Beranda / Mobil Baru / Katalog / KIA EV 6

KIA EV 6

Rp 1.3 M - Rp 1.7 M
Jarak Tempuh
506 KM
Mesin
Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM)
Roda Penggerak
AWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Aurora Black Pearl
Runway Red
Yacht Blue
Moon Scape
Snow White Pearl
Tipe Kendaraan
KIA EV 6 GT
Rp 1.7 M
Dapatkan Ekslusif Promo
KIA EV 6 GT-Line
Rp 1.3 M
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
KIA EV 6 GT
KIA EV 6 GT-Line
Jarak Tempuh
506 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM)
Pintu
5
Roda Penggerak
AWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

KIA EV 6
Artikel Terkait
Lihat Semua
Hyundai Luncurkan Infotainment Generasi Baru, Pleos Connect Diklaim Lebih Pintar dari Smartphone
08 May 2026
Hyundai Luncurkan Infotainment Generasi Baru, Pleos Connect Diklaim Lebih Pintar dari Smartphone 08 May 2026 Seoul, GoodCar.id— Hyundai Motor Group resmi memperkenalkan sistem infotainment generasi terbaru bernama Pleos Connect yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara lebih cerdas, intuitif, dan terhubung. Teknologi terbaru ini menjadi langkah strategis Hyundai dalam mempercepat transformasi menuju era Software-Defined Vehicle (SDV) dan mobilitas berbasis kecerdasan buatan. Diperkenalkan di Seoul pada 7 Mei 2026, Pleos Connect hadir sebagai platform infotainment baru yang menggabungkan teknologi artificial intelligence (AI), sistem aplikasi terbuka, serta pembaruan software over-the-air (OTA). Sistem ini akan debut perdana di Hyundai GRANDEUR terbaru di Korea Selatan dan secara bertahap diterapkan pada berbagai model global, termasuk IONIQ 3 yang baru diperkenalkan di Eropa. Hyundai Motor Group menargetkan teknologi Pleos Connect akan digunakan di sekitar 20 juta kendaraan Hyundai, Kia, dan Genesis hingga tahun 2030. Hyundai Fokus pada Pengalaman Berkendara Berbasis Software Senior Vice President Hyundai Motor Group, Jongwon Lee, menjelaskan bahwa Pleos Connect menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekosistem mobilitas masa depan Hyundai. Menurutnya, sistem infotainment terbaru ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis melalui kombinasi platform yang mobile-friendly dan teknologi AI canggih. “Pleos Connect merupakan sistem infotainment generasi terbaru yang menawarkan pengalaman mobilitas lebih baik bagi konsumen dengan memadukan platform mobile-friendly dan teknologi AI canggih,” ujarnya. Hyundai membangun Pleos Connect dengan tiga pilar utama, yakni kemudahan penggunaan, keamanan, dan keterbukaan sistem. Melalui pendekatan tersebut, pengguna dapat menikmati pengalaman digital di dalam kendaraan yang semakin mirip dengan penggunaan smartphone modern. Tampilan Kabin Lebih Modern dan Intuitif Pleos Connect menghadirkan desain antarmuka baru yang dirancang agar lebih mudah digunakan saat berkendara. Sistem ini mengombinasikan layar sentuh dengan tombol fisik guna meminimalkan distraksi pengemudi. Sistem infotainment ini terdiri dari dua layar utama, yaitu layar tengah berukuran lebar dan layar tipis yang ditempatkan tepat di depan pengemudi. Layar tengah utama terbagi menjadi beberapa area penting, seperti: Informasi kendaraan dan visualisasi objek sekitar kendaraan Area aplikasi untuk navigasi, media, dan aplikasi pihak ketiga Panel akses cepat untuk aplikasi favorit atau yang baru digunakan Sementara itu, layar tipis di depan pengemudi menampilkan informasi penting seperti kecepatan kendaraan, navigasi, hingga media agar fokus berkendara tetap terjaga. Hyundai juga menghadirkan kontrol berbasis gestur tiga jari yang memungkinkan pengguna memindahkan atau menutup aplikasi secara cepat dan praktis. Navigasi Lebih Pintar dan Responsif Salah satu peningkatan terbesar pada Pleos Connect hadir di sektor navigasi. Hyundai melakukan pengembangan besar melalui pendekatan berbasis data pengguna. Tampilan navigasi kini dibuat lebih sederhana dengan ikon minimalis dan menu yang lebih mudah dipahami. Selain itu, pengguna juga bisa mengatur tampilan layar secara fleksibel untuk multitasking. Navigasi Pleos Connect juga mendukung pembaruan lalu lintas real-time menggunakan peta online sehingga sistem mampu memberikan rute tercepat dan paling efisien secara akurat. Research Engineer Hyundai Motor Group, Hanna Yun, menyebut sistem navigasi terbaru ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih praktis dan nyaman bagi seluruh pengguna. Gleo AI Jadi Asisten Pintar di Dalam Mobil Fitur unggulan lain dari Pleos Connect adalah hadirnya Gleo AI, asisten suara berbasis large language model (LLM) yang mampu memahami perintah pengguna secara lebih natural. Gleo AI memungkinkan pengemudi memberikan beberapa instruksi sekaligus, seperti mengatur navigasi, suhu kabin, hingga mencari informasi melalui pencarian web. Teknologi ini juga mampu memahami konteks percakapan dan posisi pengguna di dalam kabin. Misalnya, sistem dapat mengenali perintah seperti “aktifkan kursi panas saya” sesuai lokasi penutur di dalam mobil. Selain itu, pengguna nantinya dapat mengakses riwayat percakapan dengan Gleo AI melalui aplikasi khusus. Team Lead Gleo AI Group di 42dot, Jongho Lee, mengatakan bahwa Gleo AI dirancang layaknya teman perjalanan yang mampu memahami kebutuhan pengguna secara kontekstual. Hadirkan App Market dan Ekosistem Terbuka Pleos Connect juga membawa konsep App Market yang memungkinkan integrasi aplikasi pihak ketiga langsung di sistem kendaraan. Beberapa layanan seperti YouTube, Spotify, hingga aplikasi navigasi dapat diakses langsung tanpa perlu menghubungkan smartphone. Hyundai juga membuka peluang kolaborasi lebih luas bagi pengembang melalui platform Pleos Playground yang menyediakan API dan tools untuk menciptakan aplikasi baru di dalam ekosistem kendaraan Hyundai. Ke depan, Hyundai berencana memperluas layanan hiburan, gaming, hingga manajemen kendaraan berbasis aplikasi untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin personal. Hyundai Siapkan Era Artificial Intelligence-Defined Vehicle Peluncuran Pleos Connect menjadi tonggak penting dalam transformasi Hyundai menuju kendaraan berbasis software dan AI. Dalam jangka panjang, Hyundai Motor Group menargetkan pengembangan menuju Artificial Intelligence-Defined Vehicle (AIDV), di mana kendaraan mampu berinteraksi lebih natural dengan penggunanya melalui teknologi AI personal. Dengan hadirnya Pleos Connect, Hyundai tidak hanya menghadirkan sistem infotainment baru, tetapi juga membuka babak baru pengalaman mobilitas yang lebih modern, terhubung, dan cerdas di masa depan. Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6, Hadri Perdana di China
30 Apr 2026
Spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6, Hadri Perdana di China 30 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - China, Goodcar.id – Spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 menjadi perhatian dalam ajang Auto China 2026. Kedua model ini menunjukkan arah baru Volkswagen Group dalam menghadapi transformasi industri otomotif global, khususnya di pasar Tiongkok yang sangat kompetitif. Melalui strategi “In China, for China”, Volkswagen menghadirkan kendaraan listrik yang dirancang sesuai kebutuhan konsumen lokal. Spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 pun menjadi representasi dari kombinasi elektrifikasi, software, dan teknologi pintar yang semakin relevan. Spesifikasi Volkswagen ID. AURA T6: SUV Listrik dengan Platform CEA Spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 pada model ID. AURA T6 menunjukkan fokus pada segmen SUV listrik menengah. Mobil ini dikembangkan oleh FAW-Volkswagen dan dibangun menggunakan China Electronic Architecture (CEA). Platform ini memungkinkan integrasi teknologi yang lebih cepat, termasuk sistem bantuan berkendara Level 2 (ADAS) yang lebih canggih. Selain itu, spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 pada varian ini juga mencakup fitur over-the-air (OTA), yang memungkinkan pembaruan software tanpa perlu datang ke bengkel. Dengan pendekatan software-defined vehicle, spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 melalui ID. AURA T6 menunjukkan bahwa mobil kini tidak hanya bergantung pada hardware, tetapi juga terus berkembang lewat sistem digital. Spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09: Sedan Listrik Premium Berbasis AI Sementara itu, spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 juga terlihat dari model ID. UNYX 09 yang dikembangkan oleh Volkswagen Anhui. Sedan listrik ini memiliki dimensi besar dengan panjang sekitar 5 meter, menyasar segmen premium. Dari sisi teknologi, spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 pada model ini mencakup sistem komputasi tinggi, fitur bantuan berkendara canggih, serta asisten berbasis AI. Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih intuitif dan interaktif. Kehadiran AI dalam spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 juga memperlihatkan bagaimana Volkswagen mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam interaksi pengguna sehari-hari. Fitur ADAS dan Teknologi Canggih Jadi Bagian Spesifikasi Spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 semakin lengkap dengan pengembangan sistem L2 Advanced ADAS melalui CARIZON. Teknologi ini mencakup fitur seperti Highway Pilot hingga Navigation on Autopilot (NOA). Fitur tersebut memungkinkan kendaraan digunakan baik di jalan tol maupun perkotaan dengan tingkat bantuan berkendara yang lebih tinggi. Bahkan, ke depan spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 akan dilengkapi kemampuan parkir otomatis yang lebih kompleks.Selain itu, Volkswagen juga memperkenalkan roadmap “Agentic AI for All” yang akan menjadi bagian penting dari spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 di masa depan. Spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 tidak hanya berfokus pada elektrifikasi, tetapi juga pada integrasi AI dan software. CEO Oliver Blume menyebut bahwa Tiongkok menjadi pusat penting dalam pengembangan teknologi Volkswagen. Sementara itu, Ralf Brandstätter menegaskan bahwa dalam 36 bulan terakhir, Volkswagen telah membangun portofolio kendaraan listrik pintar yang sepenuhnya baru di Tiongkok. Dengan demikian, spesifikasi Volkswagen ID. UNYX 09 dan ID. AURA T6 menjadi gambaran bagaimana mobil masa depan akan berkembang—tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai perangkat teknologi yang terus diperbarui dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Lihat Selengkapnya
Sean Gelael Debut di Mandalika, Siap Tampil di GT World Challenge Asia 2026
27 Apr 2026
Sean Gelael Debut di Mandalika, Siap Tampil di GT World Challenge Asia 2026 27 Apr 2026 Jakarta, GoodCar.id - Pembalap sportscar dan GT berpengalaman asal Indonesia, Sean Gelael, dipastikan akan menjalani debutnya di ajang GT World Challenge Asia powered by AWS di hadapan publik sendiri. Momen spesial tersebut akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 2–3 Mei mendatang, menandai kali pertama Gelael turun dalam kompetisi GT internasional di tanah air. Pembalap berusia 29 tahun ini dijadwalkan tampil dalam satu penampilan khusus (one-off) bersama tim Garage 75 asal Indonesia. Ia akan mengendarai Ferrari 296 GT3 Evo, mobil balap spesifikasi GT3 terbaru yang juga menjadi andalannya di berbagai kejuaraan internasional musim ini. Garage 75 sendiri bukan tim sembarangan, karena sukses meraih gelar juara kelas Am dalam dua musim terakhir GT World Challenge Asia. Menariknya, Gelael akan turun sebagai pembalap tunggal dalam dua balapan berdurasi masing-masing 60 menit. Format ini sebelumnya juga dijalani oleh rivalnya di kelas Silver, Akash Nandy, saat seri pembuka di Sepang. Keputusan ini menunjukkan tingkat kepercayaan tim terhadap kemampuan dan pengalaman Gelael dalam mengelola balapan secara penuh tanpa berbagi kokpit. Pengalaman Sean Gelael di Dunia Balap Foto : Antara Gorontalo Secara rekam jejak, Sean Gelael bukan nama baru di dunia balap ketahanan (endurance racing). Ia merupakan mantan runner-up kelas pada ajang 24 Hours of Le Mans serta FIA World Endurance Championship (WEC). Saat ini, Gelael masih aktif berkompetisi di WEC dengan mengendarai BMW M4 GT3 Evo, memperkuat reputasinya sebagai salah satu pembalap Indonesia paling berpengalaman di kancah global. Pengalamannya dengan Ferrari 296 GT3 Evo juga bukan hal baru. Gelael telah mengasah kemampuannya menggunakan mobil tersebut dalam kampanye Asian Le Mans Series musim 2025/2026. Selain itu, ia juga turun di GT World Challenge Europe musim ini dengan mobil yang sama. Dalam kedua program tersebut, peran tim AF Corse menjadi sangat krusial, mengingat tim Italia tersebut juga memberikan dukungan teknis kepada Garage 75 di GT World Challenge Asia. Seri kedua GT World Challenge Asia di Mandalika ini juga akan menjadi pengalaman balap kompetitif pertama Gelael di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut. Meski demikian, Mandalika bukanlah tempat yang asing baginya. Ia telah beberapa kali terlibat dalam berbagai kegiatan di sirkuit ini, mulai dari sesi peresmian, menghadiri ajang balap, hingga melakukan hot lap dan bahkan mengibarkan bendera finis. Namun, balapan resmi dengan tekanan kompetisi tentu menjadi tantangan yang berbeda. Dalam pernyataannya, Gelael mengungkapkan rasa antusiasnya untuk akhirnya bisa balapan di Mandalika. “Saya sangat senang akhirnya bisa balapan di Mandalika. Ini seperti potongan terakhir dari sebuah puzzle. Saya sudah melakukan banyak hal di Mandalika sebelumnya, mulai dari ikut peresmian sirkuit, menghadiri balapan, hingga mengemudi untuk hot lap dan bahkan mengibarkan bendera finis. Tapi saya belum pernah benar-benar balapan secara kompetitif melawan para rival tangguh di sana,” ujar Gelael, dikutip dari laman resmi GT World Challange Asia (16/04/2026) Ia juga menambahkan bahwa balapan ini memiliki arti emosional yang mendalam. Selain menjadi debutnya di Mandalika dalam konteks kompetitif, ini juga merupakan salah satu kesempatan langka baginya untuk tampil di ajang balap mobil internasional di depan publik Indonesia. “Ini juga akan menjadi pertama kalinya, selain reli, saya mengikuti balapan mobil internasional di depan para penggemar Indonesia yang saya cintai. Jadi ini pasti akan menjadi momen yang sangat spesial,” lanjutnya. Ajang GT World Challenge Asia sendiri memiliki arti penting bagi perkembangan motorsport di Mandalika. Tahun lalu, kejuaraan ini menjadi ajang balap mobil internasional pertama yang digelar di sirkuit tersebut, membuka jalan bagi berbagai event internasional lainnya untuk masuk ke Indonesia. Rangkaian kegiatan seri Mandalika akan dimulai dengan sesi official test pada Kamis, 30 April. Setelah itu, para pembalap akan menjalani sesi latihan bebas pada Jumat sebelum memasuki dua balapan utama yang digelar secara terpisah pada Sabtu dan Minggu. Format akhir pekan ini memberikan waktu adaptasi yang cukup bagi pembalap, terutama bagi mereka yang baru pertama kali merasakan karakter lintasan Mandalika dalam kondisi balap penuh. Dengan kombinasi pengalaman internasional, dukungan tim yang kompetitif, serta motivasi tampil di depan publik sendiri, kehadiran Sean Gelael di GT World Challenge Asia Mandalika diprediksi akan menjadi salah satu sorotan utama akhir pekan balap tersebut. Selain menjadi ajang pembuktian diri, ini juga menjadi momentum penting bagi motorsport Indonesia untuk menunjukkan eksistensinya di level global. Lihat Selengkapnya
Pajak Mobil Listrik Mulai Dihitung, Tapi Belum Final
23 Apr 2026
Pajak Mobil Listrik Mulai Dihitung, Tapi Belum Final 23 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - Kebijakan terbaru pemerintah mulai mengubah peta pajak mobil listrik di Indonesia, termasuk untuk BYD Atto 1 yang kini tak lagi sepenuhnya bebas pungutan seperti sebelumnya. Mengacu pada lampiran Permendagri Nomor 11 Tahun 2026, komponen dasar dalam perhitungan pajak mobil listrik untuk BYD Atto 1 dimulai dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar Rp229 juta, yang kemudian dikalikan bobot 1,050 sehingga menghasilkan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sekitar Rp240,4 juta. Dari nilai tersebut, simulasi awal pajak mobil listrik bisa dihitung menggunakan asumsi tarif minimal 1 persen, di mana Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) diperkirakan sekitar Rp2,4 juta dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga berada di kisaran Rp2,4 juta. Selain komponen utama, perhitungan pajak mobil listrik juga mencakup biaya tambahan seperti administrasi penerbitan STNK, TNKB, dan BPKB yang umumnya berkisar Rp500 ribu. Jika seluruh komponen dijumlahkan, estimasi total awal pajak mobil listrik untuk registrasi BYD Atto 1 berada di angka sekitar Rp5,3 juta, meski angka ini masih bersifat simulasi. Pajak Mobil Listrik Bisa Berbeda di Setiap Daerah Perlu dipahami, besaran pajak mobil listrik tidak bersifat seragam karena masing-masing pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam menentukan tarif dan insentif yang berlaku. Dalam praktiknya, tarif pajak mobil listrik seperti PKB umumnya berada di rentang 1 hingga 1,2 persen, sementara BBNKB bisa lebih tinggi tergantung kebijakan daerah dan skema yang diterapkan. Di sisi lain, kebijakan insentif masih menjadi faktor penentu dalam besaran akhir pajak mobil listrik, karena beberapa daerah bisa memberikan diskon bahkan pembebasan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik. Aturan Baru Ubah Skema Pajak Mobil Listrik Perubahan skema pajak mobil listrik ini tidak lepas dari diberlakukannya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mulai efektif sejak 1 April 2026. Dalam aturan terbaru tersebut, status pajak mobil listrik berubah karena kendaraan listrik kini tidak lagi sepenuhnya dikecualikan dari objek Pajak Kendaraan Bermotor seperti pada regulasi sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Permendagri Nomor 7 Tahun 2025, kebijakan pajak mobil listrik sebelumnya masih memberikan pembebasan bagi kendaraan berbasis energi terbarukan, termasuk mobil listrik. Kesimpulan: Pajak Mobil Listrik Mulai Normal, Tapi Belum Seragam Dengan adanya perubahan ini, arah kebijakan pajak mobil listrik di Indonesia mulai bergeser ke skema yang lebih normal seperti kendaraan konvensional. Namun demikian, implementasi pajak mobil listrik di lapangan masih sangat bergantung pada kebijakan daerah, sehingga potensi perbedaan biaya tetap terbuka lebar. Bagi konsumen, memahami skema pajak mobil listrik menjadi hal penting sebelum membeli kendaraan, agar tidak kaget dengan biaya tambahan di luar harga mobil. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.