Platform Otomotif Terpercaya
Platform Otomotif Terpercaya
Proses Pembelian Cepat dan Mudah
Proses Pembelian Cepat dan Mudah
Mendukung Mobilitas Ramah Lingkungan
Mendukung Mobilitas Ramah Lingkungan
Transparansi dan Kepercayaan
Transparansi dan Kepercayaan
Koleksi Mobil Bekas Berkualitas
MPV
City Car
SUV
Sedan
Koleksi Mobil Bekas MPV
Lihat Semua
12
Mobil Great New Xenia 2019 Bekas
2019
Grade B
MT
146.500 Km
Rp 135.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.150.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Sigra 2022 Bekas
2022
Grade B
MT
42.815 Km
Rp 137.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.197.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Kijang Innova 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
69.715 Km
Rp 265.000.000
Cicilan mulai dari Rp 5.333.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Kijang Innova 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
120.990 Km
Rp 279.000.000
Cicilan mulai dari Rp 6.510.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas City Car
Lihat Semua
12
Mobil Sigra 2022 Bekas
2022
Grade B
MT
42.815 Km
Rp 137.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.197.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Brio 2016 Bekas
2016
Grade C
MT
125.389 Km
Rp 115.000.000
Cicilan mulai dari Rp 2.722.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Calya 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
80.507 Km
Rp 123.000.000
Cicilan mulai dari Rp 2.870.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Calya 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
101.045 Km
Rp 115.500.000
Cicilan mulai dari Rp 2.734.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas SUV
Lihat Semua
12
Mobil CR-V 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
46.386 Km
Rp 312.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.384.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil HR-V 2019 Bekas
2019
Grade E
AT
53.000 Km
Rp 231.000.000
Cicilan mulai dari Rp 5.390.000
Kota Tangerang Selatan
12
Mobil HR-V 2020 Bekas
2020
Grade E
AT
136.532 Km
Rp 245.000.000
Cicilan mulai dari Rp 5.717.000
Kota Adm. Jakarta Timur
13
Mobil HR-V 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
72.954 Km
Rp 325.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.583.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas Sedan
Lihat Semua
11
Mobil A8 2012 Bekas
2012
Grade B
AT
17.124 Km
Rp 620.000.000
Cicilan mulai dari Rp 14.467.000
Kota Adm. Jakarta Timur
11
Mobil C300 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
10.862 Km
Rp 850.000.000
Cicilan mulai dari Rp 20.117.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Camry 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
62.178 Km
Rp 302.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.047.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Camry 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
40.334 Km
Rp 465.000.000
Cicilan mulai dari Rp 10.850.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Mobil Listrik
Lihat Semua
14
Mobil 4 EV
MG 4 EV
Rp 419 Juta
14
Mobil VF 6
Vinfast VF 6
Rp 384 Juta
14
Mobil U
NETA U
Rp 464 Juta
14
Mobil Atto 4
BYD Atto 4
Rp 464 Juta
14
Mobil UT
AION UT
Rp 330 Juta
14
Mobil e-N1
Honda e-N1
Rp 846 Juta
14
Mobil SEALION 7
BYD SEALION 7
Rp 719 Juta
14
Mobil KONA EV
Hyundai KONA EV
Rp 516 Juta
14
Mobil V
NETA V
Rp 317 Juta
14
Mobil X
NETA X
Rp 428 Juta
14
Mobil Atto 1
BYD Atto 1
Rp 195 Juta - Rp 235 Juta
14
Mobil DENZA D9
BYD DENZA D9
Rp 950 Juta
14
Mobil EV 4
KIA EV 4
Rp 380 Juta - Rp 580 Juta
14
Mobil Macan
PORSCHE Macan
Rp 2 M - Rp 3.9 M
14
Mobil EV 6
KIA EV 6
Rp 1.3 M - Rp 1.7 M
14
Mobil J6
Chery J6
Rp 505 Juta - Rp 608 Juta
14
Mobil 009
Zeekr 009
Rp 2.2 M
14
Mobil X9
Xpeng X9
Akan Datang
14
Mobil G6
Xpeng G6
Akan Datang
14
Mobil CloudEV
Wuling CloudEV
Rp 398 Juta
Jasa Inspeksi Mobil Terpercaya
Jasa Inspeksi Mobil
Mulai Dari
Rp 350.000
Rp 200.000
Jadwalkan Inspeksi
%
Corporate

Memiliki kebutuhan jasa inspeksi yang lebih banyak, lebih profesional dan bisa terintegrasi antar sistem?

Hubungi Kami
Ulasan & Artikel
Lihat Semua
Semua
Artikel
GoodBike
Tips & Trik
Ulasan
TKDN Wuling Tembus 40 Persen, Baterai Mobil Listrik Mulai Dirakit Lokal
21 Sep 2026
TKDN Wuling Tembus 40 Persen, Baterai Mobil Listrik Mulai Dirakit Lokal 21 Sep 2026 Jakarta, Goodcar.id - Seberapa lokal mobil Wuling yang beredar di Indonesia? Salah satu jawabannya bisa dilihat dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Wuling Motors menyebut seluruh lini kendaraannya kini sudah memiliki TKDN di atas 40 persen, termasuk model-model elektrifikasi. Angka tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses perakitan mobil. Wuling juga mulai melokalkan salah satu bagian penting kendaraan elektrifikasi, yakni baterai. Perakitan baterai EV dan PHEV kini dilakukan di fasilitas manufaktur Wuling di Cikarang, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Wuling meningkatkan tingkat lokalisasi produksi sekaligus menambah kandungan dalam negeri pada kendaraan yang dipasarkan di Indonesia. “Kami berterima kasih atas penghargaan Inisiatif Produksi EV Nasional yang diberikan kepada Wuling melalui KESGI Award 2026. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kontribusi terhadap perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Melalui lokalisasi perakitan baterai, Wuling berkomitmen untuk terus meningkatkan TKDN dan mendukung pertumbuhan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia,” ujar Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors. Kalau melihat lini elektrifikasinya, langkah tersebut sudah diterapkan pada beberapa model. Wuling menyebut BinguoEV, Cloud EV, Darion EV dan PHEV, Eksion EV dan PHEV, Aira EV, serta Mitra EV telah menggunakan baterai hasil perakitan lokal di Indonesia. Enam model itu juga menunjukkan bagaimana strategi lokalisasi Wuling mulai masuk ke berbagai segmen. Ada city car listrik, kendaraan penumpang, MPV, SUV tujuh penumpang hingga kendaraan komersial listrik. Lokalisasi baterai menjadi bagian penting karena baterai merupakan komponen utama pada kendaraan elektrifikasi. Dengan proses perakitan yang dilakukan di Indonesia, aktivitas produksi kendaraan listrik tidak seluruhnya bergantung pada proses dari luar negeri. Fasilitas manufaktur Wuling di Cikarang sendiri telah menjadi bagian dari kegiatan produksi kendaraan Wuling di Indonesia. Penambahan fasilitas perakitan baterai EV dan PHEV memperluas aktivitas manufaktur tersebut ke komponen kendaraan elektrifikasi. Wuling menyatakan seluruh lini kendaraannya saat ini telah memiliki TKDN di atas 40 persen. Perusahaan juga masih membuka ruang untuk meningkatkan tingkat lokalisasi tersebut melalui pengembangan produksi di Indonesia. Bagi industri otomotif, angka 40 persen menjadi salah satu angka yang penting diperhatikan ketika membicarakan kandungan lokal sebuah kendaraan. Namun, yang tidak kalah menarik adalah bagaimana produsen membangun rantai produksinya agar semakin banyak proses dan komponen kendaraan dikerjakan di dalam negeri. Wuling kini tidak hanya membawa kendaraan elektrifikasi ke pasar Indonesia, tetapi juga mulai mengerjakan bagian dari proses produksinya di dalam negeri. Perakitan baterai lokal menjadi salah satu langkah yang digunakan untuk memperbesar nilai tambah produksi tersebut. Ke depan, Wuling menyatakan akan terus meningkatkan lokalisasi dan kontribusinya terhadap produksi kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Dengan TKDN seluruh lini yang sudah disebut berada di atas 40 persen, fokus berikutnya adalah bagaimana angka tersebut bisa terus bertambah. Lihat Selengkapnya
AC Mobil Kurang Dingin Saat Cuaca Panas? Jangan Langsung Ganti Kompresor, Cek Bagian Ini
21 Sep 2026
AC Mobil Kurang Dingin Saat Cuaca Panas? Jangan Langsung Ganti Kompresor, Cek Bagian Ini 21 Sep 2026 JAKARTA, Goodcar.id – AC mobil menjadi salah satu fitur yang paling sering bekerja ketika cuaca sedang panas. Kabin yang biasanya cepat dingin bisa terasa lebih lama sejuk, sementara hembusan udara dari ventilasi mulai terasa kurang dingin. Kondisi seperti ini cukup sering membuat pemilik mobil langsung mencurigai kompresor AC. Padahal, sistem pendingin udara kendaraan terdiri dari sejumlah komponen yang saling berhubungan. Ketika salah satunya kotor atau mengalami gangguan, kinerja AC secara keseluruhan juga bisa ikut berubah. Musim kemarau menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan. Selain suhu udara yang lebih tinggi, jalan yang kering dan berdebu membuat beberapa bagian kendaraan lebih mudah terpapar kotoran. Jadi, ketika AC mobil kurang dingin saat cuaca panas, jangan buru-buru mengambil kesimpulan bahwa kompresor harus diganti. Ada beberapa komponen lain yang perlu diperiksa lebih dulu, mulai dari kondensor, evaporator hingga filter kabin. Sistem AC mobil bekerja melalui siklus refrigeran yang melibatkan kompresor, kondensor, expansion valve, evaporator, serta sejumlah komponen pendukung lainnya. Masing-masing memiliki fungsi berbeda dan saling berkaitan dalam menghasilkan udara dingin di dalam kabin. “Kompresor memang komponen penting dalam sistem AC, karena berfungsi mensirkulasikan refrigeran dan oli di dalam sistem sehingga proses pendinginan dapat berlangsung. Saat musim kemarau, beban kerjanya meningkat karena perbedaan suhu antara udara luar dan suhu yang diinginkan di dalam kabin. Untuk itu, pastikan tidak ada suara kasar, bunyi berdecit, getaran tidak normal, atau AC tidak lagi menghasilkan udara dingin seperti biasanya,” terang Mohan Kurniawan, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cabang Surabaya. Menurut Mohan, pemeriksaan AC sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Artinya, teknisi perlu mencari sumber masalah terlebih dahulu sebelum menentukan komponen yang membutuhkan perbaikan atau penggantian. Kondensor Kotor Bisa Bikin AC Mobil Kurang Dingin Salah satu komponen yang perlu diperhatikan ketika AC mobil kurang dingin adalah kondensor. Komponen ini biasanya berada di bagian depan kendaraan dan berfungsi melepaskan panas dari refrigeran ke udara luar. Karena posisinya berada di area depan, kondensor cukup sering berhadapan langsung dengan debu, lumpur, daun, serangga maupun kotoran dari jalan. Jika kotoran menumpuk pada permukaan kondensor, aliran udara yang melewati sirip-siripnya dapat terganggu. Akibatnya, proses pelepasan panas dari refrigeran tidak bisa berlangsung secara optimal. Kondisi tersebut dapat membuat tekanan dalam sistem AC meningkat dan membuat kerja kompresor menjadi lebih berat. Karena itu, kebersihan kondensor menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan ketika melakukan perawatan AC mobil. “Pada musim kemarau, debu yang menumpuk dapat menghambat aliran udara dan mengurangi kemampuan kondensor membuang panas. Kondensor yang terlalu kotor dapat menyebabkan tekanan sistem meningkat dan membuat kerja kompresor semakin berat. Karena itu, saat melakukan perawatan AC, teknisi akan memeriksa permukaan kondensor sekaligus area di antara kondensor dan radiator. Lalu dibersihkan dengan cara yang tepat agar sirip kondensor tidak rusak atau bengkok,” jelas Mohan. Pembersihan pun perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Sirip kondensor yang bengkok akibat tekanan air atau perlakuan yang kurang tepat justru dapat mengganggu aliran udara. Evaporator Juga Perlu Diperiksa Selain kondensor, evaporator merupakan komponen penting dalam sistem AC mobil. Letaknya berada di bagian sistem HVAC dan memiliki tugas menyerap panas dari udara sebelum udara tersebut dialirkan ke dalam kabin. Masalah dapat muncul ketika evaporator dipenuhi debu dan kotoran. Permukaan yang kotor bisa mengganggu proses perpindahan panas sehingga udara yang keluar dari ventilasi terasa kurang dingin. Evaporator yang kotor juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya bau tidak sedap dari ventilasi AC. Karena itu, apabila hembusan blower masih terasa kuat tetapi udara yang keluar tidak lagi sedingin biasanya, kondisi evaporator dapat menjadi salah satu bagian yang diperiksa. Namun, gejala tersebut tidak otomatis menunjukkan evaporator sebagai sumber masalah. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi seluruh sistem AC. Filter Kabin Kotor Bisa Membuat Hembusan AC Melemah Komponen lain yang sering luput dari perhatian adalah filter kabin. Ukurannya memang relatif kecil dibandingkan komponen AC lainnya, tetapi filter kabin memiliki tugas menyaring debu, serbuk dan berbagai partikel sebelum udara masuk ke sistem HVAC dan kabin. Ketika filter kabin terlalu kotor, aliran udara dapat berkurang. Akibatnya, hembusan dari ventilasi AC terasa lebih lemah meskipun sistem pendingin masih bekerja. Filter kabin sebaiknya diperiksa secara berkala dan diganti berdasarkan kondisi, rekomendasi pabrikan, serta lingkungan tempat mobil digunakan. Sebagai salah satu acuan, pemeriksaan atau penggantian filter kabin dapat dilakukan sekitar 40.000 kilometer atau minimal satu tahun sekali, maupun mengikuti jadwal servis kendaraan. Interval tersebut bukan angka yang harus diterapkan sama pada semua kendaraan. Mobil yang lebih sering melewati kawasan berdebu atau memiliki tingkat polusi tinggi dapat membutuhkan pemeriksaan filter kabin lebih sering. Jangan Langsung Ganti Kompresor Saat AC Kurang Dingin Kompresor memang menjadi salah satu komponen utama dalam sistem AC. Komponen ini bertugas mensirkulasikan refrigeran dan oli agar siklus pendinginan dapat berlangsung. Namun, AC mobil kurang dingin bukan berarti kompresor pasti rusak. Ada banyak bagian yang bekerja dalam satu rangkaian. Kondensor harus mampu membuang panas, evaporator menjalankan proses penyerapan panas, expansion valve mengatur aliran refrigeran, sementara filter kabin menjaga aliran udara tetap berjalan. Karena itu, gejala yang dirasakan pengemudi menjadi informasi awal yang penting bagi teknisi. Suara kasar dari area kompresor, bunyi berdecit, getaran tidak normal, hembusan udara yang melemah, udara yang tidak lagi dingin, atau munculnya bau dari ventilasi merupakan beberapa kondisi yang bisa menjadi petunjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Daripada langsung mengganti kompresor, pemeriksaan sistem secara keseluruhan lebih masuk akal untuk mengetahui sumber gangguannya. Kenapa AC Mobil Lebih Terasa Bermasalah Saat Cuaca Panas? Ketika suhu di luar kendaraan meningkat, perbedaan antara temperatur lingkungan dan suhu yang diinginkan di dalam kabin juga semakin besar. AC harus bekerja lebih keras untuk membuang panas dari kabin. Kondisi tersebut membuat kinerja sistem pendingin lebih mudah terasa apabila terdapat komponen yang sudah kotor atau performanya mulai menurun. Pada musim kemarau, paparan debu juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kondensor yang berada di bagian depan kendaraan bisa lebih mudah kotor, sementara filter kabin juga dapat lebih cepat menampung partikel dari udara sekitar. Itulah sebabnya perubahan kecil pada kinerja AC sebaiknya tidak diabaikan. Semakin cepat sumber masalah diketahui, semakin jelas tindakan perawatan yang perlu dilakukan. Cek AC Sebelum Benar-Benar Tidak Dingin Pemilik mobil tidak perlu menunggu sampai AC sama sekali tidak mengeluarkan udara dingin untuk melakukan pemeriksaan. Jika kabin membutuhkan waktu lebih lama untuk terasa sejuk, hembusan udara mulai melemah, muncul bau tidak biasa, atau terdengar suara yang sebelumnya tidak ada, kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk memeriksa sistem AC. Astra Peugeot melalui jaringan bengkel resminya mengimbau pemilik kendaraan melakukan pemeriksaan secara berkala, terutama ketika AC harus bekerja lebih intensif pada musim panas atau kemarau. Pada akhirnya, menjaga AC mobil tetap dingin bukan hanya soal kompresor. Kondensor, evaporator, filter kabin dan komponen lain dalam satu sistem juga memiliki peran masing-masing. Jadi, saat AC mobil kurang dingin saat cuaca panas, jangan langsung menyiapkan biaya untuk mengganti kompresor. Periksa dulu komponen-komponen yang berkaitan dengan sistem pendingin udara agar sumber masalahnya bisa diketahui dengan tepat. Lihat Selengkapnya
The New Sonet Raih Penghargaan Favorite Passenger Car Crossover di GIIAS Bandung 2026
21 Sep 2026
The New Sonet Raih Penghargaan Favorite Passenger Car Crossover di GIIAS Bandung 2026 21 Sep 2026 BANDUNG, GoodCar.id – Kia Sales Indonesia kembali mencatatkan pencapaian di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Bandung 2026. Kali ini, The new Sonet berhasil meraih penghargaan Favorite Passenger Car Crossover, sekaligus memperkuat posisi compact SUV tersebut sebagai salah satu model penting dalam perjalanan Kia di pasar Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap daya tarik The new Sonet yang menggabungkan dimensi kompak, kepraktisan, teknologi, serta karakter SUV dalam satu paket. Kombinasi tersebut membuat Kia Sonet menyasar kebutuhan konsumen perkotaan yang membutuhkan kendaraan mudah dikendalikan tanpa mengesampingkan fitur dan desain. VP Commercial Kia Sales Indonesia, Welly Nugroho, mengatakan penghargaan di GIIAS Bandung 2026 menjadi apresiasi atas penerimaan konsumen terhadap The new Sonet. Menurutnya, karakter Sonet yang ringkas dan praktis membuat model tersebut tetap relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan, sekaligus mempertahankan elemen desain dan teknologi yang menjadi bagian dari identitas Kia. Sonet Punya Rekam Jejak Sejak 2020 Kia Sonet pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 11 November 2020 sebagai compact SUV yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian. Sejak kehadirannya, model ini menjadi salah satu produk yang memiliki kontribusi terhadap perjalanan Kia di pasar domestik. Hingga Agustus 2026, penjualan Sonet di Indonesia tercatat mencapai 5.101 unit. Bahkan pada 2021, kontribusi Sonet disebut mencapai 80 persen dari total penjualan Kia di Indonesia. Catatan tersebut menunjukkan peran penting Sonet dalam memperkuat kehadiran Kia di segmen kendaraan SUV berukuran kompak. Kini, The new Sonet hadir dengan sejumlah pembaruan yang tetap mempertahankan karakter utamanya sebagai kendaraan yang praktis untuk digunakan di perkotaan. Dimensi Kompak dengan Karakter SUV The new Sonet memiliki panjang 4.110 mm, wheelbase 2.500 mm, serta ground clearance mencapai 205 mm. Dimensi tersebut dipadukan dengan kapasitas bagasi sebesar 385 liter, sehingga memberikan ruang yang cukup untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Ground clearance yang mencapai 205 mm juga memberikan fleksibilitas ketika kendaraan menghadapi beragam kondisi jalan. Sementara dimensinya yang relatif kompak membantu pengemudi bermanuver di area perkotaan dengan lalu lintas padat. Dari sisi performa, Kia Sonet menggunakan mesin Smartstream Gamma II 1.497 cc DOHC Dual CVVT. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 115 PS dan torsi maksimum 144 Nm. Tenaga mesin disalurkan melalui Intelligent Variable Transmission (IVT) yang dirancang menghadirkan perpindahan tenaga secara halus. Karakter ini juga mendukung kenyamanan ketika kendaraan digunakan dalam kondisi stop-and-go di perkotaan. Kabin Dilengkapi Fitur Modern Masuk ke bagian interior, The new Sonet dibekali panel instrumen digital berukuran 10,25 inci dan layar infotainment 8 inci. Perpaduan tersebut memberikan tampilan kabin yang lebih modern sekaligus memudahkan pengemudi memantau berbagai informasi kendaraan. Fitur kenyamanan lainnya meliputi automatic climate control, wireless charging, sunroof, serta sistem audio BOSE 7-speaker yang dilengkapi Sound Mood Light. Tidak hanya mengutamakan kenyamanan, Kia juga memperkuat aspek keselamatan The new Sonet melalui sejumlah teknologi bantuan berkendara. Sonet Dibekali ADAS Salah satu pembaruan yang menjadi perhatian pada The new Sonet adalah kehadiran rangkaian Advanced Driver Assistance System (ADAS). Teknologi tersebut mencakup Forward Collision Avoidance Assist, Lane Keeping Assist, Lane Following Assist, serta Smart Cruise Control with Stop & Go. Perlindungan penumpang juga didukung enam airbags, Tire Pressure Monitoring System, Parking Distance Warning, dan Rear View Monitor. Kehadiran berbagai fitur tersebut membuat The new Sonet tidak hanya menawarkan dimensi kompak dan desain SUV, tetapi juga menghadirkan teknologi bantuan berkendara yang semakin relevan dengan kebutuhan pengguna kendaraan modern. Penghargaan Favorite Passenger Car Crossover di GIIAS Bandung 2026 menjadi catatan terbaru dalam perjalanan Kia Sonet di Indonesia. Dengan kombinasi dimensi kompak, mesin 1,5 liter, fitur kenyamanan, serta teknologi ADAS, The new Sonet melanjutkan perannya sebagai salah satu model penting Kia di segmen compact SUV Tanah Air. Lihat Selengkapnya
Cara Parkir Mobil di Tempat Sempit Tanpa Panik, 5 Langkah Ini Bikin Manuver Lebih Mudah
21 Sep 2026
Cara Parkir Mobil di Tempat Sempit Tanpa Panik, 5 Langkah Ini Bikin Manuver Lebih Mudah 21 Sep 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Cara parkir mobil di ruang sempit sering kali bikin pengemudi ragu. Apalagi ketika harus masuk ke celah terbatas, parkir paralel, atau bermanuver di antara dua kendaraan yang jaraknya tidak terlalu lebar. Masalahnya bukan selalu soal kemampuan mengemudi. Banyak pengemudi sebenarnya hanya kurang yakin membaca posisi mobil ketika setir mulai diputar. Bagian depan bergerak melebar, sementara buritan masuk ke ruang parkir. Kalau sudut awalnya kurang tepat, manuver berikutnya pun ikut berantakan. Karena itu, cara parkir mobil yang aman tidak perlu dilakukan dengan terburu-buru. Pengemudi perlu mengatur posisi awal, bergerak perlahan, membaca spion, memanfaatkan marka atau kendaraan di sekitar sebagai patokan, lalu melakukan koreksi jika posisi mobil belum tepat. Sejumlah mobil modern juga sudah dibekali fitur yang membantu pengemudi membaca kondisi sekitar kendaraan. Suzuki, misalnya, menghadirkan Rear Parking Sensor dan 360° View Camera pada Suzuki XL7 New Alpha Hybrid sebagai perangkat pendukung ketika kendaraan bermanuver, termasuk saat menghadapi area parkir yang terbatas. Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, mengatakan pengemudi sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu sudut pandang ketika melakukan manuver parkir. “Parkir pada tempat sulit sebenarnya dapat dilakukan dengan lebih mudah ketika pengemudi memahami posisi kendaraan dan melakukan setiap manuver secara bertahap. Jangan terburu-buru memutar kemudi atau mengandalkan satu sudut pandang saja. Manfaatkan spion, amati kondisi sekitar secara langsung, serta gunakan fitur pendukung kendaraan sebagai tambahan informasi saat bermanuver,” ujar Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). 1. Pastikan Ruang Parkir Cukup, Lalu Atur Posisi Awal Langkah pertama dalam cara parkir mobil justru dimulai sebelum kendaraan bergerak masuk ke tempat parkir. Pastikan ruang yang tersedia memang cukup untuk dimensi mobil. Pada posisi parkir yang terbatas, jangan langsung memutar setir. Atur terlebih dahulu posisi kendaraan agar memiliki ruang untuk melakukan manuver. Posisi awal yang terlalu dekat maupun terlalu jauh dari kendaraan di sebelah dapat membuat sudut masuk menjadi kurang ideal. Sebelum mulai mundur, cek spion kanan dan kiri. Amati pula kondisi di depan, belakang, dan sisi kendaraan untuk memastikan tidak ada orang, kendaraan lain, atau benda yang berada di jalur manuver. Posisi awal yang tepat akan membuat proses parkir berikutnya lebih mudah. Sebaliknya, posisi yang salah sejak awal biasanya membuat pengemudi harus melakukan lebih banyak koreksi. 2. Mundur Perlahan dan Atur Putaran Setir Bertahap Setelah posisi awal didapat, nyalakan lampu sein sebagai tanda kepada pengguna jalan lain. Kemudian mulai mundurkan kendaraan secara perlahan. Jangan langsung memutar kemudi secara penuh. Arahkan bagian belakang kendaraan menuju ruang parkir sambil mengatur putaran setir secara bertahap. Kecepatan rendah menjadi kunci. Dengan bergerak perlahan, pengemudi memiliki waktu lebih banyak untuk membaca perubahan arah kendaraan dan melakukan koreksi sebelum jaraknya terlalu dekat dengan objek di sekitar. Kendaraan di sebelah, marka parkir, atau tepi jalan dapat digunakan sebagai titik referensi. Namun jangan hanya memperhatikan bagian belakang. Ketika setir diputar, bagian depan mobil juga ikut bergerak dan membutuhkan ruang. Hal ini sering luput ketika pengemudi terlalu fokus melihat arah buritan kendaraan. 3. Manfaatkan Rear Parking Sensor untuk Membaca Jarak Ketika bagian belakang mobil mulai masuk ke ruang parkir, jarak dengan kendaraan atau objek di belakang semakin penting diperhatikan. Di sinilah Rear Parking Sensor dapat digunakan sebagai informasi tambahan. Sensor akan mendeteksi objek di belakang kendaraan ketika mobil bergerak mundur dan memberikan peringatan melalui suara sesuai jarak yang terbaca. Fitur tersebut berguna ketika ruang parkir cukup terbatas dan jarak pandang ke belakang tidak terlalu leluasa. Namun sensor parkir bukan pengganti pengamatan langsung. Pengemudi tetap perlu melihat melalui spion, kamera, serta kondisi sekitar kendaraan. Sensor juga memiliki keterbatasan dalam membaca kondisi tertentu sehingga keputusan akhir tetap berada di tangan pengemudi. 4. Gunakan 360° View Camera Saat Parkir di Ruang Sempit Cara parkir mobil di tempat sempit menjadi lebih mudah ketika pengemudi memiliki lebih banyak referensi visual. Salah satunya melalui 360° View Camera. Fitur ini tersedia pada Suzuki XL7 New Alpha Hybrid dan memberikan gambaran area di sekitar kendaraan melalui tampilan dari beberapa sisi. Saat mobil mulai masuk ke ruang parkir, kamera dapat membantu pengemudi membaca posisi kendaraan terhadap mobil lain, marka parkir, trotoar, maupun objek di sekitar. Fungsi tersebut terutama terasa ketika ada area yang sulit terlihat hanya melalui spion. Blind spot di sekitar kendaraan dapat menjadi salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian ketika melakukan manuver dalam ruang terbatas. Meski begitu, kamera tetap menjadi alat bantu. Pengemudi sebaiknya tetap melakukan pengecekan kondisi sekitar secara langsung sebelum dan selama kendaraan bergerak. 5. Jangan Takut Mengoreksi Posisi Parkir tidak harus selalu selesai dalam satu gerakan. Kalau posisi mobil masih terlalu dekat dengan kendaraan di samping atau belum sejajar dengan marka, lakukan koreksi. Maju sedikit, mundur kembali, lalu atur ulang sudut kendaraan merupakan bagian normal dari proses parkir. Justru memaksakan mobil masuk dalam satu kali manuver dapat membuat jarak dengan objek sekitar semakin sulit dikendalikan. Pada kondisi seperti ini, bergerak perlahan menjadi lebih penting daripada mengejar parkir cepat. Perhatikan kembali spion, kamera, sensor, dan kondisi sekitar sebelum melanjutkan manuver. Dengan begitu, pengemudi bisa mendapatkan posisi akhir yang lebih rapi sekaligus menjaga jarak aman dari kendaraan atau benda di sekeliling. Fitur Parkir Hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Pengemudi Teknologi pada mobil memang dapat membantu ketika menghadapi parkir paralel maupun ruang parkir yang terbatas. Namun fitur seperti Rear Parking Sensor dan 360° View Camera tetap berfungsi sebagai alat bantu. Kemampuan memahami dimensi kendaraan, membaca sudut kemudi, mengatur kecepatan, dan memperhatikan kondisi sekitar tetap menjadi bagian penting dari cara parkir mobil. Hariadi menegaskan bahwa pengemudi tidak perlu memaksakan manuver parkir selesai dalam satu kali gerakan. “Fitur kendaraan dapat membantu memberikan sudut pandang dan informasi tambahan ketika pengemudi bermanuver. Namun, prinsip utamanya tetap sama, yaitu lakukan secara perlahan, jaga konsentrasi, serta pastikan kondisi di depan, belakang, maupun sisi kendaraan aman. Tidak perlu terburu-buru atau memaksakan parkir selesai dalam satu kali manuver,” tutup Hariadi. Lihat Selengkapnya
Pengalaman Mereka Beli di GoodCar
Nissan Leaf 2019
Lihat Testimoni
Nissan Leaf 2019

Prosesnya cepat, mobilnya masih enak banget dan warranty nya masih aktif, jadi cukup worry free. Terima kasih Goodcar.

HANSEL
Toyota Grand New Avanza 1.3 G M/T

Alhamdulillah Memuaskan

DAIM MUJIONO
Honda City All New E 1.5 A/T
Lihat Testimoni
Honda City All New E 1.5 A/T

Alhamdulillah prosesnya lancar, salesnya sangat informatif, dan kondisi barangnya masih bagus. 

RIKO
Renault Duster RXL 1.5 dCi 4X2 MT

Prosesnya cepat, dan penyerahan dokumen kendaraan juga cepat. Kondisi kendaraan sofar ok, tdk ada masalah. Udah dipakai 3x jalan jauh, jkt-ciamis, jkt-dieng dan jkt - malang, aman2 saja.. sedikit masalah di power window driber yg kadang macet.. harga tergolong affordable ..👍👍

IR.DEDE IWAHYARASMAN
Infiniti FX37 3700
Lihat Testimoni
Infiniti FX37 3700

Barangnya bagus, dan kilometernya masih rendah

JOKO
Daihatsu Great New Xenia 1.3 X STD M/T

Ok pak bagus gak ada kendala👍👍

NGATIMAN
Infiniti FX50 4X4
Lihat Testimoni
Infiniti FX50 4X4

Udah jarang banget mobil 8 Silider, tapi di Goodcar ada

ABRAHAM
Toyota New Vios 1.5 G A/T

Kondisi mobil sehat.. proses pembelian oke. Kualitas mobil bagus

BRIAN DWINA ASTUTI