Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia14 Apr 2026
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia14 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Penjualan mobil listrik Indonesia di awal 2026 sulit ditebak. Setelah tampil dominan selama dua bulan pertama, BYD Atto 1 akhirnya harus turun tahta di Maret 2026, digeser oleh Jaecoo J5 yang tampil konsisten sejak awal tahun.
Jika dilihat dari data penjualan Januari hingga Maret 2026, terjadi pergerakan angka yang cukup ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan yang mencerminkan betapa dinamisnya pasar EV di Indonesia saat ini.
Jaecoo J5 Naik Stabil, Dari 1.942 ke 2.959 Unit
Performa Jaecoo J5 bisa dibilang paling konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Mengacu data GAIKINDO 2026, di Januari, Jaecoo J5 mencatatkan penjualan 1.942 unit. Angka ini kemudian melonjak tajam di Februari menjadi 2.926 unit, atau naik hampir 1.000 unit dalam sebulan.
Menariknya, tren positif ini tidak berhenti. Di Maret, Jaecoo J5 kembali meningkat menjadi 2.959 unit. Meski kenaikannya tidak sebesar bulan sebelumnya, stabilitas di angka hampir 3.000 unit menunjukkan bahwa permintaan terhadap model ini masih sangat kuat.
Kenaikan bertahap ini menjadi kunci utama Jaecoo J5 dalam merebut posisi puncak. Bukan sekadar “meledak” sesaat, tapi tumbuh dengan pola yang sehat.
BYD Atto 1 Dari 3.700 ke 672 Unit, Turun Drastis
Kebalikan dari Jaecoo, BYD Atto 1 justru mengalami fluktuasi tajam. Di Januari, model ini sudah kuat dengan 3.361 unit, lalu bahkan naik ke 3.700 unit di Februari.
Namun, kejutan terjadi di Maret. Penjualannya anjlok drastis menjadi hanya 672 unit. Artinya, ada penurunan lebih dari 3.000 unit dalam satu bulan—angka yang sangat signifikan di industri otomotif.
Penurunan ini menjadi titik balik dalam persaingan. Dari yang sebelumnya unggul jauh, BYD Atto 1 langsung terlempar ke posisi lima besar.
Tidak hanya dua model teratas, pergerakan menarik juga terjadi pada model lain. BYD M6 misalnya, mengalami penurunan dari 851 unit di Januari ke 523 unit di Februari, namun kembali naik ke 976 unit di Maret. Ini menunjukkan adanya pemulihan permintaan di segmen MPV listrik.
Sementara itu, Geely EX2 justru menunjukkan tren naik stabil: dari 423 unit di Januari, meningkat ke 776 unit di Februari, dan kembali naik ke 949 unit di Maret. Ini jadi salah satu model dengan pertumbuhan paling konsisten setelah Jaecoo J5.
Berbeda lagi dengan Wuling Darion EV yang sempat naik dari 790 unit di Januari ke 1.019 unit di Februari, namun turun cukup jauh ke 301 unit di Maret. Pola ini menunjukkan adanya lonjakan sesaat yang tidak berlanjut.
SUV Listrik Mulai Mendominasi
Kalau dilihat lebih dalam, tren menarik lain adalah mulai dominannya SUV listrik. Selain Jaecoo J5, model seperti BYD Sealion 07 langsung melesat ke posisi dua di Maret dengan 1.236 unit, meskipun sebelumnya tidak masuk posisi teratas di dua bulan awal.
Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai mengarah ke kendaraan listrik dengan dimensi lebih besar, ground clearance tinggi, dan tampilan yang lebih gagah.
Persaingan juga semakin menarik dengan kehadiran model seperti Denza D9 yang naik dari 392 unit di Januari menjadi 455 unit di Maret, serta VinFast VF3 yang langsung masuk 10 besar di Maret dengan 258 unit.
Di sisi lain, model seperti AION juga menunjukkan fluktuasi. AION UT naik dari 266 unit (Januari) ke 407 unit (Februari), lalu turun ke 242 unit di Maret. Sedangkan AION V relatif stabil di kisaran 200–300 unit sepanjang tiga bulan.
Artinya, tidak ada satu pun pemain yang benar-benar aman. Semua brand masih mencari momentum terbaiknya.
Perubahan angka yang sangat dinamis ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin rasional dalam memilih mobil listrik.
Mereka tidak lagi terpaku pada satu brand saja. Faktor seperti harga, fitur, desain, hingga ketersediaan unit menjadi penentu utama. Ini juga menjelaskan kenapa model baru seperti Jaecoo J5 bisa langsung melesat, sementara model yang sudah kuat seperti BYD Atto 1 bisa turun drastis.
Dari data Januari hingga Maret, terlihat jelas pola naik-turun yang tajam. Jaecoo J5 naik dari 1.942 → 2.926 → 2.959 unit, sementara BYD Atto 1 justru turun dari 3.361 → 3.700 → 672 unit.
10 Mobil Listrik Terlaris Januari - Maret 2026
Januari
BYD Atto 1: 3.361 unit
Jaecoo J5: 1.942 unit
BYD M6: 851 unit
Wuling Darion EV: 790 unit
BYD Sealion 7: 613 unit
Geely EX2: 423 unit
Denza D9: 392 unit
Aion UT: 266 unit
Chery J6: 215 unit
Aion V: 214 unit
Februari
BYD Atto 1: 3.700 unit
Jaecoo J5: 2.926 unit
Wuling Darion EV: 1.019 unit
Geely EX2: 776 unit
BYD M6: 523 unit
AION UT: 407 unit
BYD Sealion 7: 343 unit
Geely EX5: 335 unit
Aion V: 332 unit
Denza: 270 unit
Maret
Jaecoo J5: 2.959 unit
BYD Sealion 07: 1.236 unit
BYD M6: 976 unit
Geely EX2: 949 unit
BYD Atto 1: 672 unit
Denza D9: 455 unit
Wuling Darion EV: 301 unit
VinFast VF3: 258 unit
AION V: 238 unit
AION UT: 242 unit
Lihat Selengkapnya
FARIZON Debut di GIICOMVEC 2026, Armada Listrik Ini Siap Ubah Efisiensi Bisnis di Indonesia09 Apr 2026
FARIZON Debut di GIICOMVEC 2026, Armada Listrik Ini Siap Ubah Efisiensi Bisnis di Indonesia09 Apr 2026
Jakarta, GoodCar.id – Transformasi kendaraan komersial menuju elektrifikasi semakin nyata di Indonesia. Hal ini ditandai dengan kehadiran perdana FARIZON dalam ajang GIICOMVEC 2026 yang berlangsung pada 8 - 11 April 2026 di JIExpo Kemayoran.
Kehadiran FARIZON di pameran kendaraan komersial terbesar di Indonesia ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi brand tersebut, tetapi juga bagi perkembangan industri otomotif nasional yang mulai beralih ke kendaraan listrik berbasis kebutuhan bisnis.
Pemain Global Hadir di Indonesia
Sebagai bagian dari Geely Group, FARIZON dikenal sebagai salah satu pemimpin global di segmen kendaraan komersial listrik (NEV). Brand ini bahkan menempati posisi teratas di pasar kendaraan listrik komersial di China dan menjadi salah satu pemain utama di dunia.
Di Indonesia, kehadiran FARIZON dibawa oleh Arista Group sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan solusi mobilitas berbasis listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Direktur Arista Auto Elektrindo, Christoforus Ronny, menyampaikan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang dalam mendukung transformasi sektor logistik dan transportasi nasional.
Menurutnya, teknologi yang dihadirkan FARIZON telah teruji secara global dan mampu membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi karbon.
FARIZON SV: Van Listrik Premium untuk Transportasi Penumpang
Salah satu daya tarik utama di booth FARIZON adalah kehadiran FARIZON SV (SuperVan), sebuah van listrik premium yang dirancang khusus untuk kebutuhan transportasi penumpang.
Kendaraan ini menawarkan fleksibilitas tinggi dengan kapasitas hingga 16 kursi, sehingga cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti travel antar kota, shuttle perusahaan, hingga transportasi pariwisata premium.
Dari sisi performa, FARIZON SV mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam satu kali pengisian daya, menjadikannya solusi ideal untuk mobilitas jarak menengah hingga jauh.
Keunggulan lain yang mencuri perhatian adalah desain tanpa pilar B, yang memberikan akses keluar-masuk penumpang lebih luas dan nyaman dibandingkan van konvensional. Selain itu, kendaraan ini juga dilengkapi dengan teknologi keselamatan pintar berbasis ADAS (Advanced Driver Assistance System) untuk meningkatkan keamanan selama perjalanan
.
FARIZON V8E: Solusi Cargo Van Listrik untuk Bisnis
Tidak hanya fokus pada transportasi penumpang, FARIZON juga memperkenalkan FARIZON V8E, sebuah cargo van listrik yang dirancang untuk kebutuhan logistik dan operasional bisnis.
Model ini menjadi debut resmi FARIZON di segmen kendaraan niaga ringan berbasis listrik di Indonesia. Unit yang ditampilkan masih merupakan versi global yang didatangkan dari Singapura, sebelum nantinya disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik.
FARIZON V8E menawarkan kapasitas kargo hingga 7,9 meter kubik, dengan desain lantai rendah yang memudahkan proses bongkar muat, terutama di area perkotaan yang padat.
Dari sisi efisiensi, kendaraan ini didukung teknologi fast charging yang memungkinkan pengisian daya lebih cepat, sehingga dapat meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan produktivitas operasional. Selain itu, biaya perawatan yang lebih rendah dibanding kendaraan konvensional menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha.
Dorong Ekosistem Mobilitas Cerdas
Partisipasi FARIZON di GIICOMVEC 2026 tidak hanya sekadar memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem mobilitas cerdas di Indonesia.
Melalui booth interaktif, pengunjung dan pelaku usaha dapat melakukan konsultasi langsung terkait strategi transisi armada ke kendaraan listrik. Mulai dari skema kepemilikan, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan purna jual menjadi bagian dari solusi yang ditawarkan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa FARIZON tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan, tetapi juga menghadirkan solusi menyeluruh untuk mendukung operasional bisnis secara berkelanjutan.
Masa Depan Kendaraan Komersial Listrik di Indonesia
Kehadiran FARIZON di Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa elektrifikasi kendaraan komersial bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan yang akan terus berkembang.
Dengan meningkatnya tuntutan efisiensi dan kesadaran terhadap lingkungan, kendaraan listrik menjadi solusi yang semakin relevan bagi pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari logistik hingga transportasi penumpang.
Melalui kombinasi teknologi, efisiensi, dan dukungan ekosistem yang terintegrasi, FARIZON berupaya memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam mendorong transformasi industri transportasi di Indonesia.
Ke depan, langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik komersial sekaligus menghadirkan sistem mobilitas yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan di Tanah Air.
Lihat Selengkapnya
Audi E5 Sportback Raih Rating 5 Bintang C-NCAP, Salah Satu Mobil Teraman di Dunia30 Mar 2026
Audi E5 Sportback Raih Rating 5 Bintang C-NCAP, Salah Satu Mobil Teraman di Dunia30 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Model listrik terbaru AUDI E5 Sportback berhasil mencatat hasil impresif dalam uji keselamatan. Berdasarkan pengujian C-NCAP 2024, AUDI E5 Sportback meraih rating lima bintang dengan skor total 91,3 persen—menempatkannya sebagai salah satu mobil paling aman yang diuji tahun ini.
Dalam pengujian tersebut, AUDI E5 Sportback varian Quattro Pioneer digunakan sebagai unit tes. Varian ini merupakan versi AWD paling terjangkau di pasar China, dengan banderol sekitar 269.900 yuan atau setara Rp600 jutaan. Secara standar, AUDI E5 Sportback sudah dilengkapi airbag lengkap, mulai dari depan, samping, hingga curtain airbag.
Menggunakan Chip Nvidia Drive Orin-X
Masuk ke sektor teknologi, AUDI E5 Sportback tampil cukup serius. Mobil ini dibekali 11 kamera, 12 sensor ultrasonik, tiga radar mm-wave, serta satu LiDAR. Seluruh sistem tersebut terintegrasi dan diproses oleh chip Nvidia Drive Orin-X yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS, mendukung berbagai fitur keselamatan aktif.
Hasilnya terlihat jelas di atas kertas. AUDI E5 Sportback mencatat skor tertinggi di kategori Active Safety dengan nilai 94,86 persen, atau 7,81 persen di atas rata-rata. Dalam berbagai skenario uji AEB (Automatic Emergency Braking), mobil ini mampu menghindari potensi tabrakan, termasuk simulasi kendaraan ke kendaraan.
Performa di sektor perlindungan penumpang juga tidak kalah solid. AUDI E5 Sportback mencatat skor 92,05 persen, dengan hasil uji tabrakan nyata mencapai 82,6 poin dari total 88. Angka ini menunjukkan struktur bodi dan sistem keselamatan bekerja efektif saat terjadi benturan.
Tak hanya itu, AUDI E5 Sportback juga menunjukkan performa baik dalam melindungi pengguna jalan rentan. Pada kategori Vulnerable Road Users Protection, mobil ini meraih skor 86,92 persen—jauh di atas rata-rata. Dalam pengujian AEB, sistemnya mampu menghindari tabrakan dengan pejalan kaki maupun pesepeda secara konsisten.
Mobil Teraman di 2024
Dengan capaian tersebut, AUDI E5 Sportback masuk dalam daftar delapan mobil paling aman versi standar C-NCAP 2024. Beberapa model lain yang masuk daftar ini antara lain Aito M6, Geely Galaxy M9, hingga Xiaomi SU7. Meski berada di posisi kedelapan, skor yang diraih tetap berada di atas rata-rata keseluruhan.
Dari sisi dimensi, AUDI E5 Sportback masuk ke segmen mid-size dengan panjang 4.881 mm, lebar 1.960 mm, dan tinggi 1.579 mm, serta wheelbase 2.950 mm. Model ini dikembangkan khusus untuk pasar China, dengan desain modern yang mengusung fender tegas, handle pintu tersembunyi, serta lampu DRL khas. Bahkan, AUDI E5 Sportback juga tersedia dengan kamera sebagai pengganti spion samping.
Soal performa, AUDI E5 Sportback hadir dalam pilihan penggerak RWD dan AWD. Tenaganya bervariasi, mulai dari 220 kW hingga 579 kW, atau setara 295 hingga 776 hp tergantung varian. Untuk baterai, tersedia tiga opsi yaitu 76 kWh, 83 kWh, dan 100 kWh, dengan jarak tempuh mencapai 618 hingga 773 km berdasarkan standar CLTC.
Distribusi AUDI E5 Sportback di China sendiri sudah dimulai sejak Agustus 2025, dengan rentang harga antara 235.900 hingga 319.900 yuan. Meski begitu, performa penjualannya masih fluktuatif. Data mencatat total distribusi mencapai 7.373 unit, dengan hanya 303 unit yang dikirim ke konsumen pada Februari.
Penurunan ini disebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk mulai berkurangnya subsidi kendaraan energi baru di China. Di sisi lain, Audi dikabarkan tengah menyiapkan strategi lanjutan, mulai dari pemberian insentif harga hingga peluncuran model baru, guna menjaga daya saing AUDI E5 Sportback di pasar kendaraan listrik.
Lihat Selengkapnya
Penjualan Geely Indonesia Melejit di Awal 202626 Mar 2026
Penjualan Geely Indonesia Melejit di Awal 202626 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id – Penjualan Geely Indonesia mencatat tren positif pada awal 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan ritel Geely mengalami lonjakan hampir dua kali lipat secara month-to-month sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa penjualan Geely Indonesia mulai mendapat tempat di pasar otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan listrik. Dalam periode dua bulan pertama tahun ini, Geely berhasil mencatatkan penjualan ritel lebih dari 1.600 unit.
Tidak hanya itu, performa penjualan Geely Indonesia juga berhasil membawa merek asal Tiongkok tersebut masuk dalam jajaran 15 besar brand otomotif di Indonesia. Angka ini sekaligus menunjukkan adanya peningkatan penerimaan konsumen terhadap lini produk yang ditawarkan.
“Pasar otomotif Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif pada awal tahun ini. Sejalan dengan momentum tersebut, Geely mencatat penjualan ritel lebih dari 1.600 unit hingga bulan Februari,” ujar Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia.
Geely EX5 Pimpin Segmen C-SUV Listrik
Kontributor utama dalam peningkatan penjualan Geely Indonesia datang dari model Geely EX5. SUV listrik ini berhasil mendominasi segmen C-SUV dengan pangsa pasar sekitar 26,5% berdasarkan data penjualan ritel awal tahun 2026.
Sepanjang Januari hingga Februari 2026, Geely EX5 mencatat penjualan hampir 500 unit. Angka tersebut mempertegas posisinya sebagai salah satu SUV listrik yang paling diminati di Indonesia saat ini.
“Geely EX5 memimpin segmen C-SUV dengan pangsa pasar sekitar 26,5%,” lanjut Constantinus.
Keberhasilan penjualan Geely Indonesia lewat EX5 tidak lepas dari kombinasi desain modern dan teknologi yang ditawarkan. Mobil ini dibangun di atas platform GEA yang dirancang untuk menghadirkan stabilitas berkendara sekaligus struktur bodi dengan standar keselamatan tinggi.
Dari sisi performa, Geely EX5 mampu menempuh jarak hingga 495 km dalam sekali pengisian daya. Dukungan fitur fast charging juga memungkinkan pengisian baterai dari 30% ke 80% hanya dalam waktu sekitar 20 menit, menjadikannya relevan untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Fitur Premium Jadi Daya Tarik Geely EX5
Selain performa, faktor lain yang mendukung penjualan Geely Indonesia adalah kelengkapan fitur pada Geely EX5. SUV listrik ini dibekali teknologi ADAS Level 2 dengan total 13 fitur keselamatan aktif, serta enam airbag untuk perlindungan maksimal.
Di dalam kabin, Geely EX5 menghadirkan pengalaman berkendara yang mengarah ke segmen premium. Tersedia ventilated seat dengan fitur pijat, layar sentuh HD berukuran 15,4 inci, hingga sistem infotainment Flyme Auto.
Sistem audio Flyme Sound dengan 16 speaker juga menjadi nilai tambah, menghadirkan kualitas suara yang lebih imersif. Sementara itu, ambient light dengan 256 pilihan warna memberikan opsi personalisasi suasana kabin.
Kapasitas bagasi sebesar 461 liter serta 33 kompartemen penyimpanan turut mendukung kepraktisan penggunaan, yang berkontribusi terhadap peningkatan penjualan Geely Indonesia di segmen SUV listrik.
Geely EX2 Perkuat Segmen Compact EV
Selain EX5, model Geely EX2 juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan Geely Indonesia. Dalam waktu kurang dari dua bulan sejak peluncurannya, EX2 berhasil mencatatkan penjualan ritel lebih dari 1.100 unit.
Capaian ini menempatkan Geely EX2 di posisi dua besar dalam segmen compact EV, sekaligus memperkuat posisi Geely di pasar kendaraan listrik entry-level hingga menengah.
“Geely EX2 juga menunjukkan minat yang kuat dengan kontribusi hampir 20% di segmennya,” jelas Constantinus.
Geely EX2 mengusung desain kompak dengan karakter atraktif, termasuk tampilan smiling front grille dan lampu LED. Di dalam kabin, mobil ini dilengkapi layar sentral 14,6 inci serta ambient lighting dengan 256 pilihan warna.
Ruang interior juga dirancang efisien dengan pemanfaatan hingga 85% area kabin. Kehadiran front trunk berkapasitas 70 liter menambah fleksibilitas penyimpanan, yang menjadi salah satu faktor pendorong penjualan Geely Indonesia di segmen ini.
Dari sisi performa, Geely EX2 menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD) dengan multi-link rear suspension. Kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 395 km dalam satu kali pengisian daya.
Strategi Ekspansi Geely di Indonesia
Untuk menjaga tren positif penjualan Geely Indonesia, perusahaan menyiapkan strategi ekspansi yang cukup agresif. Salah satunya dengan memperluas jaringan dealer dan layanan purna jual di berbagai wilayah.
Geely menargetkan pembukaan hingga 80 dealer sepanjang 2026. Ekspansi ini tidak hanya berfokus di Pulau Jawa, tetapi juga mencakup wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Selain itu, Geely juga berencana menambah portofolio produk melalui peluncuran dua model bermesin pembakaran internal (ICE) serta SUV 7-seater. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan kombinasi peningkatan penjualan, ekspansi jaringan, dan penambahan lini produk, penjualan Geely Indonesia diproyeksikan terus tumbuh seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di Tanah Air.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.