Pilih Gaya Berkendaramu
Mobil Sesuai Anggaran
Rp 150-200 Juta
Rp 200-250 Juta
Rp 250-300 Juta
Rp 300-400 Juta
Rp 400-500 Juta
14
Mobil Atto 1
BYD Atto 1
Rp 195 Juta
0
Mobil All New Calya
Toyota All New Calya
Rp 172 Juta - Rp 192 Juta
0
Mobil Agya
Toyota Agya
Rp 180 Juta - Rp 197 Juta
14
Mobil Air ev
Wuling Air ev
Rp 179 Juta - Rp 190 Juta
12
Mobil E1
Seres E1
Rp 189 Juta
14
Mobil Boma
Honri Boma
Rp 199 Juta
14
Mobil C3
Citroen C3
Rp 189 Juta - Rp 194 Juta
Ulasan dan Artikel
Lihat Semua
Semua
Artikel
GoodBike
Tips & Trik
Ulasan
Hyundai “Banting Stir” ke Kendaraan Roda Tiga Listrik, Gandeng TVS Garap E3W di India
28 Apr 2026
Hyundai “Banting Stir” ke Kendaraan Roda Tiga Listrik, Gandeng TVS Garap E3W di India 28 Apr 2026 Korea, Goodcar.id – Hyundai Motor Company resmi memperluas pengembangan kendaraan listrik dengan masuk ke segmen Electric Three-Wheeler (E3W) di India. Langkah ini dilakukan melalui penandatanganan perjanjian pengembangan bersama dengan TVS Motor Company. Kerja sama ini diumumkan setelah kedua perusahaan sebelumnya menampilkan konsep E3W dalam ajang Bharat Mobility Global Expo 2025. Proyek tersebut kini memasuki tahap pengembangan menuju produksi. Dalam kolaborasi ini, Hyundai akan memimpin proses desain dan turut mengembangkan kendaraan dengan dukungan riset dan teknologi yang dimiliki. Sementara itu, TVS berperan dalam pengembangan teknis, pemanfaatan platform listrik, serta distribusi di pasar India. “Hyundai Motor Company sudah lama mencari cara untuk berkontribusi dalam meningkatkan ekosistem transportasi di India sebagai salah satu pasar utama kami. Kolaborasi dengan TVS Motor merupakan keputusan strategis yang lahir dari upaya tersebut. Kami berharap E3W hasil pengembangan bersama ini mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh India terhadap transportasi yang lebih aman dan ramah lingkungan,” ujar Joongsun Ko. Fokus pada Mobilitas Jarak Pendek Pengembangan E3W difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas jarak dekat di India. Kendaraan roda tiga selama ini menjadi salah satu moda transportasi utama di berbagai kota di negara tersebut, baik untuk angkutan penumpang maupun distribusi barang. TVS Motor akan memanfaatkan pengalaman dan pemahamannya terhadap pasar lokal dalam pengembangan kendaraan ini, termasuk dari sisi kebutuhan pengguna dan kondisi operasional di lapangan. “Di TVS Motor Company, kami berupaya meningkatkan kualitas hidup melalui mobilitas yang berkelanjutan dan terjangkau. Perjanjian Pengembangan Bersama ini menandai langkah penting dalam kemitraan kami dengan Hyundai Motor Company dan memperkuat ambisi bersama kami untuk mengembangkan solusi kendaraan roda tiga listrik,” kata Sharad Mishra. Produksi Lokal dan Rantai Pasok Kedua perusahaan menyepakati penggunaan komponen yang diproduksi secara lokal di India. Langkah ini mencakup pengadaan dan produksi komponen utama untuk mendukung proses manufaktur E3W. Pendekatan tersebut juga mencakup penguatan rantai pasok otomotif di India serta dukungan terhadap ketersediaan suku cadang dan layanan purnajual. TVS akan memimpin penjualan di pasar domestik India, sementara fasilitas produksinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal serta potensi ekspor di masa mendatang. Dari Tahap Konsep ke Pengembangan Produk Konsep E3W yang sebelumnya diperkenalkan menampilkan sejumlah fitur yang disesuaikan dengan kondisi penggunaan di India. Beberapa di antaranya mencakup ground clearance yang dapat disesuaikan, peningkatan fitur keselamatan, desain ergonomis, serta sistem manajemen termal untuk kondisi iklim tropis. Selain itu, kendaraan ini dirancang dengan konfigurasi interior fleksibel untuk berbagai kebutuhan, termasuk transportasi penumpang, logistik, dan layanan darurat. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap pengembangan produk. Kendaraan akan melalui proses uji coba, penyempurnaan, serta sertifikasi untuk memenuhi regulasi yang berlaku di India. Target Peluncuran di Pasar India Foto 1 - (ki-ka) Joongsun Ko, Senior Vice President of Corporate Strategy & Planning at Hyundai Motor Company_ Sharad Mishra, President, Group Strategy TVS Motor Company India menjadi pasar pertama untuk peluncuran kendaraan E3W hasil kolaborasi ini. Negara tersebut dikenal sebagai salah satu pasar kendaraan roda tiga terbesar di dunia. Sebagai bagian dari percepatan pengembangan, Hyundai dan TVS telah membentuk tim lintas fungsi yang fokus pada pengembangan produk serta pemenuhan regulasi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi mobilitas listrik untuk kebutuhan transportasi jarak dekat di pasar berkembang. Lihat Selengkapnya
L06 Max Resmi Meluncur, Deepal Pamer Kekuatan Teknologi di Auto China 2026
28 Apr 2026
L06 Max Resmi Meluncur, Deepal Pamer Kekuatan Teknologi di Auto China 2026 28 Apr 2026 Beijing, Goodcar.id – Ajang Beijing International Automotive Exhibition (Auto China 2026) kembali menjadi panggung besar bagi para produsen otomotif global untuk menunjukkan inovasi terbarunya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Deepal, merek kendaraan energi baru (NEV) di bawah naungan Changan Automobile, yang tampil penuh percaya diri dengan membawa seluruh lini model andalannya. Mengusung tema “Deepal 4th Anniversary Launch Season & Deepal L06 Launch Event”, Deepal tidak hanya merayakan empat tahun perjalanannya, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri kendaraan listrik global. Sorotan utama dalam pameran ini adalah peluncuran Deepal L06 Max, yang langsung menarik perhatian pengunjung dan pelaku industri. Sejak debutnya, Deepal menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat. Dalam kurun waktu empat tahun, brand ini berhasil menjadi salah satu merek dengan penjualan tertinggi di segmen NEV di Tiongkok. Pada Maret 2026 saja, Deepal mencatat penjualan global sebanyak 31.742 unit, menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten baik secara bulanan maupun tahunan. Tak hanya kuat di pasar domestik, Deepal juga memperluas jangkauan globalnya. Saat ini, produk Deepal telah hadir di lebih dari 100 negara, mencakup kawasan Eropa, Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin. Ekspansi ini menjadi bukti kuat daya saing global brand tersebut. Selain itu, Deepal juga menunjukkan kekuatan di bidang teknologi dengan lebih dari 2.700 paten dan 164 teknologi inti. Berbagai penghargaan bergengsi, termasuk China Patent Gold Award, semakin memperkuat reputasinya sebagai inovator di industri otomotif. Deepal L06 Max Jadi Bintang Utama Di antara enam model yang dipamerkan, Deepal L06 Max menjadi pusat perhatian. Model ini dirancang sebagai sedan listrik cerdas dengan fokus pada pengalaman berkendara yang dinamis dan menyenangkan. Dibekali teknologi sasis magnetorheological yang biasanya hanya ditemukan pada mobil premium L06 Max menawarkan handling presisi tinggi. Bahkan, dalam uji moose test CATARC, kendaraan ini mencatat kecepatan 85,6 km/jam, melampaui beberapa mobil sport kelas atas. Dari sisi performa, L06 Max mampu menempuh jarak hingga 670 km (CLTC) dan didukung teknologi fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30% ke 80% hanya dalam 15 menit. Hal ini menjawab kekhawatiran konsumen terhadap range anxiety yang masih menjadi tantangan di kendaraan listrik. Dalam aspek keselamatan, Deepal mengandalkan baterai CATL dengan sistem Golden Shield Battery yang telah digunakan di lebih dari 700.000 kendaraan tanpa insiden thermal runaway. Selain L06 Max, Deepal juga menghadirkan berbagai model unggulan lainnya seperti Deepal S07, S05, S09, G318, dan L07. Setiap model dirancang untuk segmen berbeda, mulai dari SUV keluarga hingga kendaraan off-road berteknologi tinggi. Deepal S07, misalnya, menjadi salah satu model global terlaris dengan lebih dari 300.000 pengguna di seluruh dunia. Sementara itu, Deepal S05 menawarkan jarak tempuh hingga 620 km dan menjadi tulang punggung ekspansi global perusahaan. Tak ketinggalan, Deepal juga memperkenalkan varian terbaru hasil kolaborasi dengan JD.com, yakni Deepal L06 REEV, yang menggabungkan performa tinggi dengan efisiensi energi. Teknologi Canggih Perkuat Identitas “Touch the Future” Deepal memanfaatkan ajang ini untuk menegaskan identitasnya sebagai brand berbasis teknologi melalui konsep “Touch the Future”. Berbagai inovasi ditampilkan, mulai dari sistem mengemudi otonom Level 3, hingga teknologi FORCE Ultra-Integrated Electric Drive generasi terbaru. Efisiensi sistem penggerak listrik Deepal bahkan mencapai 94,13%, salah satu yang tertinggi di dunia. Selain itu, integrasi dengan teknologi HUAWEI ADS dan SDA Intelligence semakin memperkuat pengalaman berkendara cerdas yang ditawarkan. Lebih dari Sekadar Mobil, Deepal Tawarkan Gaya Hidup Menariknya, Deepal tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih luas. Booth mereka di Auto China 2026 dirancang futuristik dengan berbagai instalasi interaktif, mulai dari layar 3D hingga simulasi berkendara. Kolaborasi dengan Haier juga menghadirkan konsep vehicle-to-home connectivity, memungkinkan kendaraan terhubung langsung dengan perangkat rumah pintar. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Deepal ingin menjadi lebih dari sekadar produsen mobil, melainkan bagian dari gaya hidup generasi muda yang dinamis dan berbasis teknologi. Dengan pencapaian yang telah diraih dan strategi ekspansi yang agresif, Deepal menunjukkan ambisi besar untuk menjadi pemimpin di industri kendaraan listrik global. Kehadirannya di Auto China 2026 bukan sekadar pameran produk, tetapi juga pernyataan kuat bahwa brand ini siap bersaing di level internasional. Ke depan, Deepal berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi, memperluas jaringan global, serta mendorong transformasi industri otomotif menuju era elektrifikasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Lihat Selengkapnya
Kronologi Kecelakaan KRL Bekasi, Taksi Green SM Jadi Pemicu Tabrakan Beruntun
28 Apr 2026
Kronologi Kecelakaan KRL Bekasi, Taksi Green SM Jadi Pemicu Tabrakan Beruntun 28 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id – Kronologi kecelakaan KRL Bekasi menjadi sorotan publik setelah insiden beruntun yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). Peristiwa ini tidak berdiri sendiri. Berdasarkan kesaksian warga sekitar, kecelakaan diduga dipicu oleh sebuah taksi listrik yang terjebak di perlintasan rel, sebelum akhirnya memicu rangkaian tabrakan yang lebih besar. Berawal dari Taksi Terjebak di Perlintasan Kronologi kecelakaan KRL Bekasi bermula ketika sebuah taksi listrik berwarna hijau Green SM diduga berada di jalur rel saat palang pintu sudah tertutup. Sejumlah kendaraan lain disebut telah berhenti di belakang garis aman, namun taksi tersebut justru berada di posisi berbahaya. Dalam kondisi tersebut, KRL lintas Bekasi–Cikarang yang melaju tidak mampu menghindari tabrakan. Benturan pun terjadi. Rekaman video yang juga beredar di media sosial memperlihatkan taksi terseret beberapa meter setelah dihantam KRL. Pengemudi dilaporkan sudah keluar dari kendaraan sebelum tabrakan terjadi, meski situasi ini masih menjadi bahan investigasi. Setelah menghantam taksi, rangkaian KRL mengalami gangguan dan berhenti di jalur, tepatnya di area Stasiun Bekasi Timur. Posisi kereta yang berhenti ini kemudian menjadi faktor krusial dalam kronologi kecelakaan KRL Bekasi. KA Argo Bromo Anggrek Menabrak Kereta Salah satu penumpang, mengungkapkan bahwa dari arah berlawanan kereta yang ia tumpangi dari Jakarta menuju Cikarang sempat tertahan cukup lama di stasiun. “Kereta berhenti karena ada kejadian di depan (kereta tabrak Greenn SM). Tiba-tiba dari belakang langsung ditabrak,” ujarnya di lokasi kejadian. Dalam waktu yang hampir bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan menabrak kereta Jakarta menuju Cikarang. Diduga, jarak pengereman yang terbatas membuat masinis tidak sempat menghindari tabrakan, bahkan hingga menembus beberapa gerbong. “Gerbong depan kereta jarak jauh sampai masuk ke dalam rangkaian KRL,” kata penumpang tersebut. Dampak paling parah terjadi di gerbong khusus perempuan yang berada di bagian belakang rangkaian Green SM dan Sistem Rekrutmen Sopir Pasca kejadian, nama Green SM ikut menjadi sorotan publik. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana kendaraan bisa masuk ke area rel saat kondisi tidak memungkinkan. Diskusi kemudian meluas ke sistem rekrutmen pengemudi. Dalam praktiknya bersumber dari laman resmi Green SM, disebutkan untuk menjadi sopir Green SM, calon pengemudi wajib memiliki SIM A aktif, lolos verifikasi latar belakang, serta mengikuti pelatihan mengemudi dan pelayanan. Namun, di tengah rangkaian insiden yang terjadi, muncul pertanyaan: apakah standar tersebut cukup untuk menjamin keselamatan operasional di jalan? Keraguan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kecelakaan yang diduga melibatkan armada taksi listrik Green SM (Xanh SM) terus bermunculan, dengan pola kejadian yang beragam mulai dari kehilangan kendali hingga dugaan faktor kesehatan pengemudi. Berikut rangkumannya: 1. Tangerang: Green SM Tabrak Rumah Makan (Januari 2026) Insiden terjadi di Karang Tengah, Kota Tangerang pada 9 Januari 2026. Sebuah taksi Green SM tiba-tiba melaju mundur tanpa kendali dan menabrak rumah makan ayam goreng Almaz.
Kejadian bermula saat kendaraan hendak keluar ke jalan utama, lalu tersenggol kendaraan lain. Setelah itu, mobil kehilangan kendali dan mundur hingga menghantam tiang lampu, tembok, dan kaca bangunan.
Faktor utama diduga karena kurangnya konsentrasi pengemudi, meski masih dalam penyelidikan. 2. Jakarta Pusat: Greens SM Menabrak Belakang Bus Kecelakaan lain terjadi di pelintasan sebidang JPL 11, jalur Stasiun Kampung Bandan–Kemayoran di Jakarta Pusat.
Kasus ini memperpanjang daftar insiden Green SM yang sebelumnya juga mencakup: * Menabrak belakang bus TransJakarta * Masuk ke selokan * Insiden di sekitar jalur rel Rangkaian kejadian ini memicu perhatian publik soal keselamatan operasional taksi listrik tersebut. 3. Jakarta Timur: Sopir Diduga Epilepsi (Februari 2026) Pada 2 Februari 2026 di Cililitan, Jakarta Timur, kecelakaan melibatkan taksi Xanh SM, sepeda motor, dan minibus.
Polisi menyebut kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi mengalami serangan epilepsi saat berkendara, sehingga kehilangan kendali. (Foto: Pius Mali) Lihat Selengkapnya
Citroen Ë-C3 All Electric Kembali Perkuat Armada Taksi Express, Langkah Lanjut Elektrifikasi
27 Apr 2026
Citroen Ë-C3 All Electric Kembali Perkuat Armada Taksi Express, Langkah Lanjut Elektrifikasi 27 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - Kerja sama antara PT Indomobil National Distributor sebagai distributor resmi Citroën di Indonesia dengan PT Express Transindo Utama, Tbk. kembali berlanjut. Kali ini, penyerahan unit Ë-C3 All Electric kembali perkuat armada taksi Express melalui tahap kedua untuk mendukung operasional bisnis yang semakin berkembang. Langkah ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kolaborasi kedua perusahaan sudah dimulai dalam ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Kini, tahap kedua ini menegaskan arah yang sama, yakni mempercepat transformasi mobilitas berbasis kendaraan listrik di sektor transportasi. Hadirnya Ë-C3 All Electric kembali perkuat armada taksi Express menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Penggunaan kendaraan listrik dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon dalam aktivitas harian. Sebagai kendaraan yang dirancang untuk mobilitas perkotaan, model ini menawarkan jarak tempuh hingga 320 km dalam satu kali pengisian daya. Angka tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kebutuhan armada taksi yang membutuhkan mobilitas tinggi setiap hari. Tidak hanya itu, fitur khas Citroën seperti Flying Carpet Ride juga disematkan untuk memberikan kenyamanan berkendara yang lebih stabil. Fitur ini menjadi salah satu nilai tambah bagi pengemudi maupun penumpang dalam penggunaan harian. “Penyerahan tahap kedua ini menjadi bagian dari komitmen Citroën dalam mendukung kebutuhan mobilitas berbasis listrik di Indonesia. Kami melihat potensi besar kendaraan listrik dalam mendukung operasional bisnis, dan Citroën Ë-C3 hadir sebagai solusi yang mengedepankan efisiensi, kenyamanan, serta keandalan,” ujar Ferdinan Hendra, Sales & Marketing Division Head Citroën Indonesia. Pernyataan tersebut mempertegas posisi Ë-C3 All Electric kembali perkuat armada taksi Express sebagai bagian dari strategi jangka panjang Citroën dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Sementara itu, pihak operator juga melihat langkah ini sebagai bagian dari modernisasi armada. “Penambahan unit pada tahap kedua ini semakin memperkuat komitmen kami dalam meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas layanan kepada pelanggan. Citroën Ë-C3 telah memberikan nilai tambah dari sisi kenyamanan, keandalan, dan efisiensi yang sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan,” ujar Johannes B.E. Triatmojo, Presiden Direktur PT Express Transindo Utama, Tbk. Dengan tambahan unit terbaru ini, Citroen Ë-C3 All Electric kembali perkuat armada taksi Express sekaligus menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan transportasi berbasis listrik. Tidak hanya fokus pada penyediaan unit, Citroën Indonesia juga memastikan dukungan purna jual tetap berjalan optimal. Layanan tersebut mencakup jaringan bengkel resmi, teknisi bersertifikasi, ketersediaan suku cadang, hingga layanan darurat 24 jam. Lihat Selengkapnya