Beranda / Mobil Baru / Katalog / Nissan Ariya

Nissan Ariya

Rp 754 Juta
Jarak Tempuh
531 KM
Mesin
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
1 Pilihan Warna
Tipe Kendaraan
Nissan Ariya Electric
Rp 754 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Nissan Ariya Electric
Jarak Tempuh
531 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

NISSAN ARIYA
Artikel Terkait
Lihat Semua
Spesifikasi Nissan Fairlady Z Terbaru: Mesin V6 Twin-Turbo 400 HP, Simak Fitur dan Performa Lengkapnya
24 Jul 2026
Spesifikasi Nissan Fairlady Z Terbaru: Mesin V6 Twin-Turbo 400 HP, Simak Fitur dan Performa Lengkapnya 24 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id - Di tengah derasnya arus elektrifikasi, Nissan Fairlady Z masih menjadi salah satu sedikit mobil sport yang mempertahankan formula klasik, mesin bensin berkapasitas besar, penggerak roda belakang, dan opsi transmisi manual. Filosofi inilah yang membuat nama Fairlady Z tetap memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta mobil performa. Model tahun 2027 yang rilis secara global di Tokyo Auto Salon 2026, merupakan penyempurnaan dari platform RZ34 (Fairlady Z gen terbaru yang lahir di 2022) yang telah dipasarkan secara sebelumnya. Karena pada model terbaru ini fokus Nissan bukan mengubah karakter mobil, tetapi menyempurnakan detail-detail penting yang berpengaruh terhadap pengalaman berkendara, baik saat digunakan di jalan raya maupun ketika dibawa ke lintasan balap. Mesin V6 Twin-Turbo Salah satu alasan Fairlady Z tetap diminati adalah penggunaan mesin VR30DDTT berkapasitas 2.997 cc V6 twin-turbo. Mesin ini menghasilkan tenaga 400 hp dan torsi maksimum 475 Nm, yang disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual enam percepatan maupun otomatis sembilan percepatan. Karakter tenaga yang muncul sejak putaran mesin rendah membuat akselerasi terasa responsif tanpa harus memaksa mesin bekerja pada putaran tinggi. Kombinasi tersebut menjadi salah satu ciri khas Fairlady Z dibandingkan rival yang mulai beralih ke mesin berkapasitas lebih kecil. Bagi konsumen yang menginginkan performa lebih tinggi, Nissan juga menyediakan varian NISMO. Versi ini memiliki tenaga sekitar 420 hp dengan torsi mencapai 520 Nm, sekaligus mendapatkan penyempurnaan pada sistem pendinginan, respons throttle, hingga pengaturan suspensi. Dimensi Kompak, Proporsi Tetap Sporty Sebagai sebuah coupe dua pintu, Fairlady Z mempertahankan dimensi yang relatif kompak. Dimensi Nissan Fairlady Z 2027 Panjang: 4.379 mm Lebar: 1.845 mm Tinggi: 1.315 mm Wheelbase: 2.550 mm Kapasitas penumpang: 2 orang Posisi duduk yang rendah dipadukan dengan kap mesin panjang menjadi identitas desain keluarga Z sejak generasi pertama diperkenalkan lebih dari lima dekade lalu. Handling Menjadi Fokus Penyempurnaan Alih-alih mengejar peningkatan tenaga secara signifikan, Nissan justru memberikan perhatian lebih pada kualitas pengendalian. Suspensi depan tetap menggunakan tipe double wishbone, sedangkan bagian belakang memakai multi-link. Namun, karakter peredam kejut dan steering telah dikalibrasi ulang agar mobil memberikan respons yang lebih presisi ketika memasuki tikungan. Untuk varian Performance dan NISMO, sistem pengereman juga ditingkatkan melalui penggunaan komponen berukuran lebih besar. Bahkan pada model tertentu, rotor rem mengadopsi teknologi dua bagian yang sebelumnya digunakan Nissan GT-R. Selain meningkatkan daya henti, komponen tersebut juga membantu mengurangi bobot sehingga handling terasa lebih lincah. Perubahan lain yang mungkin tidak terlihat secara kasat mata adalah revisi pada desain tangki bahan bakar. Nissan mengoptimalkan sistem ini agar suplai bensin tetap stabil ketika mobil mengalami gaya lateral tinggi saat melaju di sirkuit. Interior Menggabungkan Nuansa Klasik dan Teknologi Modern Masuk ke dalam kabin, Fairlady Z tetap mempertahankan ciri khas berupa tiga indikator analog yang berada di atas dashboard. Desain tersebut menjadi penghormatan terhadap model-model Z terdahulu. Di balik nuansa klasik tersebut, berbagai teknologi modern telah disematkan, di antaranya panel instrumen digital berukuran 12,3 inci, sistem infotainment layar sentuh hingga 9 inci, konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto, serta pengisi daya nirkabel yang kini dilengkapi sistem pendingin agar smartphone tidak mudah mengalami overheat saat digunakan. Varian tertentu juga mendapatkan sistem audio premium Bose, pengaturan AC otomatis dual-zone, hingga jok dengan material kombinasi kulit dan suede. Fitur Keselamatan Semakin Lengkap Tak hanya menawarkan performa, Fairlady Z juga dibekali beragam teknologi keselamatan aktif melalui paket Nissan Safety Shield. Beberapa fitur yang tersedia meliputi: Automatic Emergency Braking Blind Spot Warning Rear Cross Traffic Alert Lane Departure Warning High Beam Assist Intelligent Cruise Control (tergantung varian) Kehadiran fitur-fitur tersebut membuat Fairlady Z tidak hanya nyaman digunakan sebagai mobil akhir pekan, tetapi juga cukup aman untuk aktivitas harian. Item Spesifikasi Mesin 3.0L V6 Twin-Turbo VR30DDTT Kapasitas 2.997 cc Tenaga 400 hp Torsi 475 Nm Varian NISMO 420 hp / 520 Nm Transmisi Manual 6-percepatan / Otomatis 9-percepatan Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Suspensi Depan Double Wishbone Suspensi Belakang Multi-Link Rem Ventilated Disc Wheelbase 2.550 mm Panjang 4.379 mm Lebar 1.845 mm Tinggi 1.315 mm Simbol Mobil Sport Murni Ketika banyak mobil sport mulai mengandalkan sistem hybrid bahkan listrik murni, Nissan memilih mempertahankan karakter Fairlady Z sebagai coupe bermesin V6 twin-turbo dengan penggerak roda belakang. Penyempurnaan yang dilakukan memang tidak revolusioner, namun justru memperlihatkan komitmen Nissan untuk menjaga DNA mobil sport yang telah dibangun sejak era Datsun 240Z. Bagi penggemar yang mengutamakan sensasi berkendara, suara mesin yang khas, serta pengalaman mengemudi yang lebih mekanis, Nissan Fairlady Z 2027 masih menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen sport coupe global. Oh ya menariknya, saat ini kehadiran rumor hadirnya Nissan Fairlady Z terbaru di Indonesia sedang kencang-kencangnya. Hal ini lantaran Nissan Indonesia atau PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) juga terpantau memposting di sosial media mereka silute dari sports car legendaris yang diduga Nissan Fairlady Z. Bocoran videonya pun sudah beredar banyak. Lalu apakah model unit Nissan Fairlady Z terbaru ini akan hadir di GIIAS 2026 dan akan dipasarkan secara resmi, hanya dipajang sebagai display, atau diperkenalkan dalam jumlah terbatas untuk mengukur respons pasar. Kita tunggu saja. Lihat Selengkapnya
Sejarah Nissan X-Trail : Evolusi 4 Generasi SUV yang Sudah Terjual 8,1 Juta Unit di Dunia
07 Jul 2026
Sejarah Nissan X-Trail : Evolusi 4 Generasi SUV yang Sudah Terjual 8,1 Juta Unit di Dunia 07 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id - Sejarah Nissan X-Trail berawal pada 2025. SUV yang pertama kali diperkenalkan Nissan pada November 2000 itu kini genap berusia 25 tahun dengan pencapaian penjualan global yang telah melampaui 8,1 juta unit. Selama seperempat abad, Nissan X-Trail mengalami banyak perubahan. Awalnya dikenal sebagai SUV untuk penggemar aktivitas luar ruang, model ini kemudian berkembang menjadi kendaraan keluarga yang dibekali teknologi elektrifikasi seperti e-POWER, mesin Variable Compression Turbo (VC-Turbo), hingga sistem penggerak empat roda e-4ORCE. Saat ini, X-Trail generasi terbaru telah dipasarkan di sekitar 95 negara. Nama X-Trail sendiri memiliki filosofi yang erat dengan karakter mobil tersebut. Huruf "X" diambil dari kata extreme yang menggambarkan semangat petualangan, sedangkan "Trail" berarti jalur atau lintasan yang identik dengan medan off-road. Kombinasi keduanya menjadi identitas SUV yang dirancang untuk menjelajah berbagai kondisi jalan tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Sejarah Nissan X-Trail Dimulai dari Generasi T30 Dalam sejarah Nissan X-Trail, generasi pertama berkode T30 menjadi fondasi yang membentuk identitas model ini. Dipasarkan pada 2000 hingga 2007, T30 hadir ketika SUV masih identik dengan kendaraan berukuran besar, konsumsi bahan bakar tinggi, dan kurang praktis digunakan setiap hari. Melalui X-Trail T30, Nissan mencoba menawarkan pendekatan berbeda. SUV ini dirancang untuk konsumen muda yang aktif berolahraga maupun beraktivitas di alam terbuka dengan menghadirkan kabin luas, ruang bagasi yang lapang, lantai bagasi yang dapat dicuci, serta jok berbahan tahan air sehingga lebih mudah dibersihkan setelah digunakan di berbagai kondisi. Pada penyegaran tahun 2003, Nissan menambahkan roda kemudi yang dapat diatur hingga sudut kemiringan 45 derajat. Fitur tersebut memberikan ruang lebih lega bagi pengemudi, termasuk ketika ingin berganti sepatu sebelum melakukan aktivitas seperti bermain snowboard atau olahraga luar ruang lainnya. Salah satu ciri khas T30 adalah kehadiran Hyper Roof Rail, rel atap yang sekaligus berfungsi sebagai lampu tambahan untuk meningkatkan visibilitas ketika berkendara malam hari. Di sektor teknis, generasi pertama memperkenalkan sistem ALL MODE 4x4, teknologi penggerak empat roda elektronik yang mampu mengatur distribusi tenaga sesuai kondisi jalan. Pengemudi dapat memilih mode 2WD, AUTO, maupun LOCK dengan distribusi torsi tetap 57:43 ketika dibutuhkan. Khusus pasar Jepang, Nissan juga menghadirkan X-Trail GT yang menggunakan mesin SR20VET, mesin produksi massal pertama di dunia yang mengombinasikan teknologi Variable Valve Lift and Timing (VVL) dengan turbocharger dan menghasilkan tenaga hingga 280 PS. Generasi T31 Tingkatkan Kemampuan Berkendara Perjalanan sejarah Nissan X-Trail berlanjut melalui generasi kedua atau T31 yang diperkenalkan pada 2007. Nissan tetap mempertahankan karakter SUV tangguh, namun memberikan peningkatan pada aspek kenyamanan dan teknologi pengendalian. Model ini dibekali sistem ALL MODE 4x4-i yang dipadukan dengan Yaw Moment Control. Teknologi tersebut memanfaatkan sensor sudut kemudi, sensor yaw, serta sensor gaya gravitasi untuk mengatur distribusi torsi sehingga kendaraan tetap stabil ketika melewati tikungan maupun jalan dengan permukaan licin. Selain itu tersedia pula Hill Start Assist dan Hill Descent Control yang membantu pengemudi saat melintasi tanjakan maupun turunan. Karakter praktis khas X-Trail juga dipertahankan melalui bagasi dua tingkat yang mudah dibersihkan serta penggunaan material interior tahan air. Generasi T32 Mulai Memasuki Era Teknologi Pintar Jika melihat sejarah Nissan X-Trail, salah satu perubahan besar terjadi pada generasi T32 yang meluncur pada 2013. Nissan mulai mengubah desain menjadi lebih modern dengan tampilan yang lebih premium, sekaligus memperluas pilihan mesin melalui varian bensin dan hybrid. Di Amerika Utara, model ini dipasarkan menggunakan nama Rogue. Generasi T32 menjadi yang pertama menghadirkan teknologi Active Ride Control, Active Engine Brake, dan Cornering Stability Assist untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus stabilitas kendaraan. Setelah mendapat pembaruan, Nissan melengkapi T32 dengan Intelligent Around View Monitor untuk membantu proses parkir, serta ProPILOT, sistem bantuan berkendara yang dapat membantu akselerasi, pengereman, dan kemudi saat melaju di jalan raya satu jalur. Meski semakin modern, Nissan tetap mempertahankan identitas X-Trail melalui lantai bagasi tahan air, ruang kargo yang luas, serta penambahan hands-free power tailgate untuk memudahkan akses ke bagasi. T33 Membawa Nissan X-Trail ke Era Elektrifikasi Babak terbaru dalam sejarah Nissan X-Trail dimulai lewat generasi keempat berkode T33 yang pertama kali diperkenalkan di Amerika Utara pada 2020 dan menyusul di Jepang pada 2022. Generasi ini mengusung teknologi e-POWER, di mana roda kendaraan digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, sementara mesin bensin VC-Turbo berfungsi sebagai generator penghasil listrik. Pendekatan tersebut menghasilkan karakter berkendara yang menyerupai mobil listrik dengan respons akselerasi yang halus tanpa memerlukan pengisian daya eksternal. Untuk mendukung kemampuan di berbagai kondisi jalan, Nissan juga menyematkan teknologi e-4ORCE. Sistem penggerak empat roda elektrik ini mengombinasikan kontrol motor listrik dan pengereman sehingga distribusi tenaga ke setiap roda dapat diatur secara presisi, termasuk saat melintasi jalan pegunungan maupun permukaan bersalju. Selain peningkatan teknologi, T33 juga menawarkan bukaan bagasi yang lebih lebar, sumber listrik AC 100 volt untuk pasar domestik Jepang, serta sistem audio premium BOSE dengan sembilan speaker. Sejarah Nissan X-Trail Terus Berkembang Mengikuti Perubahan Zaman Selama 25 tahun, sejarah Nissan X-Trail menunjukkan bagaimana sebuah SUV terus berevolusi mengikuti kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi otomotif. Mulai dari T30 yang menonjolkan kepraktisan untuk aktivitas luar ruang, T31 dengan peningkatan sistem pengendalian, T32 yang membawa teknologi bantuan berkendara, hingga T33 yang memasuki era elektrifikasi melalui e-POWER dan e-4ORCE. Di momen peringatan 25 tahun ini, Nissan juga menghadirkan tambahan varian NISMO dan ROCK CREEK di sejumlah pasar. Kehadiran model tersebut menjadi bagian dari pengembangan lini X-Trail yang selama dua setengah dekade telah mencatat penjualan lebih dari 8,1 juta unit di berbagai negara. Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa sejarah Nissan X-Trail bukan hanya tentang pergantian generasi, tetapi juga bagaimana sebuah SUV beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan konsumen, mulai dari kendaraan untuk bertualang hingga menjadi SUV modern dengan teknologi elektrifikasi. Lihat Selengkapnya
GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Mobil, Termasuk ICE, Hybrid hingga Mobil Listrik
29 Jun 2026
GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Mobil, Termasuk ICE, Hybrid hingga Mobil Listrik 29 Jun 2026 GAIKINDO Minta Stimulus untuk Semua Jenis Kendaraan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mendorong pemerintah agar kebijakan stimulus di sektor otomotif tidak hanya menyasar kendaraan elektrifikasi, tetapi juga mencakup seluruh jenis kendaraan, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Usulan tersebut disampaikan setelah GAIKINDO menilai pemerintah selama ini telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam menjaga iklim investasi sekaligus mempertahankan daya saing industri otomotif nasional melalui berbagai kebijakan dan insentif. Menurut GAIKINDO, dukungan pemerintah menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri otomotif yang beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar, mulai dari pandemi Covid-19 hingga perubahan teknologi menuju kendaraan ramah lingkungan. Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan hubungan antara pemerintah dengan pelaku industri selama ini berjalan melalui komunikasi yang terbuka. "GAIKINDO melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional. Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," ujar Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO. Berbagai Insentif Dinilai Menjaga Industri Otomotif GAIKINDO mencatat salah satu dukungan pemerintah yang cukup signifikan adalah pemberian fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS). Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui skema tersebut mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar. Dari total 74 perusahaan yang memanfaatkan fasilitas tersebut, sebanyak 57 perusahaan berasal dari industri otomotif. Melalui fasilitas ini, perusahaan memperoleh pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku maupun komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri sehingga biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Selain itu, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai berperan besar dalam menjaga permintaan pasar domestik. Program tersebut dimanfaatkan hampir seluruh produsen kendaraan yang memproduksi mobil di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi Motors, Suzuki, Nissan dan Isuzu, selama memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Menurut GAIKINDO, insentif tersebut mampu membantu menjaga utilisasi pabrik, mempertahankan lapangan kerja, sekaligus menjaga roda industri otomotif nasional tetap bergerak. Program LCEV Dinilai Mendorong Investasi Baru Dukungan pemerintah juga diwujudkan melalui implementasi Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021. Program tersebut melibatkan berbagai produsen otomotif yang memasarkan kendaraan Low Cost Green Car (LCGC), hybrid maupun kendaraan listrik berbasis baterai. Implementasi program itu dinilai telah mendorong investasi baru, mempercepat pengembangan kendaraan elektrifikasi, sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal. Selain insentif, pemerintah juga rutin menggelar forum komunikasi bersama pelaku industri otomotif. Anton mengatakan salah satu forum strategis yang terus berjalan adalah Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting. "Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri. Salah satu bentuk forum komunikasi yang secara rutin diselenggarakan adalah dialog bersama antara Indonesia dan Jepang yakni Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting," ungkap Anton. Ia menambahkan, forum terakhir yang berlangsung pada 2025 menghasilkan pembentukan Working Group on Biofuel Co-Creation Task Force sebagai langkah mempercepat pengembangan dan implementasi biofuel di Indonesia. Investor Jepang dan China Sama-sama Ingin Kepastian GAIKINDO juga menilai dukungan pemerintah terhadap investor Jepang menjadi salah satu faktor yang menjaga kepercayaan pelaku industri. Dalam lima tahun terakhir, investasi Jepang tidak hanya masuk ke sektor produksi kendaraan dan komponen, tetapi juga mendukung pembangunan ekosistem otomotif nasional, termasuk Pelabuhan Patimban di Subang dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau proving ground di Bekasi. Di sisi lain, sejumlah perusahaan otomotif asal Tiongkok juga disebut berharap memperoleh dukungan serupa agar dapat menjalankan investasi jangka panjang di Indonesia. Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengatakan kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional. "Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia," tutur Jongkie Sugiarto, Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO. Menurut Jongkie, hal tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki daya tarik bagi produsen otomotif global untuk menanamkan investasi. GAIKINDO Dorong Insentif Berlaku untuk Semua Kendaraan Melihat besarnya kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional, GAIKINDO berharap pemerintah dapat mempertimbangkan stimulus yang lebih merata. Asosiasi tersebut telah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar kebijakan insentif tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga mencakup kendaraan bermesin pembakaran internal, hybrid hingga plug-in hybrid. Langkah itu dinilai dapat memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelaku industri untuk menjaga pertumbuhan pasar otomotif Indonesia di tengah tantangan ekonomi dan perubahan teknologi global. Menutup pernyataannya, Anton menegaskan GAIKINDO akan terus berperan dalam menjaga ekosistem industri otomotif nasional melalui kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. "Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," tutup Anton Kumonty. Lihat Selengkapnya
Mobil Listrik vs Hybrid 2026: Mana yang Lebih Cocok untuk Konsumen Indonesia?
19 Jun 2026
Mobil Listrik vs Hybrid 2026: Mana yang Lebih Cocok untuk Konsumen Indonesia? 19 Jun 2026 Jakarta, Goodcar.id – Jika beberapa tahun lalu mobil listrik masih dianggap sebagai produk niche, kini kondisinya sudah berubah drastis. Masuknya berbagai merek baru, terutama dari China, membuat pilihan kendaraan listrik semakin beragam dengan rentang harga yang makin kompetitif. Dampaknya, adopsi mobil listrik pun melonjak signifikan. Namun menariknya, di tengah tren tersebut, mobil hybrid justru belum tergeser. Model hybrid masih menjadi kontributor utama penjualan bagi sejumlah pabrikan Jepang di Indonesia. Lalu di 2026 ini, mana yang sebenarnya lebih worth it: mobil listrik atau hybrid? Data Penjualan Elektrifikasi Tumbuh Berdasarkan data industri otomotif nasional, total penjualan kendaraan di Indonesia masih didominasi oleh mobil bermesin konvensional. Namun, tren elektrifikasi terus menunjukkan peningkatan signifikan. Berikut rincian penjualan dan pangsa pasar terbaru: Mobil listrik murni (BEV): 103.931 unit (12,9%) Mobil hybrid (HEV): 65.943 unit (8,2%) Plug-in Hybrid (PHEV): 5.270 unit (0,7%) Total kendaraan elektrifikasi: 175.144 unit (21,8%) Mobil bensin & diesel (ICE): 628.543 unit (78,2%) Dari data ini terlihat jelas bahwa kendaraan elektrifikasi sudah menyumbang lebih dari 20 persen pasar nasional. mobil listrik murni sendiri menyumbang angka 12,9% di 2025, sedangkan hybrid termasuk PHEV menyumbang 8,9%. Mobil Listrik Unggul dari Sisi Biaya Operasional Jika bicara efisiensi, mobil listrik masih jadi pemenang yang cukup telak. Pengguna tidak perlu membeli bahan bakar minyak, dan biaya perawatan juga lebih sederhana karena tidak ada komponen seperti oli mesin, filter, atau sistem pembakaran internal. Dalam praktiknya, biaya energi mobil listrik bisa berada di kisaran ratusan rupiah per kilometer. Angka ini jauh lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar bensin, bahkan jika dibandingkan dengan hybrid sekalipun. Sementara itu, mobil hybrid memang lebih hemat dibanding mobil konvensional, tetapi tetap bergantung pada BBM. Artinya, biaya operasionalnya masih belum bisa menyaingi efisiensi mobil listrik murni. Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi harian, selisih ini akan terasa signifikan dalam jangka panjang. Hybrid tidak membutuhkan charging station. Di titik ini, mobil hybrid masih punya keunggulan yang sulit disaingi. Hybrid tidak membutuhkan charging station. Pengguna cukup mengisi BBM seperti biasa, sementara sistem akan mengatur kerja motor listrik dan baterai secara otomatis. Sebaliknya, mobil listrik masih bergantung pada ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Meskipun jumlah SPKLU terus bertambah dan teknologi fast charging mulai berkembang, distribusinya belum merata. Untuk penggunaan dalam kota, mobil listrik sudah cukup nyaman. Namun untuk perjalanan jarak jauh atau lintas daerah, keterbatasan infrastruktur masih menjadi pertimbangan utama. Karena itu, bagi pengguna dengan mobilitas tinggi antar kota, hybrid masih menawarkan fleksibilitas yang lebih aman. Pengalaman Berkendara: EV Lebih Modern Dari sisi driving experience, mobil listrik menawarkan sensasi yang berbeda. Torsi instan membuat akselerasi terasa lebih responsif, sementara kabin yang senyap meningkatkan kenyamanan berkendara, terutama di area perkotaan. Sebaliknya, mobil hybrid memberikan pengalaman yang lebih familiar. Transisi antara mesin dan motor listrik berlangsung halus tanpa mengubah kebiasaan berkendara. Namun, pada teknologi hybrid modern, pendekatannya sudah semakin berbeda. Beberapa pabrikan seperti Nissan melalui teknologi e-Power dan Wuling dengan sistem “Ling Power” (yang berfokus pada konsep electric drive), menghadirkan pengalaman berkendara yang kini makin mendekati mobil listrik murni. Pada sistem ini, motor listrik menjadi penggerak utama roda, sementara mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Hasilnya, sensasi berkendara yang dirasakan pengemudi menjadi lebih halus, responsif, dan menyerupai EV, tanpa sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran internal. Harga dan Value: Semakin Tipis Beda di Pasar Elektrifikasi Dulu, mobil listrik (EV) selalu diposisikan sebagai produk paling mahal di lini elektrifikasi. Namun situasi itu mulai bergeser. Saat ini, gap harga antara EV dan hybrid semakin mengecil. Bahkan di beberapa segmen, hybrid justru mulai masuk ke rentang harga yang berdekatan dengan EV entry-level. Misal di segmen MPV 300–400 jutaan, batas harga antara hybrid dan EV kini semakin kabur. Terlihat dari perbandingan Toyota Veloz Hybrid yang berada di kisaran sekitar Rp303–389 juta dengan BYD M6 DM yang juga dipasarkan di rentang kurang lebih Rp298–390 juta. Artinya, kedua model ini sudah berada dalam satu “zona harga” yang saling beririsan, di mana varian terendah BYD M6 DM bahkan bisa lebih murah dibanding Veloz Hybrid, sementara varian tertingginya bertemu di kisaran yang sama. Meski demikian, hybrid masih memiliki keunggulan tersendiri, terutama pada nilai jual kembali. Teknologi yang lebih lama dikenal membuatnya dianggap lebih stabil dan “aman” di pasar mobil bekas, khususnya bagi konsumen yang masih mempertimbangkan risiko adopsi teknologi baru. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.