Jelajah Sulawesi 6.000 Km, Om Daeng Tuntaskan Touring Pakai XMAX TECHMAX27 Feb 2026
Jelajah Sulawesi 6.000 Km, Om Daeng Tuntaskan Touring Pakai XMAX TECHMAX27 Feb 2026
Makassar, Goodcar.id – Perjalanan lintas negara sejauh 27.000 kilometer menuju Mekkah yang dituntaskan Anshar alias Om Daeng dengan XMAX generasi pertama kini berlanjut dalam skala domestik. Awal 2026, ia memulai ekspedisi bertajuk Jelajah Sulawesi menggunakan Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru.
Touring ini berlangsung selama 25 hari, sejak 17 Januari hingga 13 Februari, dengan total jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer. Dalam periode tersebut, Om Daeng melintasi 69 kabupaten dan kota di Pulau Sulawesi.
Perjalanan dimulai dari Makassar, lalu bergerak ke Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari, Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk Banggai, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang hingga Toraja. Karakter jalur yang ditempuh pun beragam, mulai dari pesisir pantai, jalan antar kota, hingga pegunungan dengan kontur menantang.
Touring Sekaligus Misi Sosial
Jelajah Sulawesi tidak hanya soal jarak tempuh. Dalam setiap provinsi yang disinggahi, Om Daeng menyempatkan diri menjalankan kegiatan sosial.
Beberapa agenda yang dilakukan antara lain berbagi sembako di panti asuhan Baubau, berbagi sembako dan mainan anak di pondok pesantren Kotamobagu, hingga membagikan alat tulis di panti asuhan Palu. Kegiatan tersebut dilakukan di sela perjalanan touring yang padat.
“Kebahagiaan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya sampai tujuan dengan selamat dan menikmati keindahan alam Sulawesi, tapi bisa berbagi langsung dan melihat senyum anak-anak di setiap kota yang saya datangi serta bersilaturahmi dengan kawan-kawan sesama biker MAXI Yamaha,” ujar Om Daeng.
Ia juga menyebut hampir di setiap kota mendapatkan dukungan dari komunitas pengguna MAXI Yamaha setempat.
Dari seluruh rute yang dilalui, jalur Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah menjadi salah satu yang paling menguji konsentrasi. Jalan sempit di pegunungan, tanjakan panjang, turunan curam, serta tikungan teknikal mendominasi lintasan tersebut.
“Di sini benar-benar menguji fokus dan stamina. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat harus bermain di tikungan pegunungan,” kata Om Daeng.
Sebaliknya, rute Amurang menuju Kotamobagu disebut sebagai jalur paling indah. Lanskap pesisir yang tenang berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk menjadi kombinasi yang kontras namun khas Sulawesi Utara.
Dalam perjalanan Jelajah Sulawesi, Om Daeng membandingkan pengalamannya dengan XMAX generasi pertama yang sebelumnya membawanya menembus 12 negara hingga Timur Tengah.
Menurutnya, ada peningkatan signifikan dari sisi handling dan kelincahan pada XMAX TECHMAX terbaru.
“Motor ini terasa lebih ramping, lebih lincah, dan lebih ringan. Handling jauh lebih enak, terutama untuk jalur pegunungan. Overall riding experience meningkat lebih baik,” ujarnya.
Salah satu fitur yang disebut membantu selama perjalanan jarak jauh adalah sistem navigasi Garmin Street Cross yang terintegrasi di panel TFT meter. Fitur ini memudahkan pemantauan rute tanpa harus membuka ponsel, terutama saat kondisi hujan.
Selain itu, jok model Eropa dengan sandaran atau lumbar support juga dinilai memberikan kenyamanan tambahan selama menempuh ribuan kilometer.
“Awalnya saya pikir navigasi tidak terlalu terpakai. Tapi ternyata sangat membantu dan petanya akurat. Saat hujan saya tidak perlu mengeluarkan HP lagi. Model jok Eropa ini juga enak digunakan, duduk lama tidak terasa pegal,” tambahnya.
Perjalanan Berlanjut ke NTT
Setelah menyelesaikan Jelajah Sulawesi sejauh 6.000 kilometer, Om Daeng tidak berhenti. Ia dijadwalkan melanjutkan ekspedisi ke Nusa Tenggara Timur dengan menyeberang dari Pelabuhan Bira, Sulawesi Selatan menuju Labuan Bajo.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari misi eksplorasi dan kegiatan sosial yang telah dijalankan selama touring di Sulawesi. Dengan rute baru yang menanti, perjalanan Om Daeng bersama XMAX TECHMAX memasuki babak berikutnya.
Jelajah Sulawesi menjadi penanda bahwa perjalanan panjang bukan hanya soal menaklukkan jarak, tetapi juga soal konsistensi, ketahanan fisik, serta interaksi sosial di setiap kota yang disinggahi. Touring 6.000 kilometer dalam 25 hari membuktikan bahwa rute domestik pun menyimpan tantangan yang tak kalah kompleks dibanding lintas negara.
Lihat Selengkapnya
Ekspor Toyota Indonesia 2025 Tembus 298 Ribu Unit, Naik 8 Persen27 Feb 2026
Ekspor Toyota Indonesia 2025 Tembus 298 Ribu Unit, Naik 8 Persen27 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id – Ekspor Toyota Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 nyaris menyentuh angka 300 ribu unit. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total ekspor Completely Built Up (CBU) Toyota tercatat mencapai 298.457 unit.
Angka tersebut naik 8 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 276.089 unit. Secara kontribusi, Toyota masih menjadi pemain utama dalam ekspor kendaraan nasional dengan porsi sekitar 60 persen dari total ekspor CBU Indonesia dalam periode 2020–2025.
Sepanjang 2025, total ekspor kendaraan nasional sendiri mencapai 518.212 unit. Artinya, lebih dari separuh unit yang dikirim ke berbagai negara berasal dari lini produksi Toyota di Indonesia.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
“Prestasi ekspor Toyota Indonesia yang hampir menyentuh angka 300 ribu unit ini dapat kami capai berkat dukungan Pemerintah Indonesia, masyarakat, stakeholder, serta peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat dari hulu dan hilir,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut dia, peningkatan ekspor kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE) maupun elektrifikasi pada 2025 ikut memperkuat fondasi industri otomotif nasional serta berkontribusi terhadap neraca perdagangan Indonesia.
Model Andalan Ekspor Toyota Indonesia 2025
Dari sisi model, ekspor Toyota Indonesia 2025 ditopang oleh sejumlah nama yang sudah familiar di pasar domestik maupun global.
Untuk segmen Sport Utility Vehicle (SUV), total ekspor mencapai 139.552 unit yang berasal dari model seperti Toyota Fortuner, Rush, Raize, dan Yaris Cross. Angka ini menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekspor Toyota tahun lalu.
Sementara itu, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) menyumbang 81.905 unit. Model seperti Toyota Kijang Innova Zenix, Avanza, dan Veloz menjadi tulang punggung di kategori ini.
Untuk tipe hatchback, Agya mencatatkan ekspor sebanyak 33.675 unit. Sedangkan kendaraan komersial ringan seperti Town Ace dan Lite Ace berkontribusi 20.457 unit.
Distribusi model tersebut menunjukkan bahwa kendaraan berbasis kebutuhan keluarga dan SUV masih menjadi komoditas utama ekspor Toyota Indonesia ke berbagai negara di Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, hingga Oseania.
Elektrifikasi Ikut Tumbuh, HEV Naik 23 Persen
Selain model konvensional, ekspor kendaraan elektrifikasi juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, total ekspor model hybrid mencapai 22.868 unit, naik 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 18.553 unit.
Dua model utama yang berkontribusi adalah Toyota Kijang Innova Zenix HEV dengan 13.343 unit dan Toyota Yaris Cross HEV sebanyak 9.525 unit.
Kenaikan ini memperlihatkan bahwa pasar global mulai menerima produk elektrifikasi buatan Indonesia, terutama untuk model hybrid yang diproduksi dengan tingkat kandungan lokal tinggi.
Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam, menegaskan bahwa capaian ekspor saat ini merupakan hasil perjalanan panjang industri otomotif nasional.
“Pencapaian ini tidak dapat diraih melalui proses singkat, tetapi membutuhkan kerja keras dan dedikasi panjang. Perjalanan membangun industri otomotif nasional dimulai dari aktivitas impor di tahun 1970-an, kemudian melakukan produksi dalam skala besar mulai dari mesin, komponen, alat bantu produksi, dan kendaraan utuh,” kata Bob.
Ia menambahkan, peningkatan tingkat kandungan lokal yang kini telah mencapai sekitar 80 persen menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Total Ekspor Tembus 3,15 Juta Unit Sejak 1987
Secara kumulatif, sejak 1987 hingga akhir 2025, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.151.794 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara. Angka tersebut menjadi indikator konsistensi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor strategis di kawasan.
Dengan tren pertumbuhan ekspor yang terus positif dalam lima tahun terakhir, kontribusi sektor otomotif terhadap perekonomian nasional tetap signifikan. Data 2025 memperlihatkan bahwa ekspor Toyota Indonesia bukan sekadar angka tahunan, tetapi bagian dari struktur industri yang terus berkembang.
Capaian 298.457 unit di 2025 menjadi penanda bahwa produksi dalam negeri masih kompetitif di pasar global, baik untuk model ICE maupun elektrifikasi. Dan dengan fondasi rantai pasok yang semakin kuat, ekspor Toyota Indonesia diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang utama industri otomotif nasional ke depan.
Lihat Selengkapnya
JAECOO J5 EV Keliling Sudirman–Thamrin Pakai Truk Transparan26 Feb 2026
JAECOO J5 EV Keliling Sudirman–Thamrin Pakai Truk Transparan26 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Dalam beberapa hari terakhir, perhatian pengguna jalan di kawasan Sudirman–Thamrin, Jakarta, tertuju pada satu pemandangan tak biasa: sebuah SUV putih dipajang di dalam truk transparan yang melaju pelan di tengah lalu lintas ibu kota.
Unit tersebut adalah JAECOO J5 EV, SUV listrik yang belakangan ramai dibicarakan karena penjualannya langsung melesat di awal tahun.
SUV Listrik Terlaris Versi GAIKINDO
Berdasarkan data wholesales GAIKINDO Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit. Angka itu membuatnya memimpin segmen SUV listrik nasional pada periode tersebut.
Tak hanya itu, capaian tersebut juga membawa merek JAECOO masuk jajaran 9 besar merek otomotif terlaris di Indonesia.
Data ini memperlihatkan satu tren menarik, SUV listrik bukan lagi sekadar alternatif, tapi mulai jadi pilihan utama konsumen yang mencari kombinasi performa, efisiensi, dan teknologi.
Jarak Tempuh Tembus 500 Km
Dari sisi performa, JAECOO J5 EV dibekali baterai 60,9 kWh dengan klaim jarak tempuh 461 km berdasarkan standar NEDC.
Menariknya, dalam pengujian internal di Indonesia dengan kombinasi rute tol dan non-tol, SUV ini mencatat angka hingga 534,1 km dalam sekali pengisian penuh. Artinya, rute Jakarta–Semarang secara teori bisa ditempuh tanpa isi ulang daya.
Untuk pengisian cepat, J5 EV mendukung DC fast charging hingga 130 kW. Pengisian dari 30 persen ke 80 persen diklaim hanya butuh sekitar 28 menit—cukup sambil ngopi sebentar di rest area saat perjalanan antar kota.
Selain itu, tersedia fitur regenerative braking system yang mengubah energi pengereman menjadi tambahan daya listrik.
Spesifikasi Motor lIstrik Jaecoo J5 EV
JAECOO J5 EV mengandalkan motor listrik bertenaga 155 kW atau setara 210 PS dengan torsi 288 Nm. Konfigurasinya Front-Wheel Drive (FWD).
Tersedia tiga mode berkendara: Eco, Normal, dan Sport, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan harian atau gaya berkendara lebih responsif.
Untuk menunjang efisiensi, SUV ini memakai teknologi Active Grille Shutter (AGS) yang menyesuaikan aliran udara secara otomatis demi meningkatkan aerodinamika.
Struktur bodinya menggunakan baja berkekuatan tinggi dengan rasio di atas 77 persen. Suspensi independen terpasang di keempat roda.
Ground clearance 200 mm, sudut approach 20 derajat, dan departure angle 29,8 derajat memberi fleksibilitas lebih saat melintasi jalan bergelombang atau akses menuju area outdoor.
17 ADAS dan Kamera 540 Derajat
Dari sisi keselamatan, J5 EV dibekali 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Sistem ini didukung 6 airbags dan kamera 540° HD panoramic view yang memberikan visibilitas sekeliling hingga bagian bawah kendaraan, membantu manuver sekaligus meminimalkan blind spot.
Masuk ke interior, nuansanya modern dengan layar sentuh vertikal 13,2 inci Full HD serta panel instrumen digital 8 inci.
Sistem infotainment mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, plus voice command untuk mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan.
Ada juga Internet of Vehicle dan konektivitas aplikasi smartphone yang memungkinkan pengguna mengatur suhu kabin, jendela, hingga jadwal pengisian daya dari jarak jauh.
Fitur Praktis untuk Harian dan Outdoor
JAECOO J5 EV menggunakan electronic column shifter untuk memberi ruang lebih lega di konsol tengah.
Fitur kenyamanan meliputi:
Dual-zone climate control
Fast wireless charging 50W dengan sistem pendingin
Ambient lighting 64 warna
Double-layer soundproof glass
Selain itu jok depan tersedia pengaturan elektrik (6-way untuk pengemudi dan 4-way untuk penumpang depan) serta ventilated seats pada varian Premium.
Untuk kepraktisan, tersedia 35 kompartemen penyimpanan. Bagasi 480 liter bisa diperluas hingga 1.180 liter, ditambah frunk 35 liter di bagian depan.
SUV ini juga mendukung Vehicle-to-Load (V2L) hingga 3,3 kW, memungkinkan suplai listrik ke perangkat eksternal saat camping atau aktivitas luar ruang.
Material jok diklaim scratch-resistant dan kabin dilengkapi sistem filtrasi udara untuk menyaring partikel halus, termasuk debu dan bulu hewan.
Dengan kombinasi performa 210 PS, jarak tempuh lebih dari 500 km dalam pengujian internal, serta fitur ADAS lengkap, JAECOO J5 EV jelas tidak sekadar tampil sensasional lewat truk transparan di Sudirman.
Angka distribusi awal tahun menunjukkan respons pasar yang cukup kuat. Kini pertanyaannya: apakah tren SUV listrik terlaris ini bisa konsisten di bulan-bulan berikutnya?
Lihat Selengkapnya
Perkiraan Tampang Toyota Fortuner Generasi Terbaru yang Tertangkap Uji Jalan27 Feb 2026
Perkiraan Tampang Toyota Fortuner Generasi Terbaru yang Tertangkap Uji Jalan27 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Toyota dikabarkan tengah mempersiapkan kehadiran Toyota Fortuner generasi terbaru. SUV ladder-frame andalan ini disebut akan mengadopsi basis dari Toyota Hilux generasi terbaru yang sudah meluncur tahun lalu.
Terbaru, foto mata-mata kembali memperlihatkan unit Fortuner anyar sedang menjalani pengujian jalan. Dikutip dari Team-BHP, model tersebut terlihat diuji di Thailand untuk pertama kalinya, memperkuat indikasi bahwa peluncurannya semakin dekat.
Fortuner generasi anyar ini akan mengandalkan platform Innovative International Multi-purpose Vehicle (IMV), sama seperti Hilux terbaru. Struktur ladder-frame-nya telah ditingkatkan agar mampu mendukung berbagai opsi powertrain.
Arsitektur tersebut dirancang fleksibel untuk mengakomodasi mesin konvensional, sistem hybrid, sel bahan bakar hidrogen, bahkan hingga kendaraan listrik murni. Ini menjadi sinyal bahwa Toyota tengah menyiapkan fondasi jangka panjang untuk elektrifikasi di lini SUV dan pickup mereka.
Desain Eksterior Lebih Modern dan Tegas
Unit yang tertangkap kamera masih diselimuti kamuflase tebal. Meski demikian, sejumlah detail desain tetap bisa dikenali. Bagian belakang memperlihatkan lampu LED ramping berbentuk melingkar yang kemungkinan terhubung bilah LED horizontal.
Garis atap tampak lebih melandai ke belakang, memberi siluet yang lebih dinamis. Pintu belakang, bumper, serta antena model sirip hiu juga terlihat mengalami pembaruan. Sementara itu, bagian depan menampilkan kemiripan kuat dengan Hilux terbaru, terutama pada gril besar yang tegak serta lampu depan LED yang ramping.
Laman GaadiWaadi bahkan merilis speculative rendering berdasarkan spyshot yang beredar. Dalam ilustrasi tersebut, gril honeycomb tampil lebih dominan dengan tulisan “Toyota” terpasang utuh di garis pemisah antara gril dan kap mesin.
Menariknya, pada spyshot tidak terlihat tonjolan logo di area gril. Hal ini memunculkan dugaan bahwa emblem tradisional digantikan dengan tulisan nama merek yang diposisikan lebih tinggi.
Secara keseluruhan, desain lampu dan bumper terlihat sangat berbeda dibandingkan generasi saat ini. Tarikan garis bodi pun dibuat lebih tajam, mempertegas karakter SUV yang gagah dan tangguh.
Opsi Mesin dan Sistem Mild-Hybrid
Untuk sektor dapur pacu, Fortuner terbaru kemungkinan tetap mengusung mesin bensin 2.700 cc dan diesel 2.800 cc. Kedua mesin tersebut diprediksi akan dikombinasikan dengan sistem mild-hybrid 48 volt yang sudah diterapkan pada Hilux terbaru.
Jika benar terealisasi, kombinasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus mempertahankan performa khas SUV ladder-frame.
Interior Lebih Canggih dan Modern
Masuk ke kabin, Fortuner generasi terbaru diperkirakan membawa dua layar berukuran 12,3 inci, masing-masing untuk panel instrumen digital dan sistem infotainment layar sentuh.
Fitur kenyamanan dan keselamatan juga disebut semakin lengkap, mulai dari jok depan elektrik dan berventilasi, wireless charging, kamera 360 derajat, hingga paket ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems).
Dengan pembaruan menyeluruh pada desain, platform, hingga teknologi, Fortuner generasi terbaru berpotensi memperkuat posisinya di segmen SUV ladder-frame premium, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan tangguh namun tetap modern.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.