Daftar Harga Motor Listrik Polytron, Indomobil eMotor, dan Yadea April 2026, Mulai Rp11 Jutaan07 Apr 2026
Daftar Harga Motor Listrik Polytron, Indomobil eMotor, dan Yadea April 2026, Mulai Rp11 Jutaan07 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pasar motor listrik di Indonesia semakin ramai di 2026. Sejumlah merek seperti Polytron, Indomobil eMotor, hingga Yadea terus menghadirkan pilihan dengan harga yang makin kompetitif. Bahkan, beberapa model sudah bisa dibawa pulang dengan banderol mulai Rp11 jutaan berkat promo dan skema subsidi.
Kondisi ini tentu menarik, terutama di tengah isu kenaikan harga BBM yang membuat banyak konsumen mulai melirik kendaraan listrik sebagai alternatif mobilitas harian.
Polytron Fox Series Masih Jadi Andalan
Polytron masih jadi salah satu pemain kuat di segmen motor listrik. Line-up Fox Series seperti Fox-200, Fox-350, hingga Fox-500 menawarkan pilihan harga dan spesifikasi yang cukup variatif.
Untuk model entry level, Polytron Fox-200 kini dijual mulai Rp11,4 juta untuk wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur setelah potongan harga Rp7 juta. Sementara di wilayah Jadetabek, harganya sedikit berbeda di angka Rp11,5 juta, dan Bali di Rp12,4 juta.
Dengan harga segitu, Fox-200 sudah cukup menarik untuk penggunaan harian di dalam kota. Karakternya simpel dan cocok buat komuter yang butuh kendaraan praktis tanpa ribet.
Naik satu level, ada Polytron Fox-350 yang tersedia dalam dua skema kepemilikan, yaitu Battery as a Service (BaaS) dan Buy To Own. Untuk skema BaaS, harga Fox-350 mulai Rp15,8 juta hingga Rp16,8 juta tergantung wilayah. Skema ini cocok buat yang ingin harga awal lebih ringan karena baterai disewa terpisah.
Sementara untuk versi Buy To Own, di mana baterai sudah jadi milik pengguna, harga Fox-350 berada di kisaran Rp27,8 juta sampai Rp28,8 juta. Selisih harga ini cukup signifikan, tapi memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan konsumen.
Polytron Fox-500, Buat yang Cari Performa Lebih
Buat yang ingin performa lebih tinggi, Polytron juga punya Fox-500. Motor ini diposisikan sebagai varian tertinggi di lini Fox Series.
Harga Fox-500 saat ini mulai Rp38 juta hingga Rp39 juta setelah potongan Rp5 juta, tergantung wilayah. Meski lebih mahal, model ini menawarkan spesifikasi yang lebih mumpuni, cocok untuk penggunaan jarak lebih jauh atau kebutuhan yang lebih intens.
Dengan positioning tersebut, Fox-500 bisa dibilang menyasar pengguna yang ingin naik kelas dari motor listrik entry level.
Indomobil eMotor Tawarkan Pilihan Lebih Beragam
Selain Polytron, Indomobil eMotor juga ikut meramaikan pasar dengan beberapa model seperti Tyranno, Adora, Sprinto, dan QT.
Tyranno menjadi salah satu model yang cukup menarik perhatian dengan harga Rp26,75 juta. Motor ini punya desain semi-adventure yang berbeda dari kebanyakan skutik listrik, dengan ground clearance lebih tinggi.
Di bawahnya, ada Adora yang dibanderol Rp25,15 juta dan Sprinto di Rp25,75 juta. Keduanya menyasar segmen pengguna harian dengan desain yang lebih konvensional.
Sementara untuk opsi paling terjangkau, Indomobil menawarkan QT dengan harga Rp15 juta. Ini bisa jadi pilihan buat yang baru ingin mencoba motor listrik tanpa harus keluar budget besar.
Yadea Hadir dengan Harga Kompetitif
Merek asal China, Yadea, juga tidak ketinggalan. Mereka menawarkan beberapa model seperti Osta P, Osta H, dan Velax.
Yadea Osta P dijual Rp24,8 juta on the road Jakarta, sedangkan Osta H lebih terjangkau di Rp19,9 juta. Perbedaan harga ini biasanya dipengaruhi oleh spesifikasi dan fitur yang dibawa.
Sementara itu, Yadea Velax hadir di harga Rp19,8 juta, menjadikannya salah satu opsi menarik di segmen menengah.
Dengan harga yang cukup kompetitif, Yadea berusaha menarik konsumen yang mencari alternatif di luar merek lokal.
Harga Motor Listrik Semakin Murah, Tapi Tetap Perlu Pertimbangan
Melihat daftar harga motor listrik saat ini, jelas bahwa tren mulai semakin ramah di kantong. Apalagi dengan adanya potongan harga hingga Rp7 juta di beberapa model, membuat entry barrier jadi lebih rendah.
Namun, sebelum membeli, konsumen tetap perlu mempertimbangkan beberapa hal. Mulai dari kebutuhan penggunaan harian, jarak tempuh, hingga skema kepemilikan baterai seperti yang ditawarkan Polytron.
Selain itu, infrastruktur pengisian daya dan biaya operasional juga jadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
Pada akhirnya, motor listrik memang semakin menarik sebagai solusi mobilitas masa depan. Tapi seperti kendaraan lainnya, keputusan membeli tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan, bukan sekadar ikut tren.
Daftar Harga Motor Listrik Polytron, Indomobil eMotor dan Yadea (April 2026)
Polytron Fox-200
* OTR Jawa Barat & Jawa Timur Rp18.400.000 → Rp11.400.000
* OTR Jawa Barat & Jawa Timur Rp18.900.000 → Rp11.900.000
* OTR Jadetabek Rp18.500.000
* OTR Bali Rp19.400.000 → Rp12.400.000
Polytron Fox-350 – Battery As A Service (BaaS)
* OTR Jawa Tengah & Yogyakarta (Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo) Rp22.300.000 → Rp15.800.000
* OTR Jawa Barat & Jawa Timur Rp22.800.000 → Rp16.300.000
* OTR Jadetabek & Banten Rp22.500.000 → Rp16.000.000
* OTR Bali Rp23.300.000 → Rp16.800.000
Polytron Fox-350 – Buy To Own
* OTR Jawa Tengah & Yogyakarta (Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo) Rp34.300.000 → Rp27.800.000
* OTR Jawa Barat & Jawa Timur Rp34.800.000 → Rp28.300.000
* OTR Jadetabek & Banten Rp34.500.000 → Rp28.000.000
* OTR Bali Rp35.300.000 → Rp28.800.000
Polytron Fox-500
* OTR Yogyakarta & Jawa Tengah (Cilacap, Purbalingga) Rp43.000.000 → Rp38.000.000
* OTR Jawa Barat & Jawa Timur Rp43.500.000 → Rp38.500.000
* OTR Jadetabek & Banten Rp43.100.000 → Rp38.100.000
* OTR Bali Rp44.000.000 → Rp39.000.000
Indomobil eMotor
* Tyranno: Rp26.750.000
* Adora: Rp25.150.000
* Sprinto: Rp25.750.000
* QT: Rp15.000.000
Yadea
* Yadea Osta P: Rp24.800.000 (OTR Jakarta)
* Yadea Osta H: Rp19.900.000 (OTR Jakarta)
* Yadea Velax: Rp19.800.000
Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif.
Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik.
Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri.
Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi.
Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya.
Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely.
Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM.
Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik.
Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion.
Harga Bisa Naik hingga 40 Persen
Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan.
Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta.
Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris17 Feb 2026
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris17 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pasar mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia kembali mencatatkan pergerakan yang menarik pada Januari 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales BEV mencapai 10.061 unit.
Angka ini setara sekitar 15 persen dari total penjualan mobil nasional yang menyentuh 66.447 unit pada periode yang sama.
Kontribusi dua digit tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kian mengukuhkan posisinya dalam struktur pasar otomotif nasional. Meski demikian, dibandingkan Desember 2025 yang membukukan 21.021 unit, terjadi penurunan sekitar 52,1 persen secara bulanan. Koreksi ini dinilai sebagai bentuk normalisasi pasar setelah lonjakan signifikan di akhir tahun.
BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 Pimpin Persaingan
Posisi teratas mobil listrik terlaris Januari 2026 ditempati BYD Atto 1 dengan distribusi 3.361 unit. Capaian ini menegaskan kuatnya daya tarik model kompak dengan harga kompetitif di pasar domestik.
Di peringkat kedua, Jaecoo J5 mencatatkan 1.942 unit. Hasil tersebut memperlihatkan respons pasar yang cepat terhadap model SUV listrik pendatang baru.
Sementara itu, BYD M6 berada di posisi ketiga dengan 851 unit, membuktikan bahwa segmen kendaraan keluarga tetap relevan dalam era elektrifikasi.
Dominasi Merek China di 10 Besar
Model lain yang masuk lima besar adalah Wuling Darion EV (790 unit) dan BYD Sealion 7 (613 unit). Keduanya mempertegas dominasi pabrikan China dalam daftar teratas BEV nasional.
Di papan tengah, distribusi tercatat pada Geely EX2 (423 unit), Denza D9 (392 unit), dan Aion UT (266 unit). Sepuluh besar dilengkapi oleh Chery J6 (215 unit) serta Aion V (214 unit).
Di luar 10 besar, persaingan tetap berlangsung ketat, termasuk di segmen premium. Distribusi model kelas atas masih relatif terbatas, seperti BMW i7 (8 unit), Toyota bZ4X (7 unit), dan Mercedes-Benz EQE (4 unit). Bahkan model flagship seperti Mercedes-Benz EQS dan BMW i5 masing-masing hanya mencatat 1 unit.
Secara keseluruhan, data Januari 2026 memperlihatkan bahwa pasar BEV Indonesia semakin kompetitif. Meski terjadi koreksi bulanan, pangsa pasar yang sudah menembus 15 persen menandakan elektrifikasi bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari transformasi industri otomotif nasional.
Berikut Daftar Mobil Listrik Terlaris di Indonesia 2026:
1. BYD Atto 1: 3.361 unit
2. Jaecoo J5: 1.942 unit
3. BYD M6: 851 unit
4. Wuling Darion EV: 790 unit
5. BYD Sealion 7: 613 unit
6. Geely EX2: 423 unit
7. Denza D9: 392 unit
8. Aion UT: 266 unit
9. Chery J6: 215 unit
10. Aion V: 214 unit
11. VinFast VF 3: 119 unit
12. Xpeng X9: 105 unit
13. MG 4 EV: 95 unit
14. Polytron G3: 82 unit
15. Hyptec HT: 77 unit
16. Aion Y Plus: 67 unit
17. Xpeng G6: 67 unit
18. BYD Seal: 45 unit
19. Hyundai Kona EV: 37 unit
20. GWM Ora 03: 32 unit
21. Wuling Air EV: 32 unit
22. Omoda E5: 28 unit
23. Changan Deepal: 26 unit
24. Wuling Cloud EV: 25 unit
25. MG ZS EV: 17 unit
26. Citroen E-C3: 15 unit
27. VinFast VF e34: 15 unit
28. Wuling Binguo EV: 14 unit
29. VinFast VF 5: 13 unit
30. BYD Dolphin: 9 unit
31. DFSK Gelora E: 9 unit
32. Seres E1: 8 unit
33. BMW i7: 8 unit
34. Toyota bZ4X: 7 unit
35. VW ID.Buzz: 7 unit
36. Wuling Mitra EV: 7 unit
37. Mini Electric: 5 unit
38. Mercedes-Benz EQE: 4 unit
39. MG Cyberster: 4 unit
40. BMW iX1: 3 unit
41. VinFast VF 6: 3 unit
42. Genesis G80: 2 unit
43. Hyundai Ioniq 5: 2 unit
44. Mercedes-Benz EQS: 1 unit
45. Volvo ES90: 1 unit
46. BMW i5: 1 unit
47. VinFast VF 7: 1 unit
48. BMW iX: 1 unit
Lihat Selengkapnya
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Memasuki bulan kedua tahun 2026, dinamika harga mobil listrik (EV) di Indonesia semakin menarik untuk dicermati. Setelah penyesuaian besar dilakukan pada awal tahun, Februari menghadirkan pergerakan harga yang relatif stabil, meski tetap ada koreksi dari beberapa merek ternama.
Sorotan utama datang dari dua pabrikan asal Tiongkok. BYD melakukan penyesuaian harga sebesar Rp4 juta untuk varian Atto 1 Dynamic, yang kini dipasarkan di angka Rp199 juta—masih berada di bawah batas psikologis Rp200 juta. Di sisi lain, GWM justru menurunkan harga GWM Ora 03 sebesar Rp10 juta, sehingga kini dibanderol Rp369 juta, membuatnya semakin kompetitif di segmen hatchback listrik bergaya retro.
Momentum ini bertepatan dengan gelaran Indonesia International Motor Show yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang tersebut diyakini menjadi katalis hadirnya model-model EV baru yang akan semakin meramaikan pasar otomotif nasional.
Berikut rangkuman harga terbaru berdasarkan kategori segmen.
Lini Mobil Listrik Ekonomis (Di Bawah Rp400 Juta)
Segmen ini menawarkan pilihan paling beragam, mulai dari city car ringkas hingga SUV kompak dengan harga terjangkau:
Changan Lumin: Rp183 juta
Seres E1: Rp189 juta (B-Type) – Rp219 juta (L-Type)
VinFast VF 3: Rp152 juta (Berlangganan Baterai) – Rp192,28 juta (Termasuk Baterai)
BYD Atto 1: Rp199 juta (Dynamic) – Rp235 juta (Premium)
VinFast VF 5: Rp212 juta (Berlangganan Baterai) – Rp272,35 juta (Termasuk Baterai)
Wuling Air ev: Rp214 juta (Lite) – Rp307 juta (Pro)
Jaecoo J5 EV: Rp249,9 juta (Standard) – Rp299,9 juta (Premium, khusus 1.000 konsumen pertama)
Geely EX2: Rp229,9 juta (Promo Pro) – Rp259,9 juta (Promo Max)
MG 4 EV Ignite: Rp299 juta
Polytron G3: Rp299 juta (Sewa Baterai) – Rp419 juta (Beli Putus)
Aion UT: Rp325 juta – Rp363 juta
Mitsubishi L100 EV: Rp323,3 juta
BYD Dolphin: Rp369 juta (Dynamic) – Rp429 juta (Premium)
Chery E5: Rp369,9 juta (Pure) – Rp399,9 juta (Standar)
Citroen E-C3: Rp377 juta
Wuling Binguo EV: Rp318 juta – Rp363 juta
Segmen ini menjadi tulang punggung pertumbuhan EV nasional karena menawarkan kombinasi harga rasional dan fitur yang semakin kompetitif.
Lini Kelas Menengah & SUV (Rp400 Juta – Rp1 Miliar)
Kategori ini dihuni model dengan teknologi lebih canggih dan fitur kenyamanan premium:
MG 4 EV & MG ZS EV: Rp405 juta – Rp419 juta
Aion Y Plus: Rp419 juta – Rp479 juta
Aion V: Rp449 juta – Rp489 juta
Geely EX5: Rp465 juta – Rp505 juta
Aletra L8 EV: Rp488 juta – Rp493 juta
Chery J6: Rp505,5 juta – Rp615,5 juta
Hyundai Kona Electric: Rp565,25 juta – Rp689,55 juta
Changan Deepal S07: Rp599 juta
BYD Sealion 7: Rp629 juta – Rp719 juta
BYD Seal: Rp639 juta – Rp750 juta
Toyota bZ4X & Toyota Urban Cruiser EV: Rp759 juta – Rp799 juta
Hyundai Ioniq 5: Rp809 juta – Rp925,6 juta
Mazda MX-30: Rp860 juta
Maxus Mifa 9 & Maxus Mifa 7: Rp750 juta – Rp888 juta
Volvo EX30: Rp930 juta – Rp1,1 miliar
Segmen ini menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan teknologi, jarak tempuh lebih jauh, serta kenyamanan kelas atas.
Lini Mewah & Performa Tinggi (Di Atas Rp1 Miliar)
Untuk kategori premium, berbagai merek global menghadirkan EV dengan teknologi mutakhir dan prestise tinggi:
Denza D9: Rp950 juta
MINI Electric: Rp1,029 miliar – Rp1,472 miliar
BMW i5 hingga lini BMW iX & i7: Rp1,379 miliar – Rp3,576 miliar
Mercedes-Benz EQS dan EQ Series lainnya: Rp1,69 miliar – Rp3,995 miliar
Mercedes-Maybach EQS 680 SUV: Rp7,65 miliar
Kia EV9: hingga Rp1,985 miliar
Lexus RZ 450e: hingga Rp2,488 miliar
Porsche Taycan: Rp4,2 miliar – Rp5 miliar
Tesla Model 3 & Tesla Model Y: Rp1,5 miliar – Rp2 miliar
Dengan rentang harga yang semakin luas—mulai Rp152 juta hingga miliaran rupiah—pasar mobil listrik Indonesia menunjukkan kematangan yang signifikan. Februari 2026 menjadi periode penting yang menandai persaingan semakin sehat, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan di berbagai segmen.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.