Beranda / Mobil Baru / Katalog / KIA Grand Carnival

KIA Grand Carnival

Rp 960 Juta - Rp 1.3 M
Kapasitas Mesin
2,151 CC
Mesin
2.2L Diesel Engine, 4 Cylinder 16 Valve DOHC
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Solar
Pintu
5
Tempat Duduk
11
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Aurora Black Pearl
Astral Blue
Ceramic Silver
Snow White Pearl
Tipe Kendaraan
KIA Grand Carnival Dynamic 11s
Rp 960 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
KIA Grand Carnival Premiere 11s
Rp 998 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
KIA Grand Carnival Premiere 7s
Rp 1.1 M
Dapatkan Ekslusif Promo
KIA Grand Carnival Hybrid 7s
Rp 1.3 M
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
KIA Grand Carnival Dynamic 11s
KIA Grand Carnival Premiere 11s
KIA Grand Carnival Premiere 7s
KIA Grand Carnival Hybrid 7s
Kapasitas Mesin
2,151 CC
Jenis Bahan Bakar
Solar
Mesin
2.2L Diesel Engine, 4 Cylinder 16 Valve DOHC
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
11
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

KIA GRAND CARNIVAL
Artikel Terkait
Lihat Semua
DFSK E5 Plus Hadir di Bandung, Harga Cuma Rp498 Juta Selama Pameran
09 Sep 2026
DFSK E5 Plus Hadir di Bandung, Harga Cuma Rp498 Juta Selama Pameran 09 Sep 2026 BANDUNG, Goodcar.id – DFSK mulai membawa DFSK E5 Plus lebih dekat kepada konsumen Jawa Barat. Setelah diperkenalkan di Palembang dan Medan, SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tersebut kini menjalani regional launch di Summarecon Mall Bandung (SMB) pada 8–13 September 2026. Kehadiran DFSK E5 Plus di Bandung menjadi bagian dari langkah PT Sokonindo Automobile memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Selama pameran berlangsung, konsumen tidak hanya bisa melihat unit secara langsung, tetapi juga mencoba kendaraan melalui sesi test drive, mengeksplorasi fitur, serta mendapatkan informasi mengenai pilihan pembiayaan. Yang menarik, harga DFSK E5 Plus di Bandung dipatok Rp498 juta on the road (OTR) Bandung selama periode regional launch. Harga tersebut menjadi penawaran khusus bagi konsumen Bandung dan wilayah sekitarnya selama acara berlangsung. Cing Hok Rifin, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, mengatakan Bandung dipilih karena Jawa Barat dinilai memiliki potensi pasar yang besar bagi E5 Plus. “Setelah Palembang dan Medan, kami membawa E5 Plus ke Bandung karena kami melihat potensi pasar yang sangat kuat di Jawa Barat. Konsumen Bandung memiliki ekspektasi tinggi terhadap teknologi, kualitas, dan pengalaman berkendara. Kami hadir dengan E5 Plus untuk menjawab ekspektasi tersebut dan menunjukkan kemampuan DFSK di segmen premium,” ujar Cing Hok. Mengandalkan Teknologi PHEV DFSK E5 Plus mengusung sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin. Konsep tersebut memberikan pilihan penggunaan tenaga sesuai kebutuhan, baik ketika kendaraan digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan dengan jarak lebih jauh. DFSK membawa filosofi “Electric for Daily, Hybrid for Journey” pada E5 Plus. Artinya, tenaga listrik ditujukan untuk mendukung mobilitas sehari-hari, sementara mesin bensin memberikan fleksibilitas ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan yang lebih panjang. Di atas kertas, E5 Plus menyasar konsumen yang membutuhkan SUV dengan kapasitas penumpang cukup besar sekaligus teknologi elektrifikasi. Kendaraan ini memiliki konfigurasi 6 penumpang dengan captain seat, sehingga menawarkan pendekatan berbeda dibanding SUV keluarga dengan konfigurasi bangku konvensional. Salah satu komponen penting dalam sistem elektrifikasinya adalah baterai berkapasitas 25,3 kWh. Kapasitas tersebut menjadi salah satu modal E5 Plus dalam menjalankan fungsi sebagai kendaraan PHEV, termasuk ketika digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Kombinasi motor listrik dan mesin bensin membuat E5 Plus tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian daya eksternal untuk seluruh perjalanan. Bagi pengguna yang melakukan perjalanan jauh, keberadaan mesin pembakaran internal tetap memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki kendaraan listrik murni. DFSK E5 Plus Diproduksi di Indonesia Selain membawa teknologi PHEV, DFSK juga menyoroti fasilitas produksinya di Indonesia. PT Sokonindo Automobile mengoperasikan pabrik di Cikande, Serang, Banten, dengan konsep Manufacturing 4.0 yang memanfaatkan otomasi dan robotik dalam proses produksi. Fasilitas tersebut mencakup Stamping, Welding, Painting, dan Assembling Workshop. Tingkat otomasi di Stamping Workshop disebut telah mencapai 95 persen, sedangkan Painting Workshop mencapai 90 persen. Proses produksi juga dilengkapi sistem pengawasan kualitas melalui End-of-Line (EOL) inspection dan final check. Pemeriksaan dilakukan sebelum kendaraan keluar dari fasilitas produksi untuk memastikan unit memenuhi standar yang ditetapkan. Kapabilitas fasilitas manufaktur Sokonindo juga tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Prototype yang diproduksi di Indonesia telah diekspor ke Vietnam, sementara DFSK Super Cab juga telah dipasarkan ke kawasan Timur Tengah. Dengan demikian, ekspansi E5 Plus di Indonesia berjalan bersamaan dengan pemanfaatan fasilitas produksi yang sudah dikembangkan Sokonindo sejak menjalankan aktivitas manufaktur di Tanah Air. Bidik Karakter Konsumen Bandung Untuk memperkuat penetrasi di Jawa Barat, DFSK menggandeng PT Siloam Motor. Perusahaan tersebut telah menjadi mitra DFSK sejak 2019 dan kini turut mendukung pemasaran serta layanan purnajual kendaraan di Bandung dan sekitarnya. Eddy Tjoa, Owner PT Siloam Motor, melihat karakter konsumen Bandung yang cukup sering melakukan perjalanan wisata sebagai salah satu peluang bagi E5 Plus. “Orang Bandung itu senang jalan-jalan saat akhir pekan atau liburan, apalagi banyak destinasi menarik di sekitar Bandung dan Jawa Barat. E5 Plus menurut kami sangat cocok untuk gaya hidup seperti ini. Dengan baterai berkapasitas 25,3 kWh, konsumen bisa memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas, termasuk camping, sambil tetap mendapatkan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari. Kami melihat E5 Plus punya potensi yang besar di Bandung,” ujar Eddy Tjoa, Owner PT Siloam Motor. Untuk mendukung kepemilikan kendaraan, konsumen di Bandung dapat mengakses dealer DFSK Bandung yang berada di Jl. BKR No. 114, Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat. Dealer tersebut mengusung fasilitas 3S yang mencakup Sales, Service, dan Spare Parts. Masuknya DFSK E5 Plus ke Bandung sekaligus menunjukkan upaya DFSK memperluas penetrasi kendaraan PHEV di luar Jakarta. Setelah Palembang, Medan, dan kini Bandung, langkah berikutnya akan menentukan seberapa jauh SUV PHEV 6 penumpang tersebut dapat diterima konsumen di pasar Indonesia. Lihat Selengkapnya
Kia Vision Meta Turismo Raih Red Dot Award 2026, Bawa Konsep Grand Tourer ke Era Digital
08 Sep 2026
Kia Vision Meta Turismo Raih Red Dot Award 2026, Bawa Konsep Grand Tourer ke Era Digital 08 Sep 2026 JAKARTA, GoodCar.id – Kia kembali mencatatkan prestasi di panggung desain otomotif dunia. Kia Vision Meta Turismo berhasil meraih Red Dot Award 2026: Design Concept untuk kategori Cars and Motorcycles. Konsep sports sedan futuristis ini sebelumnya diperkenalkan secara global dalam ajang Milan Design Week. Vision Meta Turismo menjadi gambaran bagaimana Kia melihat masa depan kendaraan grand tourer, dengan menggabungkan desain dinamis, kenyamanan kabin, serta teknologi digital yang semakin terintegrasi dengan aktivitas penggunanya. Melalui konsep tersebut, Kia menerjemahkan filosofi desain Opposites United ke dalam sebuah kendaraan yang tidak hanya mengutamakan performa, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih personal bagi pengemudi dan penumpang. Vision Meta Turismo, Gambaran Grand Tourer Masa Depan Kia Vision Meta Turismo dirancang dengan pendekatan yang memadukan karakter sports sedan dan kenyamanan sebuah ruang lounge. Bagian eksterior mengandalkan siluet cab-forward dengan lekukan geometris yang dibuat halus untuk menghasilkan tampilan agresif sekaligus futuristis. Namun, daya tarik utama konsep ini tidak hanya berada pada bentuk eksteriornya. Kia memberikan perhatian besar terhadap bagaimana kabin digunakan ketika kendaraan bergerak maupun saat berhenti. Area kokpit dirancang untuk membantu pengemudi tetap fokus sekaligus mempertahankan kendali kendaraan. Sementara itu, bagian penumpang menawarkan atmosfer seperti lounge yang lebih santai. Kia juga menyematkan pengalaman augmented reality melalui teknologi 3D Head-Up Display, sehingga informasi digital dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada layar konvensional. Secara keseluruhan, Vision Meta Turismo membawa tiga pengalaman utama, yaitu performance driving, immersive digital interaction, serta lounge-like space and comfort. Punya Tiga Mode Interaktif Salah satu teknologi menarik pada Kia Vision Meta Turismo adalah antarmuka modular bernama Add-Gear. Sistem ini menggabungkan elemen kontrol fisik dengan teknologi digital sehingga pengguna dapat menyesuaikan suasana kabin sesuai kebutuhan. Tersedia tiga mode interaktif yang ditawarkan Kia. Mode Speedster ditujukan untuk memperkuat pengalaman berkendara dengan menggabungkan efek visual, suara, dan pencahayaan. Mode ini memberikan atmosfer yang lebih dinamis ketika pengemudi ingin menikmati karakter performa kendaraan. Selanjutnya, Dreamer menghadirkan suasana perjalanan yang lebih tenang dan imersif. Berbagai elemen digital digunakan untuk menciptakan pengalaman yang lebih santai, terutama ketika kendaraan digunakan dalam perjalanan urban. Sementara Gamer dirancang untuk menghadirkan pengalaman bermain game di dalam kabin ketika kendaraan dalam kondisi berhenti. Kombinasi ketiga mode tersebut memperlihatkan pendekatan Kia terhadap kendaraan masa depan. Mobil tidak lagi hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi juga ruang yang dapat menyesuaikan aktivitas dan preferensi penggunanya. Desain Kia Semakin Mendapat Pengakuan Global Penghargaan untuk Vision Meta Turismo menambah panjang rekam jejak Kia di ajang Red Dot Award. Pada Red Dot Award 2025: Design Concept, Kia PV5 WKNDR Concept meraih predikat Best of the Best. Sementara Concept PV1, Concept EV2, Concept PV5, dan Concept PV7 mendapatkan predikat Winner. Predikat Best of the Best sebelumnya juga diraih sejumlah model Kia, termasuk EV6 pada 2022, EV9 pada 2024, EV3 pada 2025, dan EV4 pada 2026. Bagi Kia Sales Indonesia, pencapaian tersebut memiliki relevansi karena sejumlah produk yang mendapatkan pengakuan desain global juga hadir di pasar Indonesia. Kia EV9, yang meraih Best of the Best pada 2024, kini menjadi bagian dari jajaran produk Kia di Tanah Air. Sementara itu, PV5 diperkenalkan di Indonesia pada IIMS 2026 dan kembali ditampilkan dalam GIIAS 2026 sebagai konsep Medical Purpose Vehicle. Bawa World Class Design Lebih Dekat ke Konsumen Indonesia Semangat desain global Kia juga diterapkan pada produk yang dipasarkan di Indonesia. Salah satunya adalah The all-new Seltos, yang mulai dipasarkan pada GIIAS 2026. Model tersebut melengkapi jajaran Kia di Indonesia bersama The Kia Carnival, The all-new Carens, dan The new Sonet. CEO Kia Sales Indonesia, Jong Sung Park, mengatakan penghargaan Vision Meta Turismo memperkuat upaya Kia menghadirkan standar desain global yang tetap relevan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia. Menurutnya, filosofi Opposites United akan terus menjadi bagian penting dari produk maupun pengalaman berkendara Kia di Tanah Air. Dengan Vision Meta Turismo, Kia menunjukkan bahwa arah desain masa depannya tidak hanya berbicara mengenai bentuk kendaraan, tetapi juga bagaimana teknologi, kenyamanan, performa, dan interaksi digital dapat menyatu dalam satu pengalaman mobilitas. Lihat Selengkapnya
Mobil Hybrid Toyota Bisa Didorong Saat Parkir Paralel? Ini Caranya
08 Sep 2026
Mobil Hybrid Toyota Bisa Didorong Saat Parkir Paralel? Ini Caranya 08 Sep 2026 Jakarta, Goodcar.id – Parkir paralel sering menjadi solusi ketika lahan parkir terbatas. Namun, ada situasi yang membuat pemilik mobil harus lebih berhati-hati, terutama ketika kendaraannya diparkir di belakang atau depan mobil lain sehingga sewaktu-waktu harus dipindahkan untuk memberikan akses. Pada mobil manual, persoalan ini relatif sederhana. Tuas transmisi cukup dipindahkan ke posisi netral atau N sehingga mobil dapat didorong. Lantas bagaimana dengan mobil hybrid yang memiliki sistem elektrifikasi? Toyota memastikan mobil Hybrid EV seperti Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid EV tetap dapat dipindahkan ketika dibutuhkan untuk parkir paralel. Namun, ada prosedur tertentu yang perlu dilakukan agar mobil berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk didorong. Jangan Asal Masuk P Saat Parkir Paralel Parkir paralel yang dimaksud dalam kondisi ini bukan sekadar parkir berurutan di sisi jalan. Ada situasi ketika kendaraan diparkir di area terbatas dan posisinya menutup mobil lain. Dalam kondisi tersebut, kendaraan yang berada di depan atau belakang harus dapat dipindahkan jika pemilik kendaraan yang terhalang ingin keluar. Pada mobil matik, posisi P (Parkir) sebaiknya tidak digunakan ketika kendaraan memang harus bisa didorong. Posisi tersebut mengunci sistem transmisi sehingga mobil tidak dapat digerakkan dengan mudah. Hal yang sama perlu diperhatikan pada mobil hybrid. Selain posisi transmisi, sistem Electric Parking Brake (EPB) juga perlu berada dalam kondisi tidak aktif agar kendaraan dapat dipindahkan. Menurut Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, parkir paralel pada mobil Hybrid EV Toyota dapat dilakukan selama prosedurnya diikuti dengan tepat. “Parkir paralel pada mobil Hybrid EV Toyota pada dasarnya mudah dilakukan selama konsujmen mengikuti prosedur yang tepat,” jelas Nur Imansyah Tara, Kamis (27/8/2026). Cara Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota Pada mobil Hybrid EV Toyota yang dilengkapi Electric Parking Brake (EPB) dan shift lock, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Pertama, pastikan posisi kendaraan sudah benar-benar sesuai dengan area parkir paralel dan memiliki ruang yang cukup untuk dipindahkan apabila diperlukan. Setelah itu, pindahkan tuas transmisi ke posisi P seperti ketika parkir normal. Tetap injak pedal rem, kemudian tekan tombol EPB selama beberapa saat hingga muncul notifikasi pada panel instrumen yang menunjukkan bahwa rem parkir elektrik sudah tidak aktif. Berikutnya, matikan sistem kendaraan menggunakan tombol start/stop. Setelah kendaraan mati, ambil remote dan keluarkan kunci mekanis atau kunci cadangan yang terdapat di dalam remote tersebut. Kunci tersebut kemudian digunakan untuk mengaktifkan mekanisme shift lock. Masukkan dan tekan kunci ke lubang shift lock yang berada di sisi tuas transmisi, tepatnya di depan posisi P. Sambil menekan mekanisme tersebut, pindahkan tuas transmisi ke posisi N (Netral). Pada posisi ini, kendaraan dapat dipindahkan atau didorong ketika diperlukan. Sebelum meninggalkan kendaraan, pemilik mobil dapat memastikan kembali bahwa kendaraan memang bisa bergerak dengan mendorongnya secara perlahan. Bagaimana Kalau Mobil Ingin Dipakai Lagi? Saat mobil akan digunakan kembali, prosedurnya juga perlu dikembalikan seperti semula. Pertama, pindahkan tuas transmisi ke posisi P. Setelah itu nyalakan kembali kendaraan dengan tombol start/stop. Dengan pedal rem tetap diinjak, aktifkan kembali EPB dengan menarik tombol rem parkir elektrik ke posisi aktif. Prosedur tersebut penting karena parkir paralel memiliki risiko tersendiri. Kendaraan yang dapat didorong memang memudahkan akses bagi mobil lain, tetapi sekaligus berarti mobil bisa bergerak ketika pemiliknya tidak berada di dalam kendaraan. Karena itu, jika tidak ada kebutuhan untuk memarkir kendaraan dengan posisi yang menghalangi mobil lain, tetap lebih aman menggunakan area parkir yang memang telah disediakan pengelola. Sistem Hybrid Bukan Berarti Mobil Tidak Bisa Dipindahkan Kekhawatiran bahwa sistem elektrifikasi membuat mobil hybrid tidak dapat didorong sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Pada kondisi kendaraan OFF, sistem hybrid tidak bekerja untuk menggerakkan kendaraan. Dengan prosedur parkir paralel yang sesuai, mobil dapat dibuat berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk dipindahkan. Namun, detail mekanisme dapat berbeda tergantung model dan perlengkapan kendaraan. Karena itu, pemilik tetap perlu merujuk pada buku pedoman pemilik kendaraan sebelum melakukan prosedur tersebut. Hal ini juga penting karena kesalahan dalam mengoperasikan shift lock atau EPB dapat membuat kendaraan berada dalam kondisi yang tidak sesuai untuk diparkir atau digunakan. Pada akhirnya, persoalan parkir paralel pada mobil hybrid bukan soal apakah mobil menggunakan mesin bensin, motor listrik, atau kombinasi keduanya. Yang lebih penting adalah memastikan posisi transmisi dan sistem rem parkir berada pada kondisi yang tepat. Bagi pemilik Toyota Hybrid EV, memahami prosedur ini bisa menjadi hal sederhana yang berguna ketika menghadapi situasi parkir sempit—terutama ketika mobil harus dapat dipindahkan untuk memberikan jalan bagi kendaraan lain. Lihat Selengkapnya
Kenapa Pintu Mobil Baru Bisa Terasa ‘Pas’? Kia Ternyata Mengukurnya Sampai 1.000 Titik
08 Sep 2026
Kenapa Pintu Mobil Baru Bisa Terasa ‘Pas’? Kia Ternyata Mengukurnya Sampai 1.000 Titik 08 Sep 2026 Jakarta, Goodcar.id – Pernah memperhatikan bagaimana pintu mobil baru terasa ketika dibuka dan ditutup? Ada pintu yang menutup dengan suara solid, celah bodinya terlihat seragam, sementara bagian seperti liftgate terasa pas ketika dioperasikan. Detail semacam ini mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya terdapat proses pengukuran yang cukup rumit. Kia melakukan pengukuran tersebut sejak kendaraan masih berada dalam tahap pengembangan. Melalui Digital Measuring Center (DMC) di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan, produsen asal Korea Selatan ini memeriksa hingga 1.000 titik pada satu struktur bodi kendaraan dengan mengacu pada sekitar 600 kriteria kualitas. Artinya, kualitas kendaraan tidak hanya dinilai berdasarkan tampilan akhir. Sejumlah detail yang sulit terlihat langsung oleh mata manusia juga masuk dalam proses pemeriksaan sebelum kendaraan diproduksi. Mengukur Bodi Mobil dari 1.000 Titik DMC menjadi salah satu fasilitas yang digunakan Kia untuk memastikan tingkat presisi kendaraan sejak tahap pengembangan. Pemeriksaannya mencakup sejumlah area, mulai dari kualitas eksterior, kebisingan, getaran, kekasaran atau Noise, Vibration, and Harshness (NVH), kekedapan terhadap air, hingga fungsi dan kelayakan perakitan. Tahap awal dilakukan pada struktur dasar kendaraan menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM). Perangkat tersebut menggunakan sensor kontak berpresisi tinggi untuk membaca koordinat tiga dimensi pada titik-titik yang sudah ditentukan. Dari data tersebut, engineer dapat melihat jarak antarbagian, kesejajaran, hingga kemungkinan penyimpangan posisi. Data itu kemudian dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki. “Setiap titik yang diukur memberi engineer data untuk memahami kondisi kendaraan dan menentukan bagian yang masih perlu disempurnakan. Melalui DMC, kualitas dibangun sejak awal, kemudian acuannya diteruskan hingga tahap produksi,” ujar Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia. Pengukuran tersebut juga tidak berhenti pada kendaraan prototipe. Standar yang dihasilkan dari DMC diteruskan ke fasilitas produksi sehingga pabrik memiliki acuan yang sama ketika kendaraan memasuki proses manufaktur. Bukan Cuma Bodi, Pintu dan Liftgate Ikut Diperiksa Salah satu bagian menarik dari proses tersebut adalah pemeriksaan terhadap komponen yang bergerak, seperti pintu dan liftgate. Untuk pekerjaan ini, Kia menggunakan pemindai optik 3D yang dipasang pada lengan robot. Komponen dibawa ke area pemeriksaan menggunakan Autonomous Mobile Robots (AMR), kemudian dipindai untuk memastikan ukuran dan posisinya sesuai dengan rancangan. Pemeriksaan juga dilakukan ketika komponen tersebut dipasang pada alat inspeksi yang dibuat menyerupai bentuk bodi kendaraan sebenarnya. Engineer kemudian menggunakan pemindai 3D portabel untuk melihat tingkat ketepatan pemasangan. Dengan cara ini, pemeriksaan tidak sekadar melihat apakah sebuah pintu bisa dipasang. Engineer juga dapat mengetahui apakah posisi komponen sesuai dengan rancangan dan apakah pemasangannya berpotensi menimbulkan masalah ketika kendaraan digunakan. Setelah komponen terpasang, kendaraan dipindai kembali secara keseluruhan. Proses ini memungkinkan engineer melihat apakah terdapat penyimpangan yang muncul dari struktur bodi, komponen bergerak, bagian yang sudah terpasang, maupun trim. Bahkan Gerakan Pintu Direkam Ratusan Kali per Detik Pengujian DMC juga masuk ke tahap pengoperasian komponen. Pintu, liftgate, dan bagian bergerak lainnya diuji ketika dibuka dan ditutup. Kia menggunakan kamera berkecepatan tinggi serta sejumlah sensor yang mampu menangkap hingga 500 data pengukuran per detik. Data tersebut digunakan untuk melihat perubahan bentuk yang mungkin tidak terlihat ketika komponen diam. Hal ini penting karena karakter sebuah komponen dapat berubah ketika mendapat beban. Bertambahnya bobot komponen maupun tekanan dari luar kendaraan dapat memengaruhi pergerakan dan posisi bagian tertentu. Dengan data tersebut, engineer memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai bagaimana sebuah komponen bekerja dalam kondisi operasional, bukan hanya bagaimana bentuknya ketika diperiksa dalam keadaan diam. Dari Data Pengukuran ke Perbaikan Ribuan data yang diperoleh dari berbagai tahap pemeriksaan kemudian dikumpulkan dalam sistem data terintegrasi. Ketika ditemukan perbedaan atau penyimpangan, engineer dapat membandingkan data untuk mencari kemungkinan sumber masalah. Kia menggunakan dua sistem analisis utama dalam proses tersebut. DATA-FIT digunakan untuk mengolah hasil pengukuran dan mencari konfigurasi perakitan yang paling optimal dalam lingkungan virtual. Sementara DATA-AUDIT digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan sumber penyimpangan sekaligus membantu memberikan rekomendasi perbaikan. Pendekatan ini membuat proses pengendalian kualitas tidak hanya dilakukan setelah masalah muncul. Data dari tahap pengembangan dapat digunakan untuk menemukan potensi masalah lebih awal, kemudian hasilnya dijadikan acuan untuk proses berikutnya. Kia juga menyebut data yang telah dikumpulkan DMC berpotensi digunakan untuk membangun infrastruktur berbasis kecerdasan buatan guna mendukung pengembangan kendaraan pada masa mendatang. Detail Kecil yang Akhirnya Terasa oleh Pengguna Bagi konsumen, sebagian besar proses tersebut tentu tidak terlihat. Pemilik mobil tidak akan mengetahui berapa banyak titik yang diukur atau berapa banyak data yang dikumpulkan ketika membuka pintu kendaraan. Namun, hasil dari proses tersebut justru bisa muncul dalam pengalaman sehari-hari. Mulai dari keseragaman celah panel, posisi pintu, suara ketika pintu ditutup, tingkat kebisingan di kabin, hingga fungsi komponen bergerak. “Bagi konsumen, seluruh proses tersebut memang tidak terlihat, tetapi hasilnya dapat dirasakan melalui kerapian, kenyamanan, dan fungsi kendaraan saat digunakan sehari-hari. Kami berharap cerita ini bisa memberi gambaran yang lebih jelas tentang proses di balik kualitas kendaraan Kia yang hadir di Indonesia,” tutup Harry Yanto. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.