Beranda / Artikel / Foton eTruckmate Blind Van Diserahkan ke Pos Indonesia, 21 Unit Siap Operasi
Artikel

Foton eTruckmate Blind Van Diserahkan ke Pos Indonesia, 21 Unit Siap Operasi

Tigor Sihombing
04 June 2026 14:42

Jakarta, Goodcar.id – Sebanyak 21 unit Foton eTruckmate dengan karoseri blind van resmi diserahkan kepada PT Pos Indonesia. Armada ini akan digunakan untuk mendukung distribusi barang dan layanan pengiriman di berbagai wilayah operasional di seluruh Indonesia.

Penyerahan Foton eTruckmate Blind Van ini menjadi bagian dari langkah elektrifikasi kendaraan niaga ringan di sektor logistik. Sejumlah perusahaan mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif operasional, terutama untuk distribusi dalam kota yang menuntut efisiensi dan fleksibilitas.

Penggunaan Foton eTruckmate Blind Van juga menandai pergeseran bertahap dari kendaraan berbahan bakar konvensional menuju kendaraan listrik di sektor distribusi barang. Selama ini, kendaraan logistik masih didominasi oleh mesin diesel dan bensin.

Platform Modular untuk Beragam Karoseri

Foton eTruckmate menggunakan chassis modular monocoque dengan struktur sasis yang dirancang fleksibel. Platform ini memungkinkan kendaraan dikembangkan ke berbagai bentuk karoseri seperti blind van, box, bak terbuka, hingga microbus.

Konsep modular tersebut membuat Foton eTruckmate Blind Van tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan niaga, tetapi juga sebagai basis kendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Pada penggunaan oleh PT Pos Indonesia, konfigurasi blind van dipilih karena menawarkan ruang kargo tertutup yang lebih aman. Model ini dinilai sesuai untuk pengiriman paket dan barang logistik yang membutuhkan perlindungan selama proses distribusi.

Dimensi kendaraan yang kompak juga mendukung mobilitas di kawasan perkotaan. Foton eTruckmate Blind Van dirancang tetap lincah saat melintas di jalan sempit, kawasan padat, maupun area distribusi terbatas.

Spesifikasi Teknis Foton eTruckmate Blind Van

Dari sisi teknis, Foton eTruckmate Blind Van dibekali motor listrik penggerak roda belakang. Tenaga yang dihasilkan mencapai 35 kW (rated) atau setara 47,6 PS, dengan output maksimum 102 PS (peak).

Torsi yang dihasilkan mencapai 220 Nm, memberikan karakter akselerasi instan yang dibutuhkan dalam operasional distribusi harian, terutama pada kondisi lalu lintas stop-and-go di area perkotaan.

Foton eTruckmate Blind Van menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 41,86 kWh. Dalam kondisi penuh, kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 220 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC.

Untuk pengisian daya, kendaraan ini telah mendukung sistem DC fast charging. Pengisian baterai dari 20 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 32 menit, yang dinilai cukup efisien untuk mendukung operasional dengan frekuensi tinggi.

Dari sisi daya angkut, Foton eTruckmate Blind Van disebut memiliki kapasitas muatan di atas 1 ton. Kapasitas ini cukup untuk kebutuhan distribusi barang ringan hingga menengah, termasuk paket e-commerce, suku cadang, dan produk konsumsi.

Fitur Keselamatan dan Kenyamanan

Foton eTruckmate Blind Van dilengkapi fitur keselamatan standar untuk kendaraan niaga. Sistem pengereman menggunakan ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brakeforce Distribution) untuk menjaga stabilitas saat pengereman, terutama ketika kendaraan membawa muatan.

Pada bagian kabin, tersedia sistem pendingin udara (AC) yang menunjang kenyamanan pengemudi selama menjalankan distribusi harian dengan durasi operasional panjang.

Radius putar kendaraan yang relatif kecil juga menjadi salah satu keunggulan. Kemampuan ini membantu kendaraan bermanuver di area padat seperti pasar, kawasan ritel, gudang distribusi, hingga lingkungan permukiman.

Efisiensi Operasional Kendaraan Listrik

Penggunaan Foton eTruckmate Blind Van oleh PT Pos Indonesia juga berkaitan dengan efisiensi operasional. Kendaraan listrik memiliki jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit dibandingkan mesin pembakaran internal, sehingga kebutuhan perawatan cenderung lebih sederhana.

Selain itu, penggunaan baterai LFP dikenal memiliki stabilitas termal yang baik serta umur pakai yang lebih panjang untuk penggunaan intensif.

Chief Operating Officer PT Indomobil Global Transportasi, Edi Napis, menyatakan pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada ekosistem pendukungnya.

“Foton Indonesia tidak hanya menghadirkan produk kendaraan listrik berkualitas, tetapi juga membangun ekosistemnya secara menyeluruh, termasuk layanan purna jual dan infrastruktur pendukung,” ujar Edi.

Peran di Sektor Logistik

Penyerahan 21 unit Foton eTruckmate Blind Van ini menunjukkan kendaraan listrik mulai mendapatkan peran dalam operasional logistik skala besar. Kebutuhan distribusi yang terus meningkat, terutama akibat pertumbuhan e-commerce, mendorong perusahaan mencari solusi yang lebih efisien.

Foton eTruckmate Blind Van menjadi salah satu opsi kendaraan niaga listrik yang dirancang untuk distribusi dalam kota. Kombinasi antara jarak tempuh, kapasitas muatan, dan fleksibilitas karoseri membuat kendaraan ini relevan untuk kebutuhan operasional harian.

Meski demikian, implementasi kendaraan listrik di sektor logistik masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Namun, penggunaan armada ini oleh PT Pos Indonesia menunjukkan bahwa proses transisi menuju kendaraan listrik mulai berjalan di sektor distribusi nasional.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua