Beranda / Mobil Baru / Katalog / MG 5 GT

MG 5 GT

Rp 351 Juta - Rp 412 Juta
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Mesin
DOHC 4 Cylinder 16 Valve VTi - TECH
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Scarlet Red
Light Up Yellow
Arctic White
Black Knight
Silver Metallic
Tipe Kendaraan
MG 5 GT MAGNIFY 1.5L
Rp 412 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
MG 5 GT IGNITE 1.5L
Rp 381 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
MG 5 GT ACTIVATE 1.5L
Rp 351 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
MG 5 GT MAGNIFY 1.5L
MG 5 GT IGNITE 1.5L
MG 5 GT ACTIVATE 1.5L
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
DOHC 4 Cylinder 16 Valve VTi - TECH
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Stereo Am Fm
Cd Audio
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Sunroof
Headrest Adjust
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

MG 5 GT
Artikel Terkait
Lihat Semua
Carens dan Sonet Jadi Bintang, Kia Raih Puluhan Pemesanan di IIMS Surabaya 2026
04 Jun 2026
Carens dan Sonet Jadi Bintang, Kia Raih Puluhan Pemesanan di IIMS Surabaya 2026 04 Jun 2026 Surabaya, GoodCar.id – Kia Sales Indonesia menutup partisipasinya di Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 dengan hasil positif. Selama pameran otomotif yang berlangsung di Surabaya tersebut, Kia berhasil membukukan puluhan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sekaligus mencatat tingginya antusiasme pengunjung terhadap jajaran produk unggulannya. Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi Kia di pasar otomotif Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu pasar potensial untuk segmen kendaraan keluarga dan SUV. Berbagai model yang dipamerkan, mulai dari The all-new Carens, The new Sonet, hingga Seltos Concept, berhasil menarik perhatian pengunjung berkat kombinasi desain modern, teknologi terkini, serta pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Tidak hanya menghadirkan kendaraan terbaru, Kia juga menawarkan pengalaman pameran yang lebih interaktif melalui berbagai aktivitas menarik yang sukses meningkatkan keterlibatan pengunjung selama gelaran berlangsung. The All-New Carens dan Sonet Jadi Primadona Dari seluruh lini kendaraan yang ditampilkan, The all-new Carens dan The new Sonet menjadi model yang paling banyak menarik perhatian pengunjung. Kedua model tersebut berhasil menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan dengan desain modern, fitur lengkap, dan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan keluarga. The all-new Carens hadir sebagai kendaraan keluarga modern yang menawarkan kabin luas, fitur keselamatan yang lengkap, serta teknologi yang mendukung kenyamanan selama perjalanan. Sementara itu, The new Sonet menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari SUV kompak dengan karakter sporty, desain progresif, dan efisiensi untuk mobilitas perkotaan. Selain itu, kehadiran Seltos Concept turut menambah daya tarik booth Kia dengan menampilkan arah pengembangan desain dan inovasi kendaraan Kia di masa depan. Booth Interaktif Tingkatkan Antusiasme Pengunjung Salah satu faktor yang turut mendukung kesuksesan Kia di IIMS Surabaya 2026 adalah konsep booth yang dirancang lebih interaktif dan dekat dengan pengunjung. Kia menghadirkan berbagai aktivitas menarik, termasuk World Cup AI Photobooth yang memungkinkan pengunjung mendapatkan pengalaman foto berbasis teknologi kecerdasan buatan. Selain itu, tersedia juga Hanbok Costume Experience yang menghadirkan nuansa budaya Korea Selatan dan menjadi salah satu area favorit pengunjung selama pameran berlangsung. Pendekatan ini tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memperkuat pengalaman merek yang lebih emosional dan berkesan bagi para pengunjung. Melalui konsep tersebut, Kia berhasil menciptakan interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas global merek yang berasal dari Korea Selatan. Test Drive Jadi Daya Tarik Utama Tingginya minat pengunjung juga terlihat dari antusiasme terhadap sesi test drive yang disediakan selama pameran. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan untuk mencoba langsung The all-new Carens dan The new Sonet guna merasakan kenyamanan, performa, serta berbagai fitur yang ditawarkan kedua model tersebut. Pengalaman berkendara secara langsung menjadi salah satu faktor penting yang mendorong keputusan pembelian. Konsumen dapat merasakan karakter kendaraan, kualitas kabin, hingga teknologi yang dihadirkan sebelum menentukan pilihan. VP Operations Kia Sales Indonesia, Harry Yanto, mengatakan bahwa respons positif dari masyarakat Surabaya menunjukkan semakin tingginya relevansi produk Kia dengan kebutuhan konsumen Indonesia. “Respons pengunjung di Surabaya menunjukkan bagaimana produk Kia semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Mulai dari kendaraan keluarga, SUV perkotaan, hingga compact SUV dengan karakter lebih progresif, semuanya mendapat sambutan positif,” ujar Harry. Program Penjualan Menarik Dukung Keputusan Pembelian Selain produk yang kompetitif, Kia juga menghadirkan berbagai program penjualan yang menjadi daya tarik tambahan selama IIMS Surabaya 2026. Pengunjung mendapatkan penawaran berupa program angsuran ringan dengan bunga 0 persen serta berbagai pilihan skema pembiayaan yang fleksibel. Program tersebut memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan Kia dengan proses pembelian yang lebih ringan. Tidak hanya itu, Kia juga menawarkan program purna jual melalui Kia Total Care untuk pengguna The all-new Carens dan The new Sonet. Program ini mencakup layanan servis gratis selama empat tahun serta garansi kendaraan hingga tujuh tahun atau 200.000 kilometer. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Kia dalam memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih nyaman dan bebas khawatir. Perkuat Kehadiran di Pasar Indonesia Partisipasi di IIMS Surabaya 2026 menjadi kelanjutan dari momentum positif yang telah dibangun Kia sejak awal tahun melalui berbagai pameran otomotif nasional. Menurut Harry Yanto, ajang seperti IIMS Surabaya memberikan kesempatan bagi Kia untuk memahami kebutuhan konsumen secara lebih dekat sekaligus membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. “IIMS Surabaya memberikan kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan dan preferensi konsumen. Antusiasme pengunjung, dari test drive hingga promo yang kami hadirkan, menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh,” katanya. Ke depan, Kia berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya di Indonesia melalui pengembangan lini produk yang lebih beragam, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan jaringan dealer di berbagai wilayah. Dengan strategi tersebut, Kia optimistis dapat menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang semakin mudah, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia yang terus berkembang. Lihat Selengkapnya
Foton eTruckmate Blind Van Diserahkan ke Pos Indonesia, 21 Unit Siap Operasi
04 Jun 2026
Foton eTruckmate Blind Van Diserahkan ke Pos Indonesia, 21 Unit Siap Operasi 04 Jun 2026 Jakarta, Goodcar.id – Sebanyak 21 unit Foton eTruckmate dengan karoseri blind van resmi diserahkan kepada PT Pos Indonesia. Armada ini akan digunakan untuk mendukung distribusi barang dan layanan pengiriman di berbagai wilayah operasional di seluruh Indonesia. Penyerahan Foton eTruckmate Blind Van ini menjadi bagian dari langkah elektrifikasi kendaraan niaga ringan di sektor logistik. Sejumlah perusahaan mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif operasional, terutama untuk distribusi dalam kota yang menuntut efisiensi dan fleksibilitas. Penggunaan Foton eTruckmate Blind Van juga menandai pergeseran bertahap dari kendaraan berbahan bakar konvensional menuju kendaraan listrik di sektor distribusi barang. Selama ini, kendaraan logistik masih didominasi oleh mesin diesel dan bensin. Platform Modular untuk Beragam Karoseri Foton eTruckmate menggunakan chassis modular monocoque dengan struktur sasis yang dirancang fleksibel. Platform ini memungkinkan kendaraan dikembangkan ke berbagai bentuk karoseri seperti blind van, box, bak terbuka, hingga microbus. Konsep modular tersebut membuat Foton eTruckmate Blind Van tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan niaga, tetapi juga sebagai basis kendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Pada penggunaan oleh PT Pos Indonesia, konfigurasi blind van dipilih karena menawarkan ruang kargo tertutup yang lebih aman. Model ini dinilai sesuai untuk pengiriman paket dan barang logistik yang membutuhkan perlindungan selama proses distribusi. Dimensi kendaraan yang kompak juga mendukung mobilitas di kawasan perkotaan. Foton eTruckmate Blind Van dirancang tetap lincah saat melintas di jalan sempit, kawasan padat, maupun area distribusi terbatas. Spesifikasi Teknis Foton eTruckmate Blind Van Dari sisi teknis, Foton eTruckmate Blind Van dibekali motor listrik penggerak roda belakang. Tenaga yang dihasilkan mencapai 35 kW (rated) atau setara 47,6 PS, dengan output maksimum 102 PS (peak). Torsi yang dihasilkan mencapai 220 Nm, memberikan karakter akselerasi instan yang dibutuhkan dalam operasional distribusi harian, terutama pada kondisi lalu lintas stop-and-go di area perkotaan. Foton eTruckmate Blind Van menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 41,86 kWh. Dalam kondisi penuh, kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 220 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC. Untuk pengisian daya, kendaraan ini telah mendukung sistem DC fast charging. Pengisian baterai dari 20 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 32 menit, yang dinilai cukup efisien untuk mendukung operasional dengan frekuensi tinggi. Dari sisi daya angkut, Foton eTruckmate Blind Van disebut memiliki kapasitas muatan di atas 1 ton. Kapasitas ini cukup untuk kebutuhan distribusi barang ringan hingga menengah, termasuk paket e-commerce, suku cadang, dan produk konsumsi. Fitur Keselamatan dan Kenyamanan Foton eTruckmate Blind Van dilengkapi fitur keselamatan standar untuk kendaraan niaga. Sistem pengereman menggunakan ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brakeforce Distribution) untuk menjaga stabilitas saat pengereman, terutama ketika kendaraan membawa muatan. Pada bagian kabin, tersedia sistem pendingin udara (AC) yang menunjang kenyamanan pengemudi selama menjalankan distribusi harian dengan durasi operasional panjang. Radius putar kendaraan yang relatif kecil juga menjadi salah satu keunggulan. Kemampuan ini membantu kendaraan bermanuver di area padat seperti pasar, kawasan ritel, gudang distribusi, hingga lingkungan permukiman. Efisiensi Operasional Kendaraan Listrik Penggunaan Foton eTruckmate Blind Van oleh PT Pos Indonesia juga berkaitan dengan efisiensi operasional. Kendaraan listrik memiliki jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit dibandingkan mesin pembakaran internal, sehingga kebutuhan perawatan cenderung lebih sederhana. Selain itu, penggunaan baterai LFP dikenal memiliki stabilitas termal yang baik serta umur pakai yang lebih panjang untuk penggunaan intensif. Chief Operating Officer PT Indomobil Global Transportasi, Edi Napis, menyatakan pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada ekosistem pendukungnya. “Foton Indonesia tidak hanya menghadirkan produk kendaraan listrik berkualitas, tetapi juga membangun ekosistemnya secara menyeluruh, termasuk layanan purna jual dan infrastruktur pendukung,” ujar Edi. Peran di Sektor Logistik Penyerahan 21 unit Foton eTruckmate Blind Van ini menunjukkan kendaraan listrik mulai mendapatkan peran dalam operasional logistik skala besar. Kebutuhan distribusi yang terus meningkat, terutama akibat pertumbuhan e-commerce, mendorong perusahaan mencari solusi yang lebih efisien. Foton eTruckmate Blind Van menjadi salah satu opsi kendaraan niaga listrik yang dirancang untuk distribusi dalam kota. Kombinasi antara jarak tempuh, kapasitas muatan, dan fleksibilitas karoseri membuat kendaraan ini relevan untuk kebutuhan operasional harian. Meski demikian, implementasi kendaraan listrik di sektor logistik masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Namun, penggunaan armada ini oleh PT Pos Indonesia menunjukkan bahwa proses transisi menuju kendaraan listrik mulai berjalan di sektor distribusi nasional. Lihat Selengkapnya
Perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM, Kenali Sebelum Pilih
04 Jun 2026
Perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM, Kenali Sebelum Pilih 04 Jun 2026 Jakarta, Goodcar.id – Seperti apa perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM? Sekilas, Jetour T1 dan T1 i-DM memang terlihat seperti mobil kembar. Dimensi identik, desain nyaris sama, bahkan daftar fitur keselamatannya dibuat tanpa banyak perbedaan. Buat yang hanya melihat dari luar, dua SUV ini bisa dengan mudah dianggap kembar tanpa karakter, padahal perbedaan justru cukup signifikan. Secara dimensi perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM tidak ada yang perlu diperdebatkan. Keduanya punya panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, dan wheelbase 2.800 mm. Proporsinya identik, stance-nya pun serupa. Perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM lainnya, Jetour T1 punya ground clearance 200 mm, sedikit lebih tinggi dibandingkan T1 i-DM yang berada di angka 190 mm. Selisih ini dimungkin kan karena adanya penambahan bobot baterai dan komponen motor hybrid. Salah perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM menarik lainnya adalah detail teknis pada departure angle, yakni sudut bagian belakang mobil saat melewati turunan atau keluar dari medan curam. Pada aspek ini, Jetour T1 i-DM mencatatkan angka 33 derajat, sedikit lebih besar dibandingkan Jetour T1 yang berada di 29 derajat. Selisih ini memang terlihat kecil di atas kertas, namun tetap memberi implikasi pada kemampuan mobil saat melintasi kontur jalan yang tidak rata. Dengan sudut yang lebih besar, bagian belakang T1 i-DM memiliki ruang gerak yang lebih baik ketika melewati turunan tajam, sehingga potensi bersinggungan dengan permukaan jalan dapat diminimalkan. Mesin dan Sistem Penggerak Perbedaan Jetour T1 dan T1 i-D pada sektor mesin, Jetour T1 memang terlihat lebih unggul dengan 170 PS dan torsi 270 Nm. Sementara T1 i-DM mencatatkan 136 PS dan 220 Nm dari mesin bensinnya. Namun, perbandingan ini belum lengkap. T1 i-DM membawa sistem plug-in hybrid yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 204 PS dan torsi 310 Nm. Inilah faktor pembeda utamanya. Karakter tenaga yang dihasilkan motor listrik jauh berbeda dengan mesin konvensional. Responsnya instan, tanpa jeda, tanpa perlu menunggu putaran mesin naik. Dalam kondisi lalu lintas kota yang padat, sensasi berkendaranya bisa terasa lebih ringan dan halus. Transisinya juga lebih smooth berkat penggunaan Dedicated Hybrid Transmission (1DHT), berbeda dengan T1 yang mengandalkan transmisi 7DCT dengan karakter lebih agresif. Dengan kata lain, T1 unggul di angka performa konvensional, sementara T1 i-DM menawarkan pengalaman berkendara yang lebih modern dan responsif. Perbedaan semakin terasa saat membahas baterai. Jetour T1 i-DM dibekali baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh, yang menempatkannya sebagai plug-in hybrid dengan kemampuan lebih dari sekadar hybrid biasa. Dalam kondisi tertentu, mobil ini bisa berjalan dengan dominasi tenaga listrik, memberikan efisiensi yang lebih baik terutama di penggunaan dalam kota. Sebaliknya, Jetour T1 tetap menggunakan pendekatan konvensional tanpa sistem elektrifikasi tambahan. Roda, Rem & Suspensi Masuk ke bagian kaki-kaki, T1 menggunakan ban 235/65 R18, sementara T1 i-DM mengusung ukuran lebih besar, yakni 235/60 R19 dengan run-flat tire. Suspensi keduanya tetap sama, menggunakan MacPherson di depan dan multi-link di belakang. Artinya, perbedaan rasa berkendara lebih banyak dipengaruhi oleh ukuran roda dan karakter ban, bukan dari konstruksi suspensinya. Masuk ke interior, perbedaan mulai terasa lebih jelas. Jetour T1 menggunakan head unit berukuran 12,8 inci, sementara T1 i-DM sudah mengadopsi layar 15,6 inci yang terasa lebih dominan di dashboard. Keduanya memang sama-sama menggunakan chip Snapdragon 8155 dan memiliki cluster digital 10,25 inci, namun fitur tambahan di T1 i-DM membuat pengalaman kabin terasa lebih lengkap. T1 i-DM hadir dengan panoramic skyroof 64 inci, sistem audio 9 speaker dari Sony, ambient light dengan 64 pilihan warna, serta fitur 24-hour parking AC. Sementara T1 masih menggunakan konfigurasi 8 speaker dan ambient light satu warna. Perbedaan ini tidak hanya soal fitur, tapi juga membentuk ambience kabin yang berbeda. T1 i-DM terasa lebih premium dan lebih “hidup”, terutama saat digunakan di malam hari atau perjalanan jauh. Kabin Detail kecil lain yang cukup terasa ada di kursi. T1 hanya menyediakan pengaturan elektrik untuk pengemudi, sementara T1 i-DM sudah memberikan electric seat untuk pengemudi dan penumpang depan, lengkap dengan memory seat. Fitur ventilated seat tetap tersedia di keduanya, menjaga kenyamanan di iklim tropis. Menariknya, saat masuk ke sektor keselamatan, Jetour justru tidak membuat perbedaan berarti. Kedua model sama-sama dilengkapi 6 airbags, TPMS, ISOFIX, serta fitur standar seperti ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, dan EPB. Fitur ADAS Level 2 juga hadir lengkap di keduanya, mulai dari Blind Spot Detection, Lane Departure Warning, Adaptive Cruise Control, hingga Autonomous Emergency Braking dan 540-degree camera. Satu-satunya pembeda hanya pada radar parkir, di mana T1 i-DM memiliki sensor depan dan belakang, sementara T1 hanya di belakang. Ini menunjukkan bahwa Jetour tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama tanpa membedakan varian. Pada akhirnya, memilih antara Jetour T1 dan T1 i-DM bukan soal mana yang lebih unggul secara mutlak. Keduanya dirancang untuk kebutuhan yang berbeda. T1 cocok untuk pengguna yang menginginkan SUV praktis, simpel, dan tidak ingin repot dengan sistem elektrifikasi. Ground clearance yang lebih tinggi juga memberi rasa aman untuk berbagai kondisi jalan. Sementara T1 i-DM menawarkan pendekatan yang lebih modern, dengan performa responsif, fitur lebih lengkap, dan potensi efisiensi lebih baik. Perbedaan Jetour T1 vs T1 i-DM Jetour T1 : Mesin 1.5 TGDI 170 PS. Transmisi 7DCT. Ground clearance lebih tinggi (200 mm). Velg 18 inci. Head unit 12,8 inci. Audio 8 speaker. Jetour T1 i-DM Sistem plug-in hybrid (PHEV). Motor listrik 204 PS dan torsi 310 Nm. Baterai LFP 18,4 kWh. Velg 19 inci RFT. Head unit 15,6 inci. Audio Sony 9 speaker. Kursi elektrik depan lebih lengkap. Ambient light 64 warna. Panoramic skyroof. Parking radar depan-belakang. Departure angle lebih besar (33°). Lihat Selengkapnya
AION UT dan Hyptec HT Jadi Bintang IIMS Surabaya 2026, GAC Indonesia Catat Hasil Positif
04 Jun 2026
AION UT dan Hyptec HT Jadi Bintang IIMS Surabaya 2026, GAC Indonesia Catat Hasil Positif 04 Jun 2026 Jakarta, GoodCar.id – GAC Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya di pasar kendaraan listrik nasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026. Pada pameran otomotif yang berlangsung pada 26–31 Mei 2026 tersebut, dua model andalan GAC berhasil mencuri perhatian publik dan dewan juri, yakni Hyptec HT yang dinobatkan sebagai Best EV Long Range serta AION UT yang meraih penghargaan Best EV City Car. Pencapaian ini menjadi bukti semakin kuatnya posisi GAC Indonesia di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang kian kompetitif. Tidak hanya memperoleh apresiasi dari industri otomotif, GAC juga mencatatkan performa penjualan yang positif sepanjang pameran berlangsung. Dua Penghargaan Perkuat Posisi GAC di Pasar Kendaraan Listrik Penghargaan yang diraih Hyptec HT dan AION UT mencerminkan keberhasilan GAC Indonesia dalam menghadirkan produk yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dengan karakteristik berbeda. Hyptec HT berhasil meraih gelar Best EV Long Range berkat kemampuan jelajahnya yang impresif. SUV listrik premium ini menawarkan kombinasi performa, teknologi, dan efisiensi yang dirancang untuk pengguna yang membutuhkan kendaraan listrik dengan jarak tempuh panjang. Sementara itu, AION UT dinobatkan sebagai Best EV City Car karena dinilai mampu menghadirkan solusi mobilitas perkotaan yang praktis, efisien, dan modern. Dengan desain kompak dan teknologi yang mendukung penggunaan harian, AION UT menjadi salah satu kendaraan listrik yang menarik perhatian pengunjung selama pameran berlangsung. Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa strategi GAC dalam membangun portofolio kendaraan listrik yang lengkap mulai mendapat respons positif dari masyarakat Indonesia. Hyptec HT Tawarkan Jarak Tempuh Hingga 620 Kilometer Sebagai pemenang kategori Best EV Long Range, Hyptec HT menjadi salah satu model yang paling banyak mendapat perhatian selama IIMS Surabaya 2026. SUV listrik premium ini dibekali baterai berkapasitas 83 kWh yang mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 620 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC. Kemampuan tersebut menjadikannya salah satu kendaraan listrik dengan daya jelajah yang kompetitif di kelasnya. Dengan harga Rp747 juta selama pameran, Hyptec HT menyasar konsumen yang menginginkan kendaraan listrik berteknologi tinggi tanpa harus khawatir terhadap keterbatasan jarak tempuh. Selain menawarkan daya jelajah yang panjang, Hyptec HT juga dilengkapi berbagai fitur keselamatan modern, sistem bantuan pengemudi, teknologi pintar, serta kabin premium yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang nyaman dan menyenangkan. Kombinasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan model ini meraih penghargaan sebagai kendaraan listrik jarak jauh terbaik di ajang IIMS Surabaya tahun ini. AION UT Jadi Pilihan Menarik untuk Mobilitas Perkotaan Di sisi lain, AION UT berhasil mencuri perhatian sebagai kendaraan listrik yang dirancang khusus untuk kebutuhan mobilitas urban. Model ini mengusung desain modern dengan dimensi yang ringkas, sehingga ideal digunakan di lingkungan perkotaan yang padat. Karakter tersebut membuat AION UT dinilai mampu menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan listrik praktis untuk aktivitas sehari-hari. Varian Premium yang dipasarkan selama IIMS Surabaya 2026 dibanderol dengan harga Rp387 juta. Kendaraan ini menggunakan baterai berkapasitas 60 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 500 kilometer berdasarkan standar NEDC. Jarak tempuh tersebut tergolong kompetitif untuk sebuah city car listrik, sekaligus memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna dalam menjalankan berbagai aktivitas tanpa harus sering melakukan pengisian daya. Dengan kombinasi desain modern, efisiensi energi, dan kenyamanan berkendara, AION UT berhasil menjadi salah satu model yang paling diminati selama pameran. Catat 149 SPK dan 208 Sesi Test Drive Selain meraih penghargaan, GAC Indonesia juga mencatatkan hasil penjualan yang menggembirakan sepanjang IIMS Surabaya 2026. Perusahaan berhasil membukukan sebanyak 149 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) serta mencatatkan 208 sesi test drive dari seluruh lini kendaraan listrik yang ditampilkan. Dari total pemesanan yang diperoleh, AION UT menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh Hyptec HT dan AION V. Hasil ini menunjukkan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap kendaraan listrik yang menawarkan kombinasi antara teknologi, efisiensi biaya operasional, dan kenyamanan berkendara. Tingginya jumlah test drive juga menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat untuk mengenal dan merasakan langsung pengalaman menggunakan kendaraan listrik. Optimistis Dukung Pertumbuhan Ekosistem EV Nasional CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diraih perusahaan dalam ajang IIMS Surabaya 2026. Menurutnya, pengakuan terhadap Hyptec HT dan AION UT menjadi motivasi bagi GAC untuk terus menghadirkan produk yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan kepada GAC Indonesia melalui penghargaan ini. Pengakuan untuk Hyptec HT dan AION UT menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kendaraan listrik yang inovatif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Andry Ciu. Ia menambahkan bahwa GAC percaya masa depan industri otomotif akan semakin mengarah pada kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui inovasi produk, perluasan jaringan layanan, serta peningkatan pengalaman pelanggan, GAC Indonesia optimistis dapat terus berkontribusi dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Tanah Air. Keberhasilan di IIMS Surabaya 2026 menjadi salah satu langkah penting yang memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi industri otomotif Indonesia menuju era mobilitas yang lebih hijau dan berkelanjutan. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.