Beranda / Mobil Baru / Katalog / Chery Omoda E5

Chery Omoda E5

Rp 425 Juta - Rp 505 Juta
Jarak Tempuh
-
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
White Howlite
Grey Morganite
Black Platinum
Green Jade Two Tone
White Howlite Two Tone
Tipe Kendaraan
Chery Omoda E5 PURE
Rp 425 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Chery Omoda E5 BASIC
Rp 505 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Chery Omoda E5 PURE
Chery Omoda E5 BASIC
Jarak Tempuh
-
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

CHERY OMODA E5
Artikel Terkait
Lihat Semua
Jadi Daya Tarik di IIMS 2026, Chery Adventure Park Didatangi Lebih Dari 1.100 Pengunjung
27 Feb 2026
Jadi Daya Tarik di IIMS 2026, Chery Adventure Park Didatangi Lebih Dari 1.100 Pengunjung 27 Feb 2026 Jakarta, GoodCar.id - PT Chery Sales Indonesia (CSI) sukses mencuri perhatian publik di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Mengandalkan lini produk inovatif dan aktivasi interaktif, pabrikan asal Tiongkok ini berhasil membukukan total lebih dari 1.100 sesi test drive sepanjang pameran berlangsung. Magnet Utama: Chery Adventure Park Bintang utama tahun ini adalah Chery Adventure Park, sebuah area exclusive test drive tematik yang dirancang khusus untuk menguji nyali dan durabilitas kendaraan. Fokus utama tertuju pada Chery J6T, SUV listrik yang kental dengan aura petualang. Di area ini, pengunjung ditantang melibas berbagai rintangan ekstrem, termasuk ramp dengan kemiringan hingga 35 derajat. Ketangguhan J6T dibuktikan melalui sistem penggerak iWD serta struktur bodi all-aluminum alloy berbasis aerospace-grade, yang membuatnya 30% lebih ringan sekaligus lebih kaku (rigid) dibanding SUV berbahan baja konvensional. Data dan Antusiasme Pengunjung Tingginya rasa penasaran konsumen tercermin dari angka partisipasi yang masif: 720+ Pengunjung: Melakukan non-exclusive test drive (didominasi model TIGGO 8 CSH, C5 CSH, dan TIGGO Cross CSH). Hampir 400 Pengunjung: Menjajal tantangan berat di exclusive test drive Chery Adventure Park. Menanggapi pencapaian ini, Arthur Panggabean, Head of Brand and Marketing Chery Business Unit, menyatakan kepuasannya atas respon positif pasar Indonesia. “Capaian lebih dari 1.100 pengunjung yang mencoba langsung berbagai model Chery selama IIMS 2026 menunjukkan minat yang positif dari masyarakat. Pengunjung sudah merasakan langsung kapabilitas kendaraan, driving experience, serta inovasi teknologi Chery, termasuk karakter petualang dari J6T yang kami tampilkan di area adventure park,” ujar Arthur. Pengakuan Internasional dan Teknologi CSH Tak hanya laris manis di area uji coba, Chery J6T juga menyabet penghargaan Best Compact SUV di IIMS 2026, mempertegas posisinya sebagai pionir EV kompak dengan standar engineering tinggi. Selain segmen listrik murni, Chery juga memamerkan taji di sektor hybrid melalui CSH Corner. Area ini menampilkan jajaran produk dengan platform Chery Super Hybrid (CSH), termasuk C5 CSH yang baru saja meluncur. Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini menjadi solusi transisi mobilitas bagi konsumen yang menginginkan efisiensi energi tanpa kompromi performa. Lihat Selengkapnya
Harga Wuling Eksion: SUV Hybrid Terbaru Siap Dijual di Indonesia, Segini Perkiraannya
25 Feb 2026
Harga Wuling Eksion: SUV Hybrid Terbaru Siap Dijual di Indonesia, Segini Perkiraannya 25 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id – Isu soal Harga Wuling Eksion mulai ramai dibahas setelah Wuling resmi memperkenalkan SUV terbarunya, Eksion, ke publik Indonesia. Model ini masuk dalam keluarga Darion dan akan melengkapi lini yang sebelumnya sudah diisi Cortez Darion EV dan PHEV. Kehadiran Eksion menjadi langkah lanjutan strategi elektrifikasi Wuling. SUV ini diproyeksikan hadir dengan dua opsi jantung pacu, yakni listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV), mengikuti pola yang sudah diterapkan di lini Darion. Namun satu hal yang paling ditunggu tentu saja soal Harga Wuling Eksion. Sampai saat ini, banderol resminya memang belum diumumkan ke konsumen. Harga Wuling Eksion Masih Ditahan, Ini Perkiraannya Secara global, model yang diyakini menjadi basis Wuling Eksion adalah Xingguang 560 atau Starlight 560 yang sudah dipasarkan di Tiongkok. Di pasar asalnya, SUV tersebut dijual mulai 62.800 yuan hingga 98.800 yuan. Jika dikonversi dengan kurs saat ini, angkanya setara kisaran Rp 152,5 juta sampai Rp 239,9 juta. Tentu saja angka tersebut belum termasuk pajak, biaya distribusi, serta penyesuaian spesifikasi untuk pasar Indonesia. Artinya, Harga Wuling Eksion versi Indonesia sangat mungkin berada di atas angka tersebut. Potensi Harga Wuling Eksion Dibanding Almaz RS Pro Sebelumnya, Eksion sempat disebut-sebut sebagai penerus lini Almaz. Saat ini, Wuling Almaz RS Pro dipasarkan dengan harga Rp 405 juta untuk varian mesin bensin dan Rp 445 juta untuk tipe hybrid (on the road Jakarta). Melihat positioning produk dan strategi elektrifikasi, ada kemungkinan harga Wuling Eksion akan sedikit lebih tinggi dari Almaz RS Pro Hybrid, terutama jika dibekali teknologi PHEV terbaru. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi soal rentang harga final yang akan ditawarkan ke pasar domestik. Jadi Seri Eksklusif Dua Teknologi Vice President Wuling Motors, Arif Pramadhana, menegaskan bahwa lini Darion memang disiapkan dengan standar tinggi untuk kebutuhan keluarga Indonesia. “Darion telah mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat Indonesia dan telah mengaplikasikan standar tinggi untuk memenuhi mobilitas keluarga,” ujar Arif dalam keterangannya. Ia menambahkan, kehadiran Eksion menjadi bagian dari penguatan seri Darion yang akan tersedia dalam dua pilihan teknologi, yakni listrik murni dan plug-in hybrid. Dengan strategi tersebut, Harga Wuling Eksion nantinya akan sangat bergantung pada varian baterai, kapasitas, serta fitur teknologi yang disematkan. Kabar kehadiran Eksion sebenarnya sudah tercium sejak awal tahun. Wuling diketahui telah mendaftarkan nama “Eksion” di laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Tak lama setelah itu, model yang diduga sebagai Wuling Eksion juga sempat tertangkap kamera saat menjalani uji jalan dalam balutan kamuflase tebal. Hal ini memperkuat sinyal bahwa peluncuran komersialnya tinggal menunggu waktu. Jika resmi dijual, Harga Wuling Eksion akan menentukan posisinya di pasar SUV crossover. Model ini berpotensi berhadapan langsung dengan Chery E5 maupun Chery C5 CSH yang lebih dulu bermain di segmen elektrifikasi. Dengan dua opsi powertrain dan nama baru di lini Darion, Eksion jelas bukan sekadar facelift atau pembaruan minor. Wuling menempatkannya sebagai model strategis untuk memperluas pasar SUV elektrifikasi di Indonesia. Untuk saat ini, publik masih harus menunggu pengumuman resmi terkait Harga Wuling Eksion. Namun melihat positioning produk, spesifikasi global, serta banderol Almaz RS Pro saat ini, besar kemungkinan SUV ini akan bermain di rentang harga Rp 400 jutaan atau sedikit di atasnya, tergantung varian. Yang pasti, kehadiran Eksion menandai babak baru lini SUV Wuling di Indonesia. Tinggal menunggu waktu sampai Harga Wuling Eksion benar-benar diumumkan dan resmi dipasarkan ke konsumen Tanah Air. Lihat Selengkapnya
Chery Rilis Pickup Diesel PHEV di Australia, Klaim Pertama di Dunia ?
23 Feb 2026
Chery Rilis Pickup Diesel PHEV di Australia, Klaim Pertama di Dunia ? 23 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Chery Automobile mengambil langkah yang tidak biasa. Pabrikan asal Wuhu, China, itu memastikan akan meluncurkan pickup diesel plug-in hybrid (PHEV) pertamanya di Australia pada kuartal keempat 2026. Model ini punya kode internal KP31 dan sebelumnya diperkenalkan di China dengan nama Rely P3X. Secara resmi, model tersebut akan dipasarkan langsung menggunakan merek Chery di Australia. Keputusan ini menegaskan keseriusan Chery masuk ke segmen ute—sebutan lokal untuk pickup truck—yang selama ini identik dengan dominasi merek Jepang dan Amerika. Dalam keterangan resminya, Chery menyebut KP31 sebagai pickup diesel PHEV pertama di dunia. Debut Global Berawal dari Rely P3X Sebelum mengarah ke pasar Australia, model ini lebih dulu tampil di China dengan nama Rely P3X. Rely sendiri diproyeksikan sebagai sub-brand independen yang fokus menggarap kendaraan pickup. Di bawah lini Rely, sudah ada beberapa model seperti R08, R08 Pro, dan R08 EV. Tahun lalu, Chery juga memperkenalkan dua mobil konsep tambahan, yakni P2X dan P3X. Kini, versi produksi massal P3X dipastikan meluncur di Australia dengan identitas baru sebagai Chery KP31. Unit konsepnya bahkan sempat dipamerkan di Australia. Sementara versi produksi massal dijadwalkan mulai dijual pada Q4 2026. Dimensi Besar dengan Gaya Boxy Secara tampilan, Chery KP31 hadir sebagai dual-cab ute berukuran besar. Panjang bodinya mencapai 5.610 mm, membuatnya masuk kategori pickup bongsor. Desainnya mengusung gaya boxy dengan garis tegas. Bagian depan menampilkan bumper besar, lampu berbentuk bulat, serta emblem Chery yang dapat menyala. Di sekeliling bodi terdapat aksen plastik tebal yang menegaskan karakter tangguhnya. Mobil ini juga dibekali ban BF Goodrich AT dan spion berukuran besar, memperkuat kesan siap kerja maupun petualangan. Sekilas, proporsinya mengingatkan pada pickup Amerika dengan postur gagah dan kokoh. Klaim Diesel PHEV Pertama di Dunia Sorotan utama tentu ada di balik kap mesinnya. Chery mengklaim KP31 sebagai pickup pertama yang memadukan mesin diesel dengan sistem plug-in hybrid. Mesin yang digunakan adalah 2.5-liter internal combustion engine (ICE) dengan efisiensi termal diklaim mencapai 47 persen. Untuk ukuran mesin diesel produksi massal, angka tersebut tergolong tinggi. Detail motor listrik dan kapasitas baterai memang belum diumumkan. Namun dalam presentasi sebelumnya di China, platform diesel-PHEV KP31 ditampilkan menggunakan sistem penggerak 4WD konvensional, dengan paket baterai ditempatkan di bagian belakang rangka. Sejumlah spesifikasi target yang sudah disebutkan antara lain: Payload hingga 1 ton Kemampuan towing 3,5 ton Getaran diklaim 30 persen lebih rendah Konsumsi bahan bakar 10 persen lebih efisien Meski begitu, angka resmi tenaga dan torsi gabungan masih belum dipublikasikan. Hadapi Pasar Australia yang Ketat Australia dikenal sebagai salah satu pasar pickup paling kompetitif. Model-model seperti BYD Shark 6 dan GWM Cannon Alpha Hi4 sudah lebih dulu bermain di segmen ini. Masuknya Chery KP31 jelas bukan tanpa tantangan. Strategi yang dibawa cukup spesifik: menawarkan kombinasi mesin diesel dengan sistem plug-in hybrid sebagai pembeda di tengah ketatnya persaingan. Chery juga menyatakan bahwa pada 2027 akan hadir varian tambahan dengan sistem PHEV berbasis mesin bensin untuk pasar yang sama. Ekspansi ke Australia sendiri bukan langkah awal Chery di segmen pickup. Model Rely R08 sebelumnya sudah dipasarkan di China dengan harga mulai 88.800 yuan, lalu merambah pasar Amerika Latin dan Timur Tengah. Di beberapa negara, model tersebut dikenal dengan nama Chery Himla. Jika tidak ada perubahan jadwal, Chery KP31 akan resmi meluncur di Australia pada Q4 2026. Detail lengkap terkait tenaga, kapasitas baterai, dan harga jualnya masih dinantikan. Lihat Selengkapnya
Mobil Listrik Menerjang Banjir Aman atau Tidak? Ini Penjelasannya
20 Feb 2026
Mobil Listrik Menerjang Banjir Aman atau Tidak? Ini Penjelasannya 20 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Banjir kembali melanda sejumlah wilayah dan membuat banyak pemilik kendaraan was-was. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: mobil listrik kena banjir aman atau tidak? Kekhawatiran ini muncul karena mobil listrik menggunakan baterai bertegangan tinggi. Banyak yang membayangkan risiko korsleting atau bahkan sengatan listrik jika kendaraan terendam air. Namun secara teknis, mobil listrik dirancang dengan sistem keamanan berlapis. Meski begitu, tetap ada batas aman yang tidak boleh dilampaui. Baterai EV Dirancang Kedap Air Pada mobil listrik modern seperti Hyundai, Wuling, hingga Chery, baterai utama ditempatkan di bawah lantai kendaraan dalam modul tertutup rapat. Paket baterai ini memiliki pelindung khusus dengan standar ketahanan air dan debu (IP rating). Sebagian besar baterai EV menggunakan standar minimal IP67, yang artinya komponen tersebut mampu bertahan dalam kondisi terendam air pada kedalaman tertentu dalam waktu terbatas tanpa langsung mengalami kerusakan. Selain itu, sistem kabel tegangan tinggi dilindungi lapisan khusus untuk mencegah kontak langsung dengan air luar. Penjelasan soal keamanan mobil listrik saat banjir juga disampaikan langsung oleh pihak pabrikan. Menurut pernyataan resmi dari Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia beberapa waktu lalu disebutkan, meskipun baterai dan komponen kelistrikan mobil listrik sudah dibuat tahan air, itu bukan berarti mobil listrik dirancang untuk menerjang banjir. “Kemungkinan mobil listrik mogok saat terjang banjir itu sangat kecil…, namun hal tersebut bukan jaminan mobil listrik aman untuk terjang banjir,” ujar Bonar Pakpahan. Pernyataan ini menegaskan bahwa mobil listrik memang memiliki sistem proteksi tinggi, tetapi tetap bukan kendaraan yang dirancang untuk melewati genangan ekstrem. Batas Aman Mobil Listrik Lewat Genangan Secara umum, batas aman mobil listrik melewati genangan tidak berbeda jauh dengan mobil bermesin konvensional. Beberapa panduan umum yang bisa diperhatikan: Hindari genangan lebih tinggi dari setengah roda. Jangan menerobos banjir dengan arus deras. Waspadai banjir rob karena air asin lebih korosif. Jangan biarkan kendaraan terendam dalam waktu lama. Risiko terbesar biasanya bukan pada baterai, melainkan pada modul kontrol elektronik, sensor, dan komponen kelistrikan lain yang tetap memiliki batas toleransi air. Tips Jika Mobil Listrik Terendam Banjir Jika mobil listrik Anda sempat terendam, lakukan langkah berikut: Jangan langsung menyalakan kendaraan. Gunakan jasa towing resmi. Bawa ke bengkel resmi untuk pemeriksaan menyeluruh. Jangan mencoba membongkar sistem kelistrikan sendiri, karena penanganan EV membutuhkan teknisi bersertifikat karena melibatkan tegangan tinggi. Jadi, Mobil Listrik jika Menerjang Banjir Aman atau Tidak? Mobil listrik sudah dirancang menghadapi hujan deras dan banjir. Namun seperti kendaraan lain, tetap ada batas yang tidak boleh dilampaui. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.