3 Kelebihan Geely Coolray, Enggak Cuma Turbo dan Sunroof!07 Sep 2026
Jakarta, Goodcar.id - Geely Coolray Flagship punya cukup banyak modal untuk menarik perhatian di segmen SUV. Mesin turbo, desain sporty, panoramic sunroof, sampai fitur ADAS Level 2 menjadi beberapa hal yang paling mudah ditemukan ketika membicarakan mobil ini.
Namun, kalau melihatnya lebih dalam, ada sejumlah detail yang justru menarik dan tidak terlalu sering dibahas. Padahal, fitur dan spesifikasi tersebut bisa menjadi nilai tambah ketika konsumen mempertimbangkan Coolray sebagai SUV untuk penggunaan sehari-hari.
Setidaknya ada tiga hal yang menurut saya layak masuk daftar hidden selling point Geely Coolray.
Kamera 540 Derajat
Kamera 540 derajat menjadi salah satu fitur yang cukup menarik pada Geely Coolray. Angka 540 derajat memang terdengar seperti gimmick jika hanya dilihat dari namanya.
Namun, sistem tersebut sebenarnya menggabungkan kamera 360 derajat dengan 180-degree transparent underbody view. Dengan sistem ini, layar di dalam kabin dapat memberikan visual seolah-olah bagian bawah kendaraan ikut terlihat.
Fungsinya bukan sekadar membantu pengemudi melihat objek di depan, belakang, atau samping mobil. Tampilan tersebut juga bisa membantu ketika pengemudi harus melewati area yang sempit atau kondisi jalan dengan kontur tertentu.
Misalnya ketika melewati tanjakan atau turunan dengan sudut yang cukup curam. Pengemudi bisa mendapatkan gambaran tambahan mengenai posisi kendaraan dan area di sekitar bagian bawah mobil.
Begitu juga ketika harus bermanuver di tempat parkir yang sempit. Kamera 360 derajat memang sudah cukup banyak digunakan pada mobil modern, tetapi tambahan tampilan transparan pada bagian bawah membuat sistem yang digunakan Coolray memiliki perspektif berbeda.
Dengan kata lain, kamera 540 derajat pada Coolray bukan hanya perangkat untuk mempermudah parkir. Fitur ini memberikan tambahan visibilitas yang tidak bisa diperoleh hanya dari posisi pengemudi di balik kemudi.
Struktur Bodi Justru
Kalau fitur kamera masih mudah terlihat dari layar infotainment, hidden selling point kedua justru berada di tempat yang tidak bisa dilihat konsumen secara langsung.
Geely menggunakan bahan 66 persen high-strength steel pada struktur bodi Coolray. Selain itu, terdapat 15,2 persen hot-formed steel.
Pembahasan mengenai material bodi memang tidak sepopuler tenaga mesin atau fitur hiburan. Padahal, bagian ini punya peran penting dalam konstruksi sebuah kendaraan, terutama berkaitan dengan kekakuan struktur dan perlindungan penumpang.
High-strength steel dan hot-formed steel memiliki karakteristik yang memungkinkan bagian tertentu dari struktur kendaraan dibuat lebih kuat tanpa harus mengandalkan material dalam jumlah berlebihan.
Pada praktiknya, pengemudi tentu tidak akan langsung merasakan perbedaan antara bodi yang menggunakan material tersebut dengan kendaraan lain ketika sedang berkendara santai.
Namun, justru di sinilah menariknya. Ada bagian dari Coolray yang bekerja di balik layar dan tidak terlihat ketika mobil dipajang di showroom.
Jadi, kalau biasanya pembahasan Coolray berhenti pada mesin 1.5 liter turbo dan berbagai fitur kabin, konstruksi bodinya sebenarnya juga layak diperhatikan.
Mode Berkendara Eco, Comfort, Sport, dan Adaptive
Hal ketiga yang menarik adalah pilihan mode berkendara. Geely Coolray memiliki empat driving mode, yaitu Eco, Comfort, Sport, dan Adaptive.
Tiga mode pertama mungkin terdengar cukup familiar. Eco biasanya digunakan ketika pengemudi menginginkan karakter berkendara yang lebih santai dan efisien, Comfort untuk penggunaan sehari-hari, sedangkan Sport memberikan respons yang lebih agresif.
Namun, keberadaan mode Adaptive justru menarik untuk diperhatikan.
Mode ini memberikan alternatif bagi pengemudi yang tidak ingin terus-menerus menentukan karakter berkendara secara manual. Untuk penggunaan harian, mode seperti ini berpotensi lebih praktis karena karakter kendaraan dapat disesuaikan dengan kondisi berkendara.
Memang, fitur ini bukan sesuatu yang secara otomatis membuat Coolray unggul jauh dari seluruh kompetitornya. Tetapi, bagi konsumen yang cukup sering berganti karakter berkendara antara kemacetan kota, jalan terbuka, dan perjalanan luar kota, keberadaan empat pilihan mode memberikan fleksibilitas tambahan.
Dan dibandingkan sekadar mengejar angka tenaga, fitur seperti ini justru berhubungan langsung dengan bagaimana mobil digunakan setiap hari.
Jadi, Apa yang Sebenarnya Menarik dari Coolray?
Kamera 540 derajat memberikan perspektif tambahan melalui transparent underbody view. Selai. itu struktur bodinya menggunakan kombinasi high-strength steel dan hot-formed steel yang menunjukkan perhatian pada konstruksi kendaraan. Sementara empat pilihan driving mode, termasuk Adaptive, memberikan opsi karakter berkendara yang lebih fleksibel.
Menariknya lagi, pada varian Flagship, konsumen mendapatkan seluruh paket tersebut tanpa harus membeli SUV dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Geely Coolray Flagship sendiri dibanderol Rp377 juta, sedangkan varian Standard berada di angka Rp333 juta. Selisih sekitar Rp44 juta tersebut memang tidak memberikan mesin yang lebih bertenaga karena kedua varian sama-sama menggunakan mesin 1.5 liter turbo dengan tenaga 174 PS dan torsi 290 Nm serta transmisi 7-speed wet DCT.
Lihat Selengkapnya
Geely Coolray Standard vs Flagship, Beda Rp44 Juta Dapat Apa?07 Sep 2026
Geely Coolray Standard vs Flagship, Beda Rp44 Juta Dapat Apa?07 Sep 2026
Jakarta Goodcar.id - Geely Coolray resmi dipasarkan di Indonesia dalam dua varian, Standard dan Flagship. Keduanya sama-sama mengandalkan mesin bensin turbo, tetapi memiliki sejumlah perbedaan pada tampilan dan kelengkapan fitur.
Geely Auto Indonesia membanderol Coolray Standard Rp333 juta dan Flagship Rp377 juta on the road (OTR) Jakarta. Dengan demikian, terdapat selisih harga Rp44 juta antara kedua varian tersebut.
Lantas, apa yang membedakan Coolray Standard dengan Flagship?
Mesin dan transmisi sama
Dari sektor mesin, kedua varian menggunakan mesin 1.5 liter turbocharged yang menghasilkan tenaga maksimum 174 PS dan torsi 290 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan melalui transmisi 7-speed wet dual-clutch transmission (DCT).
Artinya, konsumen yang memilih Standard tidak mendapatkan mesin dengan performa lebih rendah dibandingkan Flagship. Perbedaan harga Rp44 juta tersebut bukan berasal dari peningkatan tenaga atau kapasitas mesin.
Geely juga menawarkan empat mode berkendara pada Coolray, yakni Eco, Comfort, Sport dan Adaptive.
Perbedaan paling jelas ada di eksterior
Secara tampilan, Coolray Flagship mendapatkan beberapa perangkat yang membedakannya dari Standard. Salah satu yang paling mudah dikenali adalah penggunaan pelek 18 inci model Battle Axe dengan finishing dark-shadow dan kaliper rem merah.
Geely secara resmi mencantumkan pelek 18 inci tersebut sebagai fitur khusus varian Flagship. Sementara itu, Standard menggunakan pelek dengan ukuran lebih kecil.
Flagship juga mendapatkan tampilan two-tone dan rear spoiler yang semakin menonjolkan karakter sporty. Perbedaan ini membuat Flagship terlihat lebih agresif ketika dibandingkan langsung dengan Standard.
Kabin menawarkan perangkat yang lebih lengkap
Masuk ke interior, kedua varian menggunakan layar utama berukuran 14,6 inci dan panel instrumen digital 8,88 inci. Sistem hiburan tersebut mendukung Apple CarPlay dan Android Auto.
Geely juga membekali Coolray dengan sejumlah fitur kenyamanan seperti wireless charging. Pada bagian kursi pengemudi, tersedia pengaturan elektrik enam arah, sementara panoramic sunroof memiliki area pandang sekitar 0,8 meter persegi.
Namun, karena beberapa fitur tersebut ditampilkan Geely pada halaman produk tanpa rincian pembagian Standard dan Flagship secara lengkap, perbedaan setiap fitur sebaiknya tidak langsung diasumsikan hanya tersedia pada salah satu varian.
Fitur keselamatan menjadi salah satu daya tarik Coolray
Dari sisi keselamatan, Geely Coolray dibekali struktur bodi dengan penggunaan 66 persen high-strength steel dan 15,2 persen hot-formed steel.
Geely juga mencantumkan sejumlah teknologi keselamatan aktif, termasuk Autonomous Emergency Braking (AEB), Intelligent Cruise Control (ICC), serta kamera 540 derajat. Sistem kamera tersebut menggabungkan kamera 360 derajat dengan tampilan transparan bagian bawah kendaraan sehingga pengemudi dapat melihat area di sekitar mobil sekaligus bagian kolongnya.
Perangkat keselamatan lain yang tersedia pada Coolray antara lain Electronic Stability Control, traction control, Hill Start Assist, Hill Descent Control dan Tire Pressure Monitoring System.
Lalu, apakah Flagship layak ditebus Rp44 juta lebih mahal?
Jika melihat spesifikasi mesin, jawabannya cukup jelas, yakni tidak ada perbedaan soal performa mesin pada Flagship. Kedua varian sama-sama menghasilkan 174 PS dan 290 Nm dengan transmisi 7-speed wet DCT.
Tambahan harga lebih banyak berkaitan dengan tampilan dan kelengkapan perangkat kendaraan. Flagship menawarkan pelek 18 inci Battle Axe, kaliper rem merah serta sejumlah elemen eksterior yang membuat tampilannya berbeda dari Standard.
Sementara itu, bagi konsumen yang lebih mementingkan harga dan performa mesin, Standard sudah menggunakan mesin yang sama dengan varian tertinggi.
Dengan selisih Rp44 juta, keputusan akhirnya kembali pada kebutuhan. Standard lebih masuk akal bagi konsumen yang ingin mendapatkan mesin turbo 174 PS dengan harga lebih rendah.
Sebaliknya, Flagship lebih cocok bagi konsumen yang menginginkan tampilan lebih lengkap dan perangkat tambahan beraksen sporty yang ditawarkan pada varian tertinggi.
Lihat Selengkapnya
5 Mobil Listrik Rp300 Jutaan, BYD Atto 3 Hingga NIssan Leaf02 Sep 2026
5 Mobil Listrik Rp300 Jutaan, BYD Atto 3 Hingga NIssan Leaf02 Sep 2026
Jakarta, Goodcar.id - Mobil listrik bekas kini mulai menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin masuk ke era elektrifikasi dengan anggaran lebih terjangkau. Salah satu segmen yang menarik perhatian adalah mobil listrik bekas di kisaran Rp300 jutaan.
Menariknya, pada rentang harga tersebut konsumen tidak hanya menemukan mobil listrik berukuran kompak. Beberapa SUV dan hatchback listrik yang ketika baru dibanderol jauh lebih mahal juga mulai masuk pasar mobil bekas.
Berdasarkan penelusuran sejumlah pasar mobil bekas, terdapat beberapa model yang layak dipertimbangkan, mulai dari BYD Atto 3, Hyundai Ioniq 5, Chery Omoda E5, MG 4 EV hingga Nissan Leaf.
Namun, harga mobil bekas sangat bergantung pada tahun produksi, kilometer, kondisi kendaraan, lokasi dan status penjual. Karena itu, daftar berikut menggunakan kisaran harga penawaran yang ditemukan di pasar, bukan patokan harga transaksi final.
1. BYD Atto 3
BYD Atto 3 menjadi salah satu SUV listrik yang menarik di pasar bekas. Model ini sudah dapat ditemukan di kisaran Rp300 jutaan.
Salah satu listing BYD Atto 3 bekas tahun 2024 yang ditemukan ditawarkan Rp344 juta dengan jarak tempuh 22.804 km. Ada pula unit Atto 3 Superior 2024 dengan kilometer sekitar 12.900 km yang ditawarkan Rp400 juta.
Harga tersebut menarik jika dibandingkan dengan harga Atto 3 baru. Sebagai gambaran, harga baru BYD Atto 3 Advanced pada 2026 tercatat sekitar Rp415 juta.
Atto 3 menggunakan baterai berkapasitas besar untuk kelasnya dan menawarkan posisi berkendara ala SUV. Karena itu, model ini cocok bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan kabin cukup lega tetapi tetap mudah digunakan untuk aktivitas harian.
Sebelum membeli, calon konsumen tetap perlu meminta pemeriksaan kondisi baterai, termasuk data dari sistem BMS, serta memastikan sisa garansi baterai dan komponen kendaraan.
2. Hyundai Ioniq 5
Hyundai Ioniq 5 menjadi pilihan menarik jika konsumen menginginkan mobil listrik dengan kelas dan dimensi yang lebih besar.
Depresiasi membuat Ioniq 5 mulai masuk radar konsumen dengan dana sekitar Rp300–400 jutaan. Salah satu listing yang ditemukan menawarkan Hyundai Ioniq 5 tahun 2023 dengan harga Rp428 juta dan jarak tempuh 35.000–40.000 km.
Artinya, untuk unit tertentu, konsumen mungkin perlu menyiapkan dana sedikit di atas Rp400 juta. Namun model ini tetap layak dimasukkan dalam daftar mobil listrik bekas sekitar Rp300 jutaan karena selisih harga tersebut tidak terlalu jauh dari batas anggaran.
Keunggulan Ioniq 5 ada pada dimensi kabin, kenyamanan serta teknologi pengisian cepat. Mobil ini juga memiliki desain yang berbeda dibandingkan mayoritas SUV konvensional.
Yang perlu diperhatikan adalah kondisi baterai dan sistem kelistrikan. Pada mobil listrik bekas dengan harga relatif tinggi, pemeriksaan menggunakan perangkat diagnostik menjadi penting sebelum transaksi.
3. Chery Omoda E5
Chery Omoda E5 justru menjadi salah satu model yang cukup mudah ditemukan di kisaran harga Rp300 jutaan.
Penelusuran listing menunjukkan beberapa Omoda E5 tahun 2024 ditawarkan sekitar Rp300–314 juta. Bahkan terdapat unit dengan kilometer 5.000–10.000 km yang dipasang Rp300 juta.
Ada pula unit tahun 2025 dengan kilometer di bawah 5.000 km yang ditawarkan sekitar Rp310 juta.
Harga tersebut membuat Omoda E5 menarik karena konsumen bisa mendapatkan SUV listrik yang relatif muda dengan anggaran sekitar Rp300 jutaan.
Namun, konsumen tetap perlu membandingkan harga unit bekas dengan harga mobil barunya. Pada Mei 2026, harga baru Omoda E5 Pure tercatat Rp379,9 juta, sedangkan Omoda E5 berada di Rp419,9 juta.
Dengan kondisi tersebut, selisih harga antara unit baru dan bekas perlu diperhitungkan secara matang. Unit bekas dengan harga terlalu dekat dengan mobil baru tentu perlu dipertimbangkan kembali.
4. MG 4 EV
Bagi konsumen yang mengutamakan sensasi berkendara, MG 4 EV menjadi salah satu pilihan menarik.
Harga bekas MG 4 EV saat ini sudah berada di bawah Rp300 juta untuk beberapa unit. OTO.com mencatat MG 4 EV bekas mulai sekitar Rp293 juta, sementara jumlah unit yang tersedia memang masih terbatas.
Di pasar lain, terdapat pula unit MG 4 EV tahun 2024 yang ditawarkan sekitar Rp228 juta.
Dengan demikian, konsumen yang memiliki anggaran Rp300 jutaan sebenarnya memiliki ruang untuk mencari unit dengan kondisi lebih baik atau kilometer lebih rendah.
MG 4 EV menarik karena karakter berkendaranya berbeda dari SUV listrik. Bentuk hatchback membuatnya relatif kompak, sementara penggerak listrik memberikan respons akselerasi yang instan.
Namun karena jumlah unit bekasnya tidak sebanyak beberapa model populer lainnya, calon pembeli perlu lebih teliti dalam memeriksa riwayat kendaraan, kondisi baterai dan ketersediaan komponen.
5. Nissan Leaf
Nissan Leaf menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan pengalaman penggunaan yang sudah cukup lama di Indonesia.
Harga Leaf bekas saat ini sangat bervariasi. OTO.com mencatat Nissan Leaf bekas mulai dari Rp350 juta untuk unit tahun 2023 dengan jarak tempuh 25.005 km.
Namun penelusuran di marketplace lain menunjukkan harga yang lebih rendah. Mobil123, misalnya, menampilkan beberapa Nissan Leaf 2023 dengan harga sekitar Rp295–305 juta, bahkan terdapat unit di bawah Rp300 juta.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa konsumen harus melihat unit secara individual, bukan hanya menggunakan harga rata-rata sebagai patokan.
Leaf juga membutuhkan perhatian khusus pada kondisi baterai. Sebelum membeli, calon pemilik sebaiknya meminta pemeriksaan kesehatan baterai dan memastikan kapasitas baterai masih sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Membeli mobil listrik bekas tidak cukup hanya dengan membandingkan harga jual. Kondisi baterai menjadi salah satu faktor terpenting karena baterai merupakan komponen paling mahal dalam sebuah mobil listrik.
"Calon pembeli sebaiknya meminta data pakai baterai atau State of Health (SoH), melakukan diagnostic scan dan mencoba proses pengisian daya sebelum melakukan transaksi," kata Heru, pedagang mobil di Kawasan Tebet Jakarta Selatan.
Iya mengatakan sebaiknya konsumen juga memeriksa sisa garansi baterai, riwayat servis, riwayat kecelakaan, kemungkinan bekas terendam banjir serta kondisi sistem pengisian.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah membandingkan harga mobil bekas dengan harga mobil listrik baru. Perkembangan harga mobil listrik baru yang semakin kompetitif membuat depresiasi beberapa model berlangsung cukup cepat.
Lihat Selengkapnya
Harga Mitsubishi New Xforce di GIIAS Surabaya 2026, Varian HEV Tembus Rp445 Juta28 Aug 2026
Harga Mitsubishi New Xforce di GIIAS Surabaya 2026, Varian HEV Tembus Rp445 Juta28 Aug 2026
SURABAYA, Goodcar.id – Mitsubishi New Xforce HEV resmi menyapa masyarakat Jawa Timur melalui ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026. Selain menjadi kesempatan untuk melihat langsung SUV hybrid pertama Mitsubishi Motors di Indonesia, pameran ini juga menjadi momentum bagi konsumen untuk mengetahui harga New Xforce di wilayah Jawa Timur.
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menghadirkan New Xforce HEV di GIIAS Surabaya 2026 yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 di Grand City Convex Surabaya. Model ini menjadi salah satu produk utama yang dipamerkan Mitsubishi Motors selama pameran.
Untuk konsumen Jawa Timur, MMKSI menawarkan tiga pilihan New Xforce dengan harga selama periode launching. Harga tersebut berlaku dengan skema on the road (OTR) Jawa Timur.
Harga Mitsubishi New Xforce di GIIAS Surabaya 2026 dimulai dari Rp388 juta untuk varian Exceed. Sementara varian Ultimate dibanderol Rp399 juta, sedangkan varian hybrid atau New Xforce HEV dipasarkan dengan harga Rp445 juta.
Varian Mitsubishi New Xforce Harga OTR Jawa Timur
New Xforce Exceed Rp388.000.000
New Xforce Ultimate Rp399.000.000
New Xforce HEV Rp445.000.000
Harga tersebut menjadi salah satu informasi penting bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan SUV Mitsubishi, khususnya mereka yang ingin beralih ke kendaraan dengan teknologi elektrifikasi tanpa masuk ke kategori mobil listrik murni.
New Xforce HEV sendiri merupakan model hybrid pertama Mitsubishi Motors yang dipasarkan secara resmi di Indonesia. Berbeda dengan mobil listrik berbasis baterai penuh, sistem hybrid pada Xforce HEV menggabungkan motor listrik dan mesin bensin untuk menghasilkan penggerak sesuai kondisi berkendara.
Selisih Harga Xforce HEV dan Varian Bensin
Jika dibandingkan dengan varian tertingginya yang masih menggunakan mesin bensin, harga New Xforce HEV terpaut Rp46 juta dari New Xforce Ultimate yang dibanderol Rp399 juta OTR Jawa Timur.
Sementara dibandingkan dengan varian paling rendah, Exceed, selisih harga menuju Xforce HEV mencapai Rp57 juta.
Perbedaan harga tersebut membuat konsumen memiliki pilihan yang cukup jelas. Varian ICE dapat menjadi opsi bagi pembeli yang masih mengutamakan sistem penggerak konvensional, sedangkan HEV menawarkan teknologi elektrifikasi dengan kombinasi motor listrik dan mesin bensin.
Untuk varian tertentu, MMKSI juga menyediakan Premium Package dengan tambahan sejumlah fitur. Paket tersebut mencakup Dynamic Sound Yamaha Premium, power tailgate, power driver seat, smartphone wireless charger, ambient lighting, tire pressure monitoring system (TPMS), dan tonneau cover.
Pada bagian eksterior, Premium Package juga menawarkan pilihan warna two-tone serta tambahan tailgate spoiler.
New Xforce HEV Bisa Dites di GIIAS Surabaya
Tidak hanya dipajang, New Xforce HEV juga bisa langsung dicoba pengunjung GIIAS Surabaya 2026. MMKSI menyediakan dua unit New Xforce HEV sebagai kendaraan test drive.
Selain Xforce HEV, satu unit Mitsubishi Destinator Ultimate Premium juga disiapkan untuk test drive. Rute yang digunakan memiliki panjang sekitar 1,4 kilometer sehingga pengunjung dapat merasakan langsung karakter kendaraan dalam kondisi berkendara yang telah disiapkan selama pameran.
Menurut MMKSI, pengalaman berkendara menjadi salah satu cara bagi konsumen untuk mengenali karakter New Xforce HEV sebelum memutuskan membeli.
“Setelah memperkenalkan New Xforce HEV sebagai model HEV pertama Mitsubishi Motors di Indonesia, kami ingin membawa pengalaman tersebut lebih dekat kepada masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Surabaya dan Jawa Timur. Bagi kami, pengalaman berkendara merupakan bagian penting dalam mengenal sebuah kendaraan. Karena itu, melalui GIIAS Surabaya tahun ini, kami mengundang masyarakat untuk tidak hanya melihat New Xforce HEV, tetapi juga mencoba dan merasakan langsung bagaimana teknologi dan karakter berkendaranya dapat mendukung kebutuhan mobilitas mereka,” ujar Guntur Harling, Subdivision Head of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).
Xforce HEV Tempuh 1.172 Kilometer dengan Satu Tangki
Sebelum dibawa ke GIIAS Surabaya 2026, New Xforce HEV juga telah menjalani pengujian jarak jauh melalui program Single Tank Challenge.
Dalam pengujian tersebut, New Xforce HEV bersama pembalap nasional Rifat Sungkar menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bali menggunakan satu tangki bahan bakar. Jarak yang berhasil ditempuh mencapai 1.172 kilometer sebelum kendaraan berhenti total.
Angka tersebut menjadi gambaran kemampuan efisiensi Xforce HEV dalam perjalanan jarak jauh. Namun, hasil aktual konsumsi bahan bakar dan jarak tempuh tetap dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, kecepatan kendaraan, gaya berkendara, hingga kondisi kendaraan.
Mitsubishi Siapkan Promo di GIIAS Surabaya
Selain harga khusus selama periode launching, MMKSI bersama jaringan dealernya juga menyiapkan program penjualan selama GIIAS Surabaya 2026.
Salah satunya adalah program Lucky Dip yang memberikan kesempatan kepada konsumen untuk memperoleh cashback hingga Rp10 juta untuk pembelian model tertentu. Program tersebut berlaku selama periode pameran dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan.
Selain New Xforce HEV, booth Mitsubishi Motors juga menampilkan sejumlah model lain, termasuk Mitsubishi Destinator, Pajero Sport, dan Xpander.
Kehadiran New Xforce HEV di Surabaya memperluas pilihan konsumen Jawa Timur yang ingin membeli SUV dengan teknologi hybrid. Dengan harga mulai Rp388 juta untuk varian Exceed dan Rp445 juta untuk HEV, konsumen kini dapat memilih antara sistem penggerak bensin maupun hybrid sesuai kebutuhan dan anggaran.
Bagi konsumen yang tengah mencari harga Mitsubishi Xforce terbaru di Jawa Timur, GIIAS Surabaya 2026 menjadi salah satu kesempatan untuk melihat langsung pilihan varian, mencoba kendaraan, sekaligus mendapatkan informasi mengenai program penjualan yang ditawarkan selama pameran.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.