Beranda / Motor Baru / Katalog / HONDA CBR 150R STANDARD

HONDA CBR 150R STANDARD

Rp 39 Juta - Rp 43.9 Juta
Kapasitas Mesin
149 CC
Mesin
DOHC 4 VALUE
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Transmisi
Manual
Kapasitas Bensin
12 Ltr
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
3 Pilihan Warna
CBR150R Honda Racing Red Standar
CBR150R Honda tricolor ABS
CBR150R Honda matte black ABS
Tipe Kendaraan
HONDA CBR 150R STANDARD
Rp 39 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
HONDA CBR 150R ABS
Rp 43.9 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
HONDA CBR 150R STANDARD
HONDA CBR 150R ABS
Kapasitas Mesin
149 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
DOHC 4 VALUE
USB
Alarm
Bluetooth
Abs Ebd
Navigation
Drive Type
Cruise Control
JADWALKAN TEST DRIVE MOTOR
HONDA CBR 150R STANDARD
Artikel Terkait
Lihat Semua
Changan Punya 7.500 Engineer untuk Kembangkan ADAS, SDA Pilot Diuji 3,3 Juta Km Setiap Hari
11 Sep 2026
Changan Punya 7.500 Engineer untuk Kembangkan ADAS, SDA Pilot Diuji 3,3 Juta Km Setiap Hari 11 Sep 2026 China, Goodcar.id - Teknologi bantuan berkendara kini tidak lagi berhenti pada kemampuan mobil menjaga jarak atau mengoreksi arah setir. Changan Group membawa pengembangan ADAS ke tahap yang lebih jauh melalui SDA Pilot, sistem intelligent driving yang dikembangkan secara internal dan disiapkan untuk digunakan pada kendaraan produksi massal. Di balik SDA Pilot, Changan menyebut ada lebih dari 7.500 engineer yang kini terlibat dalam pengembangan intelligent driving. Perusahaan juga mencatat total investasi riset dan pengembangan (R&D) lebih dari 7,7 miliar Euro untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut. “Tim intelligent driving Changan telah berkembang dari hanya beberapa engineer menjadi lebih dari 7.500 orang, didukung oleh total investasi R&D mencapai lebih dari 7,7 miliar Euro. Kami akan terus menjalankan strategi transformasi cerdas kami dan mengembangkan teknologi inti kami secara mandiri,” ujar Zhu Huarong, Chairman Changan Group. Angka tersebut tidak muncul dalam waktu singkat. Changan mengklaim mulai mengembangkan teknologi intelligent driving sejak 2009, ketika pengembangannya masih berada pada tahap riset laboratorium di China. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2011, Changan mulai mengembangkan prototipe fitur peringatan tabrakan depan atau Forward Collision Warning (FCW) dan peringatan keluar jalur atau Lane Departure Warning (LDW). Pengembangan tersebut kemudian berlanjut ke sistem yang lebih kompleks. Pada 2018, Changan berhasil memproduksi secara massal IACC atau Integrated Adaptive Cruise Control Level 2. Perjalanan itu kemudian mencapai tonggak baru pada 20 Desember 2025. Changan menerima pelat nomor resmi pertama di China untuk kendaraan dengan kemampuan pengemudian otonom bersyarat Level 3. “Changan mulai mengembangkan teknologi intelligent driving sejak 2009, ketika teknologi ini masih menjadi bagian dari riset laboratorium di Tiongkok. SDA Pilot merupakan hasil dari berbagai pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan selama proses tersebut,” kata Zhao Fei, President Changan Group. Dari perjalanan panjang tersebut, Changan kini memperkenalkan SDA Pilot dalam tiga tingkatan, yakni Pro, Max, dan Ultra. Perusahaan juga menyebut tingkatan teknologi yang lebih tinggi akan diperkenalkan berikutnya. SDA Pilot Ultra menjadi versi paling tinggi yang ditawarkan saat ini. Sistem ini menggabungkan Highway NCA, Urban NCA, intelligent parking assist dengan kemampuan menangani lebih dari 400 skenario, serta 31 fitur active safety. Untuk menunjang kemampuan pemrosesan, SDA Pilot Ultra menggunakan chip komputasi berkapasitas 560 TOPS. Sistem tersebut juga dipadukan dengan LiDAR 256-line yang dirancang untuk membantu kendaraan membaca lingkungan di sekitarnya secara lebih detail. Changan menyebut SDA Pilot menggunakan deteksi LiDAR aktif dengan kemampuan pemrosesan hingga 10Hz. Kombinasi tersebut ditujukan untuk membantu sistem mendeteksi potensi bahaya dengan lebih cepat, termasuk ketika kendaraan menghadapi kondisi minim cahaya, silau, hujan, maupun kabut. Di sisi lain, Changan juga mengembangkan sistem end-to-end large model untuk membuat respons kendaraan terasa lebih natural. Model tersebut dilatih menggunakan lebih dari 20 juta segmen data berkendara yang dikumpulkan dari kondisi nyata. Data tersebut digunakan untuk membantu sistem memahami situasi jalan dan menentukan respons berkendara secara lebih intuitif. Dengan pendekatan ini, Changan ingin perilaku kendaraan tidak terasa seperti sekumpulan fungsi ADAS yang bekerja secara terpisah, tetapi lebih menyerupai cara pengemudi mengambil keputusan ketika menghadapi situasi di jalan. Aspek interaksi dengan kendaraan juga ikut dikembangkan. SDA Pilot menggunakan sistem navigasi interaktif berbasis multimodal large model yang menggabungkan kemampuan visual dan suara. Pengguna dapat memberikan perintah menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem juga dikembangkan agar mampu mengingat pola serta preferensi berkendara pengguna sehingga interaksi dengan kendaraan dapat dilakukan secara lebih natural. Namun, kemampuan intelligent driving tidak hanya ditentukan oleh perangkat keras dan model kecerdasan buatan. Sebelum teknologi tersebut digunakan di jalan, Changan menyiapkan fasilitas pengujian khusus melalui Changan SDA Lab. Fasilitas ini mendukung pengujian selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Changan menyebut pengujian virtual yang dilakukan mencakup lebih dari 400.000 skenario, dengan simulasi perjalanan mencapai 3,3 juta kilometer setiap hari. Pengujian tersebut juga mencakup berbagai kondisi iklim di 224 wilayah di seluruh dunia. Dengan kombinasi simulasi virtual, pengujian laboratorium, dan pengujian di jalan nyata, Changan berupaya menemukan potensi risiko sejak tahap pengembangan. Pendekatan tersebut menjadi penting karena kemampuan ADAS tidak hanya diuji dalam kondisi jalan ideal. Sistem harus menghadapi variasi cuaca, pencahayaan, kondisi lalu lintas, karakter jalan, hingga situasi yang sulit diprediksi. Bersamaan dengan peluncuran SDA Pilot, Changan Nevo Q06 menjadi model produksi pertama yang menggunakan SDA Pilot Ultra. Model tersebut sekaligus membuka masa pre-order sebagai salah satu langkah Changan membawa teknologi intelligent driving hasil pengembangan internal ke kendaraan produksi massal. Kehadiran SDA Pilot menunjukkan bagaimana Changan membangun teknologi ADAS secara bertahap, dari pengembangan prototipe fitur keselamatan pada 2011, produksi massal IACC Level 2 pada 2018, hingga teknologi Level 3 dan SDA Pilot Ultra. Ke depan, Changan menyatakan pengembangan intelligent driving akan dilanjutkan melalui kolaborasi dan kemitraan strategis di berbagai negara. Perusahaan menempatkan teknologi tersebut sebagai bagian dari strategi untuk mengembangkan solusi mobilitas yang lebih cerdas, aman, dan berkelanjutan. Lihat Selengkapnya
Honda CT125 Berubah Warna, Nuansa Adventure Tetap Kental
10 Sep 2026
Honda CT125 Berubah Warna, Nuansa Adventure Tetap Kental 10 Sep 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Honda CT125 kembali mendapat penyegaran. PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan warna baru Matte Fresco Brown untuk melengkapi pilihan Glowing Red yang tetap dipertahankan. Meski tampilannya berubah, karakter Honda CT125 sebagai motor bebek dengan DNA trekking masih menjadi identitas utamanya. Penyegaran ini membuat Honda CT125 kini tersedia dalam dua pilihan warna. Matte Fresco Brown memberikan tampilan yang lebih kalem, sementara Glowing Red tetap menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin mempertahankan karakter visual CT125 yang lebih mencolok. Di balik perubahan warna tersebut, tidak ada perubahan pada karakter utama CT125. Motor ini tetap membawa konsep Iconic Tracking Cub, dengan desain yang memadukan bentuk khas motor bebek dengan sejumlah elemen yang mendukung aktivitas luar ruang. Marketing Director AHM Octavianus Dwi mengatakan karakter ikonik dan fungsional menjadi bagian yang terus dipertahankan pada Honda CT125. “Karakter ikonik dan fungsional menjadi kekuatan utama Honda CT125 yang terus kami pertahankan. Melalui pilihan warna baru Matte Fresco Brown, kami ingin memberikan penyegaran sekaligus pilihan yang semakin beragam bagi konsumen untuk mengekspresikan gaya berkendara mereka, baik saat menikmati aktivitas sehari-hari maupun mengeksplorasi berbagai destinasi,” ujar Octavianus. Honda CT125 memang memiliki tampilan yang berbeda dibanding motor bebek pada umumnya. Desainnya dibuat untuk membawa karakter trekking, terlihat dari posisi knalpot yang dibuat tinggi, front fender berbahan besi, hingga area belakang jok yang menyediakan ruang untuk membawa barang. Bagian belakang tersebut memiliki kapasitas angkut hingga 20 kg. Fitur ini membuat CT125 tidak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga menawarkan sisi fungsional ketika digunakan untuk perjalanan yang membutuhkan barang bawaan tambahan. Karakter petualang juga terlihat dari posisi intake duct yang dibuat lebih tinggi. Penempatan tersebut ditujukan untuk mengurangi debu yang masuk, terutama ketika motor digunakan pada kondisi jalan yang tidak selalu bersih. Sementara itu, tangki bahan bakarnya memiliki kapasitas 5,3 liter. Kapasitas tersebut menjadi salah satu bekal CT125 ketika digunakan untuk perjalanan yang lebih jauh, baik touring santai maupun menuju destinasi dengan karakter jalan yang beragam. Untuk sistem pencahayaan, seluruh lampu Honda CT125 sudah menggunakan LED. Panel instrumennya juga menggunakan meter digital dengan bentuk bulat dan kompak yang tetap mempertahankan nuansa klasik, tetapi dengan informasi yang lebih mudah dibaca. Mesin 125 cc dengan Karakter Torsi Honda CT125 menggunakan mesin 125 cc PGM-FI, empat langkah, SOHC, dengan sistem pendingin udara. Mesin tersebut dirancang memberikan karakter tenaga yang responsif pada putaran rendah hingga menengah. Di atas kertas, mesin ini menghasilkan tenaga maksimum 6,76 kW pada 6.250 rpm dan torsi puncak 10,8 Nm pada 4.750 rpm. Mesin memiliki bore dan stroke 50 x 63,1 mm dengan rasio kompresi 10:1. Karakter tersebut membuat CT125 tetap relevan untuk penggunaan harian di perkotaan, tetapi juga memiliki bekal ketika digunakan untuk perjalanan santai menuju berbagai destinasi. Untuk menunjang pengendalian, Honda CT125 memiliki bobot 116 kg dan menggunakan suspensi depan teleskopik. Pelek berdiameter 17 inci dipadukan dengan ban berukuran 80/90 di bagian depan dan belakang. Sektor pengereman menggunakan cakram ganda dengan ABS satu kanal pada roda depan. Kombinasi tersebut menjadi bagian dari perangkat keselamatan CT125 ketika digunakan dalam berbagai kondisi perjalanan. Warna Baru, Harga Tetap Jadi Bagian Menarik Dengan penyegaran ini, Honda CT125 tersedia dalam dua warna, yakni Matte Fresco Brown dan Glowing Red. Keduanya dipasarkan dengan harga Rp83.500.000 on the road (OTR) DKI Jakarta. Honda CT125 dipasarkan secara eksklusif melalui jaringan Honda BigWing dan Wing Dealer di Indonesia. Kehadiran warna Matte Fresco Brown pada akhirnya memang tidak mengubah sosok Honda CT125 secara mendasar. Namun, pilihan baru tersebut memberikan alternatif bagi konsumen yang menginginkan tampilan berbeda tanpa harus meninggalkan karakter utama motor ini sebagai Iconic Tracking Cub. Lihat Selengkapnya
Honda ST125 Dax Dapat Warna Baru, Apa yang Berubah Selain Tampilan?
02 Sep 2026
Honda ST125 Dax Dapat Warna Baru, Apa yang Berubah Selain Tampilan? 02 Sep 2026 Jakarta, Goodcar.id – Honda ST125 Dax mendapat penyegaran untuk pasar Indonesia. PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan dua pilihan warna baru, yakni Candy Energy Orange dan Pearl Shining Black, yang mulai melengkapi pilihan Honda ST125 Dax dengan karakter visual berbeda. Penyegaran ini membuat Honda ST125 Dax tampil dengan kombinasi warna yang lebih ekspresif. Candy Energy Orange memadukan warna oranye dan hitam, sedangkan Pearl Shining Black mengandalkan dominasi hitam. Keduanya tetap dipadukan dengan sejumlah komponen berlapis krom yang menjadi bagian dari identitas desain motor tersebut. Namun, perubahan pada Honda ST125 Dax kali ini lebih banyak berada di sektor tampilan. Tidak ada perubahan pada mesin maupun fitur utama yang dibawa model sebelumnya. AHM masih mempertahankan konsep ST125 Dax sebagai motor leisure dengan desain yang mengambil inspirasi dari model Dax yang pertama kali diperkenalkan secara global pada 1969. Direktur Marketing PT Astra Honda Motor Octavianus Dwi mengatakan pilihan warna baru ditujukan untuk memberikan alternatif bagi konsumen dalam menyesuaikan tampilan motor dengan karakter masing-masing. “Honda ST125 Dax memiliki karakter yang kuat dan modern, sehingga setiap detail pada motor ini dapat menjadi bagian dari ekspresi pengendaranya. Kami berharap pilihan warna baru ini dapat semakin melengkapi kesenangan berkendara dan gaya hidup para pecinta Honda Dax di Indonesia,” ujar Octa. Desain Honda ST125 Dax Masih Pertahankan Karakter Klasik Honda ST125 Dax tetap mengandalkan desain yang menjadi ciri khasnya. Salah satu bagian paling menonjol adalah rangka berbentuk T atau T-shape yang sekaligus menjadi bagian dari struktur penempatan tangki bahan bakar. Kesan retro kemudian diperkuat melalui penggunaan setang berlapis krom dengan posisi relatif tinggi. Bagian knalpot juga dibuat dengan bentuk khas dan dilengkapi pelindung berlapis krom yang semakin menegaskan karakter klasik motor ini. Di bagian tengah rangka terdapat aksen garis hitam dengan tulisan Dax. AHM juga mempertahankan logo Wing Honda bergaya klasik serta emblem ST125 dengan elemen visual anjing Dachshund yang menjadi bagian dari identitas model tersebut. Meski membawa tampilan retro, perangkat pencahayaan Honda ST125 Dax sudah menggunakan teknologi LED. Lampu depan, lampu belakang, dan lampu sein menggunakan LED, sementara panel instrumen digital menggunakan model negative display yang dibuat sederhana tetapi tetap memberikan informasi utama bagi pengendara. Jok 778 mm dan Bisa Dipakai Berboncengan Honda ST125 Dax memiliki ketinggian jok 778 mm dari permukaan tanah. Dimensi jok yang dibuat lebih panjang memungkinkan motor ini digunakan untuk membawa penumpang. AHM juga memasangkan besi pegangan di bagian belakang untuk membantu memberikan posisi pegangan tambahan bagi pembonceng. Konfigurasi tersebut membuat Honda ST125 Dax tidak hanya diarahkan untuk penggunaan seorang diri, meski karakter utamanya tetap sebagai motor untuk aktivitas berkendara santai. Untuk mendukung mobilitas perkotaan, motor ini memiliki bobot 107 kg dengan jarak sumbu roda 1.198 mm. Ukuran tersebut turut menjadi bagian dari karakter Honda ST125 Dax yang relatif ringkas. Mesin Honda ST125 Dax Masih 125 cc Di sektor mesin, Honda ST125 Dax masih menggunakan mesin satu silinder SOHC berkapasitas 125 cc dengan sistem pendingin udara dan transmisi empat percepatan. Mesin tersebut memiliki diameter piston dan langkah 50 x 63,1 mm dengan rasio kompresi 10:1. Sistem suplai bahan bakar menggunakan teknologi PGM-FI. Di atas kertas, mesin Honda ST125 Dax menghasilkan tenaga maksimum 6,6 kW pada 7.000 rpm dan torsi puncak 10,4 Nm pada 5.000 rpm. Sistem kopling sentrifugal turut digunakan untuk membuat pengoperasian motor lebih sederhana. Karakter tersebut sesuai dengan konsep ST125 Dax yang memang tidak mengejar konfigurasi motor performa tinggi, melainkan kemudahan dan kepraktisan berkendara santai. Dibekali ABS dan IMU Sektor keselamatan menjadi salah satu bagian yang tetap dipertahankan pada Honda ST125 Dax. Motor ini menggunakan rem cakram berdiameter 220 mm di depan dan 190 mm di belakang. Sistem pengereman tersebut dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS) satu channel. Honda juga membekali motor ini dengan Inertial Measurement Unit (IMU) yang bekerja untuk membantu mencegah roda belakang terangkat ketika terjadi pengereman mendadak. Suspensi depan menggunakan inverted telescopic, sedangkan bagian belakang mengandalkan suspensi ganda. Kombinasi tersebut menopang roda berukuran 12 inci dengan ban 120/70 di depan dan 130/70 di belakang. Harga Honda ST125 Dax Rp84,5 Juta Dengan hadirnya dua warna baru, Honda ST125 Dax kini tersedia dalam pilihan Candy Energy Orange dan Pearl Shining Black. Kedua pilihan warna tersebut dipasarkan dengan harga Rp84.500.000 On The Road (OTR) DKI Jakarta. Dengan demikian, penyegaran Honda ST125 Dax kali ini belum mengubah sisi teknis maupun fitur utama motor. Perubahan utamanya berada pada pilihan warna, sementara desain ikonik, mesin 125 cc, ABS satu channel, IMU, hingga konfigurasi kaki-kakinya masih dipertahankan. Bagi calon konsumen, hal tersebut membuat pertimbangan pembelian Honda ST125 Dax kembali pada daya tarik desain dan karakter berkendaranya. Sementara dari sisi produk, pilihan warna baru menjadi pembeda utama yang ditawarkan AHM pada model tersebut. Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Suzuki e Sky: Baterai 26 kWh, Range 310 Km, Fast Charging 50 kW
26 Aug 2026
Spesifikasi Suzuki e Sky: Baterai 26 kWh, Range 310 Km, Fast Charging 50 kW 26 Aug 2026 Jakarta, Goodcar.id - Seperti apa Spesifikasi Suzuki e Sky? Suzuki e Sky menjadi salah satu mobil listrik mungil yang menarik perhatian setelah versi produksinya mulai terungkap. Mengusung format kei car khas Jepang, Suzuki e Sky menawarkan dimensi kompak dengan baterai 26 kWh, jarak tempuh hingga 310 km, serta dukungan fast charging DC 50 kW. Secara dimensi, Suzuki e Sky memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, dan jarak sumbu roda 2.460 mm. Ukuran tersebut membuatnya tetap berada dalam karakter kei car yang dirancang untuk mobilitas perkotaan dengan kebutuhan ruang yang terbatas. Bobot kendaraan berada di kisaran 1.030 kg. Suzuki menggunakan platform Heartect e yang dikembangkan untuk kendaraan listrik berukuran kecil. Sistem penggeraknya mengandalkan roda depan dengan e-Axle yang mengintegrasikan motor listrik, inverter, dan transmisi dalam satu unit. Suzuki belum mengungkap angka tenaga resmi motor listrik e Sky. Namun, regulasi kei car di Jepang membatasi output motor listrik maksimal hingga 63 hp atau sekitar 47 kW. Baterai LFP 26 kWh, Range 310 Km Suzuki e Sky menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh. Dengan baterai tersebut, Suzuki menargetkan jarak tempuh hingga 310 km dalam satu kali pengisian daya. Angka tersebut cukup tinggi untuk mobil listrik dengan kapasitas baterai yang relatif kecil. Efisiensi tersebut didukung bobot kendaraan yang ringan, optimalisasi aerodinamika, serta peningkatan efisiensi sistem penggerak listrik. Sebagai pembanding, BYD Racco memiliki klaim jarak tempuh hingga 320 km, tetapi menggunakan baterai berkapasitas lebih besar, yakni 35,84 kWh. Fast Charging 50 kW Suzuki e Sky mendukung beberapa pilihan pengisian daya. Menggunakan sumber listrik rumah standar, pengisian hingga penuh membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Jika menggunakan wallbox dengan daya 6 kW, waktu pengisian dapat dipangkas menjadi sekitar 4,5 jam. Sementara itu, pengisian cepat DC 50 kW memungkinkan baterai terisi hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit. Kemampuan fast charging tersebut menjadi salah satu spesifikasi penting e Sky karena memungkinkan pengisian baterai dilakukan dalam waktu lebih singkat ketika mobil digunakan secara intensif di perkotaan. Bisa Jadi Sumber Listrik Darurat Suzuki e Sky tidak hanya mengandalkan kemampuan berkendara. Mobil listrik ini juga dibekali Vehicle-to-Home (V2H), yang memungkinkan energi dari baterai digunakan untuk memasok listrik ke perangkat eksternal. Melalui sistem tersebut, e Sky dapat menyalurkan listrik AC 100V dengan output hingga 1.500W. Dengan begitu, baterai kendaraan dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk kebutuhan tertentu di luar fungsi utamanya sebagai sumber tenaga mobil. Dimensi Kompak, Kabin Empat Penumpang Sebagai kei car, Suzuki e Sky memiliki konfigurasi empat penumpang. Kabinnya dirancang dengan pendekatan praktis, berbeda dari Vision e-Sky Concept yang tampil lebih futuristis. Pada bagian dashboard terdapat layar infotainment berukuran 10,1 inci yang dipadukan dengan panel instrumen digital. Suzuki juga mempertahankan tuas transmisi otomatis konvensional serta panel khusus untuk mengatur sistem pendingin kabin. Fitur lainnya mencakup jok dan setir berpemanas, rem parkir elektrik, kompartemen tambahan di sisi penumpang, serta sistem heat pump. Heat pump bekerja bersama pemanas udara elektrik untuk membantu menjaga efisiensi penggunaan baterai saat mobil digunakan dalam kondisi cuaca dingin. Dari sisi eksterior, e Sky mempertahankan sejumlah karakter dari Vision e-Sky. Namun, versi produksi menggunakan beberapa komponen yang lebih sederhana, seperti pelek lebih kecil, kaca spion lebih besar, serta gagang pintu konvensional. Spesifikasi Suzuki e Sky Spesifikasi Suzuki e Sky Jenis Kei car listrik Platform Heartect e Penggerak Roda depan Baterai LFP 26 kWh Jarak tempuh Hingga 310 km Fast charging DC 50 kW Pengisian 80% Sekitar 25 menit Wallbox 6 kW Pengisian wallbox Sekitar 4,5 jam Pengisian rumah Sekitar 8 jam Bobot Sekitar 1.030 kg Panjang 3.395 mm Lebar 1.475 mm Tinggi 1.625 mm Wheelbase 2.460 mm Kapasitas penumpang 4 orang V2H AC 100V/1.500W Suzuki e Sky dijadwalkan meluncur di Jepang pada musim gugur 2026. Suzuki juga menyiapkan ekspansi ke pasar Eropa dan Inggris mulai 2027. Di Jepang, mobil ini akan berhadapan dengan Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One e, dan BYD Racco. Dengan kombinasi baterai 26 kWh, jarak tempuh hingga 310 km, bobot sekitar 1.030 kg, fast charging DC 50 kW, dan fitur V2H, Suzuki e Sky lebih menonjolkan efisiensi dan kepraktisan sebagai mobil listrik perkotaan dibanding mengejar performa tinggi. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.