Erupsi Anak Krakatau Sebar Abu Vulkanik, Ini Tips Aman Berkendara dan Kapan Harus Tinggalkan Mobil07 Sep 2026
Erupsi Anak Krakatau Sebar Abu Vulkanik, Ini Tips Aman Berkendara dan Kapan Harus Tinggalkan Mobil07 Sep 2026
Jakarta, Goodcar.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali berdampak pada aktivitas masyarakat.
Sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi dalam beberapa hari terakhir bahkan membuat operasional delapan bandara di Pulau Jawa dan Sumatra ditutup sementara.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas gunung api tidak hanya berdampak pada penerbangan, tetapi juga dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan dan kondisi kendaraan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin, 7 September 2026, menyatakan terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, dan kondisi laut di sekitar Selat Sunda.
Berdasarkan pemantauan BMKG, sebaran abu telah melingkupi sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.
Di sisi lain, Badan Geologi mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Dalam laporan evaluasi 7 September 2026, Gunung Anak Krakatau teramati mengalami erupsi strombolian dan status aktivitasnya masih berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan aktivitas dan rekomendasi resmi dari PVMBG, MAGMA Indonesia dan Badan Geologi.
Bagi pemilik mobil yang berada di wilayah terdampak abu, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi jalan dan jarak pandang.
Abu vulkanik yang menempel di permukaan jalan dapat mengurangi traksi ban, sedangkan abu yang beterbangan dapat membuat pandangan pengemudi berkurang. Kondisi ini membuat kecepatan dan jarak aman perlu disesuaikan.
Selain faktor keselamatan berkendara, abu vulkanik juga dapat memengaruhi kondisi kendaraan.
Partikel abu yang masuk ke sistem udara mesin dapat membuat filter udara cepat kotor, sementara partikel yang menempel pada kaca dan bodi dapat menyebabkan goresan jika dibersihkan dengan cara yang tidak tepat.
Karena itu, pengemudi sebaiknya tidak hanya memperhatikan apakah mobil masih bisa berjalan. Kondisi jalan, tingkat kepadatan abu dan jarak pandang harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan melanjutkan perjalanan.
Jangan paksakan mobil berjalan saat abu semakin pekat
US Geological Survey (USGS) menjelaskan, hujan abu dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena jarak pandang berkurang dan daya cengkeram kendaraan terhadap permukaan jalan menurun. Kondisi bahkan dapat semakin buruk setelah erupsi ketika abu yang berada di permukaan jalan kembali beterbangan akibat angin atau kendaraan yang melintas.
Karena itu, jika abu mulai turun dengan intensitas tinggi dan jarak pandang semakin terbatas, pilihan paling aman adalah menghentikan perjalanan dan mencari tempat berlindung. Jangan memaksakan perjalanan hanya karena jaraknya sudah dekat.
Jika perjalanan memang tidak dapat ditunda dan kondisi masih memungkinkan, pengemudi harus mengurangi kecepatan, menyalakan lampu utama serta menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Kendaraan yang melintas juga dapat mengangkat abu dari permukaan jalan sehingga menciptakan semacam kabut yang semakin mengurangi visibilitas.
USGS juga menyarankan penggunaan cairan pembersih kaca dalam jumlah cukup. Hindari mengoperasikan wiper ketika kaca masih dipenuhi abu dalam kondisi kering karena partikel tersebut dapat menggores permukaan kaca.
Abu vulkanik juga bisa merusak mobil
Risiko abu tidak berhenti pada visibilitas. Partikel halus tersebut dapat masuk ke sistem kendaraan dan menyebabkan masalah pada sejumlah komponen.
USGS menyebut abu vulkanik dapat menyumbat saluran masuk udara dan filter, menyebabkan korosi pada permukaan maupun komponen mesin serta mengikis permukaan kaca depan.
Karena itu, kendaraan yang terpapar abu dalam jumlah cukup banyak perlu mendapatkan pemeriksaan setelah kondisi kembali normal.
Filter udara menjadi salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian. Abu yang tersedot ke dalam sistem pemasukan udara dapat membuat filter semakin cepat kotor dan menghambat aliran udara menuju mesin.
Pengemudi juga sebaiknya tidak langsung membersihkan kendaraan dengan cara yang justru membuat abu kembali beterbangan ke udara.
Setelah melewati wilayah terdampak, pembersihan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya bodi, tetapi juga bagian ruang mesin, kaca, area sekitar saluran udara dan komponen lain yang kemungkinan terpapar abu.
Waspadai jalan licin dan marka yang tertutup abu
Permukaan jalan yang tertutup abu juga memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kondisi normal. USGS mencatat abu dapat mengurangi daya cengkeram ban baik dalam kondisi kering maupun basah.
Bahkan lapisan abu yang relatif tipis dapat menutupi marka jalan dan membuat panduan lajur sulit terlihat.
Situasi tersebut membuat pengemudi perlu menghindari pengereman dan manuver secara mendadak. Kecepatan rendah dan jarak aman menjadi lebih penting karena kemampuan kendaraan untuk berhenti dapat berubah dibandingkan kondisi jalan normal.
Jika hujan turun setelah abu menempel di jalan, pengemudi juga harus semakin waspada. Abu yang bercampur air dapat membuat permukaan jalan semakin licin.
Jangan panik soal tsunami, tetapi pahami kapan harus evakuasi
Aktivitas Anak Krakatau juga memiliki sejarah kaitan dengan tsunami di Selat Sunda. Badan Geologi mencatat erupsi besar Krakatau pada 1883 menghasilkan tsunami, sementara pada 22 Desember 2018 longsoran sebagian tubuh Anak Krakatau ke laut memicu tsunami di kawasan Selat Sunda.
Namun, informasi mengenai potensi tsunami harus dibedakan dengan kejadian tsunami yang sedang berlangsung. Pengemudi sebaiknya tidak mengambil keputusan berdasarkan pesan berantai atau video media sosial yang belum terverifikasi.
Jika pemerintah atau BMKG mengeluarkan peringatan tsunami ketika seseorang berada di kawasan pesisir, keselamatan harus menjadi prioritas.
Ikuti jalur evakuasi dan bergerak menjauh dari pantai menuju lokasi yang lebih tinggi.
Dalam kondisi jalan macet atau kendaraan justru menghambat proses evakuasi, jangan menganggap mobil harus selalu dibawa sampai ke tempat aman. Kendaraan dapat ditinggalkan apabila menjadi penghalang untuk segera keluar dari zona bahaya.
Lihat Selengkapnya
Tips Membersihkan Mobil dan Motor yang Terkena Abu Vulkanik, Jangan Langsung Dilap06 Sep 2026
Tips Membersihkan Mobil dan Motor yang Terkena Abu Vulkanik, Jangan Langsung Dilap06 Sep 2026
JAKARTA, Goodcar.id - Abu vulkanik yang menempel pada mobil dan sepeda motor tidak boleh diperlakukan seperti debu biasa. Partikel abu berukuran sangat kecil dan bersifat abrasif sehingga dapat menggores permukaan kendaraan, menyumbat filter udara, hingga meningkatkan keausan sejumlah komponen.
U.S. Geological Survey (USGS) dalam panduannya mengenai dampak abu vulkanik terhadap kendaraan menyebut abu dapat masuk melalui berbagai celah dan mengikis atau menggores permukaan kendaraan. Partikel tersebut juga dapat menyumbat sistem penyaringan udara dan meningkatkan keausan mesin.
Karena itu, pemilik kendaraan perlu berhati-hati ketika membersihkan mobil atau motor setelah terkena paparan abu vulkanik.
1. Jangan Langsung Mengelap Abu yang Menempel
Kesalahan yang paling mudah dilakukan adalah langsung mengambil kain atau lap ketika melihat bodi kendaraan tertutup abu.
USGS menyarankan agar abu tidak disikat dari permukaan kendaraan karena tindakan tersebut dapat menyebabkan goresan. Abu yang berada di antara kain dan permukaan bodi bisa bertindak seperti material abrasif.
Karena itu, hindari menggosok permukaan kendaraan dalam kondisi masih dipenuhi abu kering. Langkah pertama adalah mengurangi sebanyak mungkin partikel abu dari permukaan dengan air.
2. Bilas Kendaraan Menggunakan Air
Setelah paparan abu berhenti dan kondisi memungkinkan untuk melakukan pembersihan, kendaraan dapat dibilas untuk membantu menghilangkan abu yang menempel.
USGS merekomendasikan pembersihan kendaraan secara rutin menggunakan air untuk membilas abu. Panduan tersebut juga menyebut bagian seperti mesin, radiator dan komponen penting lainnya perlu dibersihkan dari akumulasi abu.
Untuk pemilik mobil, proses pembersihan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada panel bodi. Abu dapat masuk ke ruang mesin, bagasi dan tempat penyimpanan ban cadangan.
Namun, bagian kelistrikan dan saluran udara harus diperhatikan agar proses pencucian tidak justru menimbulkan masalah baru.
3. Jangan Gunakan Wiper Saat Kaca Masih Berabu
Kaca depan juga menjadi bagian yang harus diperhatikan.
USGS mengingatkan bahwa abu yang berada di antara kaca depan dan karet wiper dapat menggores serta meninggalkan kerusakan permanen pada kaca. Mengoperasikan wiper ketika permukaan kaca masih kering dan terdapat abu berisiko memperparah kondisi tersebut.
Karena itu, bersihkan terlebih dahulu abu dari kaca menggunakan air sebelum menggunakan wiper. Pastikan juga karet wiper tidak membawa partikel abu yang dapat bergesekan dengan kaca.
4. Periksa Filter Udara
Bagian lain yang tidak boleh dilewatkan adalah filter udara.
Abu vulkanik dapat menyumbat sistem filtrasi udara. USGS menyebut kondisi tersebut dapat berujung pada masalah seperti overheating hingga kegagalan mesin apabila paparan abu cukup berat. Partikel abu yang masuk ke dalam mesin juga dapat meningkatkan keausan komponen.
Jika kendaraan berada di wilayah yang terkena paparan abu cukup tebal, filter udara sebaiknya diperiksa. Untuk pembersihan atau penggantian, pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti prosedur dalam buku manual atau meminta bantuan mekanik apabila tidak memahami cara penanganannya.
USGS juga mengingatkan agar kendaraan tidak dijalankan tanpa filter udara.
5. Perhatikan Rem dan Bagian Bergerak
Abu vulkanik juga dapat masuk ke komponen kendaraan yang memiliki bagian bergerak.
USGS menyebut sistem rem sangat rentan terhadap abrasi dan penyumbatan akibat abu. Karena itu, kendaraan yang digunakan dalam kondisi paparan abu berat membutuhkan perhatian lebih terhadap sistem pengereman.
Untuk mobil maupun sepeda motor, pemilik sebaiknya memperhatikan perubahan pada kinerja rem setelah kendaraan digunakan di lingkungan yang banyak mengandung abu. Jika muncul gejala tidak normal, pemeriksaan di bengkel menjadi langkah yang lebih aman.
6. Sebisa Mungkin Jangan Menggunakan Kendaraan
Membersihkan kendaraan memang penting, tetapi USGS menempatkan langkah yang lebih mendasar: hindari berkendara jika tidak diperlukan ketika kondisi masih dipenuhi abu vulkanik.
Abu dapat membuat permukaan jalan licin, mengurangi jarak pandang dan kembali beterbangan akibat kendaraan yang melintas. Pada saat yang sama, kendaraan dapat mengalami kerusakan karena paparan abu.
USGS bahkan menyarankan agar masyarakat tidak berkendara kecuali benar-benar diperlukan ketika terjadi hujan abu. Jika harus berkendara, kecepatan perlu dikurangi dan pengemudi harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan serta jarak pandang.
7. Tunggu Kondisi Aman Sebelum Membersihkan
Ada satu hal yang juga perlu diperhatikan. Pembersihan kendaraan sebaiknya tidak membuat pemilik kendaraan justru terpapar abu secara berlebihan.
USGS menyarankan masyarakat meminimalkan paparan abu dan berlindung ketika terjadi hujan abu. Untuk kegiatan pembersihan, waktunya perlu disesuaikan dengan kondisi dan keselamatan.
Dengan demikian, apabila abu masih terus turun dalam jumlah banyak, pemilik kendaraan tidak perlu terburu-buru keluar hanya untuk mencuci mobil atau motor. Tunggu sampai kondisi memungkinkan, kemudian lakukan pembersihan dengan metode yang tidak membuat abu semakin bergesekan dengan permukaan kendaraan.
Pada akhirnya, kunci merawat kendaraan setelah terkena abu vulkanik adalah jangan menggosok abu secara langsung, gunakan air untuk membantu membilasnya, periksa filter udara dan komponen penting, serta kurangi penggunaan kendaraan selama kondisi masih dipenuhi abu.
Panduan USGS tersebut memang dibuat berdasarkan pengalaman paparan abu vulkanik, termasuk pengalaman setelah erupsi Mount St. Helens. USGS juga mengingatkan bahwa rekomendasi perawatan perlu disesuaikan dengan manual dan rekomendasi pabrikan kendaraan yang digunakan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung hingga saat ini membuat paparan abu vulkanik perlu menjadi perhatian, termasuk bagi pemilik kendaraan di wilayah yang terdampak. Badan Geologi mencatat aktivitas erupsi Anak Krakatau terus berlangsung sejak 2 Juli 2026 dan pada 5 September 2026 terjadi erupsi menerus yang disertai suara gemuruh.
Status aktivitas gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga, dengan potensi bahaya antara lain hujan abu lebat.
Karena itu, pemilik mobil dan sepeda motor yang terkena abu sebaiknya tidak terburu-buru membersihkan kendaraan dengan cara mengelapnya dalam kondisi kering. Membilas abu secara hati-hati, memeriksa bagian penting kendaraan, serta mengurangi penggunaan kendaraan ketika hujan abu masih terjadi menjadi langkah yang lebih aman.
Untuk perkembangan aktivitas Anak Krakatau, masyarakat juga diimbau selalu mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG dan MAGMA Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Indomobil eMotor Tyranno, Motor Listrik Bergaya Petualang yang Tangguh di Musim Hujan06 Jan 2026
Indomobil eMotor Tyranno, Motor Listrik Bergaya Petualang yang Tangguh di Musim Hujan06 Jan 2026
Jakarta, Goodcar.id — Kehadiran motor listrik di Indonesia semakin beragam seiring berkembangnya teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat urban. Tidak lagi sekadar alat transportasi ramah lingkungan, motor listrik kini juga dituntut memiliki desain menarik, performa andal, serta kemampuan menghadapi kondisi jalan yang beragam. Salah satu model yang mencuri perhatian adalah Indomobil eMotor Tyranno, motor listrik bergaya petualang yang tampil berbeda dari mayoritas skuter listrik di pasaran.
Berbeda dengan konsep city scooter yang umum ditemui, Indomobil eMotor Tyranno mengusung karakter adventure electric motorcycle dengan desain kokoh dan postur lebih tegap. Kami berkesempatan menjajal langsung motor ini di kondisi jalan perkotaan, termasuk saat musim hujan, dan kesan tangguh langsung terasa sejak awal berkendara.
Tangguh Hadapi Jalanan Basah dan Genangan
Salah satu keunggulan utama Tyranno adalah kemampuannya menghadapi kondisi jalan yang menantang. Motor listrik ini diklaim tahan genangan air hingga kedalaman 70 cm, menjadikannya sangat relevan untuk digunakan di kota-kota besar seperti Bekasi yang kerap mengalami genangan saat musim hujan. Rasa percaya diri pengendara pun meningkat karena tidak perlu khawatir saat melewati jalanan tergenang.
Dari sisi ergonomi, posisi berkendara Tyranno terasa nyaman. Setang berada di posisi yang pas, tidak terlalu rendah maupun tinggi, sehingga mendukung postur berkendara santai namun tetap stabil. Ground clearance 170 mm juga memberi ruang ekstra saat melintasi jalan rusak, polisi tidur, atau medan tidak rata.
Akselerasi Halus dan Performa Responsif
Saat dikendarai, Indomobil eMotor Tyranno menawarkan akselerasi yang halus dan responsif tanpa efek hentakan mendadak yang kadang ditemui pada motor listrik lain. Karakter ini membuatnya nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Tyranno dibekali motor listrik bertenaga 3 kW dengan torsi puncak 180 Nm, memberikan tarikan yang cukup kuat untuk kondisi stop-and-go di perkotaan. Motor ini memiliki tiga mode berkendara, yaitu Eco, Comfort, dan Sport, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengendara. Kecepatan maksimalnya mencapai 80 km/jam, sementara jarak tempuh hingga 110 km dalam sekali pengisian daya, berkat baterai lithium berkapasitas 2,4 kWh.
Fitur Modern dan Lengkap di Kelasnya
Dari sisi fitur, Indomobil eMotor Tyranno tergolong berani dan kompetitif. Panel instrumen menggunakan layar touchscreen modern yang informatif, lengkap dengan fitur mirroring smartphone. Pengendara juga dimanjakan dengan fitur Cruise Control, Smart Inclinometer untuk memantau kemiringan, serta sistem keyless yang kini menjadi standar pada seluruh motor Indomobil eMotor.
Untuk menyalakan motor, pengguna cukup menekan tombol petir dua kali pada remote tanpa perlu kunci fisik. Keamanan juga diperkuat melalui Anti Theft Alarm, yang akan aktif jika motor digerakkan dalam kondisi mati. Alarm akan berbunyi dan lampu sein berkedip, sekaligus membantu pengguna mengetahui posisi motor.
Tyranno juga dilengkapi Hill Start Assist, fitur yang sangat berguna saat berhenti di tanjakan. Dengan menahan rem selama tiga detik, motor akan tetap diam tanpa perlu terus menekan rem, sehingga mencegah motor mundur dan meningkatkan rasa aman pengendara.
Sebagai pelengkap gaya hidup modern, tersedia pula speaker aktif Bluetooth yang dapat terhubung langsung dengan ponsel, serta fitur navigasi peta yang memudahkan pengguna mencari rute perjalanan langsung dari layar.
Gaya Petualang dengan Harga Kompetitif
Indomobil eMotor Tyranno hadir dalam enam pilihan warna khas Indonesia, seperti Borneo Green, Krakatau Blaze, dan Sanur Beige, memperkuat identitasnya sebagai motor listrik dengan karakter petualang dan gaya hidup aktif.
Dengan harga Rp25.900.000 OTR Jakarta, Tyranno menawarkan paket lengkap mulai dari desain, performa, fitur, hingga ketangguhan di musim hujan. Motor listrik ini menjadi opsi menarik bagi konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan dengan kemampuan lebih dari sekadar mobilitas perkotaan.
Indomobil eMotor Tyranno membuktikan bahwa motor listrik tidak harus tampil monoton. Dengan karakter petualang, fitur modern, dan performa yang seimbang, Tyranno siap menjadi partner berkendara yang tangguh di berbagai kondisi jalan Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Test Ride Tyranno, Sensasi Naik Motor Listrik Semi-Adventure Pertama di Indonesia02 Jul 2025
Test Ride Tyranno, Sensasi Naik Motor Listrik Semi-Adventure Pertama di Indonesia02 Jul 2025
Jakarta, Goodcar.id - Industri motor listrik tanah air makin panas dengan kehadiran Tyranno, motor dual purpose elektrik pertama dari Indomobil Emotor.
Kami berkesempatan menjajal langsung sensasi test ride Tyranno di kawasan SCBD, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Berjalan di atas lintasan pendek kurang dari dua kilometer. Meski jarak uji coba terbilang singkat, impresinya cukup dalam.
Motor ini terasa kokoh dan stabil sejak awal gas diputar, tidak ada kesan ringkih atau ringan berlebihan seperti skuter listrik entry-level lain.
Posisi duduk Tyranno lumayan ergonomis, dengan jok lebar sampai belakang, setang juga terasa pas untuk pengemudi (test rider) yang memiliki tinggi badan 172cm, dan ground clearance 170 mm cukup ideal saat melibas polisi tidur atau jalan rusak berbatu.
Satu hal yang langsung terasa mencolok adalah pengaturan throttle yang aman dan lembut. Ketika tuas gas diputar, motor tidak langsung melonjak, fitur yang sangat penting bagi pemula atau pengendara yang baru beralih dari motor bensin ke motor listrik.
Tidak ada sensasi "terkejut" seperti pada EV dengan torsi tinggi yang terlalu spontan. Tyranno menyuguhkan akselerasi yang halus namun tetap responsif.
Di tengah sempitnya area satu area di kawasan SCBD, manuver Tyranno terasa lincah dan ringan, dengan bobot hanya 114,5 kg dan tinggi jok 755 mm yang membuat kaki tetap nyaman menapak.
Suspensi depan teleskopik dan dual swing arm di belakang juga cukup membantu meredam getaran di jalanan bergelombang. Meski konsepnya adventure, karakter handling motor ini tetap cocok untuk pemakaian harian.
Touch Screen Speedometer
Soal fitur, Tyranno bisa dibilang cukup berani. Panel speedometer touchscreen tampil modern dan informatif, lengkap dengan fitur Cruise Control dan Smart Inclinometer, sensor pintar yang mendeteksi kemiringan jalan saat tanjakan atau turunan.
Hal ini membuat pengalaman riding jadi lebih aman dan nyaman, terutama saat membawa barang atau melintasi kontur jalan ekstrem.
Performa mesinnya juga tak kalah menarik. Mengusung motor listrik 3 kW dengan torsi puncak 180 Nm, Tyranno cukup bertenaga bahkan jika dibandingkan dengan motor bensin 150 cc. Kecepatan maksimal diklaim mencapai 80 km/jam, dan jarak tempuh hingga 110 km dalam satu kali pengisian daya dari baterai lithium 2,4 kWh. Bagi commuter, ini sudah cukup untuk aktivitas harian tanpa perlu sering-sering ngecas.
Satu hal unik yang kami rasakan adalah speaker bawaan yang jernih untuk pemakaian outdoor. Biasanya fitur ini kurang diperhatikan, tapi pada Tyranno, suara speaker tetap terdengar bersih meskipun di luar ruangan yang bising.
Ini bisa jadi fitur berguna untuk audio navigasi atau sekadar hiburan ringan saat riding santai.
Tampilan Belakang Kokoh
Bukan cuma soal fitur dan performa, Tyranno juga sudah diuji untuk tahan banjir hingga kedalaman 70 cm. Uji ketahanan ini penting, mengingat kondisi jalanan di kota besar seperti Jakarta yang rawan genangan saat musim hujan.
Ditambah lagi dengan desain tangguh ala motor trail dan ban semi-off-road 12 inci, motor ini memang disiapkan untuk menghadapi beragam kondisi jalanan.
Tyranno hadir dalam enam pilihan warna khas Indonesia seperti Borneo Green, Krakatau Blaze, dan Sanur Beige, memperkuat kesan bahwa motor ini bukan hanya alat transportasi, tapi juga pernyataan gaya hidup.
Harga Indomobil Emotor Tyranno Rp25.900.000 OTR Jakarta, cukup kompetitif untuk kelas menengah motor listrik, ditambah kelengkapan fitur yang mumpuni.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.