Jadi Daya Tarik di IIMS 2026, Chery Adventure Park Didatangi Lebih Dari 1.100 Pengunjung27 Feb 2026
Jadi Daya Tarik di IIMS 2026, Chery Adventure Park Didatangi Lebih Dari 1.100 Pengunjung27 Feb 2026
Jakarta, GoodCar.id - PT Chery Sales Indonesia (CSI) sukses mencuri perhatian publik di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Mengandalkan lini produk inovatif dan aktivasi interaktif, pabrikan asal Tiongkok ini berhasil membukukan total lebih dari 1.100 sesi test drive sepanjang pameran berlangsung.
Magnet Utama: Chery Adventure Park
Bintang utama tahun ini adalah Chery Adventure Park, sebuah area exclusive test drive tematik yang dirancang khusus untuk menguji nyali dan durabilitas kendaraan. Fokus utama tertuju pada Chery J6T, SUV listrik yang kental dengan aura petualang.
Di area ini, pengunjung ditantang melibas berbagai rintangan ekstrem, termasuk ramp dengan kemiringan hingga 35 derajat. Ketangguhan J6T dibuktikan melalui sistem penggerak iWD serta struktur bodi all-aluminum alloy berbasis aerospace-grade, yang membuatnya 30% lebih ringan sekaligus lebih kaku (rigid) dibanding SUV berbahan baja konvensional.
Data dan Antusiasme Pengunjung
Tingginya rasa penasaran konsumen tercermin dari angka partisipasi yang masif:
720+ Pengunjung: Melakukan non-exclusive test drive (didominasi model TIGGO 8 CSH, C5 CSH, dan TIGGO Cross CSH).
Hampir 400 Pengunjung: Menjajal tantangan berat di exclusive test drive Chery Adventure Park.
Menanggapi pencapaian ini, Arthur Panggabean, Head of Brand and Marketing Chery Business Unit, menyatakan kepuasannya atas respon positif pasar Indonesia.
“Capaian lebih dari 1.100 pengunjung yang mencoba langsung berbagai model Chery selama IIMS 2026 menunjukkan minat yang positif dari masyarakat. Pengunjung sudah merasakan langsung kapabilitas kendaraan, driving experience, serta inovasi teknologi Chery, termasuk karakter petualang dari J6T yang kami tampilkan di area adventure park,” ujar Arthur.
Pengakuan Internasional dan Teknologi CSH
Tak hanya laris manis di area uji coba, Chery J6T juga menyabet penghargaan Best Compact SUV di IIMS 2026, mempertegas posisinya sebagai pionir EV kompak dengan standar engineering tinggi.
Selain segmen listrik murni, Chery juga memamerkan taji di sektor hybrid melalui CSH Corner. Area ini menampilkan jajaran produk dengan platform Chery Super Hybrid (CSH), termasuk C5 CSH yang baru saja meluncur. Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini menjadi solusi transisi mobilitas bagi konsumen yang menginginkan efisiensi energi tanpa kompromi performa.
Lihat Selengkapnya
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional27 Feb 2026
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional27 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Industri otomotif nasional menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri, khususnya segmen pick-up.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), yang sejak 1969 berperan sebagai asosiasi industri kendaraan bermotor di Indonesia.
GAIKINDO menyebut, bersama para anggotanya dan dengan dukungan pemerintah, industri otomotif nasional terus menyesuaikan perkembangan produk dengan kebutuhan masyarakat, termasuk untuk kendaraan roda empat atau lebih di segmen komersial.
Pengembangan Platform dari Pick-Up ke MPV
Dalam perjalanannya, industri otomotif Indonesia mengembangkan platform kendaraan komersial pick-up yang kemudian dikonversi menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV). Awalnya, proses konversi dilakukan melalui kerja sama dengan industri karoseri.
Seiring waktu, pengembangan tersebut dilakukan lebih lanjut oleh pabrikan hingga menghasilkan kendaraan MPV yang diproduksi secara penuh di dalam negeri. Model MPV yang lahir dari pengembangan tersebut kini menjadi salah satu segmen kendaraan yang banyak digunakan masyarakat Indonesia dan juga dipasarkan di kawasan Asia Tenggara.
Pendekatan serupa disebut juga diterapkan dalam pengembangan kendaraan komersial pick-up untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor usaha di dalam negeri.
Pernyataan GAIKINDO soal Kapasitas Produksi
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan bahwa industri otomotif Indonesia telah melakukan berbagai studi terkait pengembangan platform kendaraan komersial.
“Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri,” ujar Anton.
Menurut data GAIKINDO, saat ini terdapat 61 perusahaan yang menjadi anggota asosiasi tersebut. Untuk kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, produksi dilakukan oleh sejumlah perusahaan anggota, yaitu:
PT Suzuki Indomobil Motor
PT Isuzu Astra Motor Indonesia
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)
PT Sokonindo Automobile (DFSK)
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
PT Astra Daihatsu Motor
Secara keseluruhan, kapasitas produksi kendaraan pick-up dari perusahaan-perusahaan tersebut disebut mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun.
Dampak ke Rantai Industri dan Tenaga Kerja
GAIKINDO juga menyampaikan bahwa satu unit kendaraan terdiri dari lebih dari 20.000 komponen yang melibatkan berbagai jenis bahan baku, seperti baja, kaca, karet, plastik, dan tekstil.
Komponen tersebut diproduksi oleh ribuan perusahaan di dalam negeri, termasuk pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Rantai industri otomotif nasional, baik dari sisi hulu (backward linkage) maupun hilir (forward linkage), disebut melibatkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja.
Dalam pernyataannya, GAIKINDO bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) meminta agar pemerintah memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional. Langkah tersebut dinilai dapat mengoptimalkan kapasitas produksi yang tersedia sekaligus menjaga keberlanjutan tenaga kerja di sektor otomotif.
Hingga saat ini, industri otomotif nasional mencatat kapasitas produksi pick-up ratusan ribu unit per tahun. Pernyataan asosiasi tersebut menegaskan posisi industri dalam negeri dalam konteks pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial di pasar domestik.
Lihat Selengkapnya
Jelajah Sulawesi 6.000 Km, Om Daeng Tuntaskan Touring Pakai XMAX TECHMAX27 Feb 2026
Jelajah Sulawesi 6.000 Km, Om Daeng Tuntaskan Touring Pakai XMAX TECHMAX27 Feb 2026
Makassar, Goodcar.id – Perjalanan lintas negara sejauh 27.000 kilometer menuju Mekkah yang dituntaskan Anshar alias Om Daeng dengan XMAX generasi pertama kini berlanjut dalam skala domestik. Awal 2026, ia memulai ekspedisi bertajuk Jelajah Sulawesi menggunakan Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru.
Touring ini berlangsung selama 25 hari, sejak 17 Januari hingga 13 Februari, dengan total jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer. Dalam periode tersebut, Om Daeng melintasi 69 kabupaten dan kota di Pulau Sulawesi.
Perjalanan dimulai dari Makassar, lalu bergerak ke Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari, Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk Banggai, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang hingga Toraja. Karakter jalur yang ditempuh pun beragam, mulai dari pesisir pantai, jalan antar kota, hingga pegunungan dengan kontur menantang.
Touring Sekaligus Misi Sosial
Jelajah Sulawesi tidak hanya soal jarak tempuh. Dalam setiap provinsi yang disinggahi, Om Daeng menyempatkan diri menjalankan kegiatan sosial.
Beberapa agenda yang dilakukan antara lain berbagi sembako di panti asuhan Baubau, berbagi sembako dan mainan anak di pondok pesantren Kotamobagu, hingga membagikan alat tulis di panti asuhan Palu. Kegiatan tersebut dilakukan di sela perjalanan touring yang padat.
“Kebahagiaan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya sampai tujuan dengan selamat dan menikmati keindahan alam Sulawesi, tapi bisa berbagi langsung dan melihat senyum anak-anak di setiap kota yang saya datangi serta bersilaturahmi dengan kawan-kawan sesama biker MAXI Yamaha,” ujar Om Daeng.
Ia juga menyebut hampir di setiap kota mendapatkan dukungan dari komunitas pengguna MAXI Yamaha setempat.
Dari seluruh rute yang dilalui, jalur Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah menjadi salah satu yang paling menguji konsentrasi. Jalan sempit di pegunungan, tanjakan panjang, turunan curam, serta tikungan teknikal mendominasi lintasan tersebut.
“Di sini benar-benar menguji fokus dan stamina. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat harus bermain di tikungan pegunungan,” kata Om Daeng.
Sebaliknya, rute Amurang menuju Kotamobagu disebut sebagai jalur paling indah. Lanskap pesisir yang tenang berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk menjadi kombinasi yang kontras namun khas Sulawesi Utara.
Dalam perjalanan Jelajah Sulawesi, Om Daeng membandingkan pengalamannya dengan XMAX generasi pertama yang sebelumnya membawanya menembus 12 negara hingga Timur Tengah.
Menurutnya, ada peningkatan signifikan dari sisi handling dan kelincahan pada XMAX TECHMAX terbaru.
“Motor ini terasa lebih ramping, lebih lincah, dan lebih ringan. Handling jauh lebih enak, terutama untuk jalur pegunungan. Overall riding experience meningkat lebih baik,” ujarnya.
Salah satu fitur yang disebut membantu selama perjalanan jarak jauh adalah sistem navigasi Garmin Street Cross yang terintegrasi di panel TFT meter. Fitur ini memudahkan pemantauan rute tanpa harus membuka ponsel, terutama saat kondisi hujan.
Selain itu, jok model Eropa dengan sandaran atau lumbar support juga dinilai memberikan kenyamanan tambahan selama menempuh ribuan kilometer.
“Awalnya saya pikir navigasi tidak terlalu terpakai. Tapi ternyata sangat membantu dan petanya akurat. Saat hujan saya tidak perlu mengeluarkan HP lagi. Model jok Eropa ini juga enak digunakan, duduk lama tidak terasa pegal,” tambahnya.
Perjalanan Berlanjut ke NTT
Setelah menyelesaikan Jelajah Sulawesi sejauh 6.000 kilometer, Om Daeng tidak berhenti. Ia dijadwalkan melanjutkan ekspedisi ke Nusa Tenggara Timur dengan menyeberang dari Pelabuhan Bira, Sulawesi Selatan menuju Labuan Bajo.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari misi eksplorasi dan kegiatan sosial yang telah dijalankan selama touring di Sulawesi. Dengan rute baru yang menanti, perjalanan Om Daeng bersama XMAX TECHMAX memasuki babak berikutnya.
Jelajah Sulawesi menjadi penanda bahwa perjalanan panjang bukan hanya soal menaklukkan jarak, tetapi juga soal konsistensi, ketahanan fisik, serta interaksi sosial di setiap kota yang disinggahi. Touring 6.000 kilometer dalam 25 hari membuktikan bahwa rute domestik pun menyimpan tantangan yang tak kalah kompleks dibanding lintas negara.
Lihat Selengkapnya
Ekspor Toyota Indonesia 2025 Tembus 298 Ribu Unit, Naik 8 Persen27 Feb 2026
Ekspor Toyota Indonesia 2025 Tembus 298 Ribu Unit, Naik 8 Persen27 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id – Ekspor Toyota Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 nyaris menyentuh angka 300 ribu unit. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total ekspor Completely Built Up (CBU) Toyota tercatat mencapai 298.457 unit.
Angka tersebut naik 8 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 276.089 unit. Secara kontribusi, Toyota masih menjadi pemain utama dalam ekspor kendaraan nasional dengan porsi sekitar 60 persen dari total ekspor CBU Indonesia dalam periode 2020–2025.
Sepanjang 2025, total ekspor kendaraan nasional sendiri mencapai 518.212 unit. Artinya, lebih dari separuh unit yang dikirim ke berbagai negara berasal dari lini produksi Toyota di Indonesia.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
“Prestasi ekspor Toyota Indonesia yang hampir menyentuh angka 300 ribu unit ini dapat kami capai berkat dukungan Pemerintah Indonesia, masyarakat, stakeholder, serta peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat dari hulu dan hilir,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut dia, peningkatan ekspor kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE) maupun elektrifikasi pada 2025 ikut memperkuat fondasi industri otomotif nasional serta berkontribusi terhadap neraca perdagangan Indonesia.
Model Andalan Ekspor Toyota Indonesia 2025
Dari sisi model, ekspor Toyota Indonesia 2025 ditopang oleh sejumlah nama yang sudah familiar di pasar domestik maupun global.
Untuk segmen Sport Utility Vehicle (SUV), total ekspor mencapai 139.552 unit yang berasal dari model seperti Toyota Fortuner, Rush, Raize, dan Yaris Cross. Angka ini menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekspor Toyota tahun lalu.
Sementara itu, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) menyumbang 81.905 unit. Model seperti Toyota Kijang Innova Zenix, Avanza, dan Veloz menjadi tulang punggung di kategori ini.
Untuk tipe hatchback, Agya mencatatkan ekspor sebanyak 33.675 unit. Sedangkan kendaraan komersial ringan seperti Town Ace dan Lite Ace berkontribusi 20.457 unit.
Distribusi model tersebut menunjukkan bahwa kendaraan berbasis kebutuhan keluarga dan SUV masih menjadi komoditas utama ekspor Toyota Indonesia ke berbagai negara di Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, hingga Oseania.
Elektrifikasi Ikut Tumbuh, HEV Naik 23 Persen
Selain model konvensional, ekspor kendaraan elektrifikasi juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, total ekspor model hybrid mencapai 22.868 unit, naik 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 18.553 unit.
Dua model utama yang berkontribusi adalah Toyota Kijang Innova Zenix HEV dengan 13.343 unit dan Toyota Yaris Cross HEV sebanyak 9.525 unit.
Kenaikan ini memperlihatkan bahwa pasar global mulai menerima produk elektrifikasi buatan Indonesia, terutama untuk model hybrid yang diproduksi dengan tingkat kandungan lokal tinggi.
Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam, menegaskan bahwa capaian ekspor saat ini merupakan hasil perjalanan panjang industri otomotif nasional.
“Pencapaian ini tidak dapat diraih melalui proses singkat, tetapi membutuhkan kerja keras dan dedikasi panjang. Perjalanan membangun industri otomotif nasional dimulai dari aktivitas impor di tahun 1970-an, kemudian melakukan produksi dalam skala besar mulai dari mesin, komponen, alat bantu produksi, dan kendaraan utuh,” kata Bob.
Ia menambahkan, peningkatan tingkat kandungan lokal yang kini telah mencapai sekitar 80 persen menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Total Ekspor Tembus 3,15 Juta Unit Sejak 1987
Secara kumulatif, sejak 1987 hingga akhir 2025, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.151.794 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara. Angka tersebut menjadi indikator konsistensi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor strategis di kawasan.
Dengan tren pertumbuhan ekspor yang terus positif dalam lima tahun terakhir, kontribusi sektor otomotif terhadap perekonomian nasional tetap signifikan. Data 2025 memperlihatkan bahwa ekspor Toyota Indonesia bukan sekadar angka tahunan, tetapi bagian dari struktur industri yang terus berkembang.
Capaian 298.457 unit di 2025 menjadi penanda bahwa produksi dalam negeri masih kompetitif di pasar global, baik untuk model ICE maupun elektrifikasi. Dan dengan fondasi rantai pasok yang semakin kuat, ekspor Toyota Indonesia diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang utama industri otomotif nasional ke depan.
Lihat Selengkapnya
Jadi Daya Tarik di IIMS 2026, Chery Adventure Park Didatangi Lebih Dari 1.100 Pengunjung27 Feb 2026
Jadi Daya Tarik di IIMS 2026, Chery Adventure Park Didatangi Lebih Dari 1.100 Pengunjung27 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional27 Feb 2026
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional27 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Jelajah Sulawesi 6.000 Km, Om Daeng Tuntaskan Touring Pakai XMAX TECHMAX27 Feb 2026
Jelajah Sulawesi 6.000 Km, Om Daeng Tuntaskan Touring Pakai XMAX TECHMAX27 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Ekspor Toyota Indonesia 2025 Tembus 298 Ribu Unit, Naik 8 Persen27 Feb 2026
Ekspor Toyota Indonesia 2025 Tembus 298 Ribu Unit, Naik 8 Persen27 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Om Daeng Jelajah Sulawesi 6.000 Km Pakai Yamaha XMAX TECHMAX, Taklukkan Jalur Pegunungan Ekstrem27 Feb 2026
Om Daeng Jelajah Sulawesi 6.000 Km Pakai Yamaha XMAX TECHMAX, Taklukkan Jalur Pegunungan Ekstrem27 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Bocoran Spesifikasi Suzuki Burgman 2026, Skutik 150 cc dengan TCS dan ABS Muncul di Samsat Jakarta26 Feb 2026
Bocoran Spesifikasi Suzuki Burgman 2026, Skutik 150 cc dengan TCS dan ABS Muncul di Samsat Jakarta26 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Suzuki Victorious Contest 2025 Jadi Ajang Adu Kompetensi 246 Teknisi Motor25 Feb 2026
Suzuki Victorious Contest 2025 Jadi Ajang Adu Kompetensi 246 Teknisi Motor25 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Royal Enfield Indonesia di 2026, Mulai Rp115 Jutaan25 Feb 2026
Daftar Harga Royal Enfield Indonesia di 2026, Mulai Rp115 Jutaan25 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Tips Membeli Mobil Bekas untuk Mudik Lebaran, Biar Aman dan #BebasZonk23 Feb 2026
Tips Membeli Mobil Bekas untuk Mudik Lebaran, Biar Aman dan #BebasZonk23 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Penyebab Mobil Susah Distarter dan Cara Mengatasinya27 Feb 2026
Penyebab Mobil Susah Distarter dan Cara Mengatasinya27 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
9 Cara Merawat Mobil agar Tetap Awet Meski Jarang Dipakai25 Feb 2026
9 Cara Merawat Mobil agar Tetap Awet Meski Jarang Dipakai25 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Panduan Lengkap Pasang Audio Mobil agar Suara Lebih Jernih24 Feb 2026
Panduan Lengkap Pasang Audio Mobil agar Suara Lebih Jernih24 Feb 2026
Lihat Selengkapnya
Ini Spesifikasi Zeekr 7X, SUV Listrik 5 Penumpang25 Feb 2026