Citroen Ë-C3 All Electric Kembali Perkuat Armada Taksi Express, Langkah Lanjut Elektrifikasi27 Apr 2026
Citroen Ë-C3 All Electric Kembali Perkuat Armada Taksi Express, Langkah Lanjut Elektrifikasi27 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Kerja sama antara PT Indomobil National Distributor sebagai distributor resmi Citroën di Indonesia dengan PT Express Transindo Utama, Tbk. kembali berlanjut. Kali ini, penyerahan unit Ë-C3 All Electric kembali perkuat armada taksi Express melalui tahap kedua untuk mendukung operasional bisnis yang semakin berkembang.
Langkah ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kolaborasi kedua perusahaan sudah dimulai dalam ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Kini, tahap kedua ini menegaskan arah yang sama, yakni mempercepat transformasi mobilitas berbasis kendaraan listrik di sektor transportasi.
Hadirnya Ë-C3 All Electric kembali perkuat armada taksi Express menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Penggunaan kendaraan listrik dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon dalam aktivitas harian.
Sebagai kendaraan yang dirancang untuk mobilitas perkotaan, model ini menawarkan jarak tempuh hingga 320 km dalam satu kali pengisian daya. Angka tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kebutuhan armada taksi yang membutuhkan mobilitas tinggi setiap hari.
Tidak hanya itu, fitur khas Citroën seperti Flying Carpet Ride juga disematkan untuk memberikan kenyamanan berkendara yang lebih stabil. Fitur ini menjadi salah satu nilai tambah bagi pengemudi maupun penumpang dalam penggunaan harian.
“Penyerahan tahap kedua ini menjadi bagian dari komitmen Citroën dalam mendukung kebutuhan mobilitas berbasis listrik di Indonesia. Kami melihat potensi besar kendaraan listrik dalam mendukung operasional bisnis, dan Citroën Ë-C3 hadir sebagai solusi yang mengedepankan efisiensi, kenyamanan, serta keandalan,” ujar Ferdinan Hendra, Sales & Marketing Division Head Citroën Indonesia.
Pernyataan tersebut mempertegas posisi Ë-C3 All Electric kembali perkuat armada taksi Express sebagai bagian dari strategi jangka panjang Citroën dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.
Sementara itu, pihak operator juga melihat langkah ini sebagai bagian dari modernisasi armada. “Penambahan unit pada tahap kedua ini semakin memperkuat komitmen kami dalam meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas layanan kepada pelanggan. Citroën Ë-C3 telah memberikan nilai tambah dari sisi kenyamanan, keandalan, dan efisiensi yang sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan,” ujar Johannes B.E. Triatmojo, Presiden Direktur PT Express Transindo Utama, Tbk.
Dengan tambahan unit terbaru ini, Citroen Ë-C3 All Electric kembali perkuat armada taksi Express sekaligus menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan transportasi berbasis listrik.
Tidak hanya fokus pada penyediaan unit, Citroën Indonesia juga memastikan dukungan purna jual tetap berjalan optimal. Layanan tersebut mencakup jaringan bengkel resmi, teknisi bersertifikasi, ketersediaan suku cadang, hingga layanan darurat 24 jam.
Lihat Selengkapnya
Citroën C3 Aircross Jadi Mobil Operasional Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 202609 Mar 2026
Citroën C3 Aircross Jadi Mobil Operasional Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 202609 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, berbagai pihak mulai menyiapkan langkah untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung lebih lancar. Salah satu kegiatan yang kembali digelar adalah Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran (EEJML) 2026, program tahunan yang bertujuan memantau kondisi jalur mudik di Pulau Jawa dan Sumatera.
Dalam kegiatan ini, Citroën Indonesia ikut berpartisipasi dengan menyediakan Citroën C3 Aircross sebagai kendaraan operasional tim ekspedisi. SUV tersebut digunakan untuk menelusuri jalur mudik dan mengumpulkan informasi terkait kondisi jalan yang akan dilalui jutaan pemudik.
Acara pelepasan ekspedisi digelar pada Jumat, 6 Maret 2026, dan dihadiri oleh sejumlah instansi yang terlibat dalam pengelolaan lalu lintas dan infrastruktur perjalanan mudik. Beberapa di antaranya adalah Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, PT Jasa Marga, serta PT Jasa Raharja, bersama sejumlah mitra yang turut mendukung kegiatan ini.
Ekspedisi Jelajahi Jalur Mudik Jawa dan Sumatera
Program Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026 berlangsung selama tujuh hari, mulai 6 hingga 12 Maret 2026. Selama periode tersebut, dua tim ekspedisi akan melakukan perjalanan ribuan kilometer untuk memetakan jalur mudik utama yang biasa digunakan masyarakat.
Tim pertama bertugas menelusuri jalur Lintas Jawa, dengan rute dari Jakarta menuju Surabaya. Perjalanan ini melewati jalur Pantura serta Tol Trans Jawa yang selama ini menjadi salah satu koridor utama perjalanan mudik di Pulau Jawa.
Sementara itu, tim kedua bergerak menuju Lintas Sumatera, dengan rute Jakarta – Merak – Bakauheni – Palembang melalui Jalan Lintas Sumatera. Jalur ini menjadi salah satu rute vital bagi pemudik yang menuju berbagai daerah di Sumatera.
Sepanjang perjalanan, tim ekspedisi akan memantau berbagai aspek yang berkaitan dengan kelancaran arus mudik. Beberapa di antaranya meliputi kondisi jalan, ketersediaan rest area, hingga titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kemacetan.
Informasi yang diperoleh dari perjalanan ini nantinya akan disampaikan kepada masyarakat sebagai referensi dalam merencanakan perjalanan mudik.
Citroën C3 Aircross Digunakan untuk Perjalanan Ribuan Kilometer
Dalam ekspedisi tersebut, Citroën C3 Aircross digunakan sebagai kendaraan utama tim untuk menempuh perjalanan lintas kota hingga lintas pulau.
SUV ini dirancang dengan kabin yang luas serta konfigurasi ruang yang mendukung perjalanan jarak jauh. Selain itu, kendaraan ini juga dibekali suspensi khas Citroën yang dirancang untuk memberikan kenyamanan saat melintasi berbagai kondisi jalan.
Ground clearance yang cukup tinggi pada Citroën C3 Aircross juga menjadi salah satu aspek yang mendukung mobilitas kendaraan saat melewati jalur yang beragam, baik di jalan tol maupun jalur arteri antar kota.
Dengan karakter tersebut, kendaraan ini digunakan untuk menunjang mobilitas tim ekspedisi selama menempuh perjalanan panjang yang mencakup berbagai rute utama mudik di Indonesia.
Head of Sales and Marketing Citroën Indonesia, Ferdinan Hendra, mengatakan bahwa partisipasi perusahaan dalam kegiatan ini bertujuan mendukung penyediaan informasi yang akurat bagi masyarakat menjelang musim mudik.
“Citroën bangga dapat mendukung Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam memberikan informasi kondisi jalur mudik secara langsung kepada masyarakat, sehingga pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Ferdinan.
Menurutnya, data yang diperoleh dari ekspedisi tersebut dapat membantu masyarakat memahami kondisi jalur yang akan dilalui sebelum memulai perjalanan mudik.
Pemerintah memperkirakan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 143 juta orang.
Berdasarkan proyeksi tersebut, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 hingga 20 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung pada 23 hingga 24 Maret serta 27 hingga 28 Maret 2026.
Dengan tingginya potensi pergerakan masyarakat tersebut, pemetaan kondisi jalur mudik menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengantisipasi kemacetan serta memastikan perjalanan berlangsung lebih lancar.
Partisipasi Citroën Indonesia dalam kegiatan Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026 menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap mobilitas masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dalam berbagai kondisi jalan.
Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif.
Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik.
Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri.
Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi.
Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya.
Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely.
Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM.
Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik.
Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion.
Harga Bisa Naik hingga 40 Persen
Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan.
Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta.
Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Jeep Wrangler Rubicon & Citroën ë-C3 Cetak Prestasi di IIMS 202618 Feb 2026
Jeep Wrangler Rubicon & Citroën ë-C3 Cetak Prestasi di IIMS 202618 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Kehadiran Jeep dan Citroën di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 kembali membuahkan hasil positif. Dalam seremoni penghargaan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, kedua brand sukses mencatatkan prestasi melalui produk unggulannya masing-masing.
“Penghargaan ini jadi bukti nyata Jeep dan Citroën konsisten menghadirkan kendaraan yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” ungkap Eko Mulyono, Technical Manager IIMS 2026.
Jeep Wrangler Rubicon Dinobatkan “Best Adventure Car”
Jeep Wrangler Rubicon berhasil menyabet penghargaan “Best Adventure Car”, mengukuhkan posisinya sebagai ikon kendaraan petualang dunia. Model ini dikenal luas karena DNA off-road yang kuat, sistem penggerak 4x4, dan desain ikonik yang konsisten dipertahankan.
Sebagai varian tertinggi dari lini Wrangler, Rubicon dirancang untuk pengendara yang mengutamakan performa dan ketangguhan di segala medan. Dari jalur ekstrem hingga penggunaan harian, Wrangler Rubicon tetap menjadi pilihan utama komunitas adventure dan off-road, termasuk di Indonesia.
“Jeep Wrangler Rubicon bukan cuma mobil, tapi simbol kebebasan dan ketangguhan. Penghargaan ini menegaskan posisi Jeep di segmen SUV premium,” ujar Andi Prasetyo, pengamat otomotif nasional.
Citroën ë-C3 Raih Predikat “Best Small Crossover EV”
Di sisi lain, Citroën ë-C3 meraih penghargaan “Best Small Crossover EV”, menegaskan relevansi kendaraan listrik bagi masyarakat Indonesia. Mobil listrik ini menggabungkan desain modern, kenyamanan khas Citroën, efisiensi energi, dan kemudahan penggunaan sehari-hari.
Pertumbuhan pasar EV di Indonesia semakin signifikan. Konsumen kini menilai EV bukan sekadar tren, melainkan solusi mobilitas jangka panjang yang efisien dan ramah lingkungan. Citroën ë-C3 hadir sebagai small crossover kompak, nyaman, dan fungsional untuk penggunaan di perkotaan.
“ë-C3 menghadirkan pengalaman EV yang dekat dengan kebutuhan urban, dari desain hingga kemudahan berkendara,” kata Dewi Santoso, reviewer otomotif dan EV enthusiast.
Komitmen Jeep dan Citroën untuk Pasar Indonesia
Partisipasi Jeep dan Citroën di IIMS 2026 bukan sekadar pameran. Kedua brand ingin mendekatkan diri dengan konsumen Indonesia dan mendukung industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi dan inovasi.
Selama pameran, pengunjung bisa melihat langsung lini produk dan merasakan pengalaman berkendara khas masing-masing brand. Momentum penghargaan ini juga jadi bukti komitmen mereka dalam menghadirkan produk unggulan, memperkuat kepercayaan konsumen, dan mendorong edukasi publik terkait kendaraan adventure maupun kendaraan listrik.
Dengan penghargaan ini, Jeep Wrangler Rubicon dan Citroën ë-C3 kembali menegaskan posisi mereka sebagai pilihan kendaraan premium dan inovatif di Indonesia, sesuai tren industri otomotif global dan kebutuhan mobilitas masyarakat urban.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.