Beranda / Mobil Baru / Katalog / Peugeot 2008

Peugeot 2008

Rp 495 Juta
Kapasitas Mesin
1,199 CC
Mesin
1.2L Petrol Engine, 3 Cylinder 12 Valve
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Tipe Kendaraan
Peugeot 2008 1.2 L Puretech
Rp 495 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Peugeot 2008 1.2 L Puretech
Kapasitas Mesin
1,199 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.2L Petrol Engine, 3 Cylinder 12 Valve
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Stereo Am Fm
Cd Audio
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

PEUGEOT 2008
Artikel Terkait
Lihat Semua
Jangan Langsung Dipakai Lagi! 5 Hal yang Wajib Dicek Setelah Mobil Dipakai Liburan Jauh
24 Aug 2026
Jangan Langsung Dipakai Lagi! 5 Hal yang Wajib Dicek Setelah Mobil Dipakai Liburan Jauh 24 Aug 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Mobil pribadi menjadi pilihan banyak keluarga untuk bepergian saat libur sekolah. Perjalanan jarak jauh dengan kondisi lalu lintas padat, cuaca yang berubah-ubah, serta muatan penumpang dan barang yang lebih banyak membuat sejumlah komponen kendaraan bekerja lebih berat dari penggunaan harian. Karena itu, perawatan mobil sebaiknya tidak berhenti ketika perjalanan selesai. Justru setelah kembali dari perjalanan jauh, kendaraan perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada masalah yang muncul akibat penggunaan dalam jarak panjang. Roni Agung, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak, mengatakan perjalanan jauh memberikan beban tambahan pada sejumlah sistem kendaraan, mulai dari mesin, sistem pendingin, kaki-kaki hingga ban. "Perjalanan jarak jauh membuat hampir seluruh komponen kendaraan bekerja lebih berat. Oleh karena itu, kami menyarankan pelanggan melakukan pemeriksaan di bengkel resmi Peugeot sebelum berangkat maupun setelah perjalanan selesai. Dengan begitu, performa kendaraan tetap optimal dan siap kembali digunakan untuk aktivitas sehari-hari," ujar Roni. Lantas, apa saja yang perlu diperiksa setelah mobil selesai digunakan untuk perjalanan liburan? 1. Cuci Mobil, Termasuk Bagian Kolong Hal pertama yang bisa dilakukan pemilik mobil adalah membersihkan kendaraan secara menyeluruh. Perjalanan jauh membuat bodi hingga kolong mobil lebih mudah terkena debu, lumpur, air hujan dan kotoran dari jalan. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran yang menempel dapat mengganggu kebersihan kendaraan dan dalam kondisi tertentu berpotensi memicu korosi pada bagian berbahan logam. Jangan hanya fokus pada bagian eksterior. Kabin juga perlu dibersihkan dari pasir, debu dan sisa makanan yang mungkin tertinggal selama perjalanan. Jok, karpet dan area dashboard bisa dibersihkan menggunakan vacuum cleaner agar kondisi interior kembali nyaman. 2. Cek Oli Mesin Setelah Perjalanan Jauh Mesin bekerja dalam durasi lebih panjang ketika mobil digunakan untuk perjalanan antarkota. Kondisi ini membuat pemeriksaan oli mesin tetap penting dilakukan setelah kendaraan kembali digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Pemilik mobil dapat memastikan volume oli berada pada batas yang direkomendasikan. Periksa juga area sekitar mesin untuk melihat kemungkinan adanya kebocoran. Kondisi oli yang sudah menurun dapat memengaruhi kemampuan pelumasan komponen mesin. Karena itu, jika sudah mendekati jadwal penggantian, jangan menunda servis hanya karena mobil masih terasa normal saat dikendarai. 3. Jangan Abaikan Sistem Pendingin Sistem pendingin bertugas menjaga temperatur mesin tetap berada pada kondisi kerja yang ideal. Setelah perjalanan jauh, bagian ini perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada masalah yang berpotensi menyebabkan mesin mengalami panas berlebih. Pemeriksaan dapat mencakup kondisi cairan radiator dan reservoir, kipas pendingin, termostat serta selang-selang radiator. Jika ditemukan kebocoran atau volume cairan berkurang secara tidak wajar, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sistem kelistrikan juga perlu diperhatikan. Pastikan koneksi dan komponen kelistrikan bekerja normal untuk mengurangi risiko gangguan setelah kendaraan kembali digunakan. 4. Cek Ban dan Kaki-kaki Mobil Ban menjadi salah satu komponen yang menerima beban besar selama perjalanan jauh, terlebih ketika mobil membawa banyak penumpang dan barang. Setelah liburan, periksa kembali tekanan angin seluruh ban dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Jangan lupa mengecek ban cadangan karena komponen ini sering luput dari pemeriksaan. Perhatikan pula kondisi fisik ban. Jika terdapat retakan, benjolan, kebocoran atau keausan yang tidak merata, jangan menunggu sampai masalah tersebut mengganggu perjalanan berikutnya. Kondisi kaki-kaki juga layak diperiksa, terutama jika mobil melewati banyak jalan rusak, bergelombang atau berlubang selama perjalanan. 5. Spooring, Balancing dan Rem Ikut Diperiksa Mobil yang cukup sering melintasi jalan berlubang atau permukaan jalan yang tidak rata bisa mengalami perubahan pada posisi roda. Gejalanya antara lain setir terasa tidak lurus atau mobil cenderung bergerak ke salah satu sisi. Dalam kondisi tersebut, spooring dan balancing dapat dilakukan untuk memastikan roda kembali berada pada posisi yang sesuai. Pemeriksaan ini juga berkaitan dengan kestabilan mobil dan keausan ban. Sistem pengereman tidak kalah penting. Kampas rem, cakram dan minyak rem perlu diperiksa untuk memastikan kemampuan pengereman tetap bekerja sebagaimana mestinya, terutama setelah kendaraan digunakan dalam perjalanan panjang dan kondisi lalu lintas yang padat. Perawatan Setelah Liburan Jangan Ditunda Pemeriksaan setelah perjalanan jauh pada dasarnya merupakan langkah pencegahan. Masalah kecil yang ditemukan lebih awal bisa ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar. Roni mengatakan pemeriksaan rutin tidak hanya berkaitan dengan kondisi kendaraan, tetapi juga penggunaan mobil setelah kembali dari perjalanan panjang. "Servis berkala bukan hanya menjaga performa kendaraan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemilik mobil dalam penggunaan sehari-hari." Bagi pemilik mobil yang baru saja menyelesaikan perjalanan liburan, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk melakukan pemeriksaan. Mulai dari mencuci kendaraan, mengecek oli dan sistem pendingin, memeriksa ban serta kaki-kaki, hingga memastikan sistem pengereman bekerja normal. Dengan pemeriksaan tersebut, mobil tidak hanya siap kembali digunakan untuk aktivitas harian, tetapi potensi masalah setelah perjalanan jauh juga bisa diketahui lebih cepat. Lihat Selengkapnya
Lampu Airbag Mobil Menyala? Ini Tanda yang Perlu Segera Diperiksa
18 Aug 2026
Lampu Airbag Mobil Menyala? Ini Tanda yang Perlu Segera Diperiksa 18 Aug 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Lampu airbag mobil menyala? Airbag mobil kerap dianggap sebagai fitur keselamatan yang baru bekerja ketika terjadi kecelakaan. Padahal, sebelum menjalankan tugasnya, sistem ini bergantung pada sejumlah komponen yang harus berada dalam kondisi baik, mulai dari sensor, rangkaian kelistrikan, hingga modul pengendali. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak hanya memperhatikan kondisi rem, ban, oli, atau aki. Sistem airbag juga perlu diperiksa, terutama ketika muncul indikator tertentu pada panel instrumen atau kendaraan pernah mengalami benturan. Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah lampu indikator airbag yang tetap menyala atau berkedip setelah mesin kendaraan dinyalakan. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya gangguan pada sistem keselamatan dan sebaiknya tidak dibiarkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Airbag sendiri bekerja sebagai bagian dari sistem keselamatan kendaraan. Sensor akan mendeteksi kondisi benturan dan mengirimkan informasi ke modul pengendali untuk menentukan apakah airbag perlu mengembang. Artinya, gangguan pada salah satu bagian sistem dapat memengaruhi kinerjanya ketika terjadi kecelakaan. Airbag Mobil Perlu Diperiksa Setelah Benturan Pemeriksaan sistem airbag juga menjadi penting setelah kendaraan mengalami benturan. Bahkan, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan ketika airbag tidak sampai mengembang. “Airbag memang bukan komponen yang harus dirawat secara berkala seperti komponen kendaraan lainnya. Namun, sistem ini tetap membutuhkan perhatian khusus. Astra Peugeot merekomendasikan pemeriksaan menyeluruh sistem airbag setiap 10 tahun,” ujar Rafii Sinurat, Head of After Sales Astra Peugeot. Menurut Rafii, benturan dapat berdampak pada sensor maupun komponen lain yang terhubung dengan sistem airbag. Kerusakan tersebut belum tentu langsung terlihat dari kondisi fisik kendaraan. “Benturan dapat memengaruhi kondisi sensor maupun komponen lain pada sistem airbag. Karena itu, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan sistem keselamatan tersebut berada dalam kondisi yang semestinya,” lanjut Rafii. Selain indikator di panel instrumen, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan suara atau gejala yang tidak biasa dari area setir dan dasbor. Bunyi seperti klik atau dengung yang muncul dan tidak lazim dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sensor menjadi salah satu bagian penting dalam sistem airbag karena bertugas membaca kondisi benturan. Apabila sensor mengalami gangguan, informasi yang diterima sistem bisa tidak sesuai sehingga berpotensi memengaruhi keputusan airbag untuk mengembang. Usia Kendaraan Juga Perlu Diperhatikan Seiring bertambahnya usia kendaraan, kondisi sambungan kelistrikan dan komponen dalam sistem airbag dapat mengalami penurunan. Faktor usia, penggunaan kendaraan, maupun riwayat benturan menjadi beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat mengecek sistem keselamatan tersebut. Pemeriksaan tidak cukup hanya dengan melihat apakah lampu indikator menyala atau tidak. Sistem airbag dapat diperiksa menggunakan perangkat diagnostik untuk membaca kemungkinan gangguan dan kondisi komponen yang saling terhubung. Karena berkaitan langsung dengan fitur keselamatan, pemeriksaan airbag sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memiliki kompetensi serta menggunakan peralatan yang sesuai. Penanganan secara sembarangan justru berisiko menimbulkan masalah pada sistem. Untuk kendaraan Peugeot, pemeriksaan sistem airbag dapat dilakukan di bengkel resmi Astra Peugeot. Pemeriksaan tersebut mencakup diagnosis sistem serta pengecekan komponen yang berkaitan dengan fitur keselamatan kendaraan. “Keselamatan merupakan salah satu aspek penting dalam perawatan kendaraan. Karena itu, ketika muncul indikator atau gejala yang berkaitan dengan sistem airbag, jangan menunggu sampai terjadi masalah. Segera lakukan pemeriksaan,” tutup Rafii. Dengan demikian, lampu indikator airbag yang menyala, suara tidak biasa dari area setir atau dasbor, serta kendaraan yang pernah mengalami benturan menjadi beberapa hal yang patut diperhatikan pemilik mobil. Pemeriksaan juga semakin relevan pada kendaraan yang sudah berusia panjang. Airbag memang bukan komponen yang harus diperiksa setiap kali melakukan servis rutin, tetapi kondisi sistemnya tetap perlu dipastikan agar fitur keselamatan tersebut dapat bekerja sesuai fungsinya ketika benar-benar dibutuhkan. Lihat Selengkapnya
Mengenal Fungsi Coolant Radiator, Penjaga Suhu Mesin Tetap Stabil
13 Sep 2025
Mengenal Fungsi Coolant Radiator, Penjaga Suhu Mesin Tetap Stabil 13 Sep 2025 Jakarta, Godcar.id - Sistem pendingin adalah salah satu penopang utama performa mesin mobil. Di dalamnya, radiator berperan menjaga suhu kerja tetap stabil agar mesin tidak cepat panas. Namun, komponen ini tidak bekerja sendirian. Cairan pendingin alias coolant radiator menjadi faktor penentu agar proses pendinginan berlangsung optimal. Banyak pengemudi hanya tahu bahwa radiator butuh cairan, tetapi tidak semua paham soal fungsi, manfaat, hingga jenis coolant yang tepat untuk mobil. Padahal, salah pilih cairan pendingin atau telat menggantinya bisa berujung pada kerusakan serius. Karena itu, penting mengenal fungsi coolant radiator secara menyeluruh. Fungsi Coolant Radiator dalam Sistem Pendingin Coolant tidak sekadar air berwarna. Cairan ini diformulasikan dengan zat kimia khusus untuk mengatasi suhu ekstrem, baik panas maupun dingin. Fungsinya setidaknya mencakup tiga hal utama: Mengatur suhu mesin. Coolant menyerap panas berlebih dari mesin lalu melepaskannya melalui radiator, sehingga mencegah overheat. Mencegah pembekuan. Kandungan antibeku pada coolant menjaga sistem pendingin tetap cair pada suhu di bawah nol derajat. Melawan korosi. Zat aditif dalam coolant melapisi saluran logam di dalam mesin, mencegah karat dan endapan yang bisa merusak. “Coolant juga memberikan perlindungan dari korosi serta menjaga performa mobil,” jelas Rafi’i Sinurat, Kepala Bengkel Astra Peugeot Sunter, Jakarta Utara. Manfaat Coolant Lebih dari Sekadar Pendingin Ketika radiator hanya diisi air biasa, sistem pendingin rawan bermasalah. Air tanpa formula khusus tidak mampu menahan panas tinggi, mudah menguap, dan mempercepat proses korosi. Di sisi lain, coolant modern dibuat dengan campuran etilen glikol atau propilen glikol ditambah zat aditif seperti fosfat, silikat, dan karboksilat. Manfaat penggunaan coolant radiator antara lain: Menstabilkan suhu mesin di iklim panas seperti Indonesia. Menjaga sistem pendingin tidak membeku di suhu rendah. Memperpanjang usia mesin berkat perlindungan dari karat. Meningkatkan efisiensi pembakaran karena suhu mesin selalu optimal. Dengan fungsi ini, jelas bahwa coolant bukan sekadar cairan pelengkap, melainkan komponen vital dalam perawatan kendaraan modern. Jenis-Jenis Coolant Radiator Seiring perkembangan teknologi, cairan pendingin mesin hadir dalam beberapa tipe. Berikut tiga teknologi utama yang digunakan di industri otomotif: 1. Inorganic Acid Technology (IAT) Tipe ini berbasis etilen glikol dengan tambahan silikat dan fosfat. Dirancang untuk mesin generasi lama, IAT efektif mencegah korosi tetapi usia pakainya relatif pendek, sekitar 2–3 tahun. 2. Organic Acid Technology (OAT) Lebih modern dan ramah lingkungan, OAT banyak digunakan pada mobil keluaran tahun 2000-an ke atas. Umur pakainya bisa mencapai 5 tahun, dengan kandungan asam organik yang memberikan perlindungan jangka panjang tanpa banyak endapan. 3. Hybrid Organic Acid Technology (HOAT) HOAT merupakan kombinasi keunggulan IAT dan OAT. Mengandung silikat sekaligus asam organik, tipe ini menawarkan perlindungan ekstra terhadap korosi, terutama untuk mesin yang bekerja di kondisi ekstrem. Coolant HOAT biasanya tersedia dalam berbagai pilihan warna. Pentingnya Mengganti Coolant Secara Berkala Coolant bukan cairan abadi. Seiring waktu, zat aditif di dalamnya akan menurun efektivitasnya. Jika dibiarkan, endapan bisa menyumbat saluran pendingin, sementara karat dapat merusak blok mesin. Coolant yang sudah usang juga lebih mudah menguap, sehingga radiator bekerja lebih keras dan risiko overheat meningkat. Oleh karena itu, penggantian coolant wajib dilakukan sesuai rekomendasi pabrikan. Astra Peugeot, misalnya, menyarankan penggunaan coolant resmi dan penggantian rutin sesuai jadwal servis. Perawatan sederhana ini terbukti mampu memperpanjang usia mesin sekaligus menjaga kenyamanan berkendara. Tips Praktis Merawat Coolant Radiator Untuk memastikan sistem pendingin selalu dalam kondisi prima, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemilik kendaraan: Gunakan coolant sesuai rekomendasi pabrikan. Hindari mengganti dengan air biasa atau produk sembarangan. Periksa volume coolant secara rutin. Pastikan level cairan di reservoir berada di batas normal. Cek kondisi selang dan radiator. Kebocoran kecil bisa membuat coolant cepat habis. Ganti coolant tepat waktu. Jangan tunggu cairan berubah warna menjadi keruh atau kecokelatan. Lakukan servis berkala. Saat servis, sistem pendingin biasanya dibersihkan dan dicek untuk mencegah kerusakan serius. Mengabaikan cairan pendingin sama saja mengundang risiko overheat dan kerusakan mesin yang biayanya jauh lebih mahal. Karena itu, gunakan coolant sesuai spesifikasi kendaraan dan lakukan penggantian rutin. Dengan begitu, umur mobil lebih panjang dan pengalaman berkendara tetap nyaman. Lihat Selengkapnya
Awas! Aksesoris Berlebihan Bisa Bikin Aki Mobil Tekor, Lakuin ini Biar Awet
11 Aug 2025
Awas! Aksesoris Berlebihan Bisa Bikin Aki Mobil Tekor, Lakuin ini Biar Awet 11 Aug 2025 Jakarta, Goodcar.id - Masalah aki mobil tekor sering menjadi penyebab kendaraan tiba-tiba tidak bisa distarter. Kondisi ini kerap membuat pengendara panik, apalagi jika terjadi di tengah perjalanan. Astra Peugeot mengingatkan, salah satu pemicu aki mobil tekor adalah penggunaan aksesoris berlebihan yang membebani sistem kelistrikan. Contohnya seperti lampu tambahan berdaya besar (LED bar, lampu sorot, lampu kabin ekstra), audio system bertenaga tinggi (amplifier besar, subwoofer, dan speaker tambahan), perangkat hiburan ekstra (TV mobil, monitor, konsol game), charger gadget yang dipakai bersamaan, pendingin tambahan seperti kulkas mini mobil, hingga modifikasi elektronik seperti lampu interior RGB atau neon underglow. Jika semua perangkat ini digunakan terus-menerus, apalagi saat mobil sering macet atau mesin idle, daya yang keluar dari aki akan lebih besar daripada daya yang masuk, sehingga mempercepat risiko aki mobil tekor. “Jika aki tidak bekerja semestinya, berbagai komponen elektronik seperti motor starter, lampu, dan sistem hiburan bisa terganggu,” kata, Kepala Bengkel Astra Peugeot Sunter, Jakarta Utara, Rafii Sinurat. Ia menjelaaskan, saat mobil berjalan normal, alternator akan mengisi ulang daya aki yang sudah terpakai. Namun, ketika mobil terjebak macet atau menggunakan perangkat elektronik tambahan secara berlebihan, beban terhadap aki meningkat. Hal ini bisa mempercepat terjadinya aki mobil tekor. Sebagai solusi, Astra Peugeot merekomendasikan penggunaan Battery GS dari Astra Otoparts sebagai pengganti resmi aki kendaraan Peugeot. Produk ini sudah melalui uji coba dan terbukti sesuai dengan kebutuhan kelistrikan mobil, sehingga risiko aki mobil tekor bisa diminimalkan. Tips Merawat Aki Agar aki mobil tekor tidak mengganggu aktivitas, Astra Peugeot memberikan beberapa tips perawatan, pertama lakukan pemeriksaan rutin kondisi aki di bengkel resmi, lalu hindari penggunaan perangkat elektronik atau aksesoris berlebihan, terakhir jangan biarkan kendaraan terlalu lama tidak digunakan, dan pastikan memakai aki sesuai spesifikasi pabrikan. Semua langkah ini penting untuk mencegah aki mobil tekor. Dengan perawatan yang benar, aki akan tetap dalam kondisi prima, sistem kelistrikan stabil, dan performa mobil SUV Peugeot tetap maksimal di segala medan. Ingat, mencegah aki mobil tekor jauh lebih murah dan mudah dibanding harus menghadapinya di tengah jalan. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.