Beranda / Mobil Baru / Katalog / Wuling CloudEV

Wuling CloudEV

Rp 398 Juta
Jarak Tempuh
-
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Pristine White
Milk Tea
Starry Black
Galaxy Blue
Tipe Kendaraan
Wuling CloudEV Pro
Rp 398 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Wuling CloudEV Lite
Rp 398 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Wuling CloudEV Pro
Wuling CloudEV Lite
Jarak Tempuh
-
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

WULING CLOUDEV
Artikel Terkait
Lihat Semua
Wuling Serahkan Darion ke Konsumen Surabaya, Penjualan Oknum Sales Diaudit
09 Sep 2026
Wuling Serahkan Darion ke Konsumen Surabaya, Penjualan Oknum Sales Diaudit 09 Sep 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Wuling Motors mengambil langkah penyelesaian atas permasalahan yang melibatkan salah satu oknum wiraniaga di jaringan dealer resminya di Surabaya. Selain bertemu langsung dengan konsumen, Wuling menyerahkan satu unit Wuling Darion sebagai bentuk penyelesaian yang telah disepakati bersama. Pertemuan antara Wuling Motors dan konsumen berlangsung pada 5 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, Wuling menawarkan sejumlah opsi penanganan dengan mengedepankan pemulihan hak dan kepentingan konsumen. Setelah mempertimbangkan opsi yang tersedia, konsumen memilih penyelesaian berupa penyerahan unit kendaraan Wuling Darion. Proses serah terima kendaraan tersebut kemudian dilakukan pada hari yang sama. Dalam keterangan resminya, Wuling Motors kembali menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen akibat permasalahan tersebut. “Wuling Motors kembali menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen serta menghargai kepercayaan yang telah diberikan kepada Wuling Motors,” tulis Wuling Motors dalam keterangan resminya, 9 September 2026. Wuling Audit Transaksi Oknum Wiraniaga Penyelesaian terhadap konsumen ternyata tidak berhenti pada penyerahan kendaraan. Wuling Motors juga meminta dealer terkait melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh transaksi penjualan yang sebelumnya ditangani oleh oknum wiraniaga tersebut. Langkah ini menjadi bagian penting dari penanganan kasus karena Wuling ingin memastikan tidak terdapat persoalan lain yang belum terungkap dari aktivitas penjualan tenaga wiraniaga bersangkutan. “Tidak terbatas hanya penanganan permasalahan tersebut, Wuling Motors juga telah memberikan instruksi kepada dealer terkait untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap seluruh penjualan yang ditangani oleh oknum wiraniaga tersebut,” ujar Wuling Motors. Wuling menyatakan apabila dalam proses pengecekan ditemukan pelanggaran lainnya, dealer diwajibkan segera mengambil tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyelesaian kasus tidak hanya diarahkan pada konsumen yang mengalami masalah, tetapi juga menyasar proses internal di jaringan dealer. Wuling Motors juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk memperkuat pengawasan terhadap jaringan dealernya. Salah satunya dengan meninjau kembali proses seleksi dan pembinaan tenaga wiraniaga. Evaluasi tersebut mencakup standar kompetensi, integritas, serta kualitas tenaga penjual yang berhubungan langsung dengan konsumen. Selain itu, Wuling akan memperketat evaluasi dan monitoring penerapan standar serta prosedur di jaringan dealer. Pengawasan ini mencakup seluruh tahapan proses pembelian kendaraan, mulai dari proses awal hingga transaksi selesai. Wuling juga akan memperkuat mekanisme komunikasi dan eskalasi di seluruh jaringan apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelayanan kepada konsumen. Langkah keempat berkaitan dengan layanan pelanggan. Wuling menyatakan akan mengoptimalkan Customer Care sebagai kanal informasi, dukungan, sekaligus pengaduan bagi konsumen. Mekanisme pemantauan juga akan diperkuat agar setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara tepat sesuai ketentuan yang berlaku. “Wuling Motors berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta terus menjaga kepercayaan konsumen terhadap brand dan produk Wuling,” tulis Wuling. Untuk informasi maupun bantuan lebih lanjut, konsumen dapat menghubungi Customer Care Wuling Motors di nomor 0800-100-5050 yang tersedia selama 24 jam. Kasus di Surabaya ini pada akhirnya tidak hanya berujung pada penyelesaian terhadap konsumen melalui penyerahan unit Wuling Darion. Wuling juga menjadikan persoalan tersebut sebagai momentum untuk mengevaluasi kembali proses penjualan, pengawasan dealer, hingga mekanisme pengaduan konsumen di jaringan resminya. Lihat Selengkapnya
Wuling Akui Ada Pelanggaran SOP dalam Kasus Konsumen Surabaya, Siapkan Langkah Korektif
04 Sep 2026
Wuling Akui Ada Pelanggaran SOP dalam Kasus Konsumen Surabaya, Siapkan Langkah Korektif 04 Sep 2026 Jakarta, Goodcar.id – Wuling Motors memberikan tanggapan terkait persoalan seorang konsumen di Surabaya yang mengaku telah melakukan pembayaran mobil secara tunai, namun hingga beberapa bulan belum menerima unit kendaraan yang dibelinya. Dalam keterangannya pada Kamis, 3 September 2026, Wuling Motors menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen. Perusahaan juga menyatakan telah melakukan penelusuran terhadap persoalan tersebut. Dari hasil penelusuran, Wuling menyebut ditemukan adanya pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh oknum wiraniaga dalam proses transaksi. “Berdasarkan hasil penelusuran, telah ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh oknum wiraniaga dalam proses transaksi,” ungkap pihak Wuling Motors pada Kamis, 3 September 2026. Wuling juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak merepresentasikan prosedur yang seharusnya diterapkan dalam proses transaksi di jaringan dealer resminya. “Wuling Motors menegaskan bahwa perusahaan tidak menoleransi segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan prosedur perusahaan maupun yang dapat merugikan konsumen,” tegasnya. Wuling Siapkan Tindakan Korektif Sebagai tindak lanjut, Wuling Motors menyatakan akan mengambil langkah korektif terhadap dealer yang bersangkutan. Perusahaan juga akan melakukan evaluasi terhadap proses pelayanan untuk memastikan prosedur transaksi berjalan sesuai ketentuan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menyelesaikan persoalan yang muncul sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi di jaringan dealer Wuling. “Kami juga berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya dalam bertransaksi di seluruh jaringan dealer resmi Wuling Motors, sesuai dengan standar yang berlaku,” tandas pihak Wuling. Dengan demikian, persoalan yang terjadi di Surabaya tersebut oleh Wuling ditempatkan sebagai kasus yang berkaitan dengan tindakan oknum wiraniaga dan pelanggaran terhadap prosedur internal, bukan sebagai mekanisme transaksi yang memang ditetapkan perusahaan. Konsumen Mengaku Sudah Melakukan Pelunasan Sebelumnya, seorang konsumen bernama Nancy di Surabaya menjadi perhatian setelah persoalan pembelian mobil yang dilakukannya turut dibawa dalam proses mediasi yang didampingi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Nancy mengaku membeli mobil melalui salah satu dealer Wuling di Surabaya dengan pembayaran secara tunai. Menurut pengakuannya, proses pembelian tersebut sejak awal didampingi oleh seorang sales bernama Raditya Febriyanto yang saat itu disebut menjabat sebagai supervisor sales. Nancy mengatakan telah membayar uang muka pada Desember 2025 dan melakukan pelunasan pada Januari 2026. “Dari awal Januari 2026 itu saya sudah melakukan pelunasan 100 persen tapi sampai saat ini saya nggak terima unitnya dan nggak ada pengembalian uang dari pihak Wuling,” ucap Nancy. Menurut Nancy, pembayaran dilakukan kepada perusahaan atas arahan sales yang menangani transaksinya. Ia juga mengaku memperoleh kuitansi setelah melakukan pembayaran di kantor dealer. “Kuitansinya resmi, ada stempel basahnya, ada materainya, ada logonya Wuling. Waktu itu saya datang ya seperti biasa, kayak beli mobil,” ungkap Nancy. Namun dalam proses berikutnya, Nancy menyebut pihak finance mempertanyakan dokumen pembayaran yang dimilikinya. Menurut keterangan yang disampaikannya, terdapat persoalan terkait keaslian dokumen dan data transaksi. Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi kasus yang melibatkan dugaan penyalahgunaan data dan pemalsuan dokumen. Wuling sendiri dalam keterangannya tidak menyebut bahwa praktik tersebut merupakan prosedur perusahaan, melainkan menegaskan adanya pelanggaran SOP oleh oknum wiraniaga. Sempat Ada Perubahan Model Kendaraan Dalam proses pembelian, Nancy awalnya disebut memesan Wuling Darion. Namun, menurut keterangannya, kemudian terdapat informasi mengenai persoalan pada unit yang dipesannya sehingga ditawarkan opsi untuk beralih ke model Wuling Eksion. Nancy menyebut terdapat sisa dana sekitar Rp55 juta dari pembayaran yang telah dilakukannya. Dana tersebut kemudian disebut telah dikembalikan kepadanya pada 22 Juni 2026. “Saya pada 22 Juni 2026 ditransfer Rp55 juta dan percaya tanggal 6 Juli 2026 mobilnya datang, ternyata kok lama enggak dikirim,” terangnya. Persoalan penyerahan kendaraan kemudian berlanjut hingga konsumen meminta kepastian mengenai status transaksi dan unit yang dibelinya. Kasus ini pada akhirnya mendapat perhatian publik setelah proses mediasi antara konsumen dan pihak dealer turut didampingi Armuji. Lihat Selengkapnya
Kronologi Kasus Wuling Surabaya: Konsumen Bayar Lunas, Unit Tak Kunjung Diterima
04 Sep 2026
Kronologi Kasus Wuling Surabaya: Konsumen Bayar Lunas, Unit Tak Kunjung Diterima 04 Sep 2026 Jakarta, Goodcar.id – Kasus konsumen Wuling di Surabaya yang mengaku telah melunasi pembelian mobil tetapi belum menerima unit kendaraan menjadi perhatian setelah videonya bersama Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, beredar di media sosial. Persoalan tersebut bermula dari transaksi pembelian mobil secara tunai oleh konsumen bernama Nancy melalui salah satu jaringan dealer Wuling di Surabaya. Nancy mengaku telah membayar uang muka atau DP pada Desember 2025 dan menyelesaikan pelunasan pada Januari 2026. Menariknya, berdasarkan keterangan Nancy, pembayaran pelunasan dilakukan ke rekening perusahaan atau dealer, bukan ke rekening pribadi sales yang menangani transaksi. Persoalan kemudian berkembang setelah kendaraan yang telah dibayar tidak kunjung diterima. Berikut kronologi kasus konsumen Wuling di Surabaya tersebut. Desember 2025: Konsumen Membayar DP Nancy mengaku pertama kali datang ke dealer Wuling untuk melakukan test drive. Dalam proses tersebut, dirinya kemudian dilayani oleh seorang sales bernama Raditya Febriyanto. Setelah proses pemesanan berlangsung, Nancy melakukan pembayaran uang muka pada Desember 2025. Saat itu, transaksi dilakukan melalui jaringan dealer Wuling di bawah naungan PT Putra Perdana Indoniaga. Menurut pengakuannya, sejak awal proses pembelian dirinya berkomunikasi dengan Raditya yang saat itu disebut menjabat sebagai supervisor sales. Januari 2026: Mobil Dilunasi Memasuki Januari 2026, Nancy mengaku mendapat arahan untuk melakukan pelunasan kendaraan. Nancy mengatakan seluruh pembayaran dilakukan ke perusahaan. Karena pembayaran dilakukan melalui rekening perusahaan, ia mengaku tidak menaruh kecurigaan terhadap proses transaksi tersebut. “Dari awal Januari 2026 itu saya sudah melakukan pelunasan 100 persen tapi sampai saat ini saya nggak terima unitnya dan nggak ada pengembalian uang dari pihak Wuling,” ucap Nancy dalam video mediasi yang beredar di media sosial. Dalam keterangan yang disampaikan Nancy, dirinya juga menerima kuitansi setelah melakukan pembayaran di kantor dealer. “Kuitansinya resmi, ada stempel basahnya, ada materainya, ada logonya Wuling. Waktu itu saya datang ya seperti biasa, kayak beli mobil,” ungkapnya. Unit Wuling Darion Tak Kunjung Diterima Setelah pelunasan dilakukan, kendaraan yang dipesan Nancy tak kunjung diterima. Pada awalnya, Nancy disebut memesan Wuling Darion. Dalam perkembangan transaksi, ia kemudian mendapat informasi mengenai adanya persoalan pada unit yang dipesannya, termasuk dugaan masalah pada baterai dan sejumlah kendala lainnya. Kondisi tersebut kemudian membuat Nancy mendapatkan opsi untuk beralih ke model Wuling Eksion. Perubahan kendaraan tersebut membuat proses transaksi kembali berjalan dengan penyesuaian tertentu. Nancy menyebut masih terdapat dana sekitar Rp55 juta yang kemudian dikembalikan kepadanya. Juni 2026: Rp55 Juta Dikembalikan Setelah proses berjalan beberapa bulan, Nancy mengaku menerima transfer pengembalian dana sebesar Rp55 juta pada 22 Juni 2026. Pada saat itu, ia berharap kendaraan pengganti yang dijanjikan dapat segera diterima. “Saya pada 22 Juni 2026 ditransfer Rp55 juta dan percaya tanggal 6 Juli 2026 mobilnya datang, ternyata kok lama enggak dikirim,” kata Nancy. Namun, hingga waktu yang dijanjikan, kendaraan tersebut kembali belum diterima. Nancy kemudian mulai meminta kepastian mengenai status transaksi dan penyerahan unit kendaraan. Finance Dealer Minta Bukti Pembayaran Persoalan semakin rumit ketika pihak finance dealer mempertanyakan bukti pembayaran yang dimiliki Nancy. Nancy mengaku telah menyerahkan sejumlah dokumen transaksi, termasuk kuitansi dan bukti pembayaran yang menurutnya diterima dalam proses pembelian. Dalam keterangannya, Nancy menyebut kemudian mendapat informasi bahwa terdapat persoalan mengenai dokumen transaksi tersebut. Ia juga mengaku mendapat penjelasan mengenai dugaan penyalahgunaan data dan persoalan dokumen yang berkaitan dengan transaksi. Pada tahap ini, persoalan tidak lagi hanya menyangkut keterlambatan penyerahan kendaraan, tetapi berkembang menjadi masalah internal antara pihak dealer dengan sales yang menangani transaksi. Konsumen Minta Pendampingan Cak Ji Karena belum memperoleh kepastian mengenai kendaraan yang telah dibayarnya, Nancy kemudian meminta pendampingan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji. Cak Ji selanjutnya mendampingi Nancy dalam proses mediasi dengan pihak dealer Wuling di Surabaya. Dalam pertemuan tersebut, Cak Ji menilai persoalan internal antara dealer dan sales tidak semestinya membuat konsumen kehilangan kepastian atas transaksi yang telah dilakukan. “Kalau dalam minggu besok mobilnya nggak datang, lebih baik ibu batalkan saja sudah. Soal mereka ada proses hukum dengan mantan sales-nya itu urusan mereka. Intinya uang itu masuk di kantor sini bukan ke kantong sales. Tolong ya pak selesaikan ya,” tegas Cak Ji kepada salah satu petinggi dealer. Cak Ji juga menyatakan akan mengawal proses mediasi hingga konsumen memperoleh kejelasan dan haknya terpenuhi. September 2026: Wuling Tegaskan Ada Pelanggaran SOP Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian setelah video mediasi beredar luas di media sosial. Wuling Motors akhirnya memberikan pernyataan resmi pada 3 September 2026. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen. Dalam penelusuran internal, Wuling menyatakan menemukan adanya pelanggaran terhadap standar operasional prosedur atau SOP yang dilakukan oleh oknum wiraniaga dalam proses transaksi. “Berdasarkan hasil penelusuran, telah ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh oknum wiraniaga dalam proses transaksi,” ungkap pihak Wuling Motors. Wuling juga menegaskan tidak menoleransi tindakan yang bertentangan dengan prosedur perusahaan maupun tindakan yang dapat merugikan konsumen. Sebagai tindak lanjut, perusahaan menyatakan akan mengambil tindakan dan langkah korektif terhadap dealer yang bersangkutan. Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan proses pelayanan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami juga berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya dalam bertransaksi di seluruh jaringan dealer resmi Wuling Motors, sesuai dengan standar yang berlaku,” tandas Wuling. Wuling menyatakan hasil penelusuran internal menemukan adanya pelanggaran SOP oleh oknum wiraniaga. Perusahaan juga menyatakan akan mengambil langkah korektif terhadap dealer terkait serta memperkuat evaluasi terhadap proses pelayanan. Lihat Selengkapnya
Wuling Raih 3.290 SPK, Aira EV Jadi Penyumbang Terbesar dengan 2.238 Unit
12 Aug 2026
Wuling Raih 3.290 SPK, Aira EV Jadi Penyumbang Terbesar dengan 2.238 Unit 12 Aug 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Wuling Motors mencatat 3.290 surat pemesanan kendaraan (SPK) sepanjang penyelenggaraan GIIAS 2026. Dari angka tersebut, Wuling Aira EV menjadi penopang utama penjualan dengan kontribusi mencapai 2.238 unit atau sekitar 68 persen dari total SPK. Besarnya kontribusi Aira EV membuat model listrik terbaru Wuling tersebut menjadi produk dengan pemesanan paling tinggi dibandingkan model lain yang dibawa Wuling. Dari 2.238 unit itu, sebanyak 165 unit merupakan Aira EV Standard Range, sementara 2.073 unit lainnya adalah Aira EV Long Range. Jika dirinci, kontribusi Aira EV bahkan jauh meninggalkan model Wuling lainnya. Darion EV berada di urutan berikutnya dengan 517 unit SPK, sedangkan Eksion EV mencatat 179 unit pemesanan. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa penjualan Wuling selama pameran sangat ditopang oleh lini kendaraan listrik, terutama Aira EV yang baru diperkenalkan ke pasar Indonesia. Namun, angka SPK tersebut merupakan hasil pemesanan selama pameran dan belum seluruhnya menggambarkan realisasi penjualan atau distribusi kendaraan kepada konsumen. “Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap Wuling selama penyelenggaraan GIIAS 2026. Pencapaian yang kami raih menunjukkan respons positif konsumen terhadap lini kendaraan yang kami hadirkan, khususnya Aira ev yang secara resmi diperkenalkan dalam pameran ini. Kami berharap kehadiran Aira ev dapat semakin memberikan pilihan mobilitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Kharismawan Awangga, Sales Director Wuling Motors. Selain SPK, Wuling juga mencatat 2.203 aktivitas test drive sepanjang pameran. Lagi-lagi Aira EV menjadi model yang paling banyak dicoba calon konsumen dengan total 1.648 kali pengujian. Darion EV menyusul dengan 242 kali test drive, kemudian Eksion EV sebanyak 156 kali. Sementara itu, Eksion PHEV tercatat 95 kali dicoba dan Darion PHEV sebanyak 62 kali. Tingginya angka test drive Aira EV sekaligus memperlihatkan bahwa perhatian konsumen tidak berhenti pada transaksi pemesanan. Mobil listrik tersebut menjadi kendaraan Wuling yang paling banyak digunakan pengunjung untuk merasakan langsung karakter berkendaranya. Dari sisi produk, Aira EV hadir dalam dua pilihan. Varian Standard Range memiliki kemampuan jarak tempuh hingga 205 kilometer berdasarkan metode CLTC, sedangkan varian Long Range diklaim mampu mencapai 301 kilometer CLTC. Dua pilihan jarak tempuh tersebut menjadi bagian dari strategi Wuling untuk memberikan opsi kepada konsumen dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda. Standard Range dapat menjadi pilihan untuk penggunaan perkotaan, sementara Long Range menawarkan kemampuan jelajah yang lebih panjang. Dari seluruh pemesanan Aira EV, varian Long Range terlihat jauh lebih dominan. Sebanyak 2.073 unit atau sekitar 93 persen dari total SPK Aira EV merupakan varian tersebut, sedangkan Standard Range hanya menyumbang 165 unit. Penjualan tersebut juga diikuti dengan program Deal n Drive yang memungkinkan sebagian konsumen menerima kendaraan secara langsung selama periode pameran. Melalui program tersebut, Wuling mencatat 147 unit Aira EV Long Range berhasil diserahterimakan kepada konsumen. Angka serah terima ini menjadi bagian lain dari capaian penjualan Wuling. Artinya, selain mencatat ribuan pemesanan, terdapat konsumen yang sudah mendapatkan unit Aira EV Long Range tanpa harus menunggu proses distribusi setelah pameran berakhir. Wuling memperkenalkan Aira EV sebagai city car listrik dengan empat karakter utama, yakni Artistik, Inovatif, Ramah dan Aman. Model tersebut diposisikan sebagai kendaraan listrik berukuran kompak untuk mendukung kebutuhan mobilitas sehari-hari di kawasan perkotaan. Dari sisi penjualan, keberhasilan Aira EV mengambil porsi 68 persen dari total SPK Wuling menjadi angka yang paling mencolok. Sebab, lebih dari separuh bahkan mendekati dua pertiga pemesanan Wuling selama pameran berasal dari satu model. Sementara itu, Darion EV dan Eksion EV tetap memberikan kontribusi terhadap keseluruhan penjualan. Namun jika dibandingkan dengan Aira EV, selisihnya cukup lebar, masing-masing 1.721 unit dan 2.059 unit lebih rendah. Wuling juga mencatat dua penghargaan selama pameran. Aira EV mendapatkan penghargaan Most Driven EV Passenger sebagai kendaraan listrik penumpang yang paling banyak dicoba, sedangkan Wuling memperoleh Best Collaboration Passenger Booth melalui kolaborasinya bersama Disney and Pixar’s Toy Story 5. Meski demikian, penghargaan tersebut menjadi faktor pendukung, sementara angka SPK menunjukkan gambaran yang lebih konkret mengenai respons awal konsumen terhadap produk baru Wuling. Dengan 2.238 unit, Aira EV menjadi penentu utama capaian 3.290 SPK Wuling. “Pencapaian selama GIIAS 2026 menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi konsumen. Mulai dari respons positif terhadap Aira ev, tingginya partisipasi dalam test drive, hingga pengalaman Deal n Drive dan penghargaan yang kami terima, seluruhnya menjadi bagian dari perjalanan Wuling bersama masyarakat Indonesia. Kami akan terus menghadirkan produk, teknologi, dan layanan yang relevan dengan kebutuhan konsumen serta memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang semakin baik,” tutup Kharismawan. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.