Beranda / Artikel / Trump Bergerak! Inikah Momen Produsen Mobil Amerika Bangkit di Indonesia?
Artikel

Trump Bergerak! Inikah Momen Produsen Mobil Amerika Bangkit di Indonesia?

Givar AR
24 February 2026 04:19

Jakarta, Goodcar.id - Pemerintah Indonesia bersama Amerika Serikat resmi menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington DC. Kesepakatan ini mencakup berbagai sektor kerja sama ekonomi, termasuk industri otomotif yang dinilai memiliki potensi besar bagi kedua negara.

Dalam dokumen final ART, khususnya pada Annex III Pasal 2.6, Indonesia diwajibkan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah standar dan persyaratan yang dinilai dapat menghambat masuknya kendaraan maupun komponen otomotif buatan Amerika Serikat ke pasar domestik.

Ketentuan tersebut membuka peluang bagi kendaraan asal Amerika Serikat untuk memperoleh perlakuan khusus dalam proses masuk ke Indonesia. Produsen otomotif dari Negeri Paman Sam dapat mengajukan perubahan regulasi apabila dinilai merugikan produk mereka.

Dalam poin A dan B pasal yang sama disebutkan bahwa kendaraan asal Amerika Serikat yang dipasarkan di Indonesia tidak harus mengikuti seluruh standar keselamatan dan emisi nasional. Sebaliknya, kendaraan tersebut diperbolehkan menggunakan standar yang berlaku di Amerika Serikat.

"Indonesia wajib: (a) menerima kendaraan dan suku cadang kendaraan yang diproduksi sesuai dengan Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal AS (FMVSS) dan standar emisi AS dan dijual di Amerika Serikat; dan (b) menerima prosedur kepatuhan AS untuk produk otomotif tanpa persyaratan bagi kendaraan AS untuk menjalani proses tambahan untuk memasuki pasar Indonesia," demikian bunyi perjanjian tersebut.

Klausul tersebut dinilai dapat mempercepat proses masuknya kendaraan impor dari Amerika Serikat karena tidak lagi membutuhkan pengujian tambahan sesuai regulasi lokal.

Peluang Kebangkitan Merek Mobil Amerika di Indonesia

Kesepakatan ART juga dipandang sebagai peluang baru bagi produsen mobil Amerika Serikat untuk memperkuat kembali kehadiran mereka di Indonesia. Dalam satu hingga dua dekade terakhir, merek-merek otomotif asal AS mengalami penurunan dominasi di pasar nasional akibat persaingan ketat dengan produsen Jepang dan China.

Sejumlah merek besar seperti Ford Motor Company, Chevrolet, Jeep, dan Dodge merupakan pemain lama yang pernah memiliki basis konsumen di Indonesia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sebagian dari mereka memilih mengurangi aktivitas bisnis bahkan meninggalkan pasar karena tekanan kompetisi.

Saat ini, produsen kendaraan asal Amerika lebih sering berperan sebagai pemain pelengkap di industri otomotif nasional. Meski demikian, kebijakan baru melalui ART berpotensi membuka jalan bagi kembalinya merek-merek tersebut dengan strategi yang lebih kompetitif.

Dengan adanya kemudahan regulasi, produsen otomotif Amerika berpeluang menghadirkan lebih banyak model kendaraan ke Indonesia, sekaligus meningkatkan pilihan bagi konsumen di pasar otomotif domestik.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua