Beranda / Mobil Baru / Katalog / Mitsubishi Destinator

Mitsubishi Destinator

Rp 385 Juta - Rp 495 Juta
Kapasitas Mesin
4 CC
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve DOHC
Roda Penggerak
FWD, AWC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
7
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Blade Silver
Quartz White
Graphite Grey
Lunar Blue
Jet Black
Tipe Kendaraan
Mitsubishi Destinator Ultimate
Rp 465 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Destinator Exceed
Rp 405 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Destinator GLS
Rp 385 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Destinator Ultimate Premium
Rp 495 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Mitsubishi Destinator Ultimate
Mitsubishi Destinator Exceed
Mitsubishi Destinator GLS
Mitsubishi Destinator Ultimate Premium
Kapasitas Mesin
4 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve DOHC
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD, AWC
Tempat Duduk
7
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Emergency Stop Signal
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Lihat Semua

MITSUBISHI DESTINATOR
Artikel Terkait
Lihat Semua
Perawatan Mesin Turbo Ternyata Tak Serumit yang Dibayangkan, Ini 4 Hal yang Wajib Diperhatikan
26 Aug 2026
Perawatan Mesin Turbo Ternyata Tak Serumit yang Dibayangkan, Ini 4 Hal yang Wajib Diperhatikan 26 Aug 2026 Jakarta, Goodcar.id - Mesin turbo kini semakin banyak digunakan pada mobil penumpang karena mampu menghasilkan tenaga besar dari kapasitas mesin yang relatif kecil. Namun, teknologi tersebut masih sering dianggap membutuhkan perawatan yang lebih rumit dibandingkan mesin bensin konvensional. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Selama digunakan dan dirawat sesuai rekomendasi pabrikan, mesin turbo pada mobil modern tidak membutuhkan perlakuan yang jauh berbeda. Mitsubishi Motors, misalnya, menerapkan teknologi turbo pada Mitsubishi Destinator dengan mesin 1.500 cc 4B40 MIVEC yang menghasilkan tenaga 163 PS dan torsi 250 Nm. Mesin tersebut dilengkapi water-cooled intercooler untuk membantu menjaga temperatur udara yang dimampatkan turbo. Meski sistemnya sudah semakin modern, pemilik mobil bermesin turbo tetap perlu memperhatikan beberapa bagian penting. Perawatan sederhana justru menjadi kunci agar turbocharger dan mesin tetap bekerja sesuai fungsinya dalam jangka panjang. 1. Jangan Telat Ganti Oli Mesin Oli menjadi salah satu bagian paling penting dalam perawatan mesin turbo. Pelumas tidak hanya bekerja pada komponen internal mesin, tetapi juga berperan penting dalam menjaga komponen turbo yang bekerja dengan temperatur dan putaran tinggi. Karena itu, penggantian oli sebaiknya dilakukan sesuai interval servis dan menggunakan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan. Menunda penggantian oli atau menggunakan pelumas yang tidak sesuai dapat memengaruhi kemampuan oli dalam memberikan perlindungan terhadap komponen mesin dan turbo. Pada dasarnya, pemilik tidak perlu mencari perlakuan khusus hanya karena mobil menggunakan turbo. Yang lebih penting adalah disiplin mengikuti jadwal perawatan dan memastikan kualitas oli tetap terjaga. 2. Gunakan Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi Bahan bakar juga tidak boleh diabaikan pada mobil bermesin turbo. Karakter mesin turbo yang bekerja dengan tekanan udara lebih tinggi membuat pemilihan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan menjadi bagian dari perawatan. Sebagai contoh, Mitsubishi merekomendasikan bahan bakar dengan kadar oktan 95 untuk Destinator. Penggunaan bahan bakar sesuai rekomendasi ditujukan agar mesin dapat bekerja secara optimal, lebih halus, dan tetap efisien. Artinya, pemilik tidak seharusnya hanya mengejar harga bahan bakar paling murah. Spesifikasi yang tercantum dalam buku manual kendaraan tetap menjadi acuan utama karena setiap mesin memiliki kebutuhan yang berbeda. 3. Filter Udara Wajib Dijaga Kebersihannya Turbocharger membutuhkan pasokan udara untuk bekerja. Karena itu, kondisi filter udara menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan dalam perawatan. Filter udara yang kotor dapat menghambat aliran udara menuju mesin. Pada mobil turbo, kondisi sistem pemasukan udara tersebut berhubungan dengan bagaimana mesin mendapatkan udara untuk proses pembakaran. Mitsubishi juga memasukkan kebersihan filter udara sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan mesin turbo Destinator. Pemeriksaan dan penggantian filter sebaiknya mengikuti jadwal servis atau dilakukan lebih cepat jika kondisi penggunaannya membuat filter cepat kotor. 4. Mesin Turbo Tak Selalu Harus Didinginkan Sebelum Dimatikan Satu kebiasaan yang masih sering dikaitkan dengan mobil turbo adalah membiarkan mesin hidup beberapa saat sebelum dimatikan setelah perjalanan. Pada teknologi turbo modern, anggapan tersebut tidak bisa diterapkan secara umum pada semua kendaraan. Mitsubishi menjelaskan bahwa sistem pendingin turbo pada Destinator menggunakan prinsip water-to-air. Sistem tersebut membantu menjaga temperatur udara yang dimampatkan tetap stabil, sehingga mesin tidak membutuhkan perlakuan khusus berupa jeda sebelum dimatikan seperti yang selama ini banyak dipercaya pemilik mobil. Meski begitu, bukan berarti pengemudi bebas memperlakukan mesin secara ekstrem. Cara berkendara tetap berpengaruh terhadap temperatur kerja mesin dan turbo. Penggunaan kendaraan secara normal serta mengikuti prosedur dalam buku manual tetap menjadi acuan paling aman. Mobil Jarang Dipakai Juga Perlu Diperhatikan Mobil yang jarang digunakan bukan berarti bebas dari kebutuhan perawatan. Mitsubishi menyarankan pemilik yang tidak menggunakan kendaraan dalam waktu lama untuk melakukan pemanasan mesin agar oli tetap bersirkulasi dan memberikan pelumasan pada bagian internal mesin serta turbo. Namun, pemanasan mesin juga tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Pemilik sebaiknya tetap mengikuti prosedur yang tercantum dalam buku manual kendaraan, termasuk terkait durasi dan kondisi pengoperasian. Pada akhirnya, merawat mesin turbo sebenarnya tidak serumit yang banyak dibayangkan. Kuncinya berada pada hal-hal mendasar: mengganti oli tepat waktu, menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi, menjaga kebersihan filter udara, dan melakukan servis berkala. Teknologi turbo pada mobil modern seperti Mitsubishi Destinator menunjukkan bahwa mesin berkapasitas kecil dapat menghasilkan tenaga yang cukup besar tanpa harus mengorbankan kebutuhan penggunaan harian. Tetapi performa tersebut tetap membutuhkan perawatan yang disiplin agar sistem mesin dan turbo dapat bekerja sebagaimana mestinya. Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Suzuki e Sky: Baterai 26 kWh, Range 310 Km, Fast Charging 50 kW
26 Aug 2026
Spesifikasi Suzuki e Sky: Baterai 26 kWh, Range 310 Km, Fast Charging 50 kW 26 Aug 2026 Jakarta, Goodcar.id - Seperti apa Spesifikasi Suzuki e Sky? Suzuki e Sky menjadi salah satu mobil listrik mungil yang menarik perhatian setelah versi produksinya mulai terungkap. Mengusung format kei car khas Jepang, Suzuki e Sky menawarkan dimensi kompak dengan baterai 26 kWh, jarak tempuh hingga 310 km, serta dukungan fast charging DC 50 kW. Secara dimensi, Suzuki e Sky memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, dan jarak sumbu roda 2.460 mm. Ukuran tersebut membuatnya tetap berada dalam karakter kei car yang dirancang untuk mobilitas perkotaan dengan kebutuhan ruang yang terbatas. Bobot kendaraan berada di kisaran 1.030 kg. Suzuki menggunakan platform Heartect e yang dikembangkan untuk kendaraan listrik berukuran kecil. Sistem penggeraknya mengandalkan roda depan dengan e-Axle yang mengintegrasikan motor listrik, inverter, dan transmisi dalam satu unit. Suzuki belum mengungkap angka tenaga resmi motor listrik e Sky. Namun, regulasi kei car di Jepang membatasi output motor listrik maksimal hingga 63 hp atau sekitar 47 kW. Baterai LFP 26 kWh, Range 310 Km Suzuki e Sky menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh. Dengan baterai tersebut, Suzuki menargetkan jarak tempuh hingga 310 km dalam satu kali pengisian daya. Angka tersebut cukup tinggi untuk mobil listrik dengan kapasitas baterai yang relatif kecil. Efisiensi tersebut didukung bobot kendaraan yang ringan, optimalisasi aerodinamika, serta peningkatan efisiensi sistem penggerak listrik. Sebagai pembanding, BYD Racco memiliki klaim jarak tempuh hingga 320 km, tetapi menggunakan baterai berkapasitas lebih besar, yakni 35,84 kWh. Fast Charging 50 kW Suzuki e Sky mendukung beberapa pilihan pengisian daya. Menggunakan sumber listrik rumah standar, pengisian hingga penuh membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Jika menggunakan wallbox dengan daya 6 kW, waktu pengisian dapat dipangkas menjadi sekitar 4,5 jam. Sementara itu, pengisian cepat DC 50 kW memungkinkan baterai terisi hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit. Kemampuan fast charging tersebut menjadi salah satu spesifikasi penting e Sky karena memungkinkan pengisian baterai dilakukan dalam waktu lebih singkat ketika mobil digunakan secara intensif di perkotaan. Bisa Jadi Sumber Listrik Darurat Suzuki e Sky tidak hanya mengandalkan kemampuan berkendara. Mobil listrik ini juga dibekali Vehicle-to-Home (V2H), yang memungkinkan energi dari baterai digunakan untuk memasok listrik ke perangkat eksternal. Melalui sistem tersebut, e Sky dapat menyalurkan listrik AC 100V dengan output hingga 1.500W. Dengan begitu, baterai kendaraan dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk kebutuhan tertentu di luar fungsi utamanya sebagai sumber tenaga mobil. Dimensi Kompak, Kabin Empat Penumpang Sebagai kei car, Suzuki e Sky memiliki konfigurasi empat penumpang. Kabinnya dirancang dengan pendekatan praktis, berbeda dari Vision e-Sky Concept yang tampil lebih futuristis. Pada bagian dashboard terdapat layar infotainment berukuran 10,1 inci yang dipadukan dengan panel instrumen digital. Suzuki juga mempertahankan tuas transmisi otomatis konvensional serta panel khusus untuk mengatur sistem pendingin kabin. Fitur lainnya mencakup jok dan setir berpemanas, rem parkir elektrik, kompartemen tambahan di sisi penumpang, serta sistem heat pump. Heat pump bekerja bersama pemanas udara elektrik untuk membantu menjaga efisiensi penggunaan baterai saat mobil digunakan dalam kondisi cuaca dingin. Dari sisi eksterior, e Sky mempertahankan sejumlah karakter dari Vision e-Sky. Namun, versi produksi menggunakan beberapa komponen yang lebih sederhana, seperti pelek lebih kecil, kaca spion lebih besar, serta gagang pintu konvensional. Spesifikasi Suzuki e Sky Spesifikasi Suzuki e Sky Jenis Kei car listrik Platform Heartect e Penggerak Roda depan Baterai LFP 26 kWh Jarak tempuh Hingga 310 km Fast charging DC 50 kW Pengisian 80% Sekitar 25 menit Wallbox 6 kW Pengisian wallbox Sekitar 4,5 jam Pengisian rumah Sekitar 8 jam Bobot Sekitar 1.030 kg Panjang 3.395 mm Lebar 1.475 mm Tinggi 1.625 mm Wheelbase 2.460 mm Kapasitas penumpang 4 orang V2H AC 100V/1.500W Suzuki e Sky dijadwalkan meluncur di Jepang pada musim gugur 2026. Suzuki juga menyiapkan ekspansi ke pasar Eropa dan Inggris mulai 2027. Di Jepang, mobil ini akan berhadapan dengan Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One e, dan BYD Racco. Dengan kombinasi baterai 26 kWh, jarak tempuh hingga 310 km, bobot sekitar 1.030 kg, fast charging DC 50 kW, dan fitur V2H, Suzuki e Sky lebih menonjolkan efisiensi dan kepraktisan sebagai mobil listrik perkotaan dibanding mengejar performa tinggi. Lihat Selengkapnya
Mitsubishi Raup 3.212 SPK di GIIAS 2026, New Xforce Tembus 1.000 Unit
12 Aug 2026
Mitsubishi Raup 3.212 SPK di GIIAS 2026, New Xforce Tembus 1.000 Unit 12 Aug 2026 TANGERANG, Goodcar.id – Mitsubishi Motors menutup partisipasinya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan catatan penjualan yang melampaui target. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mencatat 3.212 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sepanjang pameran yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penjualan Mitsubishi di tengah persaingan pasar otomotif yang semakin ketat. Kontribusi SPK berasal dari sejumlah model Mitsubishi Motors yang dipasarkan di Indonesia, menunjukkan permintaan konsumen tidak hanya bertumpu pada satu model. Selain membukukan ribuan SPK selama GIIAS 2026, Mitsubishi juga mencatat perkembangan penjualan New Xforce yang menjadi salah satu produk penting dalam strategi perusahaan tahun ini. Sejak diperkenalkan pada 16 Juli 2026 hingga penutupan GIIAS pada 9 Agustus 2026, New Xforce telah mencatat penjualan nasional lebih dari 1.000 unit. Angka tersebut mencakup New Xforce dengan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV), yang sekaligus menjadi kendaraan elektrifikasi pertama Mitsubishi Motors di Indonesia. Kehadiran varian hybrid ini membuat Xforce memiliki posisi berbeda dibanding generasi sebelumnya, sekaligus memperluas pilihan Mitsubishi di pasar SUV kompak. “Pencapaian 3.212 SPK pada ajang GIIAS 2026, yang melampaui target penjualan kami, serta kesuksesan Mitsubishi New Xforce dalam mencatatkan lebih dari 1.000 unit penjualan sejak diperkenalkan pada pertengahan Juli lalu, merupakan sinyal positif atas kepercayaan masyarakat terhadap Mitsubishi Motors. Di luar angka penjualan tersebut, pencapaian ini mencerminkan penerimaan pasar terhadap inovasi kami serta kepercayaan yang telah kami bangun bersama pelanggan melalui filosofi ‘Passion to Care’. New Xforce HEV menjadi tonggak penting dalam perjalanan elektrifikasi kami di Indonesia, dan kami tetap berkomitmen untuk menghadirkan produk serta layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada para pelanggan, mitra diler, dan seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang berkelanjutan,” ujar Atsushi Kurita, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). New Xforce HEV Jadi Andalan Baru Mitsubishi New Xforce HEV menjadi salah satu model yang mendapat perhatian Mitsubishi selama GIIAS 2026. Mobil ini merupakan model HEV pertama Mitsubishi Motors yang dipasarkan di Indonesia dan diproduksi secara lokal di fasilitas PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI). Mengusung konsep “Elevated Urban SUV”, New Xforce HEV membawa kombinasi karakter SUV dengan teknologi elektrifikasi. Mitsubishi menyematkan teknologi HEV generasi kedua yang mengusung konsep “Elevated by Electric” untuk menghasilkan karakter berkendara yang lebih halus dan responsif. Dari sisi penjualan, pencapaian lebih dari 1.000 unit dalam waktu kurang dari satu bulan sejak diperkenalkan menjadi angka yang patut dicermati. Periode tersebut juga bertepatan dengan berlangsungnya GIIAS 2026, sehingga konsumen mendapatkan kesempatan melihat langsung produk sekaligus mencoba teknologi baru yang ditawarkan Mitsubishi. Mitsubishi juga membawa pembuktian efisiensi New Xforce HEV melalui Single Tank Challenge bersama pembalap nasional Rifat Sungkar. Dalam pengujian tersebut, New Xforce HEV disebut mampu menempuh perjalanan lebih dari 1.000 kilometer dari Jakarta menuju Bali dalam satu tangki bahan bakar. Selain New Xforce, Mitsubishi Destinator menjadi model lain yang menopang portofolio Mitsubishi di Indonesia. SUV tersebut kini memasuki tahun kedua perjalanannya setelah diperkenalkan pada 2025. Destinator diposisikan sebagai SUV keluarga dengan kombinasi ruang kabin, fitur, performa dan karakter SUV Mitsubishi. Mobil ini juga memiliki nilai strategis karena diproduksi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor. Memasuki satu tahun perjalanannya, kehadiran Destinator di GIIAS 2026 menunjukkan bahwa Mitsubishi masih mempertahankan model tersebut sebagai bagian penting dari strategi penjualan SUV di pasar Indonesia. GIIAS 2026 juga dimanfaatkan MMKSI untuk memperkuat interaksi langsung dengan calon konsumen. Mitsubishi membawa total 16 unit kendaraan display serta 6 unit kendaraan test drive selama pameran. Pengunjung tidak hanya dapat melihat jajaran produk Mitsubishi, tetapi juga mencoba langsung kendaraan yang tersedia di area test drive. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengubah pameran otomotif menjadi ruang interaksi langsung dengan calon pembeli. Dengan raihan 3.212 SPK, Mitsubishi menutup GIIAS 2026 dengan hasil penjualan yang melampaui target. Sementara itu, pencapaian lebih dari 1.000 unit New Xforce sejak peluncuran menjadi catatan tersendiri karena produk tersebut membawa teknologi HEV pertama Mitsubishi Motors untuk pasar Indonesia. Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan dua arah utama strategi Mitsubishi saat ini: mempertahankan penjualan dari jajaran SUV yang sudah berada di pasar dan mulai memperluas pasar melalui teknologi elektrifikasi. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum penjualan New Xforce HEV setelah efek peluncuran dan GIIAS 2026 berakhir. Lihat Selengkapnya
Kia All New Seltos vs Mitsubishi Xforce, Mana SUV Compact yang Lebih Layak Dipilih di GIIAS 2026?
31 Jul 2026
Kia All New Seltos vs Mitsubishi Xforce, Mana SUV Compact yang Lebih Layak Dipilih di GIIAS 2026? 31 Jul 2026 TANGERANG, Goodcar.id - Persaingan SUV kompak di GIIAS 2026 semakin menarik dengan hadirnya Kia All New Seltos yang langsung menantang pemain mapan, Mitsubishi Xforce. Keduanya sama-sama bermain di segmen SUV 5-seater dengan harga yang berdekatan, namun menawarkan karakter dan keunggulan yang berbeda. Lalu, jika harus memilih salah satu, mana yang lebih layak dipinang? 1. Desain: Seltos Tampil Lebih Modern, Xforce Lebih Berani Dari sisi tampilan, Kia All New Seltos hadir dengan bahasa desain terbaru Kia yang lebih tegas dan modern. Lampu LED bergaya vertikal, grille khas Tiger Face, serta siluet bodi yang proporsional membuat SUV ini terlihat premium tanpa meninggalkan kesan sporty. Sementara itu, Mitsubishi Xforce mengusung desain Dynamic Shield yang identik dengan karakter tangguh. Tampilannya tetap atraktif, terutama bagi konsumen yang menyukai desain SUV berotot. Jika mengutamakan kesan modern dan elegan, Seltos memiliki daya tarik yang lebih kuat. 2. Mesin: Kia All New Seltos Unggul dalam Tenaga Di balik kap mesin, Kia All New Seltos dibekali mesin 1.5L Smartstream yang menghasilkan sekitar 115 PS dan torsi 144 Nm, dipadukan transmisi CVT. Sebagai pembanding, Mitsubishi Xforce menggunakan mesin 1.5L MIVEC dengan tenaga 105 PS dan torsi 141 Nm, juga disalurkan melalui transmisi CVT. Meski selisihnya tidak terlalu besar, tenaga ekstra yang dimiliki Seltos memberikan keuntungan saat akselerasi maupun berkendara di jalan tol. 3. Interior: Kabin Seltos Terasa Lebih Premium Masuk ke dalam kabin, Kia menghadirkan nuansa yang lebih modern melalui panoramic dual display, desain dashboard minimalis, material soft touch di sejumlah area, hingga tata letak tombol yang rapi. Pada varian GT-Line, pengemudi juga mendapatkan berbagai fitur seperti: Ventilated seat Wireless charger Ambient lighting Electric Parking Brake Auto Hold Xforce menawarkan kabin yang lapang dengan tata letak ergonomis dan sistem infotainment yang mudah digunakan. Namun dari sisi kemewahan dan teknologi interior, Seltos memberikan pengalaman yang terasa lebih premium. 4. Fitur Keselamatan: Sama-sama Lengkap, Seltos Lebih Kompetitif Kedua SUV ini sudah dilengkapi fitur keselamatan aktif berbasis ADAS pada varian tertingginya. Kia All New Seltos menawarkan paket fitur seperti: Forward Collision Avoidance Assist Lane Keeping Assist Lane Following Assist Smart Cruise Control Blind Spot Collision Warning Rear Cross Traffic Collision Avoidance Assist Mitsubishi Xforce Ultimate DS juga dibekali teknologi Diamond Sense yang mencakup sejumlah fitur keselamatan aktif. Dengan paket ADAS yang lengkap mulai dari varian tertentu, Seltos menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mengutamakan teknologi keselamatan. 5. Value for Money: Seltos Menawarkan Lebih Banyak Nilai Jika dibandingkan secara keseluruhan, Kia All New Seltos menawarkan kombinasi yang menarik: Mesin lebih bertenaga. Interior lebih modern. Fitur premium lebih lengkap. Teknologi ADAS yang kompetitif. Desain terbaru yang tampil lebih segar. Jika melihat daftar harga resmi, Kia menawarkan tiga pilihan varian yang mencakup berbagai kebutuhan konsumen. Varian Kia All New SeltosHarga OTR Jakarta Trendy Rp359.000.000 Prestige+ Rp417.000.000 GT-Line Rp469.000.000 Sementara itu, Mitsubishi Xforce dipasarkan dengan tiga varian utama sebagai berikut. Varian Mitsubishi Xforce Harga OTR Jakarta Exceed CVT Rp388.000.000 Ultimate CVT Rp421.300.000 Ultimate with Diamond Sense Rp429.350.000 Dari data tersebut terlihat bahwa Kia All New Seltos Trendy dibanderol Rp29 juta lebih murah dibanding Mitsubishi Xforce Exceed. Selisih harga tersebut cukup signifikan bagi konsumen yang mencari SUV kompak dengan anggaran di bawah Rp400 juta. Persaingan semakin ketat pada kelas menengah. Kia All New Seltos Prestige+ dipasarkan dengan harga Rp417 juta, hanya sekitar Rp4,3 juta lebih murah dibanding Mitsubishi Xforce Ultimate CVT yang dibanderol Rp421,3 juta. Sementara itu, untuk varian tertinggi, Kia All New Seltos GT-Line memang dibanderol lebih tinggi, yakni Rp469 juta, atau sekitar Rp39,65 juta di atas Mitsubishi Xforce Ultimate with Diamond Sense. Perbedaan harga tersebut sejalan dengan positioning GT-Line sebagai varian flagship yang menawarkan identitas desain lebih sporty, material kabin yang lebih premium, serta kelengkapan fitur yang ditujukan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara lebih eksklusif. Bagi pengunjung GIIAS 2026 yang sedang membandingkan SUV kompak di kisaran harga Rp350 juta hingga Rp470 juta, Kia All New Seltos layak masuk dalam daftar utama untuk diuji langsung. Selain menawarkan harga yang kompetitif pada varian bawah dan menengah, SUV ini juga hadir dengan kombinasi desain modern, performa mesin, serta teknologi yang membuat persaingan di segmen compact SUV semakin menarik. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.