Beranda / Mobil Baru / Katalog / Vinfast VF 6

Vinfast VF 6

Rp 384 Juta
Jarak Tempuh
175 KM
Mesin
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
2 Pilihan Warna
Tipe Kendaraan
Vinfast VF 6 Crossover
Rp 384 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Vinfast VF 6 Crossover
Jarak Tempuh
175 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

VINFAST VF 6
Artikel Terkait
Lihat Semua
GIIAS Semarang 2026 Ditutup, 28.876 Pengunjung Ramaikan Pameran Otomotif Jawa Tengah
07 Oct 2026
GIIAS Semarang 2026 Ditutup, 28.876 Pengunjung Ramaikan Pameran Otomotif Jawa Tengah 07 Oct 2026 Semarang, Goodcar.id - GIIAS Semarang 2026 resmi berakhir setelah lima hari berlangsung di Jawa Tengah. Pameran otomotif yang digelar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut mencatat 28.876 pengunjung, sekaligus memperlihatkan semakin beragamnya merek kendaraan yang masuk ke pasar Jawa Tengah. Jumlah pengunjung tersebut menjadi salah satu catatan utama dalam penyelenggaraan GIIAS Semarang 2026. Bukan hanya merek-merek yang sudah lama bermain di pasar otomotif Indonesia, pameran tahun ini juga diisi sejumlah merek baru yang membawa pilihan kendaraan dan teknologi berbeda. GIIAS Semarang 2026 dibuka pada Rabu, 30 September 2026 oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang diwakili Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah Muhamad Masrofi. Pembukaan tersebut turut dihadiri jajaran GAIKINDO, Rektor UNDIP Suharnomo, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Maesa Soegriwo, serta Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja Jawa Tengah Hendriawanto. Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika mengatakan respons masyarakat dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan GIIAS Semarang tahun ini. “GIIAS Semarang 2026 berhasil membuktikan bahwa pasar otomotif di Jawa Tengah memiliki potensi yang sangat besar. Dukungan dari pemerintah daerah dan tingginya antusiasme masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan GIIAS Semarang tahun ini. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan teknologi baru, tetapi juga memberikan kontribusi dan dorongan nyata bagi pergerakan ekonomi nasional di akhir tahun,” ujar Putu Juli Ardika, Ketua Umum GAIKINDO. Selama lima hari, GIIAS Semarang 2026 menghadirkan 19 merek kendaraan bermotor. Dari jumlah tersebut, 18 merupakan merek kendaraan penumpang, sedangkan satu merek berasal dari kategori sepeda motor. Merek kendaraan penumpang yang tampil terdiri dari BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, Honda, Jetour, KIA, Leapmotor, Mazda, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, VinFast, dan Wuling. Sementara kategori sepeda motor diwakili Polytron. Komposisi tersebut memperlihatkan persaingan pasar otomotif yang semakin ramai, khususnya dengan masuknya sejumlah merek baru ke pameran. GAIKINDO mencatat ada lima merek baru yang ikut serta, sementara tiga merek lainnya kembali bergabung dalam GIIAS Semarang 2026. Kehadiran merek kendaraan tersebut juga dilengkapi 22 merek dari industri pendukung otomotif. Mereka membawa berbagai produk yang berkaitan dengan kebutuhan kendaraan dan aftermarket sehingga area pameran tidak hanya berisi mobil dan sepeda motor. Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO Anton Kumonty mengatakan keberagaman merek dan teknologi menjadi salah satu daya tarik utama GIIAS Semarang 2026. “Jajaran merek yang semakin lengkap dengan hadirnya berbagai merek kendaraan baru yang membawa inovasi dan teknologi terkini, serta beragam program interaktif, sukses meramaikan gelaran GIIAS Semarang 2026. Hal ini dibuktikan dengan total kehadiran 28.876 pengunjung sepanjang pameran berlangsung,” ujar Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO. Buat industri otomotif, angka kunjungan tersebut juga menjadi gambaran mengenai respons pasar Jawa Tengah terhadap perkembangan pilihan kendaraan yang semakin luas. Pengunjung tidak hanya bertemu dengan produk dari merek-merek yang sudah familiar, tetapi juga bisa melihat langsung sejumlah pendatang baru yang mulai memperluas jaringan di Indonesia. Penyelenggaraan GIIAS Semarang 2026 turut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor. Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Finance (TAF) hadir sebagai Platinum Financial Partner, sementara Kopi Kenangan juga menjadi bagian dari pendukung pameran. GIIAS Semarang 2026 menjadi bagian dari rangkaian GIIAS The Series yang sepanjang 2026 digelar di sejumlah kota. Sebelumnya, rangkaian tersebut telah hadir di ICE BSD Tangerang, Surabaya, dan Bandung sebelum berlanjut ke Semarang. Namun perjalanan GIIAS The Series 2026 belum selesai. Setelah Semarang, GAIKINDO akan membawa pameran otomotif tersebut ke Makassar pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar. Rangkaian GIIAS kemudian akan memasuki wilayah baru pada awal 2027. GIIAS Bali dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali. Kehadiran GIIAS Bali akan menjadi tambahan destinasi baru dalam rangkaian pameran otomotif GAIKINDO. Dengan begitu, setelah Jawa dan sejumlah kota besar lainnya, jangkauan pameran akan semakin bergerak ke wilayah Indonesia bagian timur. Lihat Selengkapnya
Harga Tiket GIIAS Semarang 2026 Cuma Rp15 Ribu Bisa Dapat 2, Catat Tanggalnya
18 Sep 2026
Harga Tiket GIIAS Semarang 2026 Cuma Rp15 Ribu Bisa Dapat 2, Catat Tanggalnya 18 Sep 2026 SEMARANG, Goodcar.id – Buat yang sudah memasukkan GIIAS Semarang 2026 ke agenda akhir bulan, ada satu tanggal yang jangan sampai lewat: 18 September 2026. Bukan tanggal pembukaan pameran, melainkan batas akhir promo tiket presale yang menawarkan skema Buy 1 Get 1 seharga Rp15.000. Artinya, dengan Rp15.000, pengunjung bisa mendapatkan dua tiket untuk datang ke GIIAS Semarang 2026. Promo ini berlaku untuk kunjungan weekdays maupun weekend dan pembeliannya dilakukan secara online melalui aplikasi Auto360. Periode presale tersebut berlangsung 16–18 September 2026. Setelah periode presale berakhir, harga tiket yang perlu disiapkan pengunjung berbeda ketika membeli langsung di lokasi pameran. Tiket on-the-spot dibanderol Rp20.000 untuk weekdays dan Rp30.000 untuk weekend. Jadi, bagi calon pengunjung yang memang sudah menentukan jadwal datang, membeli tiket selama periode presale menjadi pilihan yang paling murah secara nominal. GIIAS Semarang 2026 sendiri baru akan dibuka untuk umum pada 30 September hingga 4 Oktober 2026. Lokasinya berada di Muladi Dome Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima GIIAS Semarang sekaligus bagian dari rangkaian GIIAS The Series 2026 setelah sebelumnya berlangsung di Tangerang, Surabaya, dan Bandung. Jadi, ada perbedaan waktu yang perlu diperhatikan. Promo Rp15.000 berlangsung pada 16–18 September, sementara pamerannya baru berlangsung hampir dua pekan kemudian. Pengunjung tetap perlu menentukan tanggal kunjungan ketika melakukan pembelian tiket melalui Auto360. Harga Tiket GIIAS Semarang 2026 Untuk memudahkan, berikut harga tiket GIIAS Semarang 2026 yang sudah diumumkan penyelenggara: Jenis pembelian Weekdays Weekend Presale Auto360, Buy 1 Get 1 Rp15.000 untuk 2 tiket Rp15.000 untuk 2 tiket On-the-spot Rp20.000 Rp30.000 Harga presale Rp15.000 tersebut merupakan promo khusus periode 16–18 September 2026, sehingga calon pengunjung yang baru membeli setelah periode tersebut perlu memperhatikan harga tiket yang tersedia saat pembelian. GIIAS Semarang 2026 Bawa 19 Merek Harga tiket yang relatif terjangkau bukan satu-satunya alasan GIIAS Semarang 2026 menarik perhatian. Tahun ini penyelenggara membawa 19 merek kendaraan global, terdiri dari 18 merek kendaraan penumpang dan satu merek sepeda motor. Merek kendaraan penumpang yang akan hadir adalah BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, Honda, Jetour, KIA, Leap Motor, Mazda, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, Vinfast, dan Wuling. Sementara kategori sepeda motor diwakili oleh Polytron. Ada tujuh merek yang menjadi nama baru atau kembali hadir dalam penyelenggaraan GIIAS Semarang, yakni Changan, Geely, Jetour, KIA, Leap Motor, Omoda Jaecoo, dan Polytron. Kehadiran nama-nama tersebut membuat pilihan kendaraan yang bisa dilihat langsung masyarakat Jawa Tengah semakin beragam. Bagi pengunjung, format pameran seperti ini memberi kesempatan untuk melihat langsung kendaraan yang sebelumnya hanya muncul di pemberitaan atau media sosial. Apalagi sejumlah merek yang tampil di Semarang juga telah lebih dulu mengikuti rangkaian GIIAS di kota lain sepanjang 2026. Di balik penyelenggaraan GIIAS Semarang, ada alasan pasar yang membuat Jawa Tengah kembali masuk dalam agenda GAIKINDO. Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi besar bagi perkembangan industri otomotif nasional. Berdasarkan data penjualan nasional hingga April 2026, Jawa Tengah mencatat penjualan sebanyak 14.195 unit atau sekitar 5,1 persen dari total penjualan kendaraan secara nasional. “Jawa Tengah memiliki peluang yang sangat besar bagi industri otomotif nasional. Data penjualan nasional menunjukkan bahwa hingga April 2026, Jawa Tengah berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 14.195 unit, atau menyumbang sekitar 5,1% dari total penjualan kendaraan secara nasional,” ujar Kukuh. Menurut Kukuh, potensi tersebut juga berjalan beriringan dengan perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah. Salah satu indikator yang disebut adalah masuknya investasi sekitar Rp15 triliun ke Kawasan Industri Seafer (KIS) di Kabupaten Kendal. Investasi tersebut mencakup pengembangan komponen yang berkaitan dengan kendaraan listrik, mulai dari baterai, ban, hingga suku cadang untuk kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik. “Kuatnya potensi pasar di daerah ini ditambah dengan dukungan investor dalam mendukung perkembangan industri otomotif, khususnya kendaraan listrik di wilayah Kabupaten Kendal menjadi bukti tingginya minat dan daya beli masyarakat Jawa Tengah,” tambah Kukuh. Jangan Salah Hitung Tanggalnya Kalau tujuan datang ke GIIAS Semarang 2026 adalah melihat mobil baru, mencari informasi sebelum membeli kendaraan, atau sekadar menikmati pameran otomotif, tanggalnya sudah jelas. GIIAS Semarang 2026 berlangsung 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome UNDIP, Semarang. Sementara untuk tiket, 18 September 2026 menjadi hari terakhir promo Buy 1 Get 1 Rp15.000 melalui Auto360. Setelah periode tersebut, calon pengunjung perlu melihat harga tiket yang tersedia pada periode pembelian berikutnya. Untuk pembelian langsung di lokasi, harga yang diumumkan adalah Rp20.000 pada weekdays dan Rp30.000 pada weekend. Setelah Semarang, rangkaian GIIAS The Series 2026 akan berlanjut ke Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar. GAIKINDO juga telah menjadwalkan GIIAS Bali pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur sebagai kota baru dalam perluasan rangkaian pameran. Lihat Selengkapnya
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia
14 Apr 2026
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia 14 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - Penjualan mobil listrik Indonesia di awal 2026 sulit ditebak. Setelah tampil dominan selama dua bulan pertama, BYD Atto 1 akhirnya harus turun tahta di Maret 2026, digeser oleh Jaecoo J5 yang tampil konsisten sejak awal tahun. Jika dilihat dari data penjualan Januari hingga Maret 2026, terjadi pergerakan angka yang cukup ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan yang mencerminkan betapa dinamisnya pasar EV di Indonesia saat ini. Jaecoo J5 Naik Stabil, Dari 1.942 ke 2.959 Unit Performa Jaecoo J5 bisa dibilang paling konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Mengacu data GAIKINDO 2026, di Januari, Jaecoo J5 mencatatkan penjualan 1.942 unit. Angka ini kemudian melonjak tajam di Februari menjadi 2.926 unit, atau naik hampir 1.000 unit dalam sebulan. Menariknya, tren positif ini tidak berhenti. Di Maret, Jaecoo J5 kembali meningkat menjadi 2.959 unit. Meski kenaikannya tidak sebesar bulan sebelumnya, stabilitas di angka hampir 3.000 unit menunjukkan bahwa permintaan terhadap model ini masih sangat kuat. Kenaikan bertahap ini menjadi kunci utama Jaecoo J5 dalam merebut posisi puncak. Bukan sekadar “meledak” sesaat, tapi tumbuh dengan pola yang sehat. BYD Atto 1 Dari 3.700 ke 672 Unit, Turun Drastis Kebalikan dari Jaecoo, BYD Atto 1 justru mengalami fluktuasi tajam. Di Januari, model ini sudah kuat dengan 3.361 unit, lalu bahkan naik ke 3.700 unit di Februari. Namun, kejutan terjadi di Maret. Penjualannya anjlok drastis menjadi hanya 672 unit. Artinya, ada penurunan lebih dari 3.000 unit dalam satu bulan—angka yang sangat signifikan di industri otomotif. Penurunan ini menjadi titik balik dalam persaingan. Dari yang sebelumnya unggul jauh, BYD Atto 1 langsung terlempar ke posisi lima besar. Tidak hanya dua model teratas, pergerakan menarik juga terjadi pada model lain. BYD M6 misalnya, mengalami penurunan dari 851 unit di Januari ke 523 unit di Februari, namun kembali naik ke 976 unit di Maret. Ini menunjukkan adanya pemulihan permintaan di segmen MPV listrik. Sementara itu, Geely EX2 justru menunjukkan tren naik stabil: dari 423 unit di Januari, meningkat ke 776 unit di Februari, dan kembali naik ke 949 unit di Maret. Ini jadi salah satu model dengan pertumbuhan paling konsisten setelah Jaecoo J5. Berbeda lagi dengan Wuling Darion EV yang sempat naik dari 790 unit di Januari ke 1.019 unit di Februari, namun turun cukup jauh ke 301 unit di Maret. Pola ini menunjukkan adanya lonjakan sesaat yang tidak berlanjut. SUV Listrik Mulai Mendominasi Kalau dilihat lebih dalam, tren menarik lain adalah mulai dominannya SUV listrik. Selain Jaecoo J5, model seperti BYD Sealion 07 langsung melesat ke posisi dua di Maret dengan 1.236 unit, meskipun sebelumnya tidak masuk posisi teratas di dua bulan awal. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai mengarah ke kendaraan listrik dengan dimensi lebih besar, ground clearance tinggi, dan tampilan yang lebih gagah. Persaingan juga semakin menarik dengan kehadiran model seperti Denza D9 yang naik dari 392 unit di Januari menjadi 455 unit di Maret, serta VinFast VF3 yang langsung masuk 10 besar di Maret dengan 258 unit. Di sisi lain, model seperti AION juga menunjukkan fluktuasi. AION UT naik dari 266 unit (Januari) ke 407 unit (Februari), lalu turun ke 242 unit di Maret. Sedangkan AION V relatif stabil di kisaran 200–300 unit sepanjang tiga bulan. Artinya, tidak ada satu pun pemain yang benar-benar aman. Semua brand masih mencari momentum terbaiknya. Perubahan angka yang sangat dinamis ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin rasional dalam memilih mobil listrik. Mereka tidak lagi terpaku pada satu brand saja. Faktor seperti harga, fitur, desain, hingga ketersediaan unit menjadi penentu utama. Ini juga menjelaskan kenapa model baru seperti Jaecoo J5 bisa langsung melesat, sementara model yang sudah kuat seperti BYD Atto 1 bisa turun drastis. Dari data Januari hingga Maret, terlihat jelas pola naik-turun yang tajam. Jaecoo J5 naik dari 1.942 → 2.926 → 2.959 unit, sementara BYD Atto 1 justru turun dari 3.361 → 3.700 → 672 unit. 10 Mobil Listrik Terlaris Januari - Maret 2026 Januari BYD Atto 1: 3.361 unit Jaecoo J5: 1.942 unit BYD M6: 851 unit Wuling Darion EV: 790 unit BYD Sealion 7: 613 unit Geely EX2: 423 unit Denza D9: 392 unit Aion UT: 266 unit Chery J6: 215 unit Aion V: 214 unit Februari BYD Atto 1: 3.700 unit Jaecoo J5: 2.926 unit Wuling Darion EV: 1.019 unit Geely EX2: 776 unit BYD M6: 523 unit AION UT: 407 unit BYD Sealion 7: 343 unit Geely EX5: 335 unit Aion V: 332 unit Denza: 270 unit Maret Jaecoo J5: 2.959 unit BYD Sealion 07: 1.236 unit BYD M6: 976 unit Geely EX2: 949 unit BYD Atto 1: 672 unit Denza D9: 455 unit Wuling Darion EV: 301 unit VinFast VF3: 258 unit AION V: 238 unit AION UT: 242 unit Lihat Selengkapnya
Kabar Baik, VinFast Perpanjang Cas Gratis Mobil Listrik di Indonesia Sampai 2029
17 Mar 2026
Kabar Baik, VinFast Perpanjang Cas Gratis Mobil Listrik di Indonesia Sampai 2029 17 Mar 2026 Jakarta, GoodCar.id – Produsen kendaraan listrik global, VinFast, resmi mengumumkan perpanjangan program pengisian daya gratis bagi pengguna kendaraan listrik (EV) di tiga pasar utama Asia, yakni Indonesia, India, dan Filipina. Program ini kini diperpanjang hingga 31 Maret 2029. Langkah strategis ini diambil setelah program sebelumnya mendapatkan respons positif dari konsumen di berbagai negara. Dengan adanya kebijakan ini, pengguna kendaraan listrik VinFast berpotensi menikmati biaya energi mendekati nol selama tiga tahun ke depan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat semakin mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendukung terciptanya sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Gratis Pengisian Daya hingga 2029 Melalui program terbaru ini, seluruh pemilik kendaraan listrik VinFast baik pelanggan lama maupun baru akan mendapatkan fasilitas pengisian daya gratis di jaringan yang dikembangkan oleh V-Green hingga 31 Maret 2029. Program ini berlaku untuk berbagai segmen pengguna, termasuk konsumen individu serta pengemudi layanan taksi listrik Green SM. Dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang terus diperluas, VinFast berupaya memberikan kemudahan akses bagi pengguna EV, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas masa depan. Program “Trade Gas for Electric” Selain pengisian daya gratis, perusahaan induk VinFast, Vingroup, juga meluncurkan program bertajuk “Trade Gas for Electric” di sejumlah pasar Asia, termasuk Indonesia. Program ini menawarkan insentif tambahan bagi konsumen yang beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik, dengan rincian: Diskon 3% untuk mobil listrik Diskon 5% untuk motor listrik Program ini berlangsung pada periode 11-31 Maret 2026 dan dapat dikombinasikan dengan berbagai insentif lain yang berlaku di masing-masing negara. Melalui inisiatif ini, VinFast ingin mempercepat transisi menuju kendaraan listrik, sekaligus mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama polusi udara. Diskon Transportasi melalui “GreenForAll” Tidak hanya untuk pemilik kendaraan, VinFast juga memberikan manfaat bagi pengguna layanan transportasi listrik. Melalui program “GreenForAll”, pelanggan layanan taksi listrik Green SM di Indonesia, Laos, dan Vietnam akan mendapatkan diskon tarif sebesar 10%. Program ini juga berlangsung pada 11-31 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap transportasi berbasis listrik yang lebih terjangkau. Strategi Percepat Adopsi Kendaraan Listrik Deputy CEO of Global Sales VinFast, Duong Thi Thu Trang, menyampaikan bahwa perpanjangan program pengisian daya gratis merupakan langkah strategis dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik secara global. Menurutnya, salah satu hambatan utama dalam adopsi EV adalah biaya operasional yang masih menjadi pertimbangan konsumen. Dengan menghadirkan biaya energi yang sangat rendah, bahkan mendekati nol, VinFast ingin meningkatkan daya tarik kendaraan listrik di mata masyarakat. “Ketika biaya operasional kendaraan dapat ditekan secara signifikan, konsumen akan semakin percaya diri untuk beralih ke kendaraan listrik. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami dalam mendorong transformasi transportasi menuju sistem yang lebih hijau,” ujarnya. Ekosistem EV Terus Diperkuat Seiring dengan perpanjangan program ini, VinFast juga terus memperluas jaringan infrastruktur pengisian daya melalui V-Green di berbagai negara. Ekspansi ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan berbagai kebijakan pendukung lain, seperti: Program langganan baterai untuk menekan biaya awal pembelian Jaminan nilai jual kembali kendaraan Skema pembayaran fleksibel Garansi kendaraan yang kompetitif Dengan pendekatan menyeluruh tersebut, VinFast tidak hanya menawarkan produk kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung adopsi EV secara berkelanjutan. Dorong Masa Depan Mobilitas Hijau Langkah VinFast memperpanjang program pengisian daya gratis hingga 2029 menjadi sinyal kuat bahwa industri kendaraan listrik di Asia, termasuk Indonesia, semakin berkembang pesat. Didukung oleh inovasi teknologi, insentif menarik, serta penguatan ekosistem, kendaraan listrik kini semakin menjadi pilihan realistis bagi masyarakat luas. Melalui berbagai inisiatif ini, VinFast menegaskan komitmennya untuk mempercepat transisi menuju mobilitas berbasis elektrifikasi, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan masa depan transportasi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan di tingkat global. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.