Beranda / Mobil Baru / Katalog / NETA X

NETA X

Rp 428 Juta
Jarak Tempuh
501 KM
Mesin
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Tipe Kendaraan
NETA X BEV
Rp 428 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
NETA X BEV
Jarak Tempuh
501 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua
Artikel Terkait
Lihat Semua
Seru! Pengunjung IIMS 2026 Bisa Test Drive Mobil Listrik Changan Deepal S07
08 Feb 2026
Seru! Pengunjung IIMS 2026 Bisa Test Drive Mobil Listrik Changan Deepal S07 08 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Changan Automobile secara resmi menandai kehadiran perdananya di pasar otomotif Indonesia melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Momentum ini menjadi langkah strategis Changan dalam memperkenalkan lini kendaraan berteknologi tinggi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin modern dan berorientasi masa depan, salah satunya adalah Changan Deepal S07. Berlokasi di Booth B1, Hall B, JIExpo Kemayoran, Changan hadir dengan tema besar “Sharing the Future” selama pameran yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026. Melalui tema tersebut, Changan ingin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan, teknologi cerdas, serta pengalaman berkendara yang aman dan nyaman bagi konsumen Indonesia. Dari berbagai model yang ditampilkan, mobil listrik yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Changan Deepal S07. Model ini menjadi representasi visi Changan dalam menghadirkan kendaraan listrik premium yang tidak hanya mengedepankan performa dan teknologi, tetapi juga kenyamanan serta keselamatan kelas dunia. Deepal S07, Standar Baru E-SUV Premium Deepal S07 hadir sebagai E-SUV premium yang mengusung pendekatan Tech Sporty Design dengan tampilan futuristik dan modern. Bahasa desainnya dirancang untuk mencerminkan karakter kendaraan listrik masa depan, sekaligus memberikan kesan dinamis dan elegan. Dari sisi eksterior, Deepal S07 tampil menonjol melalui penggunaan Frameless Doors yang memberikan kesan eksklusif, dipadukan Electric Hidden Door Handles yang otomatis muncul saat dibutuhkan. Sentuhan Intelligent Interactive Light semakin memperkuat identitas high-tech, sementara LED Star Flame Tail Lights dan High Mounted Stop Lamp menambah kesan futuristik sekaligus meningkatkan visibilitas. Velg aerodinamis ringan berukuran 20 inci menjadi pelengkap tampilan sporty Deepal S07, sekaligus mendukung efisiensi dan stabilitas berkendara. Secara keseluruhan, desain eksterior Deepal S07 dirancang untuk menarik perhatian konsumen yang menginginkan SUV listrik dengan karakter kuat dan modern. Changan Deepal S07 dipasarkan dengan harga Rp599.000.000, menjadikannya pilihan E-SUV premium yang kompetitif di segmennya. Interior Mewah dengan Nuansa Luxury Yacht Masuk ke dalam kabin, Deepal S07 menawarkan suasana interior yang terinspirasi dari konsep Luxury Yacht Interior. Desain Yacht Style Wrap Around memberikan kesan menyeluruh dan ergonomis, menciptakan ruang kabin yang terasa premium sekaligus nyaman. Nuansa kemewahan semakin diperkuat dengan kehadiran ambient light 64 warna yang dapat disesuaikan dengan preferensi pengguna. Pusat kendali kendaraan didukung layar sentuh berukuran 15,6 inci Sunflower Screen yang menggunakan chipset Qualcomm 8155. Layar ini memiliki keunikan karena dapat diputar hingga 15 derajat ke arah pengemudi maupun penumpang depan, memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam pengoperasian. Untuk mendukung pengalaman berkendara yang lebih informatif, Deepal S07 dilengkapi Augmented Reality Head Up Display (AR-HUD). Fitur ini menampilkan informasi penting seperti navigasi dan data kendaraan langsung di garis pandang pengemudi, sehingga meningkatkan fokus dan keselamatan selama berkendara. Kenyamanan kabin semakin lengkap dengan panoramic sunroof berukuran 1,9 meter persegi yang dilengkapi electric sunshade. Selain itu, penggunaan double-layer sound insulation glass membantu meredam suara dari luar, menciptakan suasana kabin yang lebih tenang. Fitur wireless fast charging 40W dan panel kontrol AC untuk penumpang belakang turut menegaskan perhatian Changan terhadap kenyamanan seluruh penumpang. Teknologi Keselamatan Kelas Dunia Deepal S07 tidak hanya unggul dari sisi desain dan kenyamanan, tetapi juga menetapkan standar tinggi dalam aspek keselamatan. Model ini dibekali Visual Assistance berupa 360° panoramic driving recorder yang membantu pengemudi memantau kondisi sekitar kendaraan secara menyeluruh. Selain itu, tersedia pula fitur 540° transparent chassis view yang memungkinkan pengemudi melihat area di bawah kendaraan, sangat berguna saat melintasi jalan sempit atau medan yang menantang. Deepal S07 juga didukung oleh 19 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dirancang untuk membantu mencegah potensi kecelakaan dan meningkatkan rasa aman selama berkendara. Dari sisi perlindungan energi, Deepal S07 menggunakan Golden Shield Battery yang telah dirancang dengan standar keamanan tinggi. Model ini juga telah meraih rating 5-Star Euro NCAP, menegaskan bahwa Deepal S07 memenuhi standar keselamatan global yang ketat. Deepal S07 tersedia dalam pilihan interior Black dan Orange, serta pilihan warna eksterior yang modern, yaitu Sunset Orange, Lunar Grey, Comet White, dan Eclipse Black. Garansi Panjang dan Komitmen Aftersales Changan Untuk memberikan ketenangan bagi konsumen Indonesia, Changan menghadirkan dukungan garansi jangka panjang sebagai bagian dari komitmen aftersales. Deepal S07 didukung garansi traction battery hingga 8 tahun atau 240.000 km, serta garansi sistem penggerak listrik dan vehicle controller hingga 8 tahun atau 150.000 km. Selain itu, tersedia pula garansi kendaraan selama 6 tahun atau 120.000 km, serta free service package hingga 5 tahun atau 60.000 km sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Layanan ini menjadi bukti keseriusan Changan dalam membangun kepercayaan konsumen dan memastikan kepemilikan kendaraan listrik yang bebas khawatir. Selama IIMS 2026 berlangsung, Changan juga menyediakan empat unit kendaraan untuk test drive, terdiri dari dua unit Changan Lumin dan dua unit Deepal S07. Pengunjung dapat merasakan langsung performa dan teknologi yang ditawarkan. Tidak hanya itu, konsumen yang melakukan transaksi berkesempatan mengikuti program Lucky Dip dengan berbagai hadiah menarik, mulai dari iPhone 17, Smart TV, logam mulia, smartwatch, voucher belanja, hingga e-wallet. Melalui kehadiran Deepal S07 di IIMS 2026, Changan menegaskan posisinya sebagai produsen otomotif global dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, siap menghadirkan E-SUV premium yang ditujukan bagi keluarga modern dan tech savvy di Indonesia. Lihat Selengkapnya
Sejarah Mercedes-Benz: Perjalanan Panjang Ikon Mobil Mewah Dunia
04 Feb 2026
Sejarah Mercedes-Benz: Perjalanan Panjang Ikon Mobil Mewah Dunia 04 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Produsen mobil premium asal Jerman, Mercedes-Benz, telah menorehkan perjalanan panjang selama lebih dari satu abad. Sepanjang sejarahnya, Mercedes-Benz bukan hanya membangun kendaraan, tetapi juga membentuk identitas industri otomotif global melalui inovasi teknologi, desain revolusioner, hingga simbol merek yang mendunia. Beragam tonggak penting telah dilalui Mercedes-Benz sejak kelahirannya, mulai dari asal-usul nama, evolusi desain kendaraan, hingga lahirnya logo bintang tiga yang kini identik dengan kemewahan dan kualitas tinggi. Awal Mula Sejarah Mercedes-Benz Cikal bakal Mercedes-Benz berakar dari dua tokoh visioner, Karl Benz dan Gottlieb Daimler, yang memiliki misi serupa: membebaskan manusia dari ketergantungan transportasi bertenaga kuda. Pada dekade 1880-an, keduanya secara terpisah mengembangkan kendaraan bermotor di wilayah Jerman Selatan. Gottlieb Daimler bersama kepala insinyurnya, Wilhelm Maybach, berhasil mengembangkan mesin empat-tak di Cannstatt. Sementara itu, Karl Benz menjalankan penelitiannya melalui bengkel miliknya di Mannheim, dekat Heidelberg. Meski berada di wilayah yang berdekatan, tidak ada catatan sejarah yang menunjukkan bahwa kedua pionir tersebut pernah bertemu secara langsung. Nama Mercedes sendiri mulai dikenal pada April 1900, ketika Daimler-Motoren-Gesellschaft (DMG) menggunakan nama tersebut atas permintaan Emil Jellinek, seorang pengusaha dan dealer mobil. Nama “Mercedes” diambil dari nama putri Jellinek dan digunakan untuk menamai mobil balap DMG. Model balap Mercedes 35 hp, yang dirancang oleh Wilhelm Maybach dan Paul Daimler, menjadi kendaraan pertama yang menggunakan nama tersebut. Mobil ini mencetak kesuksesan besar dengan memenangkan hampir seluruh ajang balap di Nice, Prancis, kota tempat Jellinek bermukim saat itu. Mercedes-Benz sebagai Pionir Desain Otomotif Dalam hal desain, Mercedes-Benz memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan estetika mobil modern. Pada era 1930-an, pabrikan ini memperkenalkan desain kendaraan dengan garis bodi mengalir dan bentuk membulat, yang menjadi ciri khas mobil mewah kala itu. Model Mercedes-Benz 500 K yang diperkenalkan pada 1934, disusul 540 K pada 1936, dianggap sebagai simbol keindahan dan kesempurnaan otomotif. Kedua model tersebut menetapkan standar baru untuk desain coupe dan roadster modern. Pengaruh Mercedes-Benz semakin terasa pada era pascaperang dengan hadirnya model 180, yang menjadi pelopor desain “ponton”. Model ini merupakan mobil pertama yang mengadopsi konfigurasi “three box”, yakni pemisahan ruang mesin, kabin penumpang, dan bagasi. Desain ini tidak hanya fungsional, tetapi juga meningkatkan stabilitas berkendara. Ciri khas lainnya adalah integrasi penuh fender dan lampu depan ke dalam bodi, menciptakan tampilan yang harmonis dan interior yang lebih lapang untuk ukuran zamannya. Konsep ini kemudian menjadi fondasi desain sedan Mercedes-Benz hingga kini. Evolusi Desain hingga Model Ikonik Konsep desain three-box dari Mercedes-Benz 180 terus dikembangkan dan diterapkan pada berbagai lini sedan Mercedes-Benz. Model-model legendaris seperti 600 Gross, S-Class, E-Class, C-Class, hingga A-Class Sedan lahir dari filosofi desain tersebut. Seiring waktu, Mercedes-Benz terus memperluas portofolio produknya dengan melahirkan kendaraan ikonik dan inovatif, mulai dari 300 SL Gullwing, 220 S “Fintail”, hingga Gelandewagen atau yang dikenal sebagai G-Class. Makna Logo Bintang Tiga Mercedes-Benz Selain desain kendaraan, salah satu elemen paling dikenal dari Mercedes-Benz adalah logo bintang sudut tiga. Logo ini lahir dari visi Gottlieb Daimler yang membayangkan penggunaan mesin ciptaannya di tiga elemen utama: darat, laut, dan udara. Logo bintang tiga tersebut resmi didaftarkan sebagai simbol dagang oleh DMG pada tahun 1909. Pada awalnya, logo ini hanya berupa bintang tanpa lingkaran. Baru pada 1913, bintang tersebut diberi cincin luar dengan tulisan “Mercedes” serta empat bintang kecil di dalamnya. Penggabungan Daimler dan Benz Sebelum bersatu, DMG dan Benz & Cie merupakan rival di industri otomotif. Perusahaan milik Karl Benz juga dikenal inovatif, salah satunya dengan menciptakan mesin pembakaran yang mampu melampaui kecepatan 200 km/jam. Kedua perusahaan akhirnya bergabung pada tahun 1926, melahirkan nama Mercedes-Benz. Penggabungan ini turut menyatukan identitas visual keduanya. Logo baru menampilkan bintang tiga Mercedes di tengah, dikelilingi karangan bunga laurel khas Benz, dengan nama Mercedes dan Benz di bagian atas dan bawah. Nama Mercedes-Benz resmi terdaftar sebagai merek dagang pada 7 Oktober 1927, disusul pendaftaran logo pada 28 Agustus 1928. Hingga kini, nama dan logo Mercedes-Benz tetap menjadi simbol tradisi, inovasi, dan kemewahan dalam industri otomotif global. Era Evolusi Identitas 1909 Simbol bintang sudut tiga pertama kali didaftarkan oleh DMG. 1926 Merger DMG dan Benz & Cie bergabung menjadi Mercedes-Benz. Desain Logo Bintang Daimler ditempatkan di tengah, dikelilingi karangan bunga (laurel) khas Benz. 1927 Nama Mercedes-Benz resmi terdaftar sebagai merek dagang global. Sistem penamaan Mercedes-Benz dari Kelas A hingga S bukanlah sekadar kumpulan alfabet acak, melainkan sebuah struktur yang dirancang untuk memetakan setiap model berdasarkan segmentasi pasar, dimensi fisik, dan level kemewahannya. Klasifikasi sistematis ini berperan untuk memudahkan konsumen dalam mengidentifikasi unit yang paling selaras dengan kebutuhan fungsional maupun selera pribadi mereka, memastikan bahwa setiap alfabet representasi akurat dari kelas oleh pabrikan asal Jerman tersebut. Kelas Karakter Utama Pilihan Bentuk Bodi Kelas A entry-level yang lincah dan ringkas. Hatchback & Sedan Kelas B Mengutamakan ruang dan fleksibilitas (Multi-Purpose Vehicle). Compact MPV Kelas C Jantung penjualan, biasanya mengutamakan gaya dan performa. Sedan, Estate, Coupe, Cabriolet Kelas E Standar kenyamanan eksekutif dengan teknologi yang jauh lebih serius dibanding kelas C. Sedan, Estate, Coupe, Cabriolet Kelas S Standar tertinggi. Sedan, Coupe, Cabriolet Kelas G Biasa dikenal sebagai Gelandewagen, merupakan ikon kendaraan off-road dari Mercedes-Benz SUV Sejarah Mercedes-Benz di Indonesia Jauh sebelum agen resmi berdiri, Indonesia sudah mencatatkan sejarah dunia. Hanya berselang delapan tahun setelah Carl Benz menciptakan mobil pertama di dunia, Sultan Surakarta Pakoe Boewono X memboyong Benz Victoria Phaeton pada tahun 1894. Spesifikasi: Mesin 1-silinder 2.0 liter dengan tenaga 5 hp dan ban karet keras. Ekspansi Keraton: Pada 1907, Sultan kembali menambah koleksinya dengan Britze Daimler bermesin 4-silinder 45 hp. Pada tahun 1934, Indonesia kedatangan Mercedes-Benz Tipe 500 K. Dibekali mesin 8-silinder 5.0 liter dengan teknologi supercharger. Tanpa bantuan supercharger, mesin ini menghasilkan 100 hp, namun saat diaktifkan, tenaganya melonjak hingga 160 hp dengan kecepatan puncak 160 km/jam sebuah angka yang sangat tinggi untuk mobil seberat itu di era 30-an. Momentum korporasi dimulai secara resmi pada 8 Oktober 1970 melalui pembentukan PT Star Motors Indonesia, sebuah usaha patungan antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas. Langkah ini diikuti dengan pembangunan pabrik perakitan PT German Motor Manufacturing. Tahun Milestone Penting di Indonesia 1971 Produksi massal pertama di Tanjung Priok dengan truk legendaris Mercedes-Benz 911. 1973 Perakitan sedan penumpang pertama dimulai dengan seri W115 (200, 240 D, dan 280). 1982 Mercedes-Benz memindahkan operasional perakitan ke fasilitas yang lebih besar dan modern di Wanaherang, Bogor. 2026 Pabrik Wanaherang kini merakit lini premium lengkap: C-Class, E-Class, S-Class, hingga lini SUV (GLC, GLE, GLS) dan kendaraan niaga Axor. Mercedes-Benz di Indonesia tidak hanya ditopang oleh pabrik, tetapi juga oleh loyalitas penggunanya. Di bawah Mercedes-Benz Club Indonesia (MB Club Ina), ratusan klub Mercy di seluruh nusantara menjaga tradisi dan nilai historis mobil ini. Lihat Selengkapnya
Sejarah Volkswagen: Dari Mobil Rakyat Dunia hingga Perjalanan Panjang di Indonesia
04 Feb 2026
Sejarah Volkswagen: Dari Mobil Rakyat Dunia hingga Perjalanan Panjang di Indonesia 04 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Sejarah Volkswagen berakar dari gagasan besar tentang mobil terjangkau bagi masyarakat luas di Jerman. Ide tersebut muncul dari visi politik Adolf Hitler yang menginginkan sebuah kendaraan nasional yang efisien, kuat, dan dapat dimiliki oleh keluarga biasa. Untuk merealisasikan ambisi tersebut, Ferdinand Porsche—insinyur visioner asal Austria—ditunjuk sebagai sosok utama dalam perancangannya. Dari kolaborasi inilah lahir Volkswagen (VW), yang secara harfiah berarti “mobil rakyat”. Pada masa itu, sejumlah produsen lain juga mengembangkan mobil ekonomis, seperti Mercedes-Benz 170H, Adler AutoBahn, Steyr 55, dan Hanomag 1.3L. Namun, proyek Volkswagen memiliki standar teknis yang jauh lebih ketat. Hitler menetapkan syarat khusus: mobil harus mampu mengangkut dua orang dewasa dan tiga anak, sekaligus sanggup melaju stabil hingga 100 km/jam agar sesuai dengan jaringan Autobahn yang tengah berkembang pesat. Standar inilah yang menjadi fondasi karakter Volkswagen sebagai mobil praktis namun tangguh. Peran Penting Pasca Perang Dunia II Eksistensi Volkswagen modern tidak lepas dari peran Mayor Ivan Hirst, seorang perwira sekaligus insinyur asal Inggris. Setelah Perang Dunia II berakhir, ia ditugaskan mengelola pabrik Volkswagen di Wolfsburg yang nyaris hancur akibat serangan udara Sekutu dan sempat berada di bawah pengawasan Amerika Serikat. Tantangan awal yang dihadapi Hirst bahkan jauh dari urusan produksi mobil. Ia harus menjinakkan bom aktif yang tersangkut di area mesin pabrik. Berkat ketekunan dan visinya, Hirst berhasil meyakinkan otoritas militer Inggris untuk memesan 20.000 unit kendaraan. Pada 1946, pabrik tersebut bangkit dan mampu memproduksi hingga 1.000 unit mobil per bulan, menjadi tonggak penting kebangkitan industri otomotif Jerman sekaligus penyelamat ribuan lapangan kerja. Seiring kebangkitannya, Volkswagen melahirkan berbagai model legendaris yang membentuk budaya otomotif dunia. Dari sekian banyak produk, tiga nama berikut menjadi simbol kejayaan VW: Volkswagen Beetle Volkswagen Golf Volkswagen Passat Ketiganya tidak hanya sukses secara penjualan, tetapi juga menjadi representasi evolusi desain, teknologi, dan gaya hidup pada masanya. Perkembangan Global Volkswagen Volkswagen Beetle, yang mulai diproduksi massal sejak 1937 dengan kode Type 1, tumbuh menjadi simbol mobilitas global. Prestasinya luar biasa, menembus penjualan satu juta unit pada 1954 dan melonjak hingga 16 juta unit pada 1973. Menariknya, Beetle memiliki sebutan berbeda di berbagai negara. Di Jerman dikenal sebagai Käfer, di Prancis disebut Coccinelle, di Brasil dikenal sebagai Fuscha, dan di Amerika Serikat dijuluki Bug. Sementara di Indonesia, mobil ini akrab dengan sebutan VW Kodok. Popularitas Beetle semakin melejit saat resmi menggunakan nama “Beetle” pada 1969, bersamaan dengan kemunculannya dalam film The Love Bug. Karakter Herbie—VW Beetle bernomor balap 53—menjadi ikon budaya pop dunia. Nilai historisnya terbukti pada 2018 ketika unit asli mobil film tersebut dilelang seharga 128.700 dolar AS atau sekitar Rp1,9 miliar. Kini, Volkswagen Group telah berevolusi menjadi konglomerat otomotif global. Portofolionya mencakup kendaraan penumpang dari Skoda hingga Bugatti, sepeda motor sport Ducati, serta kendaraan berat seperti MAN, Scania, dan Neoplan. Secara global, strategi VW sangat agresif. Melalui kerja sama dengan FAW dan Shanghai Volkswagen, China menjadi pasar terbesar grup ini. Operasional VW menjangkau 150 negara dengan sekitar 100 fasilitas manufaktur di 27 negara. Struktur bisnisnya terbagi dalam dua pilar utama, yakni otomotif dan jasa keuangan, yang menaungi lebih dari 340 anak perusahaan di seluruh dunia. Awal Masuknya Volkswagen ke Indonesia Perjalanan Volkswagen di Indonesia dimulai sejak awal 1950-an dan mencerminkan dinamika adaptasi industri otomotif nasional. Kiprah resmi VW diawali pada 1952 melalui PT Piola sebagai agen tunggal dan importir. Pada 1971, tongkat estafet berpindah ke PT Garuda Mataram Motor (GMM), menandai era baru VW di Tanah Air. Pada 1972, VW memulai perakitan lokal melalui skema Completely Knocked Down (CKD) bersama PT German Motors Manufacturing. Model-model ikonik seperti VW Safari, Beetle 1302, serta Passat LS dan L mulai dirakit di dalam negeri. Tonggak penting terjadi pada 1974 dengan hadirnya MITRA, kendaraan komersial berbasis T2 bermesin 1.600 cc yang menjadi mobil Volkswagen pertama hasil racikan Indonesia. Popularitas VW Safari mencapai puncaknya pada 1977 ketika dipercaya sebagai kendaraan operasional para camat di seluruh Indonesia. Namun, kebijakan pajak nasional kala itu memaksa VW menyesuaikan kembali strategi bisnisnya. Setelah sempat meredup, Indomobil Group mengakuisisi PT Garuda Mataram Motor pada 1992 dan memfokuskan bisnis VW pada kendaraan komersial, khususnya Caravelle. Pada 1994, VW Caravelle dipercaya sebagai kendaraan resmi delegasi KTT APEC di Bogor, memperkuat citra premium VW di Indonesia. Memasuki era modern, VW melakukan konsolidasi bisnis. Pada 2006, PT Garuda Mataram Motor mengambil alih penuh impor dan distribusi mobil penumpang VW. Produksi Semi Knocked Down (SKD) dimulai pada 2008 melalui Touran, disusul Golf Mk6 pada 2009 dan Tiguan pada 2012. Komitmen jangka panjang Volkswagen di Indonesia ditegaskan pada 2019 melalui peningkatan standar produksi ke tahap Medium Knocked Down (MKD). Fokus utama diarahkan pada VW Tiguan Allspace LWB yang hingga kini menjadi tulang punggung VW di segmen SUV premium. Lihat Selengkapnya
Masih Eksis, Ini Alamat Dealer Ford Terbaru yang Berlokasi di PIK 2
30 Jan 2026
Masih Eksis, Ini Alamat Dealer Ford Terbaru yang Berlokasi di PIK 2 30 Jan 2026 Jakarta, Goodcar.id - Masih eksisnya Ford di Indonesia kembali ditunjukkan lewat langkah konkret. Melalui RMA Indonesia, Ford secara resmi membuka Dealer Ford PIK 2 yang berlokasi di Jl. M.H. Thamrin No.69, Salembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Peresmian ini menandai upaya Ford untuk memperluas jaringan sekaligus memperkuat kehadiran brand di kawasan dengan potensi pertumbuhan tinggi. Dealer Ford PIK 2 menjadi bagian dari strategi RMA Indonesia dalam mengembangkan new white space bisnis. Dengan masuk ke area yang sedang berkembang pesat, Ford menargetkan jangkauan pelanggan yang lebih luas, sekaligus menghadirkan fasilitas dan layanan yang terintegrasi dalam satu lokasi. Dari sisi bisnis, PIK 2 dipilih karena berkembang sebagai kawasan baru dengan karakter bisnis dan gaya hidup modern. Infrastruktur yang semakin matang serta aksesibilitas yang kuat membuat kawasan ini dinilai sejalan dengan strategi Ford untuk hadir di wilayah dengan pertumbuhan berkelanjutan. Roelof Lamberts, Regional Director RMA Indonesia, menegaskan bahwa pembukaan Dealer Ford PIK 2 merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan. “Pembukaan Ford PIK 2 mencerminkan komitmen kami untuk terus mengembangkan bisnis Ford secara berkelanjutan di Indonesia. PIK 2 merupakan area dengan potensi pertumbuhan yang kuat dan menjadi new white space strategis bagi Ford RMA Indonesia untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas, sekaligus memperkuat fondasi bisnis ke depan,” ujar Roelof. Dealer ini juga menjadi dealer Ford pertama di wilayah Tangerang yang sepenuhnya mengadopsi Corporate Identity terbaru Ford. Identitas ini mencerminkan arah brand yang modern, kuat, dan berorientasi pada pelanggan, sekaligus menetapkan standar baru dalam pengalaman ritel Ford di Indonesia. Erik Pascanugraha, Sales Director Ford RMA Indonesia, menyampaikan bahwa kehadiran Dealer Ford PIK 2 akan memperkuat strategi penjualan dan layanan. “Ford PIK 2 dirancang untuk menghadirkan pengalaman ritel yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan pelanggan saat ini. Dengan lokasi yang strategis dan fasilitas yang terintegrasi, dealer ini akan memperluas jangkauan layanan Ford sekaligus mendukung pertumbuhan penjualan secara berkelanjutan,” jelas Erik. Selain menonjolkan desain dan fasilitas modern, Dealer Ford PIK 2 juga dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang menyeluruh. Layanan yang tersedia mencakup penjualan unit hingga purna jual, didukung oleh tim profesional dan proses operasional yang mengacu pada standar global Ford. Pembukaan dealer ini merupakan hasil kolaborasi antara Ford Global, RMA Group, dan RMA Indonesia bersama mitra dealer PT Trijaya Auto Mandiri (TOM Dealers). Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan Ford di Indonesia. David Arianto, Operational Director PT Trijaya Auto Mandiri, menyampaikan komitmen pihaknya dalam menjaga kualitas layanan. “Kami bangga dipercaya menjadi bagian dari jaringan Ford di Indonesia melalui pembukaan Ford PIK 2. Sebagai mitra dealer, kami berkomitmen menjalankan operasional sesuai standar Ford, dengan fokus pada kualitas layanan, konsistensi operasional, serta pengalaman pelanggan yang optimal,” ujar David. Melalui pembukaan Dealer Ford PIK 2, Ford dan RMA Indonesia menargetkan penguatan kepercayaan pelanggan, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta kontribusi positif bagi perkembangan industri otomotif nasional. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.