Beranda / Mobil Baru / Katalog / Jaecoo J7

Jaecoo J7

Rp 499 Juta - Rp 549 Juta
Kapasitas Mesin
1,598 CC
Mesin
1.6L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Silver
Dark Green
White
Black
Tipe Kendaraan
Jaecoo J7 FWD
Rp 499 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Jaecoo J7 AWD
Rp 549 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Jaecoo J7 FWD
Jaecoo J7 AWD
Kapasitas Mesin
1,598 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.6L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

JAECOO J7
Artikel Terkait
Lihat Semua
7 Perbedaan JAECOO J5 EV Standar dan Premium, Pertimbangan Beli EV di Awal 2026
02 Jan 2026
7 Perbedaan JAECOO J5 EV Standar dan Premium, Pertimbangan Beli EV di Awal 2026 02 Jan 2026 Jakarta, Goodcar.id - Memasuki tahun baru 2026, tren kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Konsumen kini tak hanya mempertimbangkan efisiensi dan isu lingkungan, tetapi juga fitur, kenyamanan, serta nilai investasi jangka panjang. Salah satu model yang mulai banyak diperbincangkan adalah JAECOO J5 EV, SUV listrik yang hadir dalam dua varian, Standar dan Premium. Meski sekilas terlihat serupa, perbedaan JAECOO J5 EV Standar dan Premium cukup terasa di berbagai aspek penting. Berikut tujuh perbedaan utama yang perlu diketahui. 1. Fitur Keselamatan dan Teknologi Perbedaan paling mencolok JAECOO J5 EV Standar dan Premium terletak pada sektor keselamatan. Varian Premium sudah dibekali 17 fitur ADAS (Advanced Driver Assistance System) yang berfungsi membantu pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara, mulai dari lalu lintas padat hingga perjalanan jarak jauh. Sementara itu, JAECOO J5 EV Standar belum dilengkapi sistem ADAS, sehingga fitur keselamatannya masih tergolong dasar. 2. Kenyamanan Jok Pada aspek kenyamanan, JAECOO J5 EV Standar belum memiliki electric seat, ventilated seat, serta jok berbahan synthetic leather. Seluruh fitur tersebut baru tersedia di varian Premium. Perbedaan ini cukup berpengaruh pada kenyamanan, terutama bagi pengguna yang sering berkendara dalam waktu lama atau di kondisi lalu lintas perkotaan. 3. Moonroof dan Bagasi Perbedaan JAECOO J5 EV Standar dan Premium berikutnya terlihat pada desain atap dan akses bagasi. Varian Premium sudah dibekali panoramic roof yang memberikan kesan kabin lebih lapang, serta power tailgate untuk kemudahan membuka dan menutup bagasi. Pada varian Standar, kedua fitur ini masih belum tersedia. 4. Layar Hiburan Dari sisi teknologi hiburan, JAECOO J5 EV Premium menggunakan head unit berukuran 13,2 inci yang tampil lebih modern dan informatif. Sementara itu, JAECOO J5 EV Standar hanya dibekali layar 9 inci, yang secara fungsi masih memadai namun tidak sebesar versi Premium. 5. Kesan Mewah Kabin Nuansa interior menjadi pembeda lain antara kedua varian. JAECOO J5 EV Premium sudah dilengkapi ambient light 64 warna yang meningkatkan kesan mewah di kabin, serta kamera 540 derajat untuk membantu visibilitas saat parkir dan bermanuver. Sebaliknya, varian Standar hanya mengandalkan kamera mundur standar. 6. Detail Eksterior dan Kekedapan Pada detail eksterior, JAECOO J5 EV Standar belum menggunakan power folding mirror dan masih mengandalkan single glass, sehingga tingkat kekedapan kabin berada di bawah varian Premium. JAECOO J5 EV Premium sudah dibekali power folding mirror serta double glass yang membantu meredam suara dari luar. 7. Harga Perbedaan terakhir tentu ada pada harga. JAECOO J5 EV Standar dipasarkan dengan banderol Rp249.900.000, sedangkan varian Premium dibanderol Rp299.900.000. Meski demikian, harga tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi dipengaruhi kebijakan pemerintah terkait insentif kendaraan listrik. Terkait hal ini, PR Supervisor JAECOO Indonesia, Niki Tamara, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian regulasi. “Untuk itu masih didiskusikan, karena saat ini dari pemerintah belum ada kejelasan soal skema insentif,” ujar Niki Tamara. Dengan memahami tujuh perbedaan JAECOO J5 EV Standar dan Premium ini, konsumen di awal 2026 dapat menentukan pilihan secara lebih rasional, menyesuaikan kebutuhan fitur dan kenyamanan dengan anggaran yang dimiliki, sembari menunggu kepastian insentif EV dari pemerintah. Lihat Selengkapnya
5 Keuntungan Liburan Pakai Mobil Berpenggerak PHEV
30 Dec 2025
5 Keuntungan Liburan Pakai Mobil Berpenggerak PHEV 30 Dec 2025 Jakarta, Goodcar.id — Liburan akhir pekan bagi keluarga urban kini identik dengan perjalanan singkat namun padat aktivitas. Staycation, wisata kuliner, hingga kunjungan ke alam terbuka menjadi pilihan populer. Dalam pola perjalanan seperti ini, kendaraan yang digunakan berperan besar dalam menentukan kenyamanan dan efisiensi perjalanan. Teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) menawarkan pendekatan yang semakin relevan. Tidak sepenuhnya bergantung pada listrik, namun jauh lebih efisien dibanding mobil konvensional. Berikut lima keuntungan utama liburan menggunakan PHEV yang dirasakan langsung oleh keluarga urban. 1. Lebih Tenang soal Jarak Tempuh Keuntungan paling nyata dari liburan pakai PHEV adalah rasa tenang terkait jarak tempuh. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik membuat pengemudi tidak perlu bergantung penuh pada infrastruktur pengisian daya. Misal pada SUV PHEV seperti JAECOO J7 SHS-P, kombinasi baterai 18,3 kWh dan tangki bahan bakar 60 liter memungkinkan jarak tempuh hingga 1.300 kilometer. Untuk liburan akhir pekan ke luar kota, kondisi ini memberi fleksibilitas rute tanpa kekhawatiran kehabisan energi. 2. Biaya Perjalanan Lebih Terkontrol Liburan singkat kerap terasa mahal karena konsumsi bahan bakar. Di sinilah PHEV menawarkan keuntungan finansial. Pada kecepatan konstan di jalan tol, sistem hybrid bekerja optimal dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit. Efisiensi ini membuat biaya perjalanan lebih terkendali, terutama bagi keluarga yang rutin bepergian setiap akhir pekan. Pengeluaran bahan bakar bisa ditekan tanpa harus mengorbankan kenyamanan berkendara. 3. Lebih Nyaman Saat Macet Kemacetan hampir selalu menjadi bagian dari perjalanan akhir pekan, terutama saat keluar atau masuk kota besar. Pada kondisi stop-and-go, PHEV memanfaatkan motor listrik yang menghasilkan karakter berkendara halus dan minim getaran. Transisi tenaga yang lebih lembut membuat perjalanan terasa tidak melelahkan, baik bagi pengemudi maupun penumpang. Keuntungan ini terasa signifikan dibanding SUV bermesin konvensional. 4. Fleksibel untuk Liburan Alam Terbuka PHEV juga unggul untuk aktivitas liburan di alam terbuka. Beberapa model, termasuk JAECOO J7 SHS-P, sudah dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan mobil menjadi sumber listrik portabel. Fitur ini berguna untuk menyalakan lampu, peralatan memasak, hingga perangkat elektronik ringan saat camping atau piknik keluarga. Ground clearance yang relatif tinggi turut mendukung akses ke lokasi wisata alam yang tidak selalu beraspal mulus. 5. Satu Mobil untuk Banyak Tempat Keuntungan lain liburan menggunakan PHEV adalah fleksibilitas penggunaan. Mobil yang sama dapat digunakan untuk aktivitas harian di dalam kota, perjalanan akhir pekan ke luar kota, hingga liburan alam terbuka tanpa perlu kompromi besar. Karakter inilah yang membuat PHEV semakin relevan bagi keluarga urban dengan pola mobilitas dinamis dan kebutuhan perjalanan yang beragam. Pada akhirnya, PHEV menawarkan keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan, dan fleksibilitas. Untuk keluarga urban yang ingin menikmati liburan akhir pekan tanpa ribet soal jarak, konsumsi energi, dan kenyamanan, PHEV menjadi pilihan mobilitas yang semakin masuk akal di tengah perubahan gaya hidup masyarakat kota besar. Lihat Selengkapnya
Penjualan OMODA & JAECOO Secara Global Cetak Rekor Baru
18 Dec 2025
Penjualan OMODA & JAECOO Secara Global Cetak Rekor Baru 18 Dec 2025 Jakarta, Goodcar.id - Penjualan OMODA & JAECOO di industri otomotif global mencapai 43.481 unit. Secara akumulatif, sejak Januari hingga November 2025, penjualan global OMODA & JAECOO telah melampaui 330.000 unit. Angka ini mencerminkan pertumbuhan 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontributor terbesar terhadap performa November datang dari lini kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV). Segmen ini mencatatkan penjualan lebih dari 23.000 unit, atau setara 53 persen dari total penjualan bulanan. Hybrid J7 SHS Masih Jadi Andalan Di segmen hybrid, JAECOO J7 SHS kembali menunjukkan dominasinya. Model ini membukukan penjualan lebih dari 9.400 unit sepanjang November 2025. JAECOO J5 EV langsung mencuri perhatian dengan penjualan lebih dari 7.600 unit, tumbuh 42 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan penjualan OMODA & JAECOO juga ditopang oleh distribusi pasar yang semakin merata. Di Eropa, Inggris mencatatkan penjualan lebih dari 5.100 unit, disusul Italia dengan 1.796 unit. Spanyol dan Polandia turut menjaga tren positif. Di Asia Tenggara, Thailand mencetak rekor 2.823 unit dan untuk pertama kalinya menempatkan produk listrik JAECOO sebagai pemimpin penjualan EV bulanan. Sementara itu, Brasil di Amerika Latin tumbuh 45 persen secara bulanan dengan penjualan lebih dari 1.600 unit. Pasar baru seperti Austria, Malaysia, dan Kolombia juga menunjukkan pertumbuhan stabil. Menanggapi pencapaian global tersebut, Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia, menegaskan bahwa tren ini mencerminkan semakin kuatnya penerimaan konsumen terhadap teknologi yang ditawarkan. “Pertumbuhan global OMODA & JAECOO pada November menunjukkan respons positif terhadap value dan teknologi kami, khususnya di segmen elektrifikasi. Percepatan ini terlihat jelas di berbagai pasar, termasuk Asia Tenggara,” ujarnya. Sebagai catatan, perusahaan induk kedua merek ini juga berhasil menembus peringkat ke-233 Fortune Global 500 tahun 2025, dengan total ekspor kumulatif melampaui 5 juta unit, menegaskan skala dan daya saing globalnya. Lihat Selengkapnya
20 Mobil Terlaris Indonesia November 2025, Listrik China Melejit, Jepang Masih Dipercaya
15 Dec 2025
20 Mobil Terlaris Indonesia November 2025, Listrik China Melejit, Jepang Masih Dipercaya 15 Dec 2025 Jakrta, Goodcar.id - Data dari GAIKINDO untuk November 2025 menyebutkan jika BYD Atto memimpin daftar mobil terlaris nasional dengan penjualan 8.333 unit. BYD jelas berhasil memanfaatkan momentum insentif, tren elektrifikasi, dan rasa ingin tahu konsumen. Namun, jika tren ini dibaca lebih dalam, ceritanya tidak sesederhana “mobil China mengalahkan mobil Jepang”. Terbukti dari data, setelah BYD Atto 1, pasar justru kembali dikuasai mobil-mobil Jepang yang sudah lama hidup dan tumbuh bersama konsumen Indonesia. Jepang Masih Pegang Fondasi Pasar Misalnya, di posisi kedua, Toyota Avanza mencatat 3.912 unit. Disusul Toyota Calya (3.122 unit) dan Toyota Rush (2.597 unit). Angka-angka ini menunjukkan masyarakat masih belum sepenuhnya percaya EV dan masih memilih merek yang terbukti awet, mudah dirawat, dan punya jaringan luas. Toyota Kijang Innova Zenix juga tetap kuat dengan 2.508 unit, sementara Innova Reborn membukukan 1.967 unit. Di segmen bawah, Daihatsu Sigra (2.105 unit) dan Honda Brio (1.839 unit) masih menjadi tulang punggung volume. Ini segmen yang paling sensitif terhadap biaya kepemilikan, dan di sinilah merek Jepang masih unggul telak. Toyota Agya (1.416 unit) dan Suzuki Fronx (1.412 unit) juga tampil seimbang. Suzuki Fronx memang pendatang baru, tapi tetap membawa nama besar Jepang yang bisa jadi membuat konsumen lebih tenang saat mengambil keputusan. Lanjut, Mitsubishi menempatkan Destinator (1.814 unit), Xpander (1.427 unit), dan Xpander Cross (720 unit) di daftar ini. Tidak ada lonjakan ekstrem, tapi terlihat stabil pada segen ini. Di segmen big SUV, Toyota Fortuner (917 unit) dan Mitsubishi Pajero Sport (912 unit) kembali beradu tipis. Selain BYD Atto, hanya Jaecoo J5 EV yang masuk 20 besar dengan 653 unit. Angka ini layak diapresiasi, namun juga menunjukkan bahwa dominasi mobil China masih terbatas. Konsumen boleh tertarik, tapi kepercayaan jangka panjang belum sepenuhnya terbentuk. Singkatnya, pasar otomotif Indonesia mulai terbuka pada hal baru, tapi kepercayaan tidak dibangun dalam semalam. Dan untuk saat ini, faktanya brand-brand Jepang masih memegang kunci kepercayaan itu. 20 Mobil Terlaris di Indonesia November 2025 (Non-Komersial) BYD ATTO 14 – 8.333 unit Toyota Avanza – 3.912 unit Toyota Calya – 3.122 unit Toyota Rush – 2.597 unit Toyota Innova Zenix – 2.508 unit Daihatsu Sigra – 2.105 unit Toyota Innova – 1.967 unit Honda Brio – 1.839 unit Mitsubishi Destinator – 1.814 unit Mitsubishi Xpander – 1.427 unit Toyota Agya – 1.416 unit Suzuki Fronx – 1.412 unit Daihatsu Terios – 979 unit Toyota Raize – 938 unit Toyota Fortuner – 917 unit Mitsubishi Pajero Sport – 912 unit Suzuki XL7 – 865 unit Mitsubishi Xpander Cross – 720 unit Jaecoo J5 EV – 653 unit Honda HR-V – 609 unit Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.