Beranda / Mobil Baru / Katalog / Toyota Kijang Innova Reborn

Toyota Kijang Innova Reborn

Rp 389 Juta - Rp 437 Juta
Kapasitas Mesin
1,999 CC
Mesin
2.0L Petrol Engine, In-Line 4 Cylinder 16 Valve DOHC
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
7
Tipe Kendaraan
Toyota Kijang Innova Reborn 2.0 G M-T Bensin
Rp 389 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 G M-T Diesel
Rp 416 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 G A-T Diesel
Rp 437 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Toyota Kijang Innova Reborn 2.0 G M-T Bensin
Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 G M-T Diesel
Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 G A-T Diesel
Kapasitas Mesin
1,999 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
2.0L Petrol Engine, In-Line 4 Cylinder 16 Valve DOHC
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
7
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

TOYOTA KIJANG INNOVA REBORN
Artikel Terkait
Lihat Semua
Veloz Hybrid EV Tembus 3.000 Km, MPV Hybrid Toyota Masuki Sumatera
29 Dec 2025
Veloz Hybrid EV Tembus 3.000 Km, MPV Hybrid Toyota Masuki Sumatera 29 Dec 2025 Lampung, Goodcar.id - Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 resmi memasuki Pulau Sumatera setelah mencatat jarak tempuh lebih dari 3.000 kilometer. Perjalanan ini menjadi bukti konkret kesiapan MPV hybrid Toyota untuk digunakan di kondisi jalan Indonesia yang beragam, sekaligus memperkuat posisi Veloz Hybrid EV sebagai mobil keluarga elektrifikasi yang aplikatif. Diberangkatkan dari Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 2 Desember 2025, satu unit Veloz Hybrid EV dikendarai secara estafet oleh jurnalis media nasional. Dalam waktu sekitar 20 hari, mobil hybrid Toyota ini telah melintasi enam provinsi dan lebih dari 20 kota, menjadikannya pengujian jarak jauh yang relevan bagi konsumen. Toyota menjadikan ekspedisi Veloz Hybrid EV sebagai ajang pembuktian performa dan efisiensi MPV hybrid dalam penggunaan sehari-hari. Beragam kondisi jalan—mulai dari tanjakan, lalu lintas padat, hingga rute antarkota—dilalui tanpa kompromi berarti pada kenyamanan. Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menegaskan bahwa mobil hybrid Toyota ini dirancang untuk penggunaan luas, bukan sekadar uji teknologi. “Sepanjang perjalanan, Veloz Hybrid EV membuktikan performa andal, efisiensi maksimal, serta kenyamanan berkendara yang konsisten. Ini adalah Hybrid EV untuk semua, yang siap digunakan di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Jap. Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa Veloz Hybrid EV bukan sekadar model baru, melainkan evolusi MPV keluarga Toyota di era elektrifikasi. Rute Sumatera Uji Konsumsi BBM Veloz Hybrid EV Memasuki Sumatera, Veloz Hybrid EV Lintas Nusa akan melintasi Lampung, Palembang, Jambi, Padang, Bukittinggi, Pekanbaru, Danau Toba, hingga Medan. Rute ini dikenal menantang, dengan kombinasi jalan tol, jalur lintas barat, serta medan berbukit. Dalam konteks ini, konsumsi BBM Veloz Hybrid EV menjadi sorotan utama. Sistem hybrid Toyota memungkinkan mobil beroperasi lebih efisien di kondisi stop-and-go maupun perjalanan jarak jauh, menjaga konsumsi bahan bakar tetap rasional tanpa mengorbankan performa dasar MPV. Selain menguji kendaraan, ekspedisi Veloz Hybrid EV juga menjadi sarana Toyota membangun kedekatan dengan komunitas. Sepanjang perjalanan, Toyota menyapa Toyota Owners Club (TOC) dan Velozity, komunitas resmi pengguna Toyota Veloz. Di Pulau Jawa, lebih dari 100 pengguna terlibat dalam diskusi langsung seputar pengalaman berkendara, termasuk efisiensi dan kenyamanan mobil hybrid Toyota ini. Rangkaian tersebut akan berlanjut dengan menyapa komunitas Velozity di empat kota di Sumatera. Toyota Dengarkan Masukan Pengguna Veloz Hybrid EV Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide, menegaskan bahwa Veloz Hybrid EV Lintas Nusa bukan sekadar roadshow produk. “Kami ingin mendengar langsung pengalaman pelanggan agar Veloz Hybrid EV benar-benar relevan sebagai MPV hybrid keluarga Indonesia, baik dari sisi efisiensi, kenyamanan, maupun kepraktisan,” jelas Oide. Pendekatan ini memperlihatkan strategi Toyota dalam mengembangkan mobil hybrid Toyota berdasarkan masukan pengguna di lapangan. Veloz Hybrid EV Harga di Bawah Rp300 Juta Sebagai MPV hybrid produksi lokal, Veloz Hybrid EV melakukan world premiere di Indonesia pada November 2025. Kehadirannya memperluas akses teknologi hybrid ke segmen MPV keluarga yang selama ini didominasi mesin konvensional. Untuk pasar Indonesia, Veloz Hybrid EV harga ditetapkan Rp299 juta untuk varian V Grade, khusus pemesanan hingga 31 Desember 2025. Banderol ini menempatkan Veloz Hybrid EV sebagai salah satu mobil hybrid Toyota paling terjangkau di kelasnya. Dengan jarak tempuh ribuan kilometer yang telah dicapai, efisiensi konsumsi BBM Veloz Hybrid EV yang konsisten, serta harga yang relatif kompetitif, ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 memperlihatkan bahwa MPV hybrid kini bukan lagi konsep masa depan, melainkan solusi mobilitas yang siap digunakan hari ini. Lihat Selengkapnya
20 Mobil Terlaris Indonesia November 2025, Listrik China Melejit, Jepang Masih Dipercaya
15 Dec 2025
20 Mobil Terlaris Indonesia November 2025, Listrik China Melejit, Jepang Masih Dipercaya 15 Dec 2025 Jakrta, Goodcar.id - Data dari GAIKINDO untuk November 2025 menyebutkan jika BYD Atto memimpin daftar mobil terlaris nasional dengan penjualan 8.333 unit. BYD jelas berhasil memanfaatkan momentum insentif, tren elektrifikasi, dan rasa ingin tahu konsumen. Namun, jika tren ini dibaca lebih dalam, ceritanya tidak sesederhana “mobil China mengalahkan mobil Jepang”. Terbukti dari data, setelah BYD Atto 1, pasar justru kembali dikuasai mobil-mobil Jepang yang sudah lama hidup dan tumbuh bersama konsumen Indonesia. Jepang Masih Pegang Fondasi Pasar Misalnya, di posisi kedua, Toyota Avanza mencatat 3.912 unit. Disusul Toyota Calya (3.122 unit) dan Toyota Rush (2.597 unit). Angka-angka ini menunjukkan masyarakat masih belum sepenuhnya percaya EV dan masih memilih merek yang terbukti awet, mudah dirawat, dan punya jaringan luas. Toyota Kijang Innova Zenix juga tetap kuat dengan 2.508 unit, sementara Innova Reborn membukukan 1.967 unit. Di segmen bawah, Daihatsu Sigra (2.105 unit) dan Honda Brio (1.839 unit) masih menjadi tulang punggung volume. Ini segmen yang paling sensitif terhadap biaya kepemilikan, dan di sinilah merek Jepang masih unggul telak. Toyota Agya (1.416 unit) dan Suzuki Fronx (1.412 unit) juga tampil seimbang. Suzuki Fronx memang pendatang baru, tapi tetap membawa nama besar Jepang yang bisa jadi membuat konsumen lebih tenang saat mengambil keputusan. Lanjut, Mitsubishi menempatkan Destinator (1.814 unit), Xpander (1.427 unit), dan Xpander Cross (720 unit) di daftar ini. Tidak ada lonjakan ekstrem, tapi terlihat stabil pada segen ini. Di segmen big SUV, Toyota Fortuner (917 unit) dan Mitsubishi Pajero Sport (912 unit) kembali beradu tipis. Selain BYD Atto, hanya Jaecoo J5 EV yang masuk 20 besar dengan 653 unit. Angka ini layak diapresiasi, namun juga menunjukkan bahwa dominasi mobil China masih terbatas. Konsumen boleh tertarik, tapi kepercayaan jangka panjang belum sepenuhnya terbentuk. Singkatnya, pasar otomotif Indonesia mulai terbuka pada hal baru, tapi kepercayaan tidak dibangun dalam semalam. Dan untuk saat ini, faktanya brand-brand Jepang masih memegang kunci kepercayaan itu. 20 Mobil Terlaris di Indonesia November 2025 (Non-Komersial) BYD ATTO 14 – 8.333 unit Toyota Avanza – 3.912 unit Toyota Calya – 3.122 unit Toyota Rush – 2.597 unit Toyota Innova Zenix – 2.508 unit Daihatsu Sigra – 2.105 unit Toyota Innova – 1.967 unit Honda Brio – 1.839 unit Mitsubishi Destinator – 1.814 unit Mitsubishi Xpander – 1.427 unit Toyota Agya – 1.416 unit Suzuki Fronx – 1.412 unit Daihatsu Terios – 979 unit Toyota Raize – 938 unit Toyota Fortuner – 917 unit Mitsubishi Pajero Sport – 912 unit Suzuki XL7 – 865 unit Mitsubishi Xpander Cross – 720 unit Jaecoo J5 EV – 653 unit Honda HR-V – 609 unit Lihat Selengkapnya
Menanti Mobil Terbaik Versi FORWOT Car of The Year 2025
14 Dec 2025
Menanti Mobil Terbaik Versi FORWOT Car of The Year 2025 14 Dec 2025 Jakarta, GoodCar.id - Melibatkan lebih dari 50 model kendaraan dari berbagai segmen yang telah resmi dipasarkan di Indonesia, ajang ini akan mempertemukan para peserta untuk bersaing dalam lima kategori utama. Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) kembali menggelar FORWOT Car of The Year (FCY) 2025, dengan malam penganugerahan yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Desember 2025 di Live House, Kemang, Jakarta Selatan. FCY 2025 menjadi bentuk apresiasi jurnalis otomotif terhadap kendaraan-kendaraan terbaik yang dihadirkan pabrikan untuk konsumen Tanah Air. Melalui ajang ini, FORWOT juga berharap dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional ke arah yang lebih positif. “FCY merupakan event flagship tahunan yang bertujuan memilih mobil terbaik dalam periode satu tahun sesuai ketentuan yang berlaku. Proses penjurian dilakukan secara independen oleh puluhan juri yang berasal dari jurnalis otomotif berpengalaman,” ujar Ketua Umum FORWOT, Arie Prasetya. Pada penyelenggaraan tahun ini, FCY 2025 menghadirkan lima kategori utama, yakni The Best of Internal Combustion Engine (ICE), The Best of Hybrid, The Best of Plug-in Hybrid EV, The Best of EV, serta satu penghargaan tertinggi Best of The Best yang dipilih dari seluruh nominasi. Project Leader FCY 2025, Audi Surya, menjelaskan bahwa proses penjurian diawali dengan pengelompokan kendaraan berdasarkan teknologi powertrain atau sistem penggerak. “Klasifikasi ini kami lakukan seiring dengan berkembangnya tren kendaraan yang semakin beragam di pasar. Konsumen kini memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan aktivitas mereka, sehingga pembagian berdasarkan teknologi mesin dinilai paling relevan dan mencerminkan kondisi pasar otomotif Indonesia saat ini,” jelas Audi. Penilaian FCY 2025 mencakup kendaraan-kendaraan baru yang dirilis dalam periode Juli 2024 hingga Juli 2025. Tercatat sebanyak 50 model kendaraan dari puluhan merek otomotif telah memenuhi syarat, yakni telah dipasarkan secara resmi, memiliki harga resmi, serta telah dikirimkan kepada konsumen di Indonesia. Berdasarkan pengelompokan powertrain, nominasi FCY 2025 dibagi ke dalam beberapa kategori. Kategori Internal Combustion Engine (ICE) : BAIC BJ30 Chery Tiggo Cross Ford Everest Sport GWM Tank 300 Diesel Hyundai Creta Hyundai Stargazer Cartenz Hyundai Venue Mercedes-Benz G500 Mitsubishi Destinator Mazda CX-60 Sport Suzuki Fronx Toyota Hilux Rangga Kategori Hybrid dan Mild Hybrid (HEV) : Honda Accord HEV Honda HR-V HEV Honda StepWGN Kia Carnival Hybrid Lexus LX700 HEV Mazda CX-60 Sport Mercedes-Benz G500 Hyundai Palisade HEV terbaru Hyundai Tucson HEV terbaru Nissan Serena e-Power Nissan X-Trail e-Power Suzuki Fronx Hybrid Toyota Alphard HEV Toyota Camry HEV Toyota Corolla HEV Toyota Vellfire HEV Kategori Plug-in Hybrid EV (PHEV) : Chery Tiggo 9 CSH Chery Tiggo 8 CSH Jaecoo J7 SHS Jaecoo J8 ARDIS SHS Lexus NX450h+ Mazda CX-80 PHEV Volvo XC90 Recharge Kategori Battery Electric Vehicle (BEV) : AION Hyptec HT AION V Aletra L8 BMW iX BYD Atto 1 BYD M6 BYD Sealion 7 Chery J6 EV Denza D9 DFSK Seres E3 Geely EX5 GWM ORA 03 Hyundai Kona EV JAC N35 EV Kia EV9 MINI Aceman EV Polytron G3+ VinFast VF3, VF6, VF7 Volkswagen ID.Buzz Wuling Mitra EV Xpeng G6 Xpeng X9 Selain kategori utama, FCY 2025 juga menghadirkan sejumlah penghargaan khusus yang ditujukan bagi kendaraan maupun pabrikan otomotif yang aktif di Indonesia. Penghargaan tersebut meliputi Best Design, Best Value for Money, Best Aftersales, Best Feature, hingga Best Public Relation. Seluruh pemenang akan diumumkan bersamaan pada malam penganugerahan FCY 2025. Ajang FCY 2025 turut didukung oleh berbagai sponsor, antara lain Pertamina Lubricants, ASC, Bridgestone Indonesia, Cargloss, Dyandra Promosindo, Zurich, serta Seven Event. Konsistensi FORWOT dalam menyelenggarakan FCY setiap tahun menjadi kontribusi nyata dalam mendorong perkembangan industri otomotif nasional, sekaligus memberikan referensi yang objektif bagi masyarakat Indonesia dalam memilih kendaraan. Lihat Selengkapnya
Toyota Gazoo Racing Rilis GR GT dan GR GT3, Intip Spesifikasinya
07 Dec 2025
Toyota Gazoo Racing Rilis GR GT dan GR GT3, Intip Spesifikasinya 07 Dec 2025 Jakarta, GoodCar.id - Toyota Gazoo Racing (TGR) resmi memperkenalkan dua model terbarunya GR GT dan GR GT3 dengan menampilkan prototipe yang masih dalam tahap pengembangan untuk pertama kalinya. Kedua model ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara maksimal melalui tiga pilar utama: pusat gravitasi serendah mungkin, bobot ringan dengan rigiditas tinggi, serta efisiensi aerodinamika tingkat lanjut. GR GT tampil sebagai mobil sport flagship baru yang legal di jalan raya, namun dikembangkan dengan filosofi mobil balap sepenuhnya. Sementara itu, GR GT3 merupakan mobil balap berstandar FIA GT3 yang ditujukan bagi pelanggan yang benar-benar ingin meraih kemenangan. Baik GR GT maupun GR GT3 mengadopsi teknologi dan metode manufaktur baru, termasuk rangka bodi full-aluminum pertama Toyota, serta mesin V8 4.0-liter twin-turbo yang juga digunakan di kedua model. Perkembangan keduanya dilakukan dengan pendekatan “one-team” yang dipimpin langsung oleh Ketua Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda (Master Driver Morizo), bersama para pembalap profesional Tatsuya Kataoka, Hiroaki Ishiura, Naoya Gamou, “gentleman driver” Daisuke Toyoda, serta para engineer dan evaluator internal. GR GT dikembangkan dengan konsep “driver-first”, memastikan mobil mampu menjawab kebutuhan pengemudi secara langsung, sementara GR GT3 mengikuti prinsip yang sama dalam format mobil balap murni. TGR menempatkan dua model ini sebagai penerus semangat Toyota 2000GT dan Lexus LFA. Salah satu misinya adalah mewariskan “secret sauce of car-making” sebagai “Shikinen Sengu Toyota” tradisi meneruskan pengetahuan teknis lintas generasi. Proses pengembangannya melibatkan transfer keahlian dari para veteran LFA kepada generasi insinyur baru, serta adopsi teknologi yang belum pernah digunakan Toyota sebelumnya. Pusat gravitasi ultra-rendah & paket powertrain baru GR GT dikembangkan sebagai road-legal race car yang mengutamakan rasa menyatu antara mobil dan pengemudi. Mobil ini menggabungkan mesin baru V8 4.0L twin-turbo dengan motor listrik dalam sistem hybrid bertenaga lebih dari 650 PS dan 850 Nm (target pengembangan). Untuk mencapai pusat gravitasi serendah mungkin, Toyota menurunkan tinggi keseluruhan mobil dan posisi duduk pengemudi, menggunakan layout FR (front-engine, rear-wheel drive), dry-sump, serta transaxle belakang. Hasilnya, pusat gravitasi mobil dan pengemudi dibuat hampir sejajar, meningkatkan kontrol dan rasa menyatu di tikungan. Rangka aluminium pertama Toyota & fokus aerodinamika Mengutamakan bobot ringan, Toyota untuk pertama kalinya menggunakan rangka aluminium penuh, dipadukan dengan panel bodi CFRP dan plastik. Untuk desain eksterior, TGR menggunakan pendekatan terbalik: aerodinamika ditentukan lebih dulu, baru desain visual menyusul. Kolaborasi rapat antara engineer aerodinamika—termasuk dari program FIA WEC—dan desainer menghasilkan bentuk yang efisien sekaligus agresif. Interiornya dirancang tanpa kompromi dengan prioritas pada posisi duduk ideal, visibilitas maksimal, serta tata letak tombol yang intuitif untuk pengemudi profesional maupun pengguna harian. Indikator seperti shift-up dan gear selection dikembangkan melalui proses trial-and-error agar tetap mudah terbaca saat berkendara di sirkuit. Sebagai pengembangan dari GR GT, GR GT3 membawa pilar yang sama: pusat gravitasi rendah, bobot ringan, dan aerodinamika optimal. Mobil ini sepenuhnya sesuai regulasi FIA GT3 dan ditujukan menjadi mobil yang “dipilih oleh mereka yang ingin menang, namun tetap mudah dikendarai siapa saja”. TGR juga menyiapkan sistem dukungan pelanggan untuk tim dan pembalap privateer. Teknologi, simulasi, dan pengujian ekstrem Pengembangan kedua mobil dilakukan dengan metode motorsport modern, termasuk simulasi berkendara dan uji komponen sistem penuh lewat system bench. Pengujian nyata dilakukan di berbagai lokasi seperti Toyota Technical Center Shimoyama, Fuji Speedway, hingga Nürburgring, termasuk pengujian jalan raya untuk memastikan mobil tetap nyaman digunakan harian. Seperti model GR lainnya, GR GT dan GR GT3 terus diuji, dipaksa hingga batasnya, dan diperbaiki. Rencananya kedua model akan diluncurkan sekitar 2027, dengan detail tambahan yang akan diumumkan kemudian. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.