bagaimana kendaraan elektrifikasi dapat menjadi solusi mobilitas keluarga modern yang praktis, nyaman, dan efisien untuk berbagai kebutuhan perjalanan.
Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Nissan Elgrand 2026, MPV Premium Hybrid Penggerak AWD e-4ORCE11 Jun 2026
JAKARTA, Goodcar.id - Spesifikasi Nissan Elgrand 2026 mulai terungkap ke publik setelah diperkenalkan secara global oleh Nissan dalam ajang Japan Mobility Show 2025.
Model ini menjadi generasi terbaru Elgrand setelah cukup lama tidak mendapat pembaruan besar, sekaligus menandai keseriusan Nissan kembali bermain di segmen MPV premium.
Meski belum semua data teknis dibuka, informasi awal yang dirilis mengacu pada laman resmi Nissan Global sudah cukup memberi gambaran arah pengembangan mobil ini.
Desain Nissan Elgrand 2026 Lebih Futuristis, Tetap Kental Nuansa Jepang
Dari sisi eksterior, Nissan Elgrand 2026 tampil dengan pendekatan desain baru yang disebut “Timeless Japanese Futurism”. Tema ini terlihat jelas dari perubahan drastis pada bagian depan hingga belakang.
Grille kini mengadopsi pola Kumiko, elemen desain tradisional Jepang yang biasanya ditemukan pada arsitektur klasik. Sentuhan ini memberi identitas yang berbeda dibanding kompetitor yang cenderung bermain aman.
Sementara itu, sistem pencahayaan sudah sepenuhnya modern. Lampu depan hingga belakang menggunakan konsep full-width LED dengan efek pixel, menciptakan tampilan yang lebih tajam sekaligus futuristis, terutama saat malam hari.
Meski demikian, Nissan masih belum mengungkap dimensi resmi. Namun secara visual, proporsinya tetap mengarah ke MPV besar dengan kabin luas, khas kendaraan kelas atas.
Interior Nissan Elgrand 2026 Fokus ke Kenyamanan Penumpang
Masuk ke dalam kabin, spesifikasi Nissan Elgrand 2026 menunjukkan fokus kuat pada kenyamanan, terutama bagi penumpang baris kedua.
Nissan membekali mobil ini dengan:
Dual layar 14,3 inci yang terintegrasi
Captain seat model Zero Gravity di baris kedua
Ambient light hingga 64 pilihan warna
Sistem audio Bose dengan konfigurasi hingga 22 speaker
Material interior berupa kulit premium dan aksen kayu
Pendekatan ini mempertegas positioning Elgrand sebagai kendaraan dengan konsep “private lounge”, bukan sekadar alat transportasi.
Dalam keterangan resminya, Nissan menyampaikan:
“Kami merancang kabin Elgrand terbaru sebagai ruang yang memberikan kenyamanan maksimal, dengan pendekatan lounge yang tenang dan berkualitas tinggi,” tulis pernyataan resmi Nissan Global.
Gunakan e-POWER Generasi Ketiga, Bukan Hybrid Biasa
Perubahan paling penting dari spesifikasi Nissan Elgrand 2026 ada pada sektor mesin dan penggerak.
Model ini mengusung:
Sistem hybrid e-POWER generasi ketiga
Mesin bensin yang berfungsi sebagai generator listrik
Penggerak semua roda e-4ORCE AWD
Platform modular 5-in-1 untuk efisiensi dan efisiensi ruang
Berbeda dengan hybrid konvensional, sistem e-POWER membuat roda digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik. Mesin bensin tidak terhubung langsung ke roda, melainkan hanya menghasilkan energi listrik.
“Teknologi e-POWER generasi terbaru menghadirkan akselerasi yang halus, respons cepat, serta tingkat kebisingan yang lebih rendah berkat sistem yang lebih terintegrasi,” tulis Nissan Global.
Pendekatan ini menjadikan Elgrand memiliki karakter berkendara yang mendekati mobil listrik, tetapi tanpa perlu pengisian daya eksternal.
Fitur Keselamatan Semi-Otonom Semakin Lengkap
Di sisi keselamatan, Nissan Elgrand 2026 juga mengalami peningkatan signifikan. Mobil ini dibekali teknologi bantuan berkendara terbaru dari Nissan.
Fitur yang sudah dikonfirmasi antara lain:
ProPILOT generasi terbaru
Fitur hands-off driving di kecepatan rendah (di bawah 50 km/jam)
ProPILOT 2.0 untuk penggunaan di jalan tol
Lane change assist
Adaptive cruise control
Hingga saat ini, Nissan belum memberikan konfirmasi resmi terkait distribusi di luar Jepang.
Lihat Selengkapnya
BBM Naik, Apakah Mobil Listrik Lebih Hemat?10 Jun 2026
BBM Naik, Apakah Mobil Listrik Lebih Hemat?10 Jun 2026
Jakarta, Goodcar.id - Kenaikan harga BBM kembali jadi topik panas. Setiap kali harga bensin naik, satu pertanyaan yang langsung muncul di kepala banyak orang adalah: apakah mobil listrik benar-benar lebih hemat dibanding mobil bensin?
Pertanyaan ini wajar, apalagi bagi pengguna mobil harian yang merasakan langsung dampaknya. Biaya operasional yang tadinya terasa ringan, mendadak membengkak hanya karena selisih harga per liter.
Namun, sebelum buru-buru menyimpulkan bahwa mobil listrik pasti lebih murah, ada baiknya kita lihat dulu hitung-hitungan realistisnya. Karena pada praktiknya, hemat atau tidaknya sangat bergantung pada pola pemakaian.
Simulasi Biaya BBM Mobil Bensin Setelah Harga Naik
Mari mulai dari mobil konvensional. Kita ambil contoh mobil dengan konsumsi BBM rata-rata 12 km/liter, angka yang cukup umum untuk penggunaan kombinasi dalam kota dan luar kota.
Dengan asumsi harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax sudah menyentuh sekitar Rp16.000 per liter, maka:
1 liter = 12 km
Biaya per km = Rp16.000 ÷ 12
≈ Rp1.333 per km
Jika dalam sehari kamu menempuh 30 km, maka:
30 km x Rp1.333 = Rp39.990 per hari
Dalam sebulan (30 hari) = sekitar Rp1,2 juta
Angka ini tentu bisa lebih besar jika mobil sering terjebak macet, karena konsumsi BBM biasanya akan lebih boros di kondisi stop-and-go.
Simulasi Biaya Mobil Listrik, Lebih Murah?
Sekarang kita bandingkan dengan mobil listrik. Salah satu keunggulan utama kendaraan listrik adalah efisiensi energi yang jauh lebih tinggi.
Rata-rata konsumsi mobil listrik saat ini berada di kisaran:
1 kWh = 5–7 km
Kita ambil angka tengah: 1 kWh = 6 km.
Tarif listrik rumah tangga non-subsidi saat ini sekitar Rp1.444 per kWh. Maka:
Biaya per km = Rp1.444 ÷ 6
≈ Rp240 per km
Bandingkan dengan mobil bensin tadi:
Mobil bensin: Rp1.333/km
Mobil listrik: Rp240/km
Selisihnya cukup jauh, bahkan bisa lebih hemat hingga 80%.
Jika kita gunakan skenario yang sama (30 km per hari):
30 km x Rp240 = Rp7.200 per hari
Dalam sebulan = sekitar Rp216 ribu
Dari sini terlihat jelas, secara biaya energi murni, mobil listrik memang jauh lebih hemat.
Kenapa Mobil Listrik Bisa Lebih Efisien?
Ada beberapa alasan kenapa mobil listrik unggul dalam hal efisiensi:
Pertama, efisiensi energi.
Motor listrik mampu mengubah energi menjadi tenaga hingga 90%, sementara mesin bensin hanya sekitar 30–40%. Sisanya terbuang jadi panas.
Kedua, tidak ada idle consumption.
Mobil bensin tetap mengonsumsi BBM saat berhenti di lampu merah. Mobil listrik? Tidak.
Ketiga, sistem regeneratif.
Mobil listrik bisa mengisi ulang baterai saat deselerasi atau pengereman, sesuatu yang tidak dimiliki mobil konvensional.
Tapi Tidak Sesederhana Itu
Meski terlihat sangat hemat di atas kertas, ada beberapa faktor yang sering luput dari perhitungan.
Misal soal degradasi baterai. Baterai mobil listrik memiliki umur pakai. Seiring waktu, kapasitasnya akan menurun.
Meski saat ini banyak pabrikan memberikan garansi baterai hingga 8 tahun, tetap saja ini menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam jangka panjang.
Jadi, Lebih Hemat atau Tidak?
Jawabannya: ya, tapi tergantung kondisi.
Mobil listrik akan terasa jauh lebih hemat jika:
Dipakai untuk harian dengan jarak rutin
Mengisi daya di rumah
Digunakan dalam jangka panjang (lebih dari 5 tahun)
Tidak terlalu bergantung pada fast charging
Sebaliknya, mobil listrik bisa terasa kurang optimal jika:
Jarang dipakai (penghematan tidak terasa)
Sering charging di luar
Diganti dalam waktu singkat (kurang dari 3–4 tahun)
BBM Naik Jadi Momentum Perubahan?
Kenaikan harga BBM memang membuat banyak orang mulai mempertimbangkan alternatif. Mobil listrik jadi salah satu opsi yang paling sering dilirik.
Namun, keputusan beralih ke mobil listrik sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga BBM semata. Perlu dilihat juga kebutuhan mobilitas, budget, hingga kesiapan infrastruktur di lingkungan pengguna.
Di sisi lain, mobil hybrid juga mulai jadi opsi tengah yang cukup menarik. Konsumsi BBM lebih irit, tapi tanpa perlu bergantung penuh pada listrik.
Lihat Selengkapnya
Harga BBM Hari Ini Naik, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter10 Jun 2026
Harga BBM Hari Ini Naik, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter10 Jun 2026
Jakarta, Goodcar.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi. Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM non-subsidi mulai 10 Juni 2026, dengan lonjakan cukup signifikan pada produk Pertamax dan Pertamax Green.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan yang diterima di Jakarta, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) ikut terkerek dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan ini langsung menjadi sorotan, mengingat selisihnya cukup jauh dibanding harga sebelumnya dan terjadi dalam satu kali penyesuaian.
Pertamina: Penyesuaian Harga Sesuai Formula Pemerintah
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa perubahan harga ini bukan keputusan sepihak.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Roberth.
Ia menjelaskan, mekanisme penentuan harga BBM non-subsidi mengacu pada evaluasi berkala yang mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk harga minyak dunia dan kondisi pasar.
Menurutnya, keputusan tersebut juga telah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator.
Dipengaruhi Harga Minyak Dunia dan Keekonomian
Dalam penjelasan lebih lanjut, Pertamina menyebut bahwa fluktuasi harga global menjadi faktor utama di balik kenaikan ini. Selain itu, harga pasar keekonomian juga menjadi variabel penting dalam menentukan harga jual ke konsumen.
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujar Roberth.
Pernyataan ini menegaskan bahwa aspek keberlanjutan pasokan energi menjadi alasan yang selalu dibawa dalam setiap kebijakan penyesuaian harga BBM.
Harga BBM Lain Tidak Berubah
Meski Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan tajam, tidak semua produk BBM ikut naik. Pertamina memastikan beberapa jenis BBM lainnya tetap stabil.
Berikut rincian harga BBM per 10 Juni 2026:
Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter (naik)
Pertamax Green (RON 95): Rp17.000 per liter (naik)
Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter (tetap)
Dexlite (CN 51): Rp23.000 per liter (tetap)
Pertamina Dex (CN 53): Rp24.800 per liter (tetap)
Pertalite (subsidi): Rp10.000 per liter (tetap)
Biosolar (subsidi): Rp6.800 per liter (tetap)
Artinya, kenaikan hanya menyasar segmen BBM bensin non-subsidi dengan oktan menengah hingga tinggi.
Pasokan BBM Dipastikan Aman di SPBU
Di tengah kenaikan harga, isu yang kerap muncul adalah ketersediaan stok. Namun, Pertamina memastikan distribusi tetap berjalan normal.
"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," kata Roberth.
Pernyataan ini penting, terutama untuk meredam potensi panic buying atau lonjakan konsumsi yang biasanya terjadi saat harga berubah drastis.
Dampak ke Konsumen dan Pola Konsumsi
Kenaikan harga BBM non-subsidi berpotensi mengubah pola konsumsi masyarakat. Selisih harga yang kini makin jauh antara Pertamax dan Pertalite bisa mendorong sebagian pengguna beralih ke BBM subsidi.
Namun di sisi lain, kebijakan ini juga bisa menjadi sinyal bagi pengguna kendaraan untuk mulai mempertimbangkan efisiensi, termasuk penggunaan kendaraan hybrid atau listrik.
Selain itu, sektor transportasi dan logistik juga berpotensi terdampak secara tidak langsung, meski solar subsidi tidak mengalami perubahan harga.
Cek Harga BBM Lewat Kanal Resmi
Untuk memastikan informasi yang akurat, masyarakat disarankan memantau harga BBM melalui kanal resmi.
"Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," tutup Roberth.
Langkah ini penting untuk menghindari informasi yang tidak valid, terutama di tengah cepatnya penyebaran kabar di media sosial.
Lihat Selengkapnya
Teknologi Ling Power Wuling Eksion PHEV, Alternatif Cerdas Saat Harga Bensin Semakin Tinggi11 Jun 2026
Teknologi Ling Power Wuling Eksion PHEV, Alternatif Cerdas Saat Harga Bensin Semakin Tinggi11 Jun 2026
Lihat Selengkapnya
Harga BBM Hari Ini Naik, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter10 Jun 2026
Harga BBM Hari Ini Naik, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter10 Jun 2026
Lihat Selengkapnya
Menembus Pesisir Selatan Jawa dengan Wuling Eksion PHEV, Jurnalis Rasakan Langsung Perjalanan 580 Km10 Jun 2026
Menembus Pesisir Selatan Jawa dengan Wuling Eksion PHEV, Jurnalis Rasakan Langsung Perjalanan 580 Km10 Jun 2026
Lihat Selengkapnya
Umur Baterai Mobil Listrik Berapa Tahun? Ini Penjelasan yang Perlu Dipahami09 Jun 2026
Umur Baterai Mobil Listrik Berapa Tahun? Ini Penjelasan yang Perlu Dipahami09 Jun 2026
Lihat Selengkapnya
Harga Motor Listrik IEI di Padang Sumatera Barat, QT Mulai Rp15 Jutaan05 Jun 2026
Harga Motor Listrik IEI di Padang Sumatera Barat, QT Mulai Rp15 Jutaan05 Jun 2026
Lihat Selengkapnya
Bocoran SUV Baru Audi Mulai Terkuak, Q6 e-tron atau Q5 Generasi Terbaru?04 Jun 2026
Bocoran SUV Baru Audi Mulai Terkuak, Q6 e-tron atau Q5 Generasi Terbaru?04 Jun 2026
Lihat Selengkapnya
Harga Mulai Rp4 Jutaan, Ofero Luncurkan 4 Kendaraan Listrik dan Pabrik Baru Sekaligus02 Jun 2026
Harga Mulai Rp4 Jutaan, Ofero Luncurkan 4 Kendaraan Listrik dan Pabrik Baru Sekaligus02 Jun 2026
Lihat Selengkapnya
8 Lokasi Touring Motor di Bengkulu Rekomendasi Yamaha, Hidden Gems Buat Bikers11 May 2026
8 Lokasi Touring Motor di Bengkulu Rekomendasi Yamaha, Hidden Gems Buat Bikers11 May 2026
Lihat Selengkapnya
7 Cara Ngecas Aki Motor yang Benar, Jangan Sampai Salah Bisa Bikin Tekor08 Jun 2026
7 Cara Ngecas Aki Motor yang Benar, Jangan Sampai Salah Bisa Bikin Tekor08 Jun 2026
Lihat Selengkapnya
5 Cara Merawat Kondensor AC Mobil agar Tetap Dingin di Musim Kemarau19 May 2026
5 Cara Merawat Kondensor AC Mobil agar Tetap Dingin di Musim Kemarau19 May 2026
Lihat Selengkapnya
3 Ciri Minyak Rem Motor Mulai Habis, Jangan Abaikan Risiko Pengereman29 Apr 2026
3 Ciri Minyak Rem Motor Mulai Habis, Jangan Abaikan Risiko Pengereman29 Apr 2026
Lihat Selengkapnya
6 Tanda Radiator Rusak, Ini Penyebabnya di Mobil27 Apr 2026