Review Changan Deepal S05 BEV, Kualitas Kabin dan Handling Memuaskan!11 Jul 2026
Bandung, Goodcar.id – Sejujurnya, sebelum duduk di balik kemudi Changan Deepal S05 tahun lalu di China, saya datang tanpa ekspektasi yang terlalu tinggi.
Bukan karena meragukan produknya, tetapi dalam beberapa tahun terakhir saya sudah mencoba cukup banyak mobil listrik asal Tiongkok.
Hampir semuanya menawarkan resep yang mirip, desain futuristis, daftar fitur yang panjang, layar berukuran besar, serta akselerasi instan khas kendaraan listrik.
Namun setelah beberapa jam digunakan, biasanya mulai terlihat di mana komprominya. Ada yang suspensinya terlalu keras, ada yang material kabinnya terasa biasa saja, bahkan ada pula yang menawarkan wireless charger hanya sebagai pelengkap karena pengisian dayanya nyaris tidak terasa.
Hingga akhirnya Goodcar kembali mengikuti media test drive Changan Deepal S05 BEV bertajuk Extend Your Freedom, yang digelar pada 9-10 Juli 2026 dengan rute Bandung-Sumedang-Cirebon-Jakarta.
Hari pertama dimulai dari Stasiun Whoosh menuju dealer Changan Bandung, selanjutnya ke kawasan Subang-Linggarjati, Kuningan.
Jalur yang disiapkan cukup lengkap untuk mengenal karakter sebuah mobil, mulai dari lalu lintas perkotaan Bandung, jalan tol, hingga jalur perbukitan dengan kombinasi tanjakan dan tikungan panjang.
Frameless Door Window Bikin Beda
Sebelum mobil bergerak, perhatian saya justru tertuju pada detail yang mungkin tidak terlalu diperhatikan banyak orang, yakni frameless door window.
Kaca tanpa bingkai memang bukan fitur yang menentukan performa sebuah mobil.
Namun ketika pintu dibuka, detail tersebut langsung memberikan kesan premium.
Dipadukan dengan electric hidden door handle, desain lampu belakang LED Star Flame serta siluet bodi yang bersih, Deepal S05 terlihat seperti SUV yang berada satu kelas di atas pesaing-pesaingnya.
Begitu masuk ke dalam kabin, kesan tersebut justru semakin terasa.
Jujur saja, saya sempat beberapa kali menyentuh dashboard dan door trim.
Material yang digunakan terasa berbeda dibanding beberapa SUV listrik yang pernah saya coba sebelumnya.
Dashboard dilapisi material soft touch dengan sentuhan jahitan yang membuat tampilannya lebih berkelas.
Hal serupa juga ditemukan pada door trim sehingga nuansa premium tidak hanya berfokus pada area pengemudi.
Menurut saya, inilah salah satu bagian yang menunjukkan Deepal S05 dikembangkan dengan perhatian terhadap detail.
Deepal S05 menyediakan cukup banyak ruang penyimpanan.
Mulai dari konsol tengah, armrest, cup holder hingga kompartemen di pintu depan dan belakang.
Sekilas memang terdengar sederhana. Namun ketika melakukan perjalanan ratusan kilometer sambil membawa kamera, dompet, kartu tol, botol minum hingga berbagai perlengkapan kecil, keberadaan kompartemen seperti ini justru sangat membantu.
Wireless Charging yang Benar-Benar Mengisi Daya
Salah satu fitur yang paling sering saya gunakan sepanjang perjalanan adalah wireless charging.
Terus terang, saya bukan tipe orang yang mudah terkesan dengan fitur ini.
Pengalaman mencoba beberapa mobil listrik sebelumnya membuat saya berpikir wireless charger biasanya hanya mampu menjaga daya baterai agar tidak cepat habis.
Namun pengalaman saya di Deepal S05 sedikit berbeda.
Sepanjang perjalanan smartphone terus digunakan untuk navigasi Google Maps, memotret lokasi, merekam video, hingga sesekali membalas pesan WhatsApp.
Dalam kondisi seperti itu saya justru melihat indikator baterai terus bertambah.
Mungkin terdengar sepele. Namun buat saya, ini menunjukkan bahwa wireless charging di Deepal S05 benar-benar bekerja sebagaimana mestinya.
Kabin Nyaman untuk Perjalanan Jauh
Semakin jauh perjalanan meninggalkan Bandung menuju kawasan Linggarjati, kenyamanan kabin mulai terasa.
Posisi duduk pengemudi cukup ergonomis sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan posisi ideal.
Sementara itu, kursi penumpang depan justru menjadi salah satu fitur yang paling menarik perhatian.
Changan membekalinya dengan Royal Comfort Seat yang dilengkapi electric leg rest, memory seat dan nap mode.
Electric leg rest menjadi fitur yang paling sering digunakan selama perjalanan.
Ketika mulai memasuki jam kedua perjalanan, posisi duduk menjadi jauh lebih rileks karena kaki mendapatkan penopang tambahan.
Fitur seperti ini masih jarang ditemukan pada SUV listrik di kelasnya.
Perjalanan juga terasa semakin menyenangkan berkat panoramic roof berukuran 1,9 meter persegi yang membuat kabin terasa lapang.
Sementara seluruh pengaturan AC dilakukan melalui layar sentuh 15,4 inci beresolusi 2.5K yang sudah menggunakan teknologi Sunflower Screen.
Awalnya saya mengira seluruh pengaturan yang dipusatkan di layar akan terasa merepotkan.
Namun setelah beberapa saat digunakan, tampilannya cukup intuitif dan respons layarnya juga cepat.
Yang lebih penting, performa AC bekerja sangat baik.
Meski perjalanan dilakukan pada siang hari dengan suhu udara yang cukup panas, pendingin kabin mampu menjaga temperatur tetap nyaman tanpa perlu mengatur kipas pada level tertinggi.
Mobil Diajak Lari Hingga 170 KPJ tetap Tenang
Kalau harus memilih satu hal yang paling membekas setelah menghabiskan ratusan kilometer bersama Deepal S05 BEV, jawabannya adalah handling.
Di jalan tol, mobil ini sempat kami bejek hingga kecepatan 172 kpj, masih tetap terbilang mudah dikendalikan.
Suspensi cenderung rigid, menggunakan ban Bridgestone serta adanya rem cakram pada keempat roda yang bekerja cukup baik pun membuat saya semakin tenang.
Begitu hal ini Goodcar konfirmasi ke Changan Indonesia, Head of Marketing Changan Indonesia Rijal Mulyadi mengatakan jika Changan Deepal S05 telah mengalami penyesuaian karakter suspensi.
“Berbeda dengan setup suspensi China, Deepal S05 BEV dan REEV telah dituning ulang oleh enjiner-enjiner Jerman,” kata Rijal.
Keluar dari Bandung menuju jalan yang lebih lengang, saya mulai mencoba karakter mobil dengan beberapa kali berpindah jalur pada kecepatan yang aman.
Respons kemudinya terasa cukup presisi, sementara bodi mobil tetap stabil tanpa banyak gejala limbung.
Ketika perjalanan berlanjut menuju kawasan Linggarjati dengan kombinasi tanjakan dan tikungan panjang, karakter tersebut semakin terasa.
Suspensinya menurut saya berada di titik yang pas. Tidak terlalu empuk sehingga mobil tetap stabil saat menikung, tetapi juga tidak keras ketika melewati sambungan beton maupun permukaan jalan yang bergelombang.
Deepal S05 dibangun menggunakan EPA1 All Electric Digital Platform dengan konfigurasi Rear Wheel Drive (RWD).
Ditambah wheelbase sepanjang 2.880 mm, mobil ini memiliki distribusi bobot yang baik sehingga lebih percaya diri saat diajak bermanuver.
Bagi saya, inilah salah satu keunggulan terbesar Deepal S05 dibanding beberapa kompetitor di kelasnya.
Tenaga Besar Tidak Terasa Berlebihan
Di atas kertas, Deepal S05 BEV dibekali motor listrik yang menghasilkan tenaga maksimum 200 kW atau sekitar 268 hp, dengan torsi 320 Nm yang langsung disalurkan ke roda belakang.
Angka tersebut memang terdengar besar.
Namun yang saya sukai, tenaga itu disalurkan dengan karakter yang cukup halus.
Saat menyalip kendaraan di jalan atau menghadapi tanjakan menuju kawasan Kuningan, saya tidak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam.
Tenaga langsung hadir secara instan, khas kendaraan listrik, tetapi tetap mudah dikontrol sehingga tidak membuat pengemudi merasa gugup.
Karakter seperti ini menurut saya lebih penting dibanding sekadar mengejar akselerasi 0-100 km/jam yang cepat.
ADAS Smooth
Memasuki ruas tol menuju Cirebon, saya mulai memanfaatkan fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang disematkan pada Deepal S05.
Fitur Integrated Adaptive Cruise Control (IACC) bekerja menjaga kecepatan sekaligus menyesuaikan jarak dengan kendaraan di depan secara otomatis.
Dipadukan dengan Lane Keeping Assist, perjalanan di jalan tol terasa lebih santai karena mobil membantu tetap berada di jalurnya.
Saya tetap memegang kemudi dan mengawasi kondisi lalu lintas, tetapi kehadiran sistem ini cukup membantu mengurangi rasa lelah, terutama ketika harus menempuh perjalanan jarak jauh.
Selain itu tersedia pula kamera 360 derajat, radar depan dan belakang, serta berbagai fitur keselamatan aktif yang membuat proses parkir maupun bermanuver di ruang sempit terasa lebih mudah.
Baterai dan Jarak Tempuh Cukup untuk Keluar Kota
Deepal S05 BEV menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 56,12 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 470 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Dalam penggunaan nyata, tentu hasilnya akan dipengaruhi gaya mengemudi, kondisi jalan, hingga penggunaan AC dan berbagai fitur lainnya.
Namun melihat karakter konsumsi energinya selama perjalanan, angka tersebut menurut saya cukup realistis untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan antarkota.
Nilai tambah lainnya adalah penggunaan Golden Shield Battery, teknologi baterai yang telah melalui berbagai pengujian keamanan dan menjadi salah satu fokus Changan dalam mengembangkan kendaraan listriknya.
Lihat Selengkapnya
Intip Spesifikasi BAIC T1, Mobil Listrik Perdana BAIC di Indonesia yang Dibuka Mulai Rp300 Jutaan10 Jul 2026
Intip Spesifikasi BAIC T1, Mobil Listrik Perdana BAIC di Indonesia yang Dibuka Mulai Rp300 Jutaan10 Jul 2026
Tangerang, GoodCar.id – PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) resmi memperkenalkan BAIC T1, kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) pertama BAIC untuk pasar Indonesia. Kehadiran model ini menjadi langkah awal BAIC dalam memasuki era kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) sekaligus memperkuat persaingan di segmen mobil listrik premium yang semakin berkembang di Tanah Air.
Dengan harga pre-booking yang diproyeksikan berada di kisaran Rp300 jutaan, BAIC T1 hadir menawarkan kombinasi desain modern, kabin lapang, teknologi pintar, dan fitur premium yang ditujukan bagi konsumen urban yang menginginkan kendaraan listrik praktis untuk penggunaan sehari-hari.
BAIC Indonesia menargetkan penjualan hingga 1.000 unit sampai akhir 2026 dan membidik sekitar 16 persen pangsa pasar segmen Premium Hatchback Crossover EV di Indonesia.
Awal Strategi Kendaraan Listrik BAIC di Indonesia
Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan peluncuran BAIC T1 menjadi tonggak penting dalam strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun portofolio kendaraan energi baru di Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang terus meningkat menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin siap menerima teknologi mobilitas ramah lingkungan. Dukungan pemerintah serta semakin berkembangnya infrastruktur pengisian daya turut menjadi faktor pendorong adopsi kendaraan listrik nasional.
BAIC optimistis kehadiran T1 dapat memperluas basis pelanggan sekaligus memperkuat posisi merek sebagai salah satu pemain baru di pasar kendaraan listrik Indonesia.
Berbasis Arcfox, Hadir dengan DNA Premium
BAIC T1 sebenarnya dikembangkan dari Arcfox T1, salah satu model yang berasal dari sub-brand premium milik BAIC Group di Tiongkok.
Meski menggunakan nama BAIC T1 untuk pasar Indonesia, kendaraan ini tetap mempertahankan karakter premium yang menjadi ciri khas Arcfox, mulai dari kualitas manufaktur, desain modern, hingga teknologi yang diusung.
Langkah ini dilakukan agar BAIC dapat menghadirkan kendaraan listrik dengan nilai kompetitif tanpa menghilangkan identitas premium yang melekat pada produk tersebut.
Kabin Luas dan Wheelbase Terpanjang di Kelasnya
Salah satu daya tarik utama BAIC T1 adalah dimensinya yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.
Mobil listrik ini memiliki ukuran panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.572 mm, dengan wheelbase mencapai 2.770 mm. Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu kendaraan dengan wheelbase terpanjang di segmennya.
Dimensi yang besar memberikan keuntungan berupa ruang kabin yang lebih lega bagi penumpang. Tidak hanya itu, BAIC T1 juga menawarkan hingga 32 ruang penyimpanan, termasuk tujuh phone holder dan lima hook multifungsi yang mendukung aktivitas harian pengguna.
Kesan premium semakin terasa berkat penggunaan velg berukuran 18 inci, yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar di kelasnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan, BAIC turut menghadirkan Sky Roof seluas 2,34 meter persegi yang dipadukan dengan electric sunshade sehingga kabin terasa lebih lapang dan terang.
Dibekali Teknologi Pintar dan Fitur ADAS Lengkap
Masuk ke sektor teknologi, BAIC T1 dibekali layar infotainment berukuran besar yang terintegrasi dengan panel instrumen digital modern.
Sistem ini mendukung konektivitas smartphone dan pembaruan perangkat lunak melalui teknologi Over-the-Air (OTA) sehingga kendaraan dapat terus mendapatkan peningkatan fitur tanpa harus datang ke bengkel.
Pada aspek keselamatan, BAIC T1 dibekali 12 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dirancang untuk membantu pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara.
Kehadiran teknologi tersebut membuat pengalaman berkendara menjadi lebih aman, nyaman, dan intuitif, terutama saat digunakan di lingkungan perkotaan yang padat.
Jarak Tempuh 425 Km dan Fast Charging 25 Menit
BAIC T1 menggunakan baterai berkapasitas 42,3 kWh yang mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 425 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Untuk mendukung mobilitas modern, mobil ini telah dilengkapi teknologi DC Fast Charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 25 menit.
Kemampuan tersebut membuat pengguna tidak perlu menunggu lama saat melakukan pengisian daya, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Punya Fitur V2L dan Vehicle-to-Vehicle Charging
Keunggulan lain yang ditawarkan BAIC T1 adalah hadirnya fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan kapasitas hingga 3.500 watt.
Fitur ini memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik portabel untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik seperti laptop, peralatan rumah tangga, hingga perlengkapan aktivitas luar ruangan.
Selain itu, BAIC T1 juga telah mendukung Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging, teknologi yang memungkinkan kendaraan berbagi daya dengan kendaraan listrik lainnya.
Dipadukan dengan sistem audio enam speaker dan teknologi Soundproof Cabin yang mampu meredam hingga 85 persen suara dari luar, BAIC T1 menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman sekaligus modern.
Dengan berbagai fitur tersebut, BAIC T1 hadir sebagai alternatif menarik di segmen mobil listrik premium dengan harga yang relatif terjangkau, sekaligus menjadi langkah awal BAIC dalam memperluas pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Harga Honda New Rebel 1100 Resmi Diumumkan, Kini Punya Warna Baru Matte Beta Silver Metallic08 Jul 2026
Harga Honda New Rebel 1100 Resmi Diumumkan, Kini Punya Warna Baru Matte Beta Silver Metallic08 Jul 2026
Jakarta, Goodcar.id – PT Astra Honda Motor (AHM) melakukan penyegaran pada lini motor gede (moge) Honda New Rebel 1100. Pembaruan kali ini berfokus pada tampilan melalui hadirnya pilihan warna baru Matte Beta Silver Metallic, yang melengkapi opsi warna Matte Ballistic Black Metallic yang tetap dipertahankan.
Penyegaran tersebut menjadi bagian dari strategi AHM untuk menjaga daya tarik New Rebel 1100 di segmen urban cruiser premium. Selain menghadirkan pilihan warna baru, spesifikasi, fitur, dan performa mesin pada model ini tidak mengalami perubahan.
Direktur Marketing PT Astra Honda Motor, Octavianus Dwi, mengatakan penyegaran warna dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen big bike Honda di Indonesia.
"New Rebel 1100 hadir sebagai partner berkendara yang merepresentasikan karakter dan gaya hidup penggunanya. Melalui pilihan warna baru Matte Beta Silver Metallic, kami ingin menghadirkan tampilan yang semakin premium dan ekspresif sehingga memberikan kebanggaan lebih bagi pengendara saat menikmati setiap perjalanan,” ujar Octavianus Dwi, Direktur Marketing PT Astra Honda Motor.
Warna Baru Honda New Rebel 1100
Pilihan warna Matte Beta Silver Metallic mengombinasikan nuansa silver dengan sentuhan metalik yang memberikan tampilan berbeda dibandingkan warna sebelumnya. Sementara itu, Matte Ballistic Black Metallic tetap tersedia bagi konsumen yang menginginkan karakter visual lebih gelap.
Honda tetap mempertahankan desain khas Rebel 1100 dengan gaya bobber modern yang dapat dipersonalisasi sesuai preferensi pemiliknya.
Mesin Honda New Rebel 1100 Tetap Andalkan Parallel Twin 1.084 cc
Di sektor performa, New Rebel 1100 masih menggunakan mesin 1.084 cc, 4-stroke SOHC, parallel twin cylinder, berpendingin cairan.
Spesifikasi mesin tersebut mampu menghasilkan:
Kapasitas mesin: 1.084 cc
Tenaga maksimum: 65 kW pada 7.250 rpm
Torsi puncak: 98 Nm pada 4.750 rpm
Bore x Stroke: 92 mm x 81,5 mm
Rasio kompresi: 10,5:1
Karakter tenaga difokuskan pada putaran bawah hingga menengah sehingga sesuai untuk kebutuhan berkendara santai maupun perjalanan jarak jauh.
Dilengkapi DCT, Cruise Control dan Honda RoadSync
Dari sisi fitur, Honda tetap membekali New Rebel 1100 dengan berbagai teknologi yang mendukung kenyamanan berkendara.
Motor ini telah menggunakan Dual Clutch Transmission (DCT) yang memungkinkan perpindahan gigi berlangsung otomatis maupun manual dengan karakter perpindahan yang halus.
Selain itu tersedia fitur:
Cruise Control
Throttle by Wire
Riding Mode
All LED Lighting System
Suspensi depan dengan aksen Dark Navy Titanium Oxide
Panel instrumen TFT 5 inci
Honda RoadSync
USB Charger di bawah jok
Layar TFT berukuran 5 inci menampilkan berbagai informasi kendaraan seperti riding mode, speedometer, tachometer, posisi gigi, karakteristik DCT, suhu udara, konektivitas smartphone hingga informasi saat fitur cruise control diaktifkan.
Harga Honda New Rebel 1100 di Indonesia
Honda memasarkan New Rebel 1100 dengan dua pilihan warna:
Matte Beta Silver Metallic
Matte Ballistic Black Metallic
Keduanya dijual dengan harga Rp445.250.000.
Motor ini dipasarkan secara eksklusif melalui 11 jaringan Honda Big Wing yang tersebar di 9 kota di Indonesia.
Spesifikasi Singkat Honda New Rebel 1100
Mesin : 1.084 cc Parallel Twin SOHC Liquid Cooled
Tenaga : 65 kW / 7.250 rpm
Torsi : 98 Nm / 4.750 rpm
Transmisi : Dual Clutch Transmission (DCT)
Fitur : Cruise Control, Throttle by Wire, Riding Mode, TFT 5 inci, Honda RoadSync, USB Charger
Warna : Matte Beta Silver Metallic, Matte Ballistic Black Metallic
Harga : Rp445.250.000
Lihat Selengkapnya
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid08 Jul 2026
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid08 Jul 2026
Jakarta, Goodcar.id – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu ajang otomotif paling menarik di tahun ini.
Sejumlah pabrikan sudah menyiapkan model terbaru yang sebelumnya telah meluncur di pasar global, sementara beberapa lainnya masih berstatus rumor kuat dan diprediksi melakukan debut di Indonesia.
Dominasi kendaraan elektrifikasi diperkirakan masih berlanjut, mulai dari mobil listrik murni (BEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga hybrid konvensional.
Berikut 10 mobil yang paling dinantikan hadir di GIIAS 2026.
1. Hyundai Ioniq 3
Mobil baru di GIIAS 2026 nantinya adalah Hyundai Ioniq 3. Model ini menjadi salah satu model yang paling dinanti setelah resmi diperkenalkan secara global.
Hyundai Ioniq 3 mengisi segmen crossover kompak dan menggunakan platform E-GMP 400V.
Dari sisi dimensi, Ioniq 3 memiliki panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, dan wheelbase 2.680 mm.
Motor listrik penggerak roda depan (FWD) menghasilkan tenaga 147 PS dengan torsi 250 Nm.
Hyundai menawarkan dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh dan 61 kWh.
Jarak tempuhnya mencapai 344 km hingga 496 km berdasarkan standar WLTP.
Sementara pengisian daya DC dari 10 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 29 menit.
Kapasitas bagasinya mencapai 441 liter sehingga tetap praktis untuk penggunaan keluarga.
2. Honda Super One
Mobil listrik di GIIAs 2026 lainnya adalah Honda Super One. Honda juga diperkirakan membawa kejutan melalui Super One, city car listrik mungil hasil pengembangan GAC Honda untuk pasar China.
Mobil ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 3,8 meter dengan motor listrik berkekuatan sekitar 70–80 kW dan menggunakan baterai LFP.
Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai sekitar 400 km berdasarkan siklus CLTC. Penggeraknya menggunakan konfigurasi roda depan (FWD).
Meski spesifikasi finalnya masih menunggu peluncuran resmi, Honda Super One dinilai berpotensi menjadi pesaing baru di segmen city EV yang terus berkembang.
3. Leapmotor C10
Leapmotor C10 menjadi salah satu SUV listrik asal China yang mulai menarik perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia.
SUV ini memiliki dimensi panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm dengan wheelbase 2.825 mm.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 170 kW dengan torsi 320 Nm yang dipadukan baterai berkapasitas 69,9 kWh.
Dalam pengujian WLTP, Leapmotor C10 mampu menempuh jarak hingga 420 km dan sudah mendukung DC Fast Charging. Mobil ini juga menggunakan platform terbaru LEAP 3.0.
4. Wuling Aira
Mobil terbaru di GIIAs 2026 berikutnya ada Wuling AIRA 2026. Nama Wuling Aira mulai ramai diperbincangkan sebagai calon mobil listrik entry level terbaru Wuling, meski hingga kini belum diperkenalkan secara resmi.
Berdasarkan berbagai bocoran, mobil ini diperkirakan hadir sebagai city EV empat pintu dengan pilihan baterai sekitar 16 kWh dan 25 kWh.
Jarak tempuhnya diprediksi berada di kisaran 200 hingga 300 km berdasarkan standar CLTC dengan konfigurasi empat penumpang.
Jika benar dipasarkan di Indonesia, posisi Wuling Aira diperkirakan berada di bawah Air ev dan menjadi model listrik paling terjangkau dalam lini produk Wuling.
Harga juga diperkirakan berada di kisaran Rp170–200 jutaan, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pabrikan.
5. Toyota Hilux EV
Toyota juga diperkirakan akan membawa Hilux EV Prototype yang sebelumnya sudah diperkenalkan di pasar global.
Mobil ini menggunakan motor listrik tunggal dengan penggerak roda belakang (RWD) dan mempertahankan konfigurasi double cabin.
Toyota belum mengumumkan kapasitas baterai maupun tenaga motor listriknya.
Namun Hilux EV diklaim tetap memiliki kemampuan angkut hingga sekitar satu ton sehingga tetap cocok digunakan sebagai kendaraan komersial.
6. Jaecoo J5 SHS
Jaecoo J5 SHS diprediksi menjadi salah satu model plug-in hybrid yang akan menarik perhatian di GIIAS 2026.
Mobil ini menggunakan mesin 1.5 liter turbo yang dipadukan motor listrik melalui sistem Super Hybrid System (SHS) dan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
Tenaga gabungannya diperkirakan mencapai sekitar 340 hp.
Mobil ini juga diklaim mampu melaju sekitar 120 km hanya menggunakan tenaga listrik, sementara total jarak tempuh kombinasi mesin bensin dan baterai mencapai lebih dari 1.200 km.
7. Suzuki XL7 Facelift
Suzuki XL7 Facelift juga diprediksi tampil di GIIAS 2026 meski hingga kini belum diumumkan secara resmi.
Sejumlah bocoran memperlihatkan perubahan desain pada grille depan, lampu utama, desain velg, hingga penyegaran interior.
Sementara dari sisi teknologi, Suzuki diperkirakan masih mempertahankan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang sudah digunakan pada model sebelumnya.
8. Hyundai INSTER
Mobil terbaru lainnya di GIIAS 2026 adalah Hyundai INSTER. Selain Ioniq 3, Hyundai juga memiliki amunisi baru melalui INSTER, mobil listrik kompak yang dikembangkan dari Hyundai Casper Electric.
Mobil ini memiliki panjang 3.825 mm, lebar 1.610 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.580 mm.
Hyundai menawarkan dua pilihan motor listrik. Varian Standard Range menghasilkan tenaga 97 PS, sedangkan Long Range mencapai 115 PS. Keduanya memiliki torsi 147 Nm.
Pilihan baterainya terdiri dari 42 kWh dan 49 kWh dengan jarak tempuh masing-masing hingga 327 km dan 370 km berdasarkan standar WLTP.
INSTER juga sudah dilengkapi pengisian cepat DC yang mampu mengisi baterai dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, serta berbagai fitur modern seperti dual layar 10,25 inci, Vehicle-to-Load (V2L), OTA Update, Hyundai SmartSense, hingga wireless charging.
9. Danza B5
Denza B5 yang berubah nama setelah sakuk Indonesia menjadi DAnza B5 diprediksi menjadi salah satu SUV premium yang paling dinantikan jika benar hadir di GIIAS 2026.
SUV plug-in hybrid ini menggunakan platform DMO (Dual Mode Off-road) dengan konstruksi ladder frame sehingga dirancang memiliki kemampuan off-road yang mumpuni.
Dimensinya cukup besar dengan panjang 4.888 mm, lebar 1.970 mm, tinggi 1.920 mm, serta wheelbase 2.800 mm.
Denza B5 menggabungkan mesin 1.5 liter turbo dengan dual motor listrik berpenggerak AWD.
Pada spesifikasi China, tenaga gabungannya mencapai hingga 505 kW atau sekitar 687 PS dengan torsi sekitar 760 Nm.
Mobil ini menggunakan Blade Battery LFP berkapasitas 31,8 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh listrik hingga 125 km (CLTC), sementara total jarak tempuh kombinasi mencapai sekitar 1.200 km.
Selain performa tinggi, Denza B5 juga menawarkan fitur off-road seperti differential lock, Tank Turn, suspensi adaptif, serta ADAS Level 2+.
10. BAIC T1
Mobil lain terbaru lainnya yang akan hadir di GIIAS 2026 adalah BAIC T!. Nama BAIC T1 belakangan mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu calon SUV yang berpotensi hadir di Indonesia.
Namun hingga saat ini BAIC belum mengumumkan model resmi bernama T1.
Kemungkinan besar nama tersebut masih berupa kode pengembangan atau merujuk pada model lain yang belum diluncurkan secara global.
Karena itu, spesifikasi resmi maupun jadwal peluncurannya masih belum dapat dipastikan.
Persaingan GIIAS 2026 Diprediksi Semakin Ketat
Jika seluruh model tersebut benar-benar hadir di GIIAS 2026, pameran tahun depan akan menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah industri otomotif Indonesia.
Menariknya, mayoritas mobil yang diprediksi meluncur merupakan kendaraan elektrifikasi, mulai dari BEV, PHEV hingga hybrid.
Hal ini menunjukkan bahwa transformasi menuju mobil ramah lingkungan di Indonesia akan semakin cepat, sekaligus memberikan pilihan yang semakin beragam bagi konsumen, baik di segmen city car, SUV keluarga, hingga kendaraan komersial.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.