Jakarta, Goodcar.id – Wacana THR keluar lebih cepat menjelang Lebaran 2026 menjadi angin segar bagi pekerja. Dalam kesempatannya bersama media baru-baru ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menyatakan dukungannya terhadap usulan percepatan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja.
Ia menilai, percepatan tersebut penting agar karyawan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kebutuhan jelang Lebaran, termasuk membeli tiket perjalanan mudik.
“Saya mendukung usulan dari kalangan buruh agar pencairan THR bisa dipercepat. Para pekerja tentu membutuhkan waktu untuk pulang kampung, membeli tiket, dan menyiapkan berbagai kebutuhan lainnya,” kata Yahya kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).
Jika realisasinya dilakukan lebih awal dari pola H-7 seperti biasanya, pemilik mobil memiliki waktu lebih longgar untuk mempersiapkan kendaraan sebelum arus mudik dimulai.
Momentum ini bukan sekadar soal belanja kebutuhan hari raya. Bagi pemilik kendaraan pribadi, THR adalah kesempatan melakukan perawatan preventif agar perjalanan ratusan kilometer tetap aman dan minim risiko.
Berikut prioritas yang sebaiknya dilakukan.
1. Servis Berkala Lebih Awal, Hindari Antrean H-7
Servis rutin menjadi langkah pertama. Penggantian oli, pengecekan rem, sistem pendingin, kondisi aki, hingga kaki-kaki wajib diperiksa.
Dengan THR cair lebih cepat, pemilik mobil bisa menghindari lonjakan antrean bengkel yang biasanya terjadi mendekati Lebaran. Selain lebih nyaman, pemeriksaan juga bisa dilakukan lebih detail tanpa tekanan waktu.
Kasus mogok saat mudik umumnya dipicu masalah sederhana: radiator kurang cairan, kampas rem aus, atau aki melemah. Biaya preventif jelas lebih rasional dibanding risiko derek di jalan tol.
2. Pastikan Kondisi Ban Layak Jalan
Ban kerap diabaikan, padahal menjadi faktor keselamatan paling vital. Cek indikator TWI (Tread Wear Indicator), retakan dinding ban, dan usia pakai.
Jika tapak sudah tipis atau umur ban melewati tiga sampai empat tahun, penggantian sebaiknya diprioritaskan. Risiko aquaplaning saat hujan atau pecah ban akibat panas aspal bukan hal sepele.
THR yang cair lebih awal memberi ruang anggaran untuk penggantian ban tanpa harus mengorbankan kebutuhan lain.
3. Periksa Rem dan Suspensi untuk Beban Tambahan
Mudik identik dengan kabin penuh penumpang dan bagasi sarat barang. Beban ekstra membuat sistem pengereman dan suspensi bekerja lebih berat.
Jika muncul gejala seperti bunyi berdecit saat mengerem, getaran setir, atau mobil terasa limbung, pemeriksaan tidak boleh ditunda. Stabilitas kendaraan menjadi faktor krusial saat melaju di tol dengan kecepatan tinggi.
4. Tambahkan Perangkat Keamanan Jika Diperlukan
Setelah kondisi teknis aman, barulah mempertimbangkan fitur tambahan seperti dashcam atau TPMS.
Dashcam berfungsi sebagai dokumentasi bila terjadi insiden. Sementara TPMS membantu memantau tekanan ban secara real-time, terutama saat perjalanan panjang di suhu jalan tinggi.
Namun perlu digarisbawahi, fitur tambahan bukan prioritas utama dibanding komponen vital kendaraan.
5. Sisihkan Dana Darurat Kendaraan
Selain servis dan penggantian komponen, pemilik mobil sebaiknya menyisihkan sebagian THR sebagai dana cadangan. Kisaran Rp2–5 juta dapat menjadi bantalan jika terjadi kondisi tak terduga seperti aki mati, ban rusak, atau kebutuhan towing.
Sering kali pemilik kendaraan hanya fokus pada perawatan rutin, tetapi lupa pada potensi biaya darurat. Padahal, kondisi di perjalanan jauh tidak selalu bisa diprediksi.
Lebih Cepat Cair, Lebih Matang Persiapan
Jika kebijakan THR keluar lebih cepat benar-benar diterapkan, dampaknya bukan hanya pada daya beli masyarakat, tetapi juga pada kesiapan kendaraan pribadi menjelang Lebaran.
Persiapan lebih awal berarti risiko lebih kecil. Bengkel tidak terlalu padat, komponen yang perlu diganti masih tersedia, dan perjalanan mudik dapat dilakukan dengan lebih tenang.