Jakarta, Goodcar.id – Seperti apa perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM? Sekilas, Jetour T1 dan T1 i-DM memang terlihat seperti mobil kembar.
Dimensi identik, desain nyaris sama, bahkan daftar fitur keselamatannya dibuat tanpa banyak perbedaan. Buat yang hanya melihat dari luar, dua SUV ini bisa dengan mudah dianggap kembar tanpa karakter, padahal perbedaan justru cukup signifikan.
Secara dimensi perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM tidak ada yang perlu diperdebatkan. Keduanya punya panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, dan wheelbase 2.800 mm. Proporsinya identik, stance-nya pun serupa.
Perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM lainnya, Jetour T1 punya ground clearance 200 mm, sedikit lebih tinggi dibandingkan T1 i-DM yang berada di angka 190 mm. Selisih ini dimungkin kan karena adanya penambahan bobot baterai dan komponen motor hybrid.
Salah perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM menarik lainnya adalah detail teknis pada departure angle, yakni sudut bagian belakang mobil saat melewati turunan atau keluar dari medan curam.
Pada aspek ini, Jetour T1 i-DM mencatatkan angka 33 derajat, sedikit lebih besar dibandingkan Jetour T1 yang berada di 29 derajat.
Selisih ini memang terlihat kecil di atas kertas, namun tetap memberi implikasi pada kemampuan mobil saat melintasi kontur jalan yang tidak rata.
Dengan sudut yang lebih besar, bagian belakang T1 i-DM memiliki ruang gerak yang lebih baik ketika melewati turunan tajam, sehingga potensi bersinggungan dengan permukaan jalan dapat diminimalkan.
Mesin dan Sistem Penggerak

Perbedaan Jetour T1 dan T1 i-D pada sektor mesin, Jetour T1 memang terlihat lebih unggul dengan 170 PS dan torsi 270 Nm. Sementara T1 i-DM mencatatkan 136 PS dan 220 Nm dari mesin bensinnya.
Namun, perbandingan ini belum lengkap.
T1 i-DM membawa sistem plug-in hybrid yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 204 PS dan torsi 310 Nm. Inilah faktor pembeda utamanya.
Karakter tenaga yang dihasilkan motor listrik jauh berbeda dengan mesin konvensional.
Responsnya instan, tanpa jeda, tanpa perlu menunggu putaran mesin naik.
Dalam kondisi lalu lintas kota yang padat, sensasi berkendaranya bisa terasa lebih ringan dan halus.
Transisinya juga lebih smooth berkat penggunaan Dedicated Hybrid Transmission (1DHT), berbeda dengan T1 yang mengandalkan transmisi 7DCT dengan karakter lebih agresif.
Dengan kata lain, T1 unggul di angka performa konvensional, sementara T1 i-DM menawarkan pengalaman berkendara yang lebih modern dan responsif.
Perbedaan semakin terasa saat membahas baterai. Jetour T1 i-DM dibekali baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh, yang menempatkannya sebagai plug-in hybrid dengan kemampuan lebih dari sekadar hybrid biasa.
Dalam kondisi tertentu, mobil ini bisa berjalan dengan dominasi tenaga listrik, memberikan efisiensi yang lebih baik terutama di penggunaan dalam kota.
Sebaliknya, Jetour T1 tetap menggunakan pendekatan konvensional tanpa sistem elektrifikasi tambahan.
Roda, Rem & Suspensi

Masuk ke bagian kaki-kaki, T1 menggunakan ban 235/65 R18, sementara T1 i-DM mengusung ukuran lebih besar, yakni 235/60 R19 dengan run-flat tire.
Suspensi keduanya tetap sama, menggunakan MacPherson di depan dan multi-link di belakang.
Artinya, perbedaan rasa berkendara lebih banyak dipengaruhi oleh ukuran roda dan karakter ban, bukan dari konstruksi suspensinya.
Masuk ke interior, perbedaan mulai terasa lebih jelas. Jetour T1 menggunakan head unit berukuran 12,8 inci, sementara T1 i-DM sudah mengadopsi layar 15,6 inci yang terasa lebih dominan di dashboard.
Keduanya memang sama-sama menggunakan chip Snapdragon 8155 dan memiliki cluster digital 10,25 inci, namun fitur tambahan di T1 i-DM membuat pengalaman kabin terasa lebih lengkap.
T1 i-DM hadir dengan panoramic skyroof 64 inci, sistem audio 9 speaker dari Sony, ambient light dengan 64 pilihan warna, serta fitur 24-hour parking AC. Sementara T1 masih menggunakan konfigurasi 8 speaker dan ambient light satu warna.
Perbedaan ini tidak hanya soal fitur, tapi juga membentuk ambience kabin yang berbeda. T1 i-DM terasa lebih premium dan lebih “hidup”, terutama saat digunakan di malam hari atau perjalanan jauh.
Kabin

Detail kecil lain yang cukup terasa ada di kursi. T1 hanya menyediakan pengaturan elektrik untuk pengemudi, sementara T1 i-DM sudah memberikan electric seat untuk pengemudi dan penumpang depan, lengkap dengan memory seat.
Fitur ventilated seat tetap tersedia di keduanya, menjaga kenyamanan di iklim tropis.
Menariknya, saat masuk ke sektor keselamatan, Jetour justru tidak membuat perbedaan berarti. Kedua model sama-sama dilengkapi 6 airbags, TPMS, ISOFIX, serta fitur standar seperti ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, dan EPB.
Fitur ADAS Level 2 juga hadir lengkap di keduanya, mulai dari Blind Spot Detection, Lane Departure Warning, Adaptive Cruise Control, hingga Autonomous Emergency Braking dan 540-degree camera.
Satu-satunya pembeda hanya pada radar parkir, di mana T1 i-DM memiliki sensor depan dan belakang, sementara T1 hanya di belakang.
Ini menunjukkan bahwa Jetour tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama tanpa membedakan varian.
Pada akhirnya, memilih antara Jetour T1 dan T1 i-DM bukan soal mana yang lebih unggul secara mutlak. Keduanya dirancang untuk kebutuhan yang berbeda.
T1 cocok untuk pengguna yang menginginkan SUV praktis, simpel, dan tidak ingin repot dengan sistem elektrifikasi. Ground clearance yang lebih tinggi juga memberi rasa aman untuk berbagai kondisi jalan.
Sementara T1 i-DM menawarkan pendekatan yang lebih modern, dengan performa responsif, fitur lebih lengkap, dan potensi efisiensi lebih baik.
Perbedaan Jetour T1 vs T1 i-DM

Jetour T1 :
Mesin 1.5 TGDI 170 PS.
Transmisi 7DCT.
Ground clearance lebih tinggi (200 mm).
Velg 18 inci.
Head unit 12,8 inci.
Audio 8 speaker.
Jetour T1 i-DM
Sistem plug-in hybrid (PHEV).
Motor listrik 204 PS dan torsi 310 Nm.
Baterai LFP 18,4 kWh.
Velg 19 inci RFT.
Head unit 15,6 inci.
Audio Sony 9 speaker.
Kursi elektrik depan lebih lengkap.
Ambient light 64 warna.
Panoramic skyroof.
Parking radar depan-belakang.
Departure angle lebih besar (33°).