Beranda / Artikel / Changan Siap Uji Coba Baterai Solid-State 1.500 Km Sebelum Q3 2026
Artikel

Changan Siap Uji Coba Baterai Solid-State 1.500 Km Sebelum Q3 2026

Tigor Sihombing
25 February 2026 09:08

Jakarta, Goodcar.id - Perkembangan baterai kendaraan listrik kembali naik level. Changan Automobile resmi mengumumkan akan memulai uji coba pemasangan baterai solid-state pada kendaraan produksinya sebelum kuartal ketiga 2026. Teknologi ini diklaim memiliki densitas energi hingga 400 Wh/kg dan mampu membawa mobil listrik menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Informasi tersebut disampaikan perusahaan melalui pembaruan proyek baterai solid-state di platform interaktif Bursa Efek Shenzhen pada 24 Februari lalu. Manajemen Changan menyebut proyek ini berjalan sesuai rencana dan kini memasuki tahap pengembangan lanjutan.

Golden Bell Jadi Ujung Tombak

Baterai solid-state yang dimaksud berada di bawah merek independen Golden Bell atau Jinzhongzhao. Golden Bell diperkenalkan pada November 2023 sebagai lini baterai internal Changan dengan delapan varian sel berbeda, mulai dari tipe cair, semi-solid, hingga solid-state.

Changan menyebut baterai solid-state Golden Bell akan mulai dipasang pada robot dan kendaraan listrik sebelum kuartal III 2026. Produksi massal serta pemasangan skala besar dijadwalkan berlangsung pada tahun berikutnya.

Secara teknis, baterai ini menawarkan densitas energi 400 Wh/kg. Angka tersebut berada di atas rata-rata baterai lithium-ion konvensional yang saat ini beredar di pasar global. Dengan kapasitas tersebut, kendaraan listrik yang mengusung paket baterai baru ini diklaim mampu menjangkau lebih dari 1.500 km dalam sekali pengisian daya penuh.

Selain jarak tempuh, aspek keamanan juga menjadi sorotan. Changan melaporkan tingkat keamanan baterai meningkat hingga 70 persen berkat sistem diagnostik jarak jauh berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi baterai secara real-time untuk mendeteksi potensi gangguan lebih dini.

Meski demikian, perusahaan belum merinci spesifikasi teknis lengkap, termasuk ukuran paket baterai, arsitektur sel, maupun model kendaraan pertama yang akan menggunakannya. Detail tambahan disebut akan diungkap mendekati jadwal implementasi pada 2026.

Golden Bell sendiri ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 150 GWh. Angka ini menunjukkan keseriusan Changan dalam mengamankan pasokan baterai internal di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang makin ketat.

Kolaborasi dengan CATL di Baterai Sodium

Selain mengembangkan solid-state, Changan juga memperluas kerja sama dengan CATL dalam pengembangan baterai sodium. Tahun ini, kedua perusahaan menggelar konferensi bersama di Yakeshi, China, dan memperkenalkan paket baterai sodium bernama Naxtra.

Baterai Naxtra memiliki densitas energi 175 Wh/kg dan dirancang mampu beroperasi pada suhu ekstrem hingga minus 50 derajat Celsius. Dalam klaim resminya, paket baterai ini dapat memberikan jarak tempuh lebih dari 400 km.

Dua model yang akan menjadi pionir penggunaan baterai Naxtra adalah Changan Nevo Q05 dan Changan Nevo A06. Kehadiran baterai sodium ini menjadi alternatif di tengah upaya industri mencari solusi selain lithium, terutama untuk efisiensi biaya dan ketahanan di suhu rendah.

Teknologi solid-state selama ini digadang-gadang sebagai generasi berikutnya karena menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dan potensi peningkatan keamanan dibanding baterai lithium-ion berbasis cairan.

Dengan target jarak tempuh lebih dari 1.500 km, klaim tersebut jika terealisasi berpotensi mengubah peta persaingan mobil listrik global. Namun hingga tahap uji coba dan produksi massal benar-benar berjalan, industri masih menunggu pembuktian di jalan raya.

Changan memastikan informasi teknis lanjutan akan diumumkan mendekati kuartal ketiga 2026. Untuk saat ini, fokus perusahaan berada pada penyempurnaan teknologi dan kesiapan produksi.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua