Wuling Serahkan Darion ke Konsumen Surabaya, Penjualan Oknum Sales Diaudit09 Sep 2026
JAKARTA, Goodcar.id – Wuling Motors mengambil langkah penyelesaian atas permasalahan yang melibatkan salah satu oknum wiraniaga di jaringan dealer resminya di Surabaya.
Selain bertemu langsung dengan konsumen, Wuling menyerahkan satu unit Wuling Darion sebagai bentuk penyelesaian yang telah disepakati bersama.
Pertemuan antara Wuling Motors dan konsumen berlangsung pada 5 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, Wuling menawarkan sejumlah opsi penanganan dengan mengedepankan pemulihan hak dan kepentingan konsumen.
Setelah mempertimbangkan opsi yang tersedia, konsumen memilih penyelesaian berupa penyerahan unit kendaraan Wuling Darion. Proses serah terima kendaraan tersebut kemudian dilakukan pada hari yang sama.
Dalam keterangan resminya, Wuling Motors kembali menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen akibat permasalahan tersebut.
“Wuling Motors kembali menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami konsumen serta menghargai kepercayaan yang telah diberikan kepada Wuling Motors,” tulis Wuling Motors dalam keterangan resminya, 9 September 2026.
Wuling Audit Transaksi Oknum Wiraniaga
Penyelesaian terhadap konsumen ternyata tidak berhenti pada penyerahan kendaraan. Wuling Motors juga meminta dealer terkait melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh transaksi penjualan yang sebelumnya ditangani oleh oknum wiraniaga tersebut.
Langkah ini menjadi bagian penting dari penanganan kasus karena Wuling ingin memastikan tidak terdapat persoalan lain yang belum terungkap dari aktivitas penjualan tenaga wiraniaga bersangkutan.
“Tidak terbatas hanya penanganan permasalahan tersebut, Wuling Motors juga telah memberikan instruksi kepada dealer terkait untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap seluruh penjualan yang ditangani oleh oknum wiraniaga tersebut,” ujar Wuling Motors.
Wuling menyatakan apabila dalam proses pengecekan ditemukan pelanggaran lainnya, dealer diwajibkan segera mengambil tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyelesaian kasus tidak hanya diarahkan pada konsumen yang mengalami masalah, tetapi juga menyasar proses internal di jaringan dealer.
Wuling Motors juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk memperkuat pengawasan terhadap jaringan dealernya. Salah satunya dengan meninjau kembali proses seleksi dan pembinaan tenaga wiraniaga.
Evaluasi tersebut mencakup standar kompetensi, integritas, serta kualitas tenaga penjual yang berhubungan langsung dengan konsumen.
Selain itu, Wuling akan memperketat evaluasi dan monitoring penerapan standar serta prosedur di jaringan dealer. Pengawasan ini mencakup seluruh tahapan proses pembelian kendaraan, mulai dari proses awal hingga transaksi selesai.
Wuling juga akan memperkuat mekanisme komunikasi dan eskalasi di seluruh jaringan apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelayanan kepada konsumen.
Langkah keempat berkaitan dengan layanan pelanggan. Wuling menyatakan akan mengoptimalkan Customer Care sebagai kanal informasi, dukungan, sekaligus pengaduan bagi konsumen.
Mekanisme pemantauan juga akan diperkuat agar setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara tepat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Wuling Motors berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta terus menjaga kepercayaan konsumen terhadap brand dan produk Wuling,” tulis Wuling.
Untuk informasi maupun bantuan lebih lanjut, konsumen dapat menghubungi Customer Care Wuling Motors di nomor 0800-100-5050 yang tersedia selama 24 jam.
Kasus di Surabaya ini pada akhirnya tidak hanya berujung pada penyelesaian terhadap konsumen melalui penyerahan unit Wuling Darion. Wuling juga menjadikan persoalan tersebut sebagai momentum untuk mengevaluasi kembali proses penjualan, pengawasan dealer, hingga mekanisme pengaduan konsumen di jaringan resminya.
Lihat Selengkapnya
Cuma 405 Hari, Audi Sulap Sketsa Jadi Supercar 1.001 PS09 Sep 2026
Cuma 405 Hari, Audi Sulap Sketsa Jadi Supercar 1.001 PS09 Sep 2026
Jakarta, Goodcar.id - Audi cuma butuh 405 hari untuk mengubah sebuah sketsa menjadi mobil yang bisa melaju di jalan raya.
Nama mobil itu Nuvolari. Dan ketika akhirnya jadi, Audi membekalinya dengan tenaga sistem 1.001 PS serta kemampuan melaju lebih dari 350 km/jam.
Waktu pengembangan itu menjadi salah satu bagian paling menarik dari kelahiran Audi Nuvolari. Sebab proyek ini tidak dibuat sekadar untuk melahirkan supercar baru.
Audi memakai Nuvolari untuk menguji seberapa cepat mereka bisa membawa sebuah ide dari meja desain menuju mobil yang benar-benar bisa dikendarai.
Gernot Döllner, CEO Audi AG, menyebut proyek ini sebagai contoh bagaimana Audi ingin bergerak lebih cepat dalam mengembangkan kendaraan.
“Proyek Nuvolari menunjukkan seberapa cepat kami di Audi dapat mewujudkan sebuah ide. Inilah ‘Vorsprung durch Technik’. Nuvolari lebih dari sebuah supercar. Sebagai technological North Star, model ini memberikan arah bagi pengembangan Audi di masa depan sekaligus membawa dorongan penting bagi portofolio teknologi Audi,” ujar Gernot Döllner, CEO Audi AG.
Libatkan Pebalap Formula 1
Cerita 405 hari itu dimulai di Ingolstadt. Dari sana, proyek Nuvolari berpindah-pindah mengikuti kebutuhan pengembangannya. Ada pengujian cuaca dingin di Lapland, pengembangan konstruksi ringan di Neckarsulm, sampai pengujian aerodinamika di wind tunnel Audi.
Setelah itu, mobil dibawa ke selatan Spanyol untuk penyetelan suspensi. Tahap berikutnya berlangsung di Nardò Technical Center, Italia, tempat Nuvolari diuji pada kecepatan tinggi.
Audi sengaja membuat tim pengembangannya bekerja lintas disiplin sejak awal. Desainer, engineer kendaraan, spesialis aerodinamika, dan pengembang powertrain tidak bekerja dalam jalur masing-masing seperti proyek konvensional. Mereka dibuat bekerja lebih dekat agar keputusan bisa diambil lebih cepat.
Dari sinilah angka 405 hari tadi menjadi masuk akal. Waktunya memang singkat, tetapi proses pengembangannya tetap harus melewati berbagai tahap pengujian sebelum mobil bisa benar-benar dibawa keluar.
Dan ketika Nuvolari mulai masuk tahap pengujian performa, Audi melibatkan dua nama dari Formula 1.
Gabriel Bortoleto dan Nico Hülkenberg, pembalap Audi Revolut F1 Team, ikut menguji mobil tersebut. Bortoleto mendapat giliran di Nardò, sementara Hülkenberg mengujinya di test track Neustadt an der Donau.
0-100 km/jam diklaim hanya 2,6 detik
Buat Hülkenberg, tenaga lebih dari 1.000 PS yang dihasilkan Nuvolari sudah cukup untuk meninggalkan kesan. Ia menyebutnya sebagai “a real statement.”
Angka performanya memang sulit diabaikan. Nuvolari menggunakan high-performance hybrid powertrain yang menghasilkan tenaga sistem 1.001 PS. Kecepatan maksimumnya lebih dari 350 km/jam, sementara akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya 2,6 detik.
Tenaga sebesar itu kemudian dipadukan dengan Audi Space Frame generasi baru dan penggunaan material karbon pada eksterior. Audi juga membekali Nuvolari dengan sistem aerodinamika aktif untuk mengatur aliran udara ketika mobil melaju.
Salah satu bagian yang cukup unik adalah Vertical Frame. Komponen ini memiliki 64 elemen dengan sudut presisi dan bekerja bersama saluran S-duct yang tersembunyi di balik bodi.
Jadi, bentuk Nuvolari yang terlihat bersih dan agresif bukan cuma urusan desain. Beberapa bagian bodinya memang dibuat untuk mengelola udara dan membantu mobil ketika dipaksa bekerja pada kecepatan tinggi.
Desainnya sendiri menjadi babak baru buat Audi. Nuvolari merupakan model produksi pertama yang menggunakan bahasa desain baru Audi. Bentuknya lebih bersih dengan permukaan yang tegas, sementara proporsinya dibuat mengikuti konfigurasi mesin tengah.
Pendekatan tersebut kemudian mendapat penghargaan Design of the Year dari CAR Genius Awards di Inggris. Juri menilai desain Nuvolari membawa pendekatan restraint dan clarity ke kelas supercar.
Audi pertama kali memperlihatkan Nuvolari kepada publik di Antibes, Prancis, pada 4 Juni 2026. Setelah itu mobil ini muncul dalam rangkaian Formula 1 Grand Prix Monaco dan untuk pertama kalinya melaju di jalan raya.
Perjalanannya kemudian berlanjut ke Amerika Serikat. Pada Monterey Car Week 2026, Nuvolari tampil di The Quail dan Concept Lawn di Pebble Beach Concours d’Elegance. Audi juga membawa mobil ini melaju di sekitar Carmel-by-the-Sea, kawasan di Monterey Peninsula.
Vito Paladino, President of Audi of America, mengatakan Monterey menjadi salah satu tempat penting untuk memperkenalkan Nuvolari kepada publik Amerika.
“Monterey Car Week merupakan salah satu panggung otomotif premium paling prestisius bagi Audi untuk memperkenalkan halo supercar pertama kami. Melalui Audi Nuvolari, kami ingin menunjukkan apa yang menjadi esensi Audi, yaitu kemajuan yang dibangun di atas fondasi yang kuat,” ujar Vito Paladino, President of Audi of America.
Hanya Dibuat 499 unit
Tetapi jangan berharap sering melihat Nuvolari di jalan. Audi hanya akan membuat 499 unit untuk pasar global.
Presales di Eropa direncanakan dibuka pada kuartal keempat 2026, sedangkan pengiriman unit pertama dijadwalkan mulai kuartal pertama 2027.
Nama Nuvolari sendiri diambil dari Tazio Nuvolari, pembalap legendaris Italia yang punya hubungan panjang dengan sejarah motorsport.
Di Indonesia, Edo Januarko Chandra, COO Audi Indonesia, melihat Nuvolari sebagai gambaran mengenai arah pengembangan Audi ke depan.
“Nuvolari memberikan gambaran yang jelas mengenai arah Audi ke depan, di mana desain, teknologi, performa, dan engineering terus berkembang dalam satu kesatuan. Semangat inilah yang juga kami bawa ke Indonesia melalui model-model terbaru seperti The New Audi Q5 SUV dan The New Audi Q5 Sportback. Bagi kami, ‘Vorsprung durch Technik’ bukan hanya tentang inovasi di level tertinggi, tetapi bagaimana kemajuan tersebut dapat terus kami hadirkan secara relevan bagi konsumen Audi di Indonesia,” ujar Edo Januarko Chandra, COO Audi Indonesia.
Jadi, kalau cuma melihat angka, Nuvolari memang punya paket yang lengkap: 1.001 PS, lebih dari 350 km/jam, hybrid, dan cuma 499 unit.
Tapi Audi sebenarnya sedang menjual cerita yang berbeda. Mereka ingin menunjukkan bahwa sebuah mobil bisa dikembangkan dengan ritme yang jauh lebih cepat. 405 hari dari sketsa sampai bisa dikendarai adalah angka yang justru membuat Nuvolari menarik.
Sebab setelah mobil ini selesai, tugasnya bukan cuma melaju cepat. Nuvolari diposisikan Audi sebagai technological North Star—mobil yang dipakai untuk menunjukkan teknologi dan bahasa desain yang mungkin akan kita lihat pada Audi berikutnya.
Lihat Selengkapnya
Kenapa Pintu Mobil Baru Bisa Terasa ‘Pas’? Kia Ternyata Mengukurnya Sampai 1.000 Titik08 Sep 2026
Kenapa Pintu Mobil Baru Bisa Terasa ‘Pas’? Kia Ternyata Mengukurnya Sampai 1.000 Titik08 Sep 2026
Jakarta, Goodcar.id – Pernah memperhatikan bagaimana pintu mobil baru terasa ketika dibuka dan ditutup? Ada pintu yang menutup dengan suara solid, celah bodinya terlihat seragam, sementara bagian seperti liftgate terasa pas ketika dioperasikan. Detail semacam ini mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya terdapat proses pengukuran yang cukup rumit.
Kia melakukan pengukuran tersebut sejak kendaraan masih berada dalam tahap pengembangan. Melalui Digital Measuring Center (DMC) di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan, produsen asal Korea Selatan ini memeriksa hingga 1.000 titik pada satu struktur bodi kendaraan dengan mengacu pada sekitar 600 kriteria kualitas.
Artinya, kualitas kendaraan tidak hanya dinilai berdasarkan tampilan akhir. Sejumlah detail yang sulit terlihat langsung oleh mata manusia juga masuk dalam proses pemeriksaan sebelum kendaraan diproduksi.
Mengukur Bodi Mobil dari 1.000 Titik
DMC menjadi salah satu fasilitas yang digunakan Kia untuk memastikan tingkat presisi kendaraan sejak tahap pengembangan. Pemeriksaannya mencakup sejumlah area, mulai dari kualitas eksterior, kebisingan, getaran, kekasaran atau Noise, Vibration, and Harshness (NVH), kekedapan terhadap air, hingga fungsi dan kelayakan perakitan.
Tahap awal dilakukan pada struktur dasar kendaraan menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM). Perangkat tersebut menggunakan sensor kontak berpresisi tinggi untuk membaca koordinat tiga dimensi pada titik-titik yang sudah ditentukan.
Dari data tersebut, engineer dapat melihat jarak antarbagian, kesejajaran, hingga kemungkinan penyimpangan posisi. Data itu kemudian dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
“Setiap titik yang diukur memberi engineer data untuk memahami kondisi kendaraan dan menentukan bagian yang masih perlu disempurnakan. Melalui DMC, kualitas dibangun sejak awal, kemudian acuannya diteruskan hingga tahap produksi,” ujar Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia.
Pengukuran tersebut juga tidak berhenti pada kendaraan prototipe. Standar yang dihasilkan dari DMC diteruskan ke fasilitas produksi sehingga pabrik memiliki acuan yang sama ketika kendaraan memasuki proses manufaktur.
Bukan Cuma Bodi, Pintu dan Liftgate Ikut Diperiksa
Salah satu bagian menarik dari proses tersebut adalah pemeriksaan terhadap komponen yang bergerak, seperti pintu dan liftgate.
Untuk pekerjaan ini, Kia menggunakan pemindai optik 3D yang dipasang pada lengan robot. Komponen dibawa ke area pemeriksaan menggunakan Autonomous Mobile Robots (AMR), kemudian dipindai untuk memastikan ukuran dan posisinya sesuai dengan rancangan.
Pemeriksaan juga dilakukan ketika komponen tersebut dipasang pada alat inspeksi yang dibuat menyerupai bentuk bodi kendaraan sebenarnya. Engineer kemudian menggunakan pemindai 3D portabel untuk melihat tingkat ketepatan pemasangan.
Dengan cara ini, pemeriksaan tidak sekadar melihat apakah sebuah pintu bisa dipasang. Engineer juga dapat mengetahui apakah posisi komponen sesuai dengan rancangan dan apakah pemasangannya berpotensi menimbulkan masalah ketika kendaraan digunakan.
Setelah komponen terpasang, kendaraan dipindai kembali secara keseluruhan. Proses ini memungkinkan engineer melihat apakah terdapat penyimpangan yang muncul dari struktur bodi, komponen bergerak, bagian yang sudah terpasang, maupun trim.
Bahkan Gerakan Pintu Direkam Ratusan Kali per Detik
Pengujian DMC juga masuk ke tahap pengoperasian komponen. Pintu, liftgate, dan bagian bergerak lainnya diuji ketika dibuka dan ditutup.
Kia menggunakan kamera berkecepatan tinggi serta sejumlah sensor yang mampu menangkap hingga 500 data pengukuran per detik. Data tersebut digunakan untuk melihat perubahan bentuk yang mungkin tidak terlihat ketika komponen diam.
Hal ini penting karena karakter sebuah komponen dapat berubah ketika mendapat beban. Bertambahnya bobot komponen maupun tekanan dari luar kendaraan dapat memengaruhi pergerakan dan posisi bagian tertentu.
Dengan data tersebut, engineer memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai bagaimana sebuah komponen bekerja dalam kondisi operasional, bukan hanya bagaimana bentuknya ketika diperiksa dalam keadaan diam.
Dari Data Pengukuran ke Perbaikan
Ribuan data yang diperoleh dari berbagai tahap pemeriksaan kemudian dikumpulkan dalam sistem data terintegrasi. Ketika ditemukan perbedaan atau penyimpangan, engineer dapat membandingkan data untuk mencari kemungkinan sumber masalah.
Kia menggunakan dua sistem analisis utama dalam proses tersebut. DATA-FIT digunakan untuk mengolah hasil pengukuran dan mencari konfigurasi perakitan yang paling optimal dalam lingkungan virtual.
Sementara DATA-AUDIT digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan sumber penyimpangan sekaligus membantu memberikan rekomendasi perbaikan.
Pendekatan ini membuat proses pengendalian kualitas tidak hanya dilakukan setelah masalah muncul. Data dari tahap pengembangan dapat digunakan untuk menemukan potensi masalah lebih awal, kemudian hasilnya dijadikan acuan untuk proses berikutnya.
Kia juga menyebut data yang telah dikumpulkan DMC berpotensi digunakan untuk membangun infrastruktur berbasis kecerdasan buatan guna mendukung pengembangan kendaraan pada masa mendatang.
Detail Kecil yang Akhirnya Terasa oleh Pengguna
Bagi konsumen, sebagian besar proses tersebut tentu tidak terlihat. Pemilik mobil tidak akan mengetahui berapa banyak titik yang diukur atau berapa banyak data yang dikumpulkan ketika membuka pintu kendaraan.
Namun, hasil dari proses tersebut justru bisa muncul dalam pengalaman sehari-hari. Mulai dari keseragaman celah panel, posisi pintu, suara ketika pintu ditutup, tingkat kebisingan di kabin, hingga fungsi komponen bergerak.
“Bagi konsumen, seluruh proses tersebut memang tidak terlihat, tetapi hasilnya dapat dirasakan melalui kerapian, kenyamanan, dan fungsi kendaraan saat digunakan sehari-hari. Kami berharap cerita ini bisa memberi gambaran yang lebih jelas tentang proses di balik kualitas kendaraan Kia yang hadir di Indonesia,” tutup Harry Yanto.
Lihat Selengkapnya
Sejarah Hongqi, Merek Mobil Nasional China yang ada Sejak Tahun 195808 Sep 2026
Sejarah Hongqi, Merek Mobil Nasional China yang ada Sejak Tahun 195808 Sep 2026
Jakarta, Goodcar.id – Nama Hongqi memiliki tempat khusus dalam sejarah industri otomotif China. Berdiri sejak 1958, merek yang berada di bawah China FAW Group ini tidak hanya dikenal sebagai produsen mobil mewah, tetapi juga pernah menjadi simbol industri otomotif nasional China.
Selama puluhan tahun, sedan Hongqi digunakan sebagai kendaraan parade dalam berbagai perayaan besar di China. Posisi tersebut membuat Hongqi identik dengan status dan representasi negara. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, FAW mulai mengubah arah merek tersebut agar tidak lagi hanya dikenal sebagai “mobil nasional”, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
1953: Awal Perjalanan FAW
Sejarah Hongqi tidak bisa dipisahkan dari berdirinya First Automobile Works atau FAW. Pada 15 Juli 1953, upacara peletakan batu pertama FAW digelar di kawasan barat daya Changchun, Provinsi Jilin.
Pabrik tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi industri otomotif China. Sejumlah kendaraan penting dikembangkan di sana, termasuk mobil dengan merek Dongfeng dan kemudian sedan mewah Hongqi.
FAW menjadi bagian dari upaya China membangun industri otomotifnya sendiri, dari yang sebelumnya masih sangat terbatas hingga berkembang menjadi industri dengan skala global.
1958: Hongqi Resmi Lahir
Merek Hongqi resmi didirikan pada 1958. Sejak awal, posisinya berbeda dari kebanyakan merek otomotif China karena diarahkan sebagai merek kendaraan kelas atas.
Hongqi kemudian digunakan dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan perayaan nasional. Nama “Hongqi”, yang berarti bendera merah, semakin lekat dengan statusnya sebagai salah satu merek otomotif nasional China.
Selama beberapa dekade, Hongqi mempertahankan citra tersebut dan menjadi salah satu representasi kemampuan industri otomotif dalam negeri.
2018: Titik Balik Strategi Hongqi
Perubahan besar terjadi pada awal 2018 ketika Hongqi memperkenalkan strategi merek baru. FAW mengusung konsep Chinese-style new high-end refinement dengan menekankan karakter China, prestise, sekaligus citra yang lebih muda.
Hongqi mulai memperluas jajaran produknya melalui empat lini, yakni L, S, H, dan Q. Model-model baru kemudian bermunculan, termasuk sedan H5 dan H9 serta SUV HS5, HS7, HS3 hingga LS7.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Hongqi tidak lagi hanya mengandalkan sejarah dan status sebagai merek nasional, tetapi mulai membangun portofolio yang lebih beragam.
Ketua sekaligus Sekretaris Partai China FAW Group, Qiu Xiandong, mengatakan transformasi tersebut diperlukan agar Hongqi dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Hongqi pernah dianggap sebagai ‘mobil nasional’, dan hari ini kami ingin mengubahnya menjadi ‘mobil rakyat’,” ujar Qiu Xiandong.
Ia juga menegaskan bahwa Hongqi perlu menjadi lebih muda, lebih berteknologi dan lebih fashionable.
2021: Hongqi Mulai Masuk Eropa
Langkah internasional Hongqi semakin terlihat pada September 2021 ketika SUV listrik E-HS9 mulai diekspor ke Norwegia.
Ekspansi tersebut menjadi salah satu tonggak bagi Hongqi untuk memperkenalkan produk premium China ke pasar Eropa. Pengiriman kepada konsumen Norwegia dimulai pada 2022.
Dalam enam bulan, E-HS9 mencatat pengiriman lebih dari 1.000 unit dan masuk tiga besar segmen SUV mewah menengah-besar di Norwegia.
Selain Eropa, Hongqi juga memperluas pasar ke Timur Tengah. Kendaraannya diekspor ke Arab Saudi dan merek ini membuka dealer pertamanya di Riyadh. Kehadiran Hongqi juga tercatat di Israel.
2022: Penjualan Tembus 310.000 Unit
Di pasar domestik, transformasi Hongqi turut tercermin dari penjualannya. Pada 2022, Hongqi mencatat penjualan sekitar 310.000 kendaraan, meningkat 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut memperlihatkan posisi Hongqi yang semakin kuat di pasar kendaraan kelas atas China. Pada saat yang sama, FAW terus memperkuat riset dan pengembangan, manufaktur digital, serta jaringan layanan purnajual.
2023: Masuk Era Elektrifikasi
Tahun 2023 menjadi momentum penting bagi FAW karena menandai 70 tahun berdirinya perusahaan. Di periode ini, Hongqi semakin mempercepat pengembangan kendaraan energi baru.
FAW memperkenalkan arsitektur dan platform baru sebagai fondasi pengembangan kendaraan generasi berikutnya. Salah satunya adalah platform listrik Hongqi serta sistem kendaraan pintar yang dikembangkan untuk mendukung era kendaraan yang semakin terintegrasi dengan perangkat lunak.
Transformasi juga terlihat di lini produksi. Di pabrik FAW Hongqi Fanrong di Changchun, lebih dari 680 robot digunakan dalam proses pengelasan kendaraan. Ribuan titik pengumpulan data digunakan untuk memantau proses produksi secara real time.
Kini, Hongqi berada pada fase baru dalam sejarahnya. Merek yang selama puluhan tahun identik dengan kendaraan kenegaraan China tersebut mulai membangun posisi sebagai produsen kendaraan premium dengan teknologi elektrifikasi dan jangkauan internasional.
Bagi FAW, tantangannya bukan hanya mempertahankan warisan Hongqi, tetapi juga membawa identitas merek tersebut ke generasi baru konsumen. Dari simbol industri otomotif China, Hongqi kini berupaya menjadi merek yang mampu bersaing di pasar global.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.