Dealer JAECOO Kalsel Terbaru Hadir di Banjarbaru, Cek Lokasi dan Fasilitasnya24 Apr 2026
Dealer JAECOO Kalsel Terbaru Hadir di Banjarbaru, Cek Lokasi dan Fasilitasnya24 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - JAECOO Indonesia terus memperluas jaringan dengan meresmikan alamat dealer JAECOO Kalsel terbaru yang berlokasi di Banjarbaru. Dealer ini hadir melalui jaringan JAECOO BOSS Banjarbaru yang berdiri di kawasan strategis Jalan A Yani Km 33, Loktabat Utara, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Peresmian dealer ini turut dihadiri oleh Walikota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, yang menilai kehadiran jaringan baru ini dapat memberikan dampak positif bagi daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang kerja.
“Diler ini bukan hanya membuka lapangan kerja baru dan memutar roda perekonomian, namun juga memberikan pilihan baru kendaraan modern di Banjarbaru,” ujarnya dalam sambutan.
Dealer JAECOO Kalsel Usung Konsep 3S dan Fasilitas Modern
Hadirnya dealer JAECOO Kalsel terbaru ini tidak sekadar menambah jaringan, tetapi juga membawa konsep layanan 3S (Sales, Service, Spare Parts) yang terintegrasi dalam satu lokasi.
Dealer ini berdiri di atas lahan seluas 1.260 meter persegi dengan bangunan mencapai 1.280 meter persegi. Seluruh fasilitas dirancang untuk mendukung kebutuhan kendaraan masa depan, termasuk elektrifikasi.
Menariknya, JAECOO BOSS Banjarbaru sudah dilengkapi empat charging station yang tersebar di area showroom, halaman, dan servis. Hal ini menunjukkan kesiapan dalam mengakomodasi kendaraan listrik yang mulai berkembang di Indonesia.
Di sisi layanan purna jual, tersedia empat service bay dengan kapasitas hingga 24 unit kendaraan per hari. Selain itu, layanan service car juga disiapkan untuk menjangkau konsumen di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru.
Tampilkan Line-up SUV Elektrifikasi JAECOO
Pada showroom dealer JAECOO Kalsel terbaru ini, pengunjung dapat melihat langsung lini kendaraan unggulan berbasis elektrifikasi.
Beberapa model yang ditampilkan antara lain JAECOO J5 EV, SUV, JAECOO J7 SHS-P, dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS.
Christopher Chiang Wijaya, Marketing Director JAECOO BOSS Banjarbaru, menyampaikan bahwa kehadiran dealer ini menjadi jawaban atas kebutuhan kendaraan modern di wilayah tersebut.
“Kami optimistis kehadiran dealer ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya akan kendaraan premium dengan teknologi terkini. Dengan fasilitas lengkap serta tim yang siap melayani, kami berkomitmen memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pelanggan JAECOO,” jelasnya.
Secara nasional, JAECOO mencatatkan performa penjualan yang positif. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total penjualan retail mencapai 7.927 unit dari lini New Energy Vehicle (NEV).
Pencapaian ini semakin kuat setelah JAECOO berhasil menjadi model kendaraan listrik terlaris di Indonesia pada Maret 2026. Hal tersebut mencerminkan meningkatnya minat konsumen terhadap teknologi elektrifikasi.
Saat ini, JAECOO telah memiliki 32 dealer aktif di Indonesia dan menargetkan ekspansi hingga 80 dealer sampai akhir tahun.
Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia, menegaskan bahwa pembukaan alamat dealer JAECOO Kalsel terbaru ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan.
“Peresmian JAECOO BOSS Banjarbaru merupakan langkah strategis kami dalam memperluas jaringan serta mendekatkan layanan JAECOO kepada pelanggan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Lihat Selengkapnya
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia14 Apr 2026
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia14 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Penjualan mobil listrik Indonesia di awal 2026 sulit ditebak. Setelah tampil dominan selama dua bulan pertama, BYD Atto 1 akhirnya harus turun tahta di Maret 2026, digeser oleh Jaecoo J5 yang tampil konsisten sejak awal tahun.
Jika dilihat dari data penjualan Januari hingga Maret 2026, terjadi pergerakan angka yang cukup ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan yang mencerminkan betapa dinamisnya pasar EV di Indonesia saat ini.
Jaecoo J5 Naik Stabil, Dari 1.942 ke 2.959 Unit
Performa Jaecoo J5 bisa dibilang paling konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Mengacu data GAIKINDO 2026, di Januari, Jaecoo J5 mencatatkan penjualan 1.942 unit. Angka ini kemudian melonjak tajam di Februari menjadi 2.926 unit, atau naik hampir 1.000 unit dalam sebulan.
Menariknya, tren positif ini tidak berhenti. Di Maret, Jaecoo J5 kembali meningkat menjadi 2.959 unit. Meski kenaikannya tidak sebesar bulan sebelumnya, stabilitas di angka hampir 3.000 unit menunjukkan bahwa permintaan terhadap model ini masih sangat kuat.
Kenaikan bertahap ini menjadi kunci utama Jaecoo J5 dalam merebut posisi puncak. Bukan sekadar “meledak” sesaat, tapi tumbuh dengan pola yang sehat.
BYD Atto 1 Dari 3.700 ke 672 Unit, Turun Drastis
Kebalikan dari Jaecoo, BYD Atto 1 justru mengalami fluktuasi tajam. Di Januari, model ini sudah kuat dengan 3.361 unit, lalu bahkan naik ke 3.700 unit di Februari.
Namun, kejutan terjadi di Maret. Penjualannya anjlok drastis menjadi hanya 672 unit. Artinya, ada penurunan lebih dari 3.000 unit dalam satu bulan—angka yang sangat signifikan di industri otomotif.
Penurunan ini menjadi titik balik dalam persaingan. Dari yang sebelumnya unggul jauh, BYD Atto 1 langsung terlempar ke posisi lima besar.
Tidak hanya dua model teratas, pergerakan menarik juga terjadi pada model lain. BYD M6 misalnya, mengalami penurunan dari 851 unit di Januari ke 523 unit di Februari, namun kembali naik ke 976 unit di Maret. Ini menunjukkan adanya pemulihan permintaan di segmen MPV listrik.
Sementara itu, Geely EX2 justru menunjukkan tren naik stabil: dari 423 unit di Januari, meningkat ke 776 unit di Februari, dan kembali naik ke 949 unit di Maret. Ini jadi salah satu model dengan pertumbuhan paling konsisten setelah Jaecoo J5.
Berbeda lagi dengan Wuling Darion EV yang sempat naik dari 790 unit di Januari ke 1.019 unit di Februari, namun turun cukup jauh ke 301 unit di Maret. Pola ini menunjukkan adanya lonjakan sesaat yang tidak berlanjut.
SUV Listrik Mulai Mendominasi
Kalau dilihat lebih dalam, tren menarik lain adalah mulai dominannya SUV listrik. Selain Jaecoo J5, model seperti BYD Sealion 07 langsung melesat ke posisi dua di Maret dengan 1.236 unit, meskipun sebelumnya tidak masuk posisi teratas di dua bulan awal.
Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai mengarah ke kendaraan listrik dengan dimensi lebih besar, ground clearance tinggi, dan tampilan yang lebih gagah.
Persaingan juga semakin menarik dengan kehadiran model seperti Denza D9 yang naik dari 392 unit di Januari menjadi 455 unit di Maret, serta VinFast VF3 yang langsung masuk 10 besar di Maret dengan 258 unit.
Di sisi lain, model seperti AION juga menunjukkan fluktuasi. AION UT naik dari 266 unit (Januari) ke 407 unit (Februari), lalu turun ke 242 unit di Maret. Sedangkan AION V relatif stabil di kisaran 200–300 unit sepanjang tiga bulan.
Artinya, tidak ada satu pun pemain yang benar-benar aman. Semua brand masih mencari momentum terbaiknya.
Perubahan angka yang sangat dinamis ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin rasional dalam memilih mobil listrik.
Mereka tidak lagi terpaku pada satu brand saja. Faktor seperti harga, fitur, desain, hingga ketersediaan unit menjadi penentu utama. Ini juga menjelaskan kenapa model baru seperti Jaecoo J5 bisa langsung melesat, sementara model yang sudah kuat seperti BYD Atto 1 bisa turun drastis.
Dari data Januari hingga Maret, terlihat jelas pola naik-turun yang tajam. Jaecoo J5 naik dari 1.942 → 2.926 → 2.959 unit, sementara BYD Atto 1 justru turun dari 3.361 → 3.700 → 672 unit.
10 Mobil Listrik Terlaris Januari - Maret 2026
Januari
BYD Atto 1: 3.361 unit
Jaecoo J5: 1.942 unit
BYD M6: 851 unit
Wuling Darion EV: 790 unit
BYD Sealion 7: 613 unit
Geely EX2: 423 unit
Denza D9: 392 unit
Aion UT: 266 unit
Chery J6: 215 unit
Aion V: 214 unit
Februari
BYD Atto 1: 3.700 unit
Jaecoo J5: 2.926 unit
Wuling Darion EV: 1.019 unit
Geely EX2: 776 unit
BYD M6: 523 unit
AION UT: 407 unit
BYD Sealion 7: 343 unit
Geely EX5: 335 unit
Aion V: 332 unit
Denza: 270 unit
Maret
Jaecoo J5: 2.959 unit
BYD Sealion 07: 1.236 unit
BYD M6: 976 unit
Geely EX2: 949 unit
BYD Atto 1: 672 unit
Denza D9: 455 unit
Wuling Darion EV: 301 unit
VinFast VF3: 258 unit
AION V: 238 unit
AION UT: 242 unit
Lihat Selengkapnya
JAECOO LAND 2026 Digelar di Jakarta, Dorong Popularitas J5 EV yang Makin Laris di Indonesia13 Apr 2026
JAECOO LAND 2026 Digelar di Jakarta, Dorong Popularitas J5 EV yang Makin Laris di Indonesia13 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - JAECOO Indonesia semakin serius menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan JAECOO LAND 2026 yang berlangsung pada 11–12 April 2026 di One Satrio. Acara ini bukan sekadar event lifestyle biasa, tapi juga menjadi momentum penting setelah model andalannya, JAECOO J5 EV, mencatatkan penjualan tertinggi di segmen kendaraan listrik pada Maret 2026.
Data yang dirilis oleh GAIKINDO menunjukkan performa penjualan JAECOO J5 EV terus meningkat dalam tiga bulan pertama tahun ini. Pada Januari 2026, angka penjualan tercatat sebanyak 1.942 unit, kemudian naik menjadi 2.926 unit di Februari, dan tetap stabil di angka 2.775 unit pada Maret. Tren ini memperlihatkan bahwa permintaan terhadap SUV listrik tersebut masih kuat di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Seiring dengan peningkatan permintaan tersebut, JAECOO Indonesia juga mempercepat distribusi unit ke konsumen. Perusahaan menargetkan total 13.000 unit JAECOO J5 EV sudah diserahkan ke pelanggan hingga akhir April 2026. Target ini menjadi salah satu indikator bahwa kapasitas distribusi dan kesiapan jaringan mulai diperkuat untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Antusiasme terhadap J5 EV terus menunjukkan tren yang sangat positif dan menjadi pendorong utama pertumbuhan kami di Indonesia. Hal ini memperkuat optimisme kami untuk mencapai target penyerahan 13.000 unit kepada pelanggan hingga akhir April, seiring dengan komitmen kami dalam memastikan proses distribusi berjalan optimal,” ujar Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia.
Pertumbuhan yang terjadi di Indonesia ternyata sejalan dengan performa global JAECOO. Hingga saat ini, brand tersebut telah menjangkau lebih dari 960.000 pelanggan di 64 negara. Angka ini mendekati tonggak penting satu juta unit secara global.
Pada Maret 2026 saja, JAECOO mencatatkan penjualan global sebesar 61.254 unit. Angka tersebut meningkat hingga 210 persen secara tahunan dan menjadi rekor penjualan bulanan tertinggi sepanjang sejarah brand ini.
Lonjakan ini juga didorong oleh kontribusi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Secara global, penjualan NEV mencapai 39.716 unit atau naik 471 persen. Ini menunjukkan bahwa arah strategi perusahaan semakin fokus pada mobilitas modern berbasis elektrifikasi.
Di pasar Inggris, performa JAECOO juga terlihat solid. Penjualan tembus lebih dari 12.000 unit pada Maret 2026 dengan pangsa pasar di atas 3 persen. Model JAECOO J7 menjadi kontributor utama dengan penjualan lebih dari 10.000 unit dalam periode tersebut.
Pasar Indonesia Jadi Fokus Pertumbuhan
Di dalam negeri, performa JAECOO Indonesia juga menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total penjualan retail dari lini kendaraan NEV mencapai 7.927 unit. Angka ini memperlihatkan bahwa pasar Indonesia mulai menerima teknologi kendaraan elektrifikasi dengan lebih luas.
Momentum ini dimanfaatkan melalui penyelenggaraan JAECOO LAND 2026, yang menjadi salah satu strategi untuk memperkuat engagement dengan konsumen. Event ini dirancang tidak hanya sebagai pameran otomotif, tetapi juga sebagai ruang interaksi antara brand dan masyarakat.
Lewat konsep L.A.N.D (Lifestyle, Adventure, Nature, Discovery), JAECOO LAND 2026 mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan gaya hidup urban. Pengunjung tidak hanya melihat mobil, tetapi juga bisa menikmati berbagai aktivitas yang relevan dengan keseharian.
Selama dua hari pelaksanaan, acara ini menghadirkan lebih dari 20 tenant bazaar kreatif, live music performance, hingga sesi wellness seperti yoga dan pilates. Ada juga sesi zumba bersama Sana Studio yang menjadi salah satu aktivitas favorit pengunjung.
Selain itu, Julian Johan atau yang dikenal dengan Jejelogy turut hadir dalam sesi talkshow inspiratif. Kehadiran figur publik ini menambah nilai experience yang berbeda dibanding event otomotif pada umumnya.
Tidak ketinggalan, tersedia juga area playground untuk anak serta fasilitas pet experience bagi pengunjung yang datang bersama hewan peliharaan. Konsep ini memperkuat positioning acara sebagai event keluarga yang inklusif.
Pengunjung Bisa Langsung Test Drive
Salah satu daya tarik utama di JAECOO LAND 2026 adalah kesempatan untuk mencoba langsung lini kendaraan terbaru. Pengunjung dapat melakukan test drive beberapa model seperti JAECOO J5 EV, JAECOO J7 SHS-P, hingga JAECOO J8 SHS-P ARDIS.
Melalui sesi ini, konsumen bisa merasakan langsung teknologi yang diusung, termasuk sistem kendaraan listrik dan teknologi Super Hybrid System (SHS). Pendekatan ini dinilai penting untuk memberikan pemahaman yang lebih nyata dibanding hanya melihat spesifikasi di atas kertas.
“Kami sangat antusias menghadirkan JAECOO LAND untuk pertama kalinya bagi warga Jakarta dan sekitarnya sebagai bagian dari upaya kami untuk semakin dekat dengan komunitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati akhir pekan dengan pengalaman yang berbeda bersama JAECOO,” tutup Jim Ma.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, JAECOO Indonesia juga memperluas jaringan dealernya. Saat ini, sudah terdapat 32 dealer yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pembukaan terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Ke depan, perusahaan berencana menambah 25 dealer baru dalam waktu dekat. Secara total, targetnya mencapai hingga 80 outlet di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2026.
Langkah ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat layanan penjualan dan purna jual, sekaligus mendukung distribusi kendaraan yang semakin meningkat.
Lihat Selengkapnya
Perbedaan HEV dan PHEV: Cara Kerja, Sistem Baterai, dan Keunggulannya10 Mar 2026
Perbedaan HEV dan PHEV: Cara Kerja, Sistem Baterai, dan Keunggulannya10 Mar 2026
JAKARTA, Goodcar.id – Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus bergerak cepat. Di tengah tren kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), masyarakat kini mulai mengenal berbagai teknologi mobil ramah lingkungan, termasuk Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Kedua teknologi tersebut sama-sama menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Namun dalam praktiknya, perbedaan HEV dan PHEV terletak pada sistem pengisian baterai, cara kerja tenaga listrik, hingga pola penggunaan kendaraan sehari-hari.
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma menjelaskan bahwa meski berada dalam kategori kendaraan hybrid, kedua teknologi tersebut memiliki karakter yang berbeda.
“Karakter penggunaan, sistem kerja, serta keunggulannya pun berbeda. HEV merupakan kendaraan yang memiliki dua sumber tenaga, yaitu mesin bensin dan daya listrik, tetapi baterainya tidak dapat diisi melalui colokan eksternal,” ujar Jim Ma.
Ia menambahkan, PHEV juga menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik, tetapi baterainya dapat diisi melalui sumber listrik eksternal sehingga kendaraan dapat beroperasi dalam mode listrik maupun mode mesin bensin.
Perbedaan tersebut menjadi penting dipahami, terutama bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan kendaraan hybrid sebagai alternatif mobilitas harian.
Cara Kerja HEV: Baterai Terisi Otomatis Tanpa Colokan
Pada kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), sistem hybrid dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan.
Ada beberapa karakter utama dari teknologi ini.
1. Baterai Terisi Otomatis
Salah satu ciri utama HEV adalah baterai yang tidak memerlukan pengisian dari sumber listrik eksternal. Energi listrik pada baterai akan terisi secara otomatis melalui dua mekanisme utama, yaitu kerja mesin bensin dan sistem regenerative braking.
Regenerative braking merupakan proses pengisian ulang energi saat kendaraan melakukan pengereman. Energi yang biasanya terbuang akan diubah menjadi listrik dan disimpan kembali ke dalam baterai.
Kapasitas baterai pada kendaraan HEV juga relatif kecil, umumnya berada di kisaran 1–2 kWh.
2. Mesin dan Motor Listrik Bekerja Bergantian
Pada kondisi tertentu, motor listrik akan bekerja secara mandiri, terutama saat kendaraan berjalan pada kecepatan rendah atau di lalu lintas padat.
Namun ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar—misalnya saat akselerasi, menanjak, atau melaju di jalan tol—mesin bensin akan mengambil alih peran utama.
3. Fokus pada Efisiensi Bahan Bakar
Karena sistemnya dirancang untuk mendukung mesin bensin, HEV dikenal mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dibandingkan mobil konvensional.
Selain itu, pengguna tidak perlu mencari fasilitas pengisian listrik. Hal ini membuat HEV tetap praktis digunakan di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang luas.
Cara Kerja PHEV: Baterai Bisa Diisi dari Listrik
Berbeda dengan HEV, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menawarkan pendekatan yang lebih dekat dengan mobil listrik murni.
Perbedaan HEV dan PHEV paling terlihat pada sistem baterai yang lebih besar serta kemampuan pengisian dari sumber listrik eksternal.
1. Baterai Bisa Diisi Melalui Charger
Pada kendaraan PHEV, baterai dapat diisi melalui home charging maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Karena dirancang untuk menerima pengisian listrik eksternal, kapasitas baterai pada PHEV umumnya jauh lebih besar dibandingkan HEV.
Hal ini memungkinkan kendaraan menyimpan energi listrik dalam jumlah lebih banyak.
2. Dapat Berjalan dalam Mode Listrik Murni
Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, PHEV memungkinkan kendaraan melaju dalam mode listrik sepenuhnya untuk jarak tertentu tanpa bantuan mesin bensin.
Mode ini biasanya dimanfaatkan untuk perjalanan harian seperti aktivitas dalam kota atau perjalanan jarak pendek.
3. Tetap Fleksibel untuk Perjalanan Jauh
Jika daya baterai habis, kendaraan PHEV tetap dapat digunakan seperti mobil hybrid biasa karena mesin bensin akan kembali bekerja sebagai sumber tenaga utama.
Dengan demikian, kendaraan tetap dapat digunakan untuk perjalanan jarak jauh tanpa kekhawatiran kehabisan daya listrik.
Memahami Perbedaan HEV dan PHEV
Secara garis besar, perbedaan HEV dan PHEV dapat dilihat dari tiga aspek utama: cara pengisian baterai, kapasitas baterai, dan pola penggunaan kendaraan.
HEV mengandalkan pengisian otomatis dari mesin dan pengereman, sementara PHEV dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.
Selain itu, PHEV memiliki baterai lebih besar sehingga memungkinkan kendaraan berjalan dalam mode listrik murni.
Menurut Jim Ma, pemahaman terhadap teknologi tersebut menjadi langkah awal bagi konsumen sebelum menentukan pilihan kendaraan elektrifikasi.
“Ketika konsumen sudah mengetahui perbedaan mendasar dari cara kerja dan keunggulan masing-masing sistem, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan pilihan tersebut dengan kebutuhan mobilitas harian mereka,” kata Jim Ma.
Seiring meningkatnya pilihan kendaraan elektrifikasi di pasar otomotif Indonesia, pemahaman mengenai perbedaan HEV dan PHEV menjadi semakin penting agar konsumen dapat memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan kendaraan sehari-hari.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.