Hasil Lengkap Pereli Indonesia di Dakar Classic 2026: Julian Johan Juara 1 Kelas Iconic19 Jan 2026
Hasil Lengkap Pereli Indonesia di Dakar Classic 2026: Julian Johan Juara 1 Kelas Iconic19 Jan 2026
Jakarta, Goocar.id - Sejarah baru saja dipahat oleh putra-putra terbaik bangsa di padang pasir Arab Saudi. Untuk pertama kalinya, Indonesia tidak hanya mengirimkan satu, melainkan dua perwakilan sekaligus yang bertarung di ajang Dakar Classic 2026. Di bawah naungan tim asal Prancis, Compagnie Saharienne, dua unit Toyota legendaris dengan livery Merah Putih berhasil menaklukkan ribuan kilometer tantangan ekstrem.
(sumber foto : Instagram.com/compagnie.saharienne)
Di barisan depan, Julian Johan (Jejelogy) menggunakan Toyota Land Cruiser 100 (VX100). Berpasangan dengan navigator kawakan Mathieu Monplaisir, Jeje, sapaan akrab Johan, menunjukkan kelasnya sebagai pereli yang matang. Strategi navigasi yang presisi dan ketangguhan VX100 membawa Jeje finis di Peringkat 5 Overall Dakar Classic dan menyabet Juara 1 di Kelas Iconic Classic Club. Ini adalah pencapaian tertinggi orang Indonesia di ajang Dakar sepanjang masa. Tak kalah gemilang, Shammie Baridwan yang bertindak sebagai driver di mobil kedua, membuktikan bahwa dirinya adalah petarung sejati.
(sumber foto : Dokumentasi Dakar)
Mengendarai Toyota Land Cruiser 70 (HZJ 78) atau yang akrab disebut Toyota Bundera, Shammie Baridwan didampingi oleh navigator asal Lithuania, Ignas Daunoravicius. Kejutan besar terjadi di Stage 11, di mana Shammie berhasil menjadi yang tercepat dan menduduki podium pertama etape tersebut sebuah sejarah pertama bagi pereli Indonesia memenangkan sebuah stage di Dakar. Shammie dan Ignas menutup kompetisi dengan hasil yang luar biasa, yakni Peringkat 7 Overall dan meraih Juara 3 di Kelas H1.
Keberhasilan ini membuktikan durabilitas luar biasa dari lini Land Cruiser. Sementara Jeje mengandalkan kenyamanan dan tenaga VX100, Shammie menunjukkan ketangguhan mekanikal murni dari HZJ 78. Ignas Daunoravicius, dengan latar belakangnya sebagai mantan pembalap motor gurun, menjadi kunci sukses Shammie dalam membaca "jebakan" pasir yang sering kali menipu para peserta.
Keberhasilan kedua mobil ini menembus 10 besar dunia (Overall) adalah bukti bahwa motorsport Indonesia sudah naik level. Kolaborasi antara driver Indonesia (Jeje & Shammie) dengan navigator internasional (Mathieu & Ignas) di bawah manajemen tim Compagnie Saharienne terbukti menjadi formula pemenang."Ini adalah bukti bahwa Indonesia bisa bicara banyak di level dunia jika persiapan dan timnya solid," ujar Shammie usai menyelesaikan etape terakhir di Yanbu.
Dakar 2026 bukan lagi soal partisipasi. Ini adalah soal dominasi. Merah Putih telah berkibar tinggi di podium tertinggi kelas Iconic, menandakan era baru bagi pereli-pereli lintas alam Tanah Air.
Lihat Selengkapnya
Toyota Masih Raja, BYD Curi Perhatian di Pasar Mobil 202514 Jan 2026
Toyota Masih Raja, BYD Curi Perhatian di Pasar Mobil 202514 Jan 2026
Jakarta, GoodCar.id - Pasar mobil baru nasional sepanjang 2025 menampilkan dinamika persaingan yang semakin ketat di tengah tekanan penurunan volume penjualan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa meskipun pasar belum sepenuhnya pulih, merek-merek besar masih mampu menjaga dominasinya, sementara sejumlah produsen baru mulai mencuri perhatian konsumen. Toyota kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar otomotif Indonesia. Keunggulan jaringan, lini produk yang luas, serta kepercayaan konsumen membuat merek asal Jepang ini sulit tergeser, baik dari sisi penjualan ke konsumen maupun distribusi ke dealer.
Penjualan Retail Mobil Nasional 2025 (Gaikindo):
Toyota – 258.923 unit
Daihatsu – 137.835 unit
Honda – 71.233 unit
Mitsubishi Motors – 70.338 unit
Suzuki – 64.838 unit
BYD – 44.342 unit
Mitsubishi Fuso – 25.613 unit
Isuzu – 25.295 unit
Wuling – 20.607 unit
Hino – 20.517 unit
Kehadiran BYD di enam besar retail menjadi sorotan tersendiri. Capaian ini mencerminkan meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik, sekaligus menandai pergeseran preferensi pasar yang mulai terbuka terhadap teknologi baru dan merek non-tradisional.
Penjualan Wholesales Mobil Nasional 2025 (Gaikindo):
Toyota – 250.431 unit
Daihatsu – 130.677 unit
Mitsubishi Motors – 71.781 unit
Suzuki – 66.345 unit
Honda – 56.500 unit
BYD – 46.711 unit
Mitsubishi Fuso – 25.235 unit
Isuzu – 25.121 unit
Chery – 19.391 unit
Hyundai – 19.007 unit
Secara total, penjualan retail mobil nasional sepanjang 2025 mencapai 833.692 unit, sementara wholesales tercatat 803.687 unit. Angka tersebut melampaui target revisi Gaikindo sebesar 780 ribu unit, namun masih belum menyamai capaian tahun sebelumnya. Pada 2024, penjualan retail tercatat 889.680 unit dan wholesales 865.723 unit.
Kondisi ini menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia tengah memasuki fase konsolidasi. Persaingan tidak lagi hanya soal volume, tetapi juga efisiensi, inovasi produk, dan kemampuan merek dalam membaca perubahan perilaku konsumen di tengah tantangan ekonomi dan transisi teknologi.
Lihat Selengkapnya
Veloz Hybrid EV Tembus 3.000 Km, MPV Hybrid Toyota Masuki Sumatera29 Dec 2025
Veloz Hybrid EV Tembus 3.000 Km, MPV Hybrid Toyota Masuki Sumatera29 Dec 2025
Lampung, Goodcar.id - Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 resmi memasuki Pulau Sumatera setelah mencatat jarak tempuh lebih dari 3.000 kilometer. Perjalanan ini menjadi bukti konkret kesiapan MPV hybrid Toyota untuk digunakan di kondisi jalan Indonesia yang beragam, sekaligus memperkuat posisi Veloz Hybrid EV sebagai mobil keluarga elektrifikasi yang aplikatif.
Diberangkatkan dari Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 2 Desember 2025, satu unit Veloz Hybrid EV dikendarai secara estafet oleh jurnalis media nasional. Dalam waktu sekitar 20 hari, mobil hybrid Toyota ini telah melintasi enam provinsi dan lebih dari 20 kota, menjadikannya pengujian jarak jauh yang relevan bagi konsumen.
Toyota menjadikan ekspedisi Veloz Hybrid EV sebagai ajang pembuktian performa dan efisiensi MPV hybrid dalam penggunaan sehari-hari. Beragam kondisi jalan—mulai dari tanjakan, lalu lintas padat, hingga rute antarkota—dilalui tanpa kompromi berarti pada kenyamanan.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menegaskan bahwa mobil hybrid Toyota ini dirancang untuk penggunaan luas, bukan sekadar uji teknologi.
“Sepanjang perjalanan, Veloz Hybrid EV membuktikan performa andal, efisiensi maksimal, serta kenyamanan berkendara yang konsisten. Ini adalah Hybrid EV untuk semua, yang siap digunakan di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Jap.
Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa Veloz Hybrid EV bukan sekadar model baru, melainkan evolusi MPV keluarga Toyota di era elektrifikasi.
Rute Sumatera Uji Konsumsi BBM Veloz Hybrid EV
Memasuki Sumatera, Veloz Hybrid EV Lintas Nusa akan melintasi Lampung, Palembang, Jambi, Padang, Bukittinggi, Pekanbaru, Danau Toba, hingga Medan. Rute ini dikenal menantang, dengan kombinasi jalan tol, jalur lintas barat, serta medan berbukit.
Dalam konteks ini, konsumsi BBM Veloz Hybrid EV menjadi sorotan utama. Sistem hybrid Toyota memungkinkan mobil beroperasi lebih efisien di kondisi stop-and-go maupun perjalanan jarak jauh, menjaga konsumsi bahan bakar tetap rasional tanpa mengorbankan performa dasar MPV.
Selain menguji kendaraan, ekspedisi Veloz Hybrid EV juga menjadi sarana Toyota membangun kedekatan dengan komunitas. Sepanjang perjalanan, Toyota menyapa Toyota Owners Club (TOC) dan Velozity, komunitas resmi pengguna Toyota Veloz.
Di Pulau Jawa, lebih dari 100 pengguna terlibat dalam diskusi langsung seputar pengalaman berkendara, termasuk efisiensi dan kenyamanan mobil hybrid Toyota ini. Rangkaian tersebut akan berlanjut dengan menyapa komunitas Velozity di empat kota di Sumatera.
Toyota Dengarkan Masukan Pengguna Veloz Hybrid EV
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide, menegaskan bahwa Veloz Hybrid EV Lintas Nusa bukan sekadar roadshow produk.
“Kami ingin mendengar langsung pengalaman pelanggan agar Veloz Hybrid EV benar-benar relevan sebagai MPV hybrid keluarga Indonesia, baik dari sisi efisiensi, kenyamanan, maupun kepraktisan,” jelas Oide.
Pendekatan ini memperlihatkan strategi Toyota dalam mengembangkan mobil hybrid Toyota berdasarkan masukan pengguna di lapangan.
Veloz Hybrid EV Harga di Bawah Rp300 Juta
Sebagai MPV hybrid produksi lokal, Veloz Hybrid EV melakukan world premiere di Indonesia pada November 2025. Kehadirannya memperluas akses teknologi hybrid ke segmen MPV keluarga yang selama ini didominasi mesin konvensional.
Untuk pasar Indonesia, Veloz Hybrid EV harga ditetapkan Rp299 juta untuk varian V Grade, khusus pemesanan hingga 31 Desember 2025. Banderol ini menempatkan Veloz Hybrid EV sebagai salah satu mobil hybrid Toyota paling terjangkau di kelasnya.
Dengan jarak tempuh ribuan kilometer yang telah dicapai, efisiensi konsumsi BBM Veloz Hybrid EV yang konsisten, serta harga yang relatif kompetitif, ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 memperlihatkan bahwa MPV hybrid kini bukan lagi konsep masa depan, melainkan solusi mobilitas yang siap digunakan hari ini.
Lihat Selengkapnya
20 Mobil Terlaris Indonesia November 2025, Listrik China Melejit, Jepang Masih Dipercaya15 Dec 2025
20 Mobil Terlaris Indonesia November 2025, Listrik China Melejit, Jepang Masih Dipercaya15 Dec 2025
Jakrta, Goodcar.id - Data dari GAIKINDO untuk November 2025 menyebutkan jika BYD Atto memimpin daftar mobil terlaris nasional dengan penjualan 8.333 unit.
BYD jelas berhasil memanfaatkan momentum insentif, tren elektrifikasi, dan rasa ingin tahu konsumen.
Namun, jika tren ini dibaca lebih dalam, ceritanya tidak sesederhana “mobil China mengalahkan mobil Jepang”.
Terbukti dari data, setelah BYD Atto 1, pasar justru kembali dikuasai mobil-mobil Jepang yang sudah lama hidup dan tumbuh bersama konsumen Indonesia.
Jepang Masih Pegang Fondasi Pasar
Misalnya, di posisi kedua, Toyota Avanza mencatat 3.912 unit. Disusul Toyota Calya (3.122 unit) dan Toyota Rush (2.597 unit).
Angka-angka ini menunjukkan masyarakat masih belum sepenuhnya percaya EV dan masih memilih merek yang terbukti awet, mudah dirawat, dan punya jaringan luas.
Toyota Kijang Innova Zenix juga tetap kuat dengan 2.508 unit, sementara Innova Reborn membukukan 1.967 unit.
Di segmen bawah, Daihatsu Sigra (2.105 unit) dan Honda Brio (1.839 unit) masih menjadi tulang punggung volume. Ini segmen yang paling sensitif terhadap biaya kepemilikan, dan di sinilah merek Jepang masih unggul telak.
Toyota Agya (1.416 unit) dan Suzuki Fronx (1.412 unit) juga tampil seimbang.
Suzuki Fronx memang pendatang baru, tapi tetap membawa nama besar Jepang yang bisa jadi membuat konsumen lebih tenang saat mengambil keputusan.
Lanjut, Mitsubishi menempatkan Destinator (1.814 unit), Xpander (1.427 unit), dan Xpander Cross (720 unit) di daftar ini.
Tidak ada lonjakan ekstrem, tapi terlihat stabil pada segen ini.
Di segmen big SUV, Toyota Fortuner (917 unit) dan Mitsubishi Pajero Sport (912 unit) kembali beradu tipis.
Selain BYD Atto, hanya Jaecoo J5 EV yang masuk 20 besar dengan 653 unit. Angka ini layak diapresiasi, namun juga menunjukkan bahwa dominasi mobil China masih terbatas.
Konsumen boleh tertarik, tapi kepercayaan jangka panjang belum sepenuhnya terbentuk.
Singkatnya, pasar otomotif Indonesia mulai terbuka pada hal baru, tapi kepercayaan tidak dibangun dalam semalam.
Dan untuk saat ini, faktanya brand-brand Jepang masih memegang kunci kepercayaan itu.
20 Mobil Terlaris di Indonesia November 2025 (Non-Komersial)
BYD ATTO 14 – 8.333 unit
Toyota Avanza – 3.912 unit
Toyota Calya – 3.122 unit
Toyota Rush – 2.597 unit
Toyota Innova Zenix – 2.508 unit
Daihatsu Sigra – 2.105 unit
Toyota Innova – 1.967 unit
Honda Brio – 1.839 unit
Mitsubishi Destinator – 1.814 unit
Mitsubishi Xpander – 1.427 unit
Toyota Agya – 1.416 unit
Suzuki Fronx – 1.412 unit
Daihatsu Terios – 979 unit
Toyota Raize – 938 unit
Toyota Fortuner – 917 unit
Mitsubishi Pajero Sport – 912 unit
Suzuki XL7 – 865 unit
Mitsubishi Xpander Cross – 720 unit
Jaecoo J5 EV – 653 unit
Honda HR-V – 609 unit
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.