Jakarta, Goodcar.id - Mobil bertransmisi otomatis atau mobil matic dikenal karena kenyamanan dan kemudahannya saat dikendarai. Namun, dalam kondisi tertentu, mobil matic bisa mengalami masalah yang cukup mengganggu, salah satunya adalah sensasi nyentak ketika perpindahan gigi berlangsung.
Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga bisa menjadi indikasi adanya gangguan pada sistem kendaraan.
Mobil matic yang nyentak umumnya disebabkan oleh berbagai faktor teknis, mulai dari komponen mesin hingga sistem transmisi.
Dengan memahami penyebabnya lebih awal, pengemudi dapat melakukan langkah pencegahan dan perbaikan sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih serius.
Beragam Penyebab Mobil Matic Mengalami Nyentak
Memahami sumber masalah menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko mobil matic menyentak. Berikut beberapa faktor yang paling sering menjadi penyebabnya.
Busi berperan penting dalam menyalurkan arus listrik ke ruang bakar. Ketika busi mulai aus, rusak, atau mengalami misfire, proses pembakaran menjadi tidak optimal. Akibatnya, tenaga mesin tidak tersalurkan secara merata dan menimbulkan hentakan saat akselerasi.
Jika dibiarkan terlalu lama, busi yang bermasalah dapat dipenuhi endapan minyak dan karbon, sehingga kemampuan pembakaran semakin menurun dan performa mesin ikut terdampak.
AT solenoid berfungsi mengatur aliran oli transmisi dengan mengaktifkan clutch dan brake pada sistem transmisi otomatis. Ketika komponen ini bermasalah, sirkulasi oli tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut menyebabkan perpindahan gigi terasa kasar dan memunculkan sensasi nyentak pada mobil matic.
Sistem transmisi otomatis bekerja dengan prinsip hidrolik yang sangat bergantung pada kualitas oli transmisi. Oli yang sudah kotor, aus, atau bocor dapat mengganggu tekanan hidrolik, sehingga perpindahan gigi tidak berlangsung mulus.
Ketika tekanan oli tidak mencukupi, RPM mesin menjadi tidak stabil dan getaran akan terasa lebih kuat, terutama saat akselerasi atau perpindahan gigi mendadak. Hal inilah yang memicu gejala mobil matic nyentak.
Filter udara yang kotor atau tersumbat akan menghambat aliran udara menuju ruang bakar. Akibatnya, pasokan oksigen menjadi tidak seimbang dengan bahan bakar.
Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan misfiring yang membuat mobil tersendat dan menyentak, khususnya saat pedal gas diinjak.
Debu dan kotoran yang menumpuk pada injektor dapat mengganggu proses penyemprotan bahan bakar. Ketika bahan bakar tidak terdistribusi secara merata, akselerasi menjadi tidak stabil dan mobil terasa menghentak. Masalah ini perlu segera ditangani karena dapat berdampak pada kerusakan mesin yang lebih serius.
Masalah ini umumnya terjadi pada mobil matic generasi lama. Kabel accelerator kickdown yang tidak disetel dengan benar dapat menyebabkan respons pedal gas menjadi tidak sinkron dengan mesin. Akibatnya, mobil bisa menyentak secara tiba-tiba saat berakselerasi.
Sensor MAF bertugas mengukur jumlah udara yang masuk ke mesin dan mengirimkan data ke sistem injeksi bahan bakar. Ketika sensor ini bermasalah, mesin salah membaca asupan udara, sehingga campuran bahan bakar tidak ideal.
Dampaknya, mobil matic dapat menyentak saat akselerasi, disertai gejala lain seperti konsumsi bahan bakar boros dan putaran idle yang kasar.
Cara Mengatasi Mobil Matic yang Nyentak
Meskipun terasa mengganggu, masalah mobil matic nyentak dapat diatasi dengan perawatan dan pemeriksaan yang tepat. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Penggantian busi secara berkala sangat disarankan, umumnya setiap 48.000 kilometer. Busi yang optimal membantu proses pembakaran tetap stabil dan mengurangi risiko hentakan saat mobil melaju.
Filter udara sebaiknya diganti setiap 20.000 hingga 25.000 kilometer. Jika kondisinya belum terlalu parah, filter udara masih bisa dibersihkan menggunakan sabun lembut dan air, lalu dikeringkan sebelum dipasang kembali.
Pembersihan injektor dapat dilakukan dengan cairan pembersih khusus yang dituangkan ke dalam tangki bahan bakar.
Langkah ini membantu mencegah sumbatan dan menjaga suplai bahan bakar tetap optimal. Konsultasi dengan bengkel disarankan untuk memilih produk pembersih yang sesuai.
Sensor MAF perlu diperiksa dan dibersihkan secara berkala di bengkel. Perawatan rutin dapat mencegah kesalahan pembacaan udara dan menjaga performa mesin tetap stabil.
Cairan transmisi sebaiknya diperiksa setiap 80.000 hingga 95.000 kilometer. Dari pemeriksaan ini akan diketahui apakah oli masih layak pakai, perlu diservis, atau harus diganti sepenuhnya.
Masalah pada sensor posisi throttle harus ditangani oleh bengkel profesional. Mekanik akan melakukan pengecekan melalui sistem komputer onboard untuk mendeteksi kode kesalahan, membersihkan sensor, dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.
Knalpot, khususnya catalytic converter, perlu diperiksa jika mobil matic menyentak disertai penurunan tenaga. Tanda lain sumbatan pada catalytic converter meliputi emisi gas buang tinggi dan akselerasi yang terasa berat.
Membersihkan atau mengganti komponen ini dapat mengembalikan performa kendaraan.
Masalah pada AT solenoid memerlukan pengecekan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan mobil, termasuk aki dan komponen pendukung lainnya. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan di bengkel resmi atau bengkel terpercaya.
Menjaga kebersihan dan volume oli transmisi adalah langkah penting untuk mencegah hentakan. Gunakan oli transmisi sesuai spesifikasi pabrikan dan pastikan level oli selalu berada pada batas yang dianjurkan.
Jika mobil matic mulai terasa tidak normal saat perpindahan gigi atau muncul getaran berlebih, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke bengkel agar masalah dapat ditangani lebih awal.