Mobil Listrik GAC Mogok di Jalan? GAC Siapkan Grab Rp300 Ribu agar Pemilik Tetap Sampai Tujuan07 Oct 2026
Mobil Listrik GAC Mogok di Jalan? GAC Siapkan Grab Rp300 Ribu agar Pemilik Tetap Sampai Tujuan07 Oct 2026
JAKARTA, Goodcar.id – Bayangkan mobil listrik mengalami kendala di tengah perjalanan dan harus diderek ke bengkel. Masalahnya belum selesai ketika mobil sudah naik truk derek. Pemiliknya tetap harus memikirkan satu hal: bagaimana melanjutkan perjalanan sementara mobil masuk dealer untuk diperiksa.
Situasi seperti itu yang coba dijawab GAC Indonesia melalui program “Your Journey, Our Care”. Bukan cuma menyediakan bantuan derek, GAC Indonesia juga menyiapkan biaya perjalanan menggunakan layanan Grab dengan nilai maksimal Rp300.000 selama kendaraan mendapatkan penanganan.
Program tersebut berlaku bagi konsumen selama masa garansi kendaraan masih aktif, dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Skema ini menjadi bagian dari layanan purnajual GAC Indonesia untuk pemilik kendaraan listrik yang mengalami kendala dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
“Bagi GAC Indonesia, pengalaman kepemilikan tidak hanya tentang kendaraan yang digunakan setiap hari, tetapi juga bagaimana kami hadir ketika pelanggan membutuhkan bantuan. Melalui ‘Your Journey, Our Care’, kami ingin memberikan rasa tenang dengan menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada kendaraan, tetapi juga membantu pelanggan tetap melanjutkan aktivitas ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. Kami berharap program ini dapat membuat pelanggan tetap merasa didampingi dalam berbagai kondisi,” ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.
Skemanya dimulai ketika kendaraan mengalami kendala dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Pemilik dapat menghubungi GAC AION Roadside Assistance untuk meminta bantuan. Tim kemudian melakukan konfirmasi lokasi kendaraan sebelum mengirimkan truk derek ke lokasi.
Setelah kendaraan berhasil dievakuasi, mobil akan dibawa menuju dealer GAC AION terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Pada tahap ini, persoalan mobil memang berpindah ke bengkel, tetapi perjalanan pemilik tidak harus ikut berhenti.
GAC Indonesia menyediakan dukungan perjalanan menggunakan Grab agar konsumen dapat melanjutkan aktivitasnya selama kendaraan berada dalam proses penanganan. Biaya perjalanan yang ditanggung melalui program ini maksimal Rp300.000, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Urutannya cukup jelas. Konsumen menghubungi GAC AION Roadside Assistance, lokasi kendaraan dikonfirmasi, mobil diderek ke dealer GAC AION terdekat, kemudian konsumen diantar menuju dealer dan selanjutnya dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan Grab.
Di sinilah program “Your Journey, Our Care” mengambil pendekatan yang berbeda. Bantuan tidak berhenti ketika kendaraan berhasil dievakuasi. GAC Indonesia memasukkan kebutuhan mobilitas pemilik ke dalam rangkaian penanganan kendaraan, sehingga konsumen tidak harus mencari sendiri transportasi setelah mobilnya masuk bengkel.
Kolaborasi dengan Grab juga membuat layanan tersebut tidak hanya berpusat pada jaringan bengkel atau dealer. GAC Indonesia mencoba menghubungkan roadside assistance, layanan dealer, dan transportasi online dalam satu rangkaian ketika konsumen menghadapi kendala di jalan.
Program ini berlaku untuk lini kendaraan listrik GAC yang dipasarkan di Indonesia, termasuk AION UT, AION V, AION Y Plus, dan HYPTEC HT. Dukungan tersebut menjadi bagian dari layanan kepemilikan yang disiapkan GAC Indonesia bersama jaringan dealer resmi GAC AION.
Bagi pemilik mobil listrik, skenario kendaraan harus diderek tentu bukan kondisi yang diharapkan. Namun ketika hal tersebut terjadi, persoalannya bukan hanya soal bagaimana kendaraan sampai ke bengkel. Waktu dan aktivitas pemilik juga ikut terdampak.
Melalui program ini, GAC Indonesia mencoba memotong persoalan tersebut dari sisi mobilitas. Mobil ditangani di dealer, sementara pemilik mendapat alternatif transportasi untuk tetap menjalankan aktivitas dengan dukungan biaya perjalanan hingga Rp300.000.
Program “Your Journey, Our Care” pada akhirnya menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik tidak berhenti pada jarak tempuh, teknologi baterai, fitur, atau harga kendaraan. Layanan setelah mobil meninggalkan showroom juga menjadi bagian yang harus diperhitungkan, terutama ketika konsumen menghadapi kondisi yang tidak direncanakan di perjalanan.
Lihat Selengkapnya
GIIAS Semarang 2026 Ditutup, 28.876 Pengunjung Ramaikan Pameran Otomotif Jawa Tengah07 Oct 2026
GIIAS Semarang 2026 Ditutup, 28.876 Pengunjung Ramaikan Pameran Otomotif Jawa Tengah07 Oct 2026
Semarang, Goodcar.id - GIIAS Semarang 2026 resmi berakhir setelah lima hari berlangsung di Jawa Tengah. Pameran otomotif yang digelar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut mencatat 28.876 pengunjung, sekaligus memperlihatkan semakin beragamnya merek kendaraan yang masuk ke pasar Jawa Tengah.
Jumlah pengunjung tersebut menjadi salah satu catatan utama dalam penyelenggaraan GIIAS Semarang 2026. Bukan hanya merek-merek yang sudah lama bermain di pasar otomotif Indonesia, pameran tahun ini juga diisi sejumlah merek baru yang membawa pilihan kendaraan dan teknologi berbeda.
GIIAS Semarang 2026 dibuka pada Rabu, 30 September 2026 oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang diwakili Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah Muhamad Masrofi. Pembukaan tersebut turut dihadiri jajaran GAIKINDO, Rektor UNDIP Suharnomo, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Maesa Soegriwo, serta Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja Jawa Tengah Hendriawanto.
Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika mengatakan respons masyarakat dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan GIIAS Semarang tahun ini.
“GIIAS Semarang 2026 berhasil membuktikan bahwa pasar otomotif di Jawa Tengah memiliki potensi yang sangat besar. Dukungan dari pemerintah daerah dan tingginya antusiasme masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan GIIAS Semarang tahun ini. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan teknologi baru, tetapi juga memberikan kontribusi dan dorongan nyata bagi pergerakan ekonomi nasional di akhir tahun,” ujar Putu Juli Ardika, Ketua Umum GAIKINDO.
Selama lima hari, GIIAS Semarang 2026 menghadirkan 19 merek kendaraan bermotor. Dari jumlah tersebut, 18 merupakan merek kendaraan penumpang, sedangkan satu merek berasal dari kategori sepeda motor.
Merek kendaraan penumpang yang tampil terdiri dari BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, Honda, Jetour, KIA, Leapmotor, Mazda, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, VinFast, dan Wuling. Sementara kategori sepeda motor diwakili Polytron.
Komposisi tersebut memperlihatkan persaingan pasar otomotif yang semakin ramai, khususnya dengan masuknya sejumlah merek baru ke pameran. GAIKINDO mencatat ada lima merek baru yang ikut serta, sementara tiga merek lainnya kembali bergabung dalam GIIAS Semarang 2026.
Kehadiran merek kendaraan tersebut juga dilengkapi 22 merek dari industri pendukung otomotif. Mereka membawa berbagai produk yang berkaitan dengan kebutuhan kendaraan dan aftermarket sehingga area pameran tidak hanya berisi mobil dan sepeda motor.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO Anton Kumonty mengatakan keberagaman merek dan teknologi menjadi salah satu daya tarik utama GIIAS Semarang 2026.
“Jajaran merek yang semakin lengkap dengan hadirnya berbagai merek kendaraan baru yang membawa inovasi dan teknologi terkini, serta beragam program interaktif, sukses meramaikan gelaran GIIAS Semarang 2026. Hal ini dibuktikan dengan total kehadiran 28.876 pengunjung sepanjang pameran berlangsung,” ujar Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO.
Buat industri otomotif, angka kunjungan tersebut juga menjadi gambaran mengenai respons pasar Jawa Tengah terhadap perkembangan pilihan kendaraan yang semakin luas. Pengunjung tidak hanya bertemu dengan produk dari merek-merek yang sudah familiar, tetapi juga bisa melihat langsung sejumlah pendatang baru yang mulai memperluas jaringan di Indonesia.
Penyelenggaraan GIIAS Semarang 2026 turut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor. Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Finance (TAF) hadir sebagai Platinum Financial Partner, sementara Kopi Kenangan juga menjadi bagian dari pendukung pameran.
GIIAS Semarang 2026 menjadi bagian dari rangkaian GIIAS The Series yang sepanjang 2026 digelar di sejumlah kota. Sebelumnya, rangkaian tersebut telah hadir di ICE BSD Tangerang, Surabaya, dan Bandung sebelum berlanjut ke Semarang.
Namun perjalanan GIIAS The Series 2026 belum selesai. Setelah Semarang, GAIKINDO akan membawa pameran otomotif tersebut ke Makassar pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.
Rangkaian GIIAS kemudian akan memasuki wilayah baru pada awal 2027. GIIAS Bali dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali.
Kehadiran GIIAS Bali akan menjadi tambahan destinasi baru dalam rangkaian pameran otomotif GAIKINDO. Dengan begitu, setelah Jawa dan sejumlah kota besar lainnya, jangkauan pameran akan semakin bergerak ke wilayah Indonesia bagian timur.
Lihat Selengkapnya
Harga Tiket GIIAS Semarang 2026 Cuma Rp15 Ribu Bisa Dapat 2, Catat Tanggalnya18 Sep 2026
Harga Tiket GIIAS Semarang 2026 Cuma Rp15 Ribu Bisa Dapat 2, Catat Tanggalnya18 Sep 2026
SEMARANG, Goodcar.id – Buat yang sudah memasukkan GIIAS Semarang 2026 ke agenda akhir bulan, ada satu tanggal yang jangan sampai lewat: 18 September 2026. Bukan tanggal pembukaan pameran, melainkan batas akhir promo tiket presale yang menawarkan skema Buy 1 Get 1 seharga Rp15.000.
Artinya, dengan Rp15.000, pengunjung bisa mendapatkan dua tiket untuk datang ke GIIAS Semarang 2026. Promo ini berlaku untuk kunjungan weekdays maupun weekend dan pembeliannya dilakukan secara online melalui aplikasi Auto360. Periode presale tersebut berlangsung 16–18 September 2026.
Setelah periode presale berakhir, harga tiket yang perlu disiapkan pengunjung berbeda ketika membeli langsung di lokasi pameran. Tiket on-the-spot dibanderol Rp20.000 untuk weekdays dan Rp30.000 untuk weekend. Jadi, bagi calon pengunjung yang memang sudah menentukan jadwal datang, membeli tiket selama periode presale menjadi pilihan yang paling murah secara nominal.
GIIAS Semarang 2026 sendiri baru akan dibuka untuk umum pada 30 September hingga 4 Oktober 2026. Lokasinya berada di Muladi Dome Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima GIIAS Semarang sekaligus bagian dari rangkaian GIIAS The Series 2026 setelah sebelumnya berlangsung di Tangerang, Surabaya, dan Bandung.
Jadi, ada perbedaan waktu yang perlu diperhatikan. Promo Rp15.000 berlangsung pada 16–18 September, sementara pamerannya baru berlangsung hampir dua pekan kemudian. Pengunjung tetap perlu menentukan tanggal kunjungan ketika melakukan pembelian tiket melalui Auto360.
Harga Tiket GIIAS Semarang 2026
Untuk memudahkan, berikut harga tiket GIIAS Semarang 2026 yang sudah diumumkan penyelenggara:
Jenis pembelian
Weekdays
Weekend
Presale Auto360, Buy 1 Get 1
Rp15.000 untuk 2 tiket
Rp15.000 untuk 2 tiket
On-the-spot
Rp20.000
Rp30.000
Harga presale Rp15.000 tersebut merupakan promo khusus periode 16–18 September 2026, sehingga calon pengunjung yang baru membeli setelah periode tersebut perlu memperhatikan harga tiket yang tersedia saat pembelian.
GIIAS Semarang 2026 Bawa 19 Merek
Harga tiket yang relatif terjangkau bukan satu-satunya alasan GIIAS Semarang 2026 menarik perhatian. Tahun ini penyelenggara membawa 19 merek kendaraan global, terdiri dari 18 merek kendaraan penumpang dan satu merek sepeda motor.
Merek kendaraan penumpang yang akan hadir adalah BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, Honda, Jetour, KIA, Leap Motor, Mazda, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, Vinfast, dan Wuling. Sementara kategori sepeda motor diwakili oleh Polytron.
Ada tujuh merek yang menjadi nama baru atau kembali hadir dalam penyelenggaraan GIIAS Semarang, yakni Changan, Geely, Jetour, KIA, Leap Motor, Omoda Jaecoo, dan Polytron. Kehadiran nama-nama tersebut membuat pilihan kendaraan yang bisa dilihat langsung masyarakat Jawa Tengah semakin beragam.
Bagi pengunjung, format pameran seperti ini memberi kesempatan untuk melihat langsung kendaraan yang sebelumnya hanya muncul di pemberitaan atau media sosial. Apalagi sejumlah merek yang tampil di Semarang juga telah lebih dulu mengikuti rangkaian GIIAS di kota lain sepanjang 2026.
Di balik penyelenggaraan GIIAS Semarang, ada alasan pasar yang membuat Jawa Tengah kembali masuk dalam agenda GAIKINDO.
Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi besar bagi perkembangan industri otomotif nasional. Berdasarkan data penjualan nasional hingga April 2026, Jawa Tengah mencatat penjualan sebanyak 14.195 unit atau sekitar 5,1 persen dari total penjualan kendaraan secara nasional.
“Jawa Tengah memiliki peluang yang sangat besar bagi industri otomotif nasional. Data penjualan nasional menunjukkan bahwa hingga April 2026, Jawa Tengah berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 14.195 unit, atau menyumbang sekitar 5,1% dari total penjualan kendaraan secara nasional,” ujar Kukuh.
Menurut Kukuh, potensi tersebut juga berjalan beriringan dengan perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah. Salah satu indikator yang disebut adalah masuknya investasi sekitar Rp15 triliun ke Kawasan Industri Seafer (KIS) di Kabupaten Kendal.
Investasi tersebut mencakup pengembangan komponen yang berkaitan dengan kendaraan listrik, mulai dari baterai, ban, hingga suku cadang untuk kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.
“Kuatnya potensi pasar di daerah ini ditambah dengan dukungan investor dalam mendukung perkembangan industri otomotif, khususnya kendaraan listrik di wilayah Kabupaten Kendal menjadi bukti tingginya minat dan daya beli masyarakat Jawa Tengah,” tambah Kukuh.
Jangan Salah Hitung Tanggalnya
Kalau tujuan datang ke GIIAS Semarang 2026 adalah melihat mobil baru, mencari informasi sebelum membeli kendaraan, atau sekadar menikmati pameran otomotif, tanggalnya sudah jelas.
GIIAS Semarang 2026 berlangsung 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome UNDIP, Semarang.
Sementara untuk tiket, 18 September 2026 menjadi hari terakhir promo Buy 1 Get 1 Rp15.000 melalui Auto360. Setelah periode tersebut, calon pengunjung perlu melihat harga tiket yang tersedia pada periode pembelian berikutnya. Untuk pembelian langsung di lokasi, harga yang diumumkan adalah Rp20.000 pada weekdays dan Rp30.000 pada weekend.
Setelah Semarang, rangkaian GIIAS The Series 2026 akan berlanjut ke Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar. GAIKINDO juga telah menjadwalkan GIIAS Bali pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur sebagai kota baru dalam perluasan rangkaian pameran.
Lihat Selengkapnya
GAC Jadi Produsen Otomotif Tiongkok Pertama dengan Wind Tunnel Berstandar EU WLTP14 Sep 2026
GAC Jadi Produsen Otomotif Tiongkok Pertama dengan Wind Tunnel Berstandar EU WLTP14 Sep 2026
JAKARTA, GoodCar.id – GAC Group terus memperkuat kemampuan riset dan pengembangan kendaraan di tingkat global. Terbaru, GAC Wind Tunnel Laboratory resmi memperoleh EU WLTP Witness Testing Laboratory Qualification Recognition dari TÜV SÜD, perusahaan independen yang bergerak di bidang pengujian dan sertifikasi.
Pencapaian tersebut membuat GAC Wind Tunnel Laboratory menjadi laboratorium terowongan angin pertama yang dioperasikan produsen otomotif asal Tiongkok dan memperoleh pengakuan kualifikasi pengujian EU WLTP dari TÜV SÜD.
Pengakuan ini menjadi bagian penting dari upaya GAC memperkuat proses pengembangan kendaraan, terutama untuk memenuhi standar dan kebutuhan pasar internasional. Evaluasi dilakukan terhadap fasilitas, peralatan, kemampuan teknis, hingga sistem manajemen kualitas laboratorium.
GAC Wind Tunnel Lolos Standar Pengujian EU WLTP
Dalam proses evaluasinya, GAC Wind Tunnel Laboratory dinyatakan memenuhi persyaratan pengujian terowongan angin berdasarkan Regulation (EU) 2023/443.
Melalui kualifikasi tersebut, fasilitas milik GAC kini memiliki kemampuan melakukan pengukuran road load menggunakan metode pengujian terowongan angin. Data dari skema witness testing ini dapat digunakan untuk mendukung proses pengajuan EU type approval bagi kendaraan yang akan dipasarkan di Eropa.
Bagi GAC, kemampuan tersebut memungkinkan perusahaan melakukan pengukuran road load secara lebih mandiri pada kendaraan yang dikembangkan untuk pasar global. Pengujian dapat mencakup berbagai model dari lini GAC Trumpchi, GAC AION, hingga GAC HYPTEC.
“Pengakuan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kapabilitas teknis dan tingkat manajemen GAC Wind Tunnel Laboratory, tetapi juga menjadi bukti dari kerja sama erat kami dengan TÜV SÜD. Pengakuan ini akan memberikan dukungan kuat terhadap pengembangan riset dan pengembangan mandiri GAC serta ekspansi global dari berbagai brand GAC,” ujar Chen Long, Director of the Test and Verification Department of GAC Group's Vehicle Development Research Institute.
Apa Itu WLTP dan Road Load?
Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure atau WLTP merupakan prosedur pengujian yang digunakan dalam proses persetujuan tipe kendaraan ringan di Uni Eropa. Pengujian tersebut antara lain berkaitan dengan konsumsi energi, emisi, serta jarak tempuh kendaraan.
Salah satu bagian penting dalam proses pengujian adalah road load, yakni berbagai hambatan yang harus diatasi kendaraan ketika bergerak. Faktor tersebut dapat mencakup hambatan aerodinamika, hambatan gulir, hingga hambatan pada sistem penggerak.
Data road load kemudian menjadi salah satu dasar bagi pengembangan kendaraan agar dapat bekerja lebih efisien. Bagi kendaraan listrik, aspek ini semakin penting karena berhubungan langsung dengan penggunaan energi dan potensi jarak tempuh.
Wind Tunnel GAC Dikembangkan Selama Delapan Tahun
GAC Wind Tunnel Laboratory bukan fasilitas yang dibangun dalam waktu singkat. Pengembangannya berlangsung sekitar delapan tahun dengan luas fasilitas mencapai kurang lebih 4.500 meter persegi.
Laboratorium tersebut merupakan full vehicle wind tunnel yang mengintegrasikan pengujian aerodinamika, aeroakustik, dan termodinamika dalam satu lingkungan pengujian.
Salah satu perangkat utama yang digunakan adalah sistem kipas berdiameter 8,5 meter. Sistem tersebut mampu menghasilkan aliran udara hingga 200±0,5 km/jam. GAC juga membekali fasilitas dengan force balance beresolusi ±0,05 N serta 48-inch all wheel drive dual-motor chassis dynamometer.
Kombinasi perangkat tersebut memungkinkan tim R&D GAC melakukan pengujian secara lebih terkontrol terhadap berbagai karakteristik kendaraan, mulai dari hambatan aerodinamika dan hambatan gulir hingga performa sistem penggerak.
Sejak mulai beroperasi pada Mei 2024, GAC Wind Tunnel Laboratory telah digunakan untuk menguji kendaraan produksi maupun model yang masih berada dalam tahap pengembangan. Beberapa model yang telah menjalani pengujian antara lain AION i60, AION N60, HYPTEC HL, HYPTEC A800, dan HYPTEC S600.
Aerodinamika Berpengaruh pada Jarak Tempuh Mobil Listrik
Pengembangan aerodinamika memiliki peran semakin besar pada kendaraan listrik. Salah satu alasannya karena hambatan udara berpengaruh terhadap kebutuhan energi kendaraan ketika melaju.
Berdasarkan data GAC, setiap penurunan 0,01 pada koefisien hambatan udara atau drag coefficient berpotensi meningkatkan jarak tempuh kendaraan sekitar 5–10 kilometer, tergantung kondisi dan konfigurasi kendaraan.
Dengan lingkungan pengujian yang tertutup dan terkontrol, tim R&D dapat menganalisis karakteristik kendaraan secara lebih presisi. Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk mengoptimalkan desain, efisiensi, serta performa kendaraan.
“Bagi kami di Indonesia, pencapaian ini menunjukkan bahwa produk-produk GAC dikembangkan dengan dukungan kapabilitas riset dan pengujian yang terus berkembang di tingkat global. Hal ini menjadi fondasi penting bagi GAC dalam menghadirkan kendaraan dengan teknologi, kualitas, dan efisiensi yang dapat memberikan kepercayaan serta kenyamanan bagi konsumen Indonesia,” ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.
Dukungan Teknologi Global untuk Pasar Indonesia
Penguatan kemampuan R&D tersebut turut mendukung perkembangan portofolio kendaraan GAC di Indonesia. Saat ini, GAC Indonesia menghadirkan sejumlah kendaraan listrik seperti AION V, AION UT, dan HYPTEC HT yang menyasar kebutuhan konsumen dari segmen keluarga hingga premium.
Dengan fasilitas pengujian yang semakin lengkap, GAC berupaya membangun proses pengembangan kendaraan yang lebih terintegrasi, mulai dari riset, pengujian, validasi, hingga pemenuhan persyaratan berbagai pasar internasional.
Bagi konsumen Indonesia, penguatan kapabilitas tersebut menjadi bagian dari fondasi pengembangan produk yang mengedepankan teknologi dan standar global, sekaligus tetap memperhatikan kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Pengakuan EU WLTP terhadap GAC Wind Tunnel Laboratory pada akhirnya bukan sekadar pencapaian fasilitas R&D. Langkah tersebut menunjukkan ambisi GAC untuk memperkuat kemampuan pengembangan kendaraan secara mandiri sekaligus memperluas daya saing produknya di pasar global, termasuk Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.