Jakarta, GoodCar.id - Pasar mobil baru nasional sepanjang 2025 menampilkan dinamika persaingan yang semakin ketat di tengah tekanan penurunan volume penjualan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa meskipun pasar belum sepenuhnya pulih, merek-merek besar masih mampu menjaga dominasinya, sementara sejumlah produsen baru mulai mencuri perhatian konsumen. Toyota kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar otomotif Indonesia. Keunggulan jaringan, lini produk yang luas, serta kepercayaan konsumen membuat merek asal Jepang ini sulit tergeser, baik dari sisi penjualan ke konsumen maupun distribusi ke dealer.

Toyota – 258.923 unit
Daihatsu – 137.835 unit
Honda – 71.233 unit
Mitsubishi Motors – 70.338 unit
Suzuki – 64.838 unit
BYD – 44.342 unit
Mitsubishi Fuso – 25.613 unit
Isuzu – 25.295 unit
Wuling – 20.607 unit
Hino – 20.517 unit
Kehadiran BYD di enam besar retail menjadi sorotan tersendiri. Capaian ini mencerminkan meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik, sekaligus menandai pergeseran preferensi pasar yang mulai terbuka terhadap teknologi baru dan merek non-tradisional.
Toyota – 250.431 unit
Daihatsu – 130.677 unit
Mitsubishi Motors – 71.781 unit
Suzuki – 66.345 unit
Honda – 56.500 unit
BYD – 46.711 unit
Mitsubishi Fuso – 25.235 unit
Isuzu – 25.121 unit
Chery – 19.391 unit
Hyundai – 19.007 unit
Secara total, penjualan retail mobil nasional sepanjang 2025 mencapai 833.692 unit, sementara wholesales tercatat 803.687 unit. Angka tersebut melampaui target revisi Gaikindo sebesar 780 ribu unit, namun masih belum menyamai capaian tahun sebelumnya. Pada 2024, penjualan retail tercatat 889.680 unit dan wholesales 865.723 unit.
Kondisi ini menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia tengah memasuki fase konsolidasi. Persaingan tidak lagi hanya soal volume, tetapi juga efisiensi, inovasi produk, dan kemampuan merek dalam membaca perubahan perilaku konsumen di tengah tantangan ekonomi dan transisi teknologi.