Beranda / Artikel / Tren EV Mulai Stagnan, Mobil Hybrid Melesat di 2025
Artikel

Tren EV Mulai Stagnan, Mobil Hybrid Melesat di 2025

Tigor Sihombing
08 August 2025 16:04

Jakarta, Goodcar.id – Dunia otomotif global memasuki fase baru di 2025. Meski kendaraan listrik masih mengalami pertumbuhan, laporan Euromonitor International mengungkap bahwa laju adopsi EV mulai melambat, sementara mobil hybrid justru makin diminati sebagai solusi mobilitas masa kini.

Dalam laporan bertajuk Top Three Automotive and Mobility Trends in 2025, disebutkan bahwa penjualan kendaraan listrik—baik Battery Electric Vehicle (BEV) maupun Plug-in Hybrid (PHEV)—diperkirakan mencapai 18,1 juta unit secara global. Angka ini naik dari 16,3 juta pada 2024, namun pertumbuhan tahunan (year-on-year) turun dari 15% menjadi hanya 11%.

“Pertumbuhan EV global memang masih positif, tapi mulai menunjukkan tanda-tanda pelambatan, terutama karena harga yang mahal, minimnya infrastruktur pengisian daya, serta pengurangan insentif pemerintah,” tulis Euromonitor dalam laporannya.

Pelambatan ini membuat banyak pabrikan besar mengubah strategi. GM, Ford, hingga Hyundai tercatat menurunkan target produksi mobil listrik mereka. Fokus kini mulai bergeser ke teknologi hybrid, yang dianggap sebagai jembatan paling masuk akal antara kendaraan konvensional dan mobil listrik penuh.

“Hybrid powertrains kini dipandang sebagai strategi jangka menengah yang lebih menguntungkan,” sebut Euromonitor.

Mobil hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibanding mobil bensin, tanpa bergantung penuh pada stasiun pengisian listrik. Bagi konsumen yang ingin mengurangi jejak karbon tanpa harus khawatir kehabisan daya di tengah jalan, hybrid jadi pilihan ideal.

Pasar EV Masih Terbatas di Kalangan Premium

Salah satu penyebab stagnasi tren EV adalah tingginya harga jual dan biaya kepemilikan. Meskipun ada banyak pilihan EV baru, mayoritas tetap menyasar segmen menengah ke atas. Di sisi lain, pasar massal belum sepenuhnya siap, apalagi di negara-negara berkembang yang infrastruktur charging-nya belum memadai.

Sementara itu, mobil hybrid seperti Toyota Corolla Cross Hybrid atau Honda CR-V RS e:HEV mulai menunjukkan daya tarik besar karena kombinasi antara teknologi ramah lingkungan dan kepraktisan penggunaan sehari-hari.

Laporan Euromonitor juga menegaskan bahwa transisi penuh ke kendaraan listrik akan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Konsumen makin berhati-hati, dan produsen pun memilih untuk lebih realistis dalam merancang roadmap elektrifikasi.

Tags
EV stagnan
Tren hybrid 2025
Mobil hybrid naik daun
Mobil listrik global
Euromonitor 2025
Strategi otomotif
Pasar mobil global
Kendaraan ramah lingkungan
Elektrifikasi otomotif
Indust
 
Kendaraan Terkait Lihat Semua