Beranda / Artikel / Kisah Perjalanan Rainer Zietlow, Penjelajah Otomotif Pemegang Rekor Keliling Dunia Dengan ID. Buzz
Artikel

Kisah Perjalanan Rainer Zietlow, Penjelajah Otomotif Pemegang Rekor Keliling Dunia Dengan ID. Buzz

Tigor Sihombing
28 October 2025 18:20

Jakarta, Goodcar.idNama Rainer Zietlow mungkin tidak setenar pembalap profesional, tapi di dunia ekspedisi otomotif, tapi ia adalah sosok legendaris. Pria asal Jerman ini telah menempuh jutaan kilometer lintas benua, membuktikan kemampuan kendaraan dalam kondisi ekstrem, dan memecahkan delapan rekor Guinness Keliling Dunia termasuk beberapa di antaranya dengan mobil listrik.

Kehadirannya di Plaza Senayan Jakarta pada 28 Oktober 2025 dalam rangka ID. Buzz World Tour adalah untuk membawa pesan yang konsisten ia suarakan selama lebih dari dua dekade, yakni mobilitas berkelanjutan.

Rainer Zietlow memulai karier ekspedisinya sejak 1990-an, jauh sebelum isu elektrifikasi menjadi arus utama. Ia mendirikan Challenge4 GmbH di Mannheim, Jerman, sebuah perusahaan yang berfokus pada uji ekstrem kendaraan produksi massal.

Pada 2005, ia mencatat rekor dunia pertamanya bersama Volkswagen Touareg, menaklukkan ketinggian 6.081 meter di gunung Ojos del Salado, Cile, yang saat itu diakui sebagai titik tertinggi yang pernah dicapai SUV produksi. Sejak saat itu, Volkswagen menjadi rekan setianya dalam berbagai misi lintas negara.

Rainer kemudian menempuh 45.000 kilometer melintasi enam benua menggunakan Volkswagen Caddy berbahan bakar gas alam, lalu melakukan ekspedisi Cape to Cape, Moscow to Lisbon Challenge, dan berbagai perjalanan ekstrem lain. Tapi sejak 2020-an, arah petualangannya berubah: fokus pada kendaraan listrik dan energi bersih.

Rekor Dunia dengan Mobil Listrik

Era baru Zietlow dimulai ketika ia menorehkan Guinness World Record 2021 dengan Volkswagen ID.4. Ia menempuh 58.000 kilometer dalam 97 hari melintasi Amerika Serikat, menjadikannya pemegang rekor jarak terjauh yang pernah dicapai mobil listrik di satu negara.

Setahun berikutnya, Zietlow kembali mencatat rekor di Cerro Uturunco, Bolivia, mencapai ketinggian 5.816 meter di atas permukaan laut — rekor dunia baru untuk kendaraan listrik. Kedua pencapaian itu memperkuat posisinya sebagai pionir ekspedisi listrik global, mengubah cara orang memandang kemampuan EV di medan ekstrem.

Selain soal rekor, setiap ekspedisi juga membawa misi edukatif. Ia mengunjungi dealer, universitas, dan komunitas otomotif di berbagai negara untuk berbagi wawasan tentang infrastruktur pengisian daya dan efisiensi energi.

Pernah Melintasi Indonesia Sebelumnya

Indonesia bukan wilayah asing bagi Rainer Zietlow. Pada 2012, ia pernah menempuh perjalanan darat dari Kupang hingga Medan menggunakan Volkswagen Touareg V6 TDI dalam proyek “From Melbourne to St. Petersburg” sejauh 23.000 kilometer.

Ia sempat menyebut Indonesia sebagai salah satu rute paling menantang sekaligus paling berkesan. Dari jalan sempit di Jawa hingga jalur hutan di Sumatera, semuanya menjadi bagian dari pengalaman yang membentuknya sebagai penjelajah sejati. Kini, lebih dari satu dekade kemudian, ia kembali ke Tanah Air, kali ini dengan Volkswagen ID. Buzz Long Wheelbase, membawa misi baru: pembuktian mobil listrik dalam lintasan nyata Asia Tenggara.

Indonesia menjadi salah satu destinasi penting dalam perjalanan ID. BUZZ World Tour Ia di kawasan Asia Tenggara. Rute ekspedisi ini memasuki Tanah Air melalui Pelabuhan Tanjung Priok, sebelum melanjutkan petualangan menuju Semarang, Surabaya, hingga Bali, menelusuri keindahan serta dinamika jalanan Nusantara.

Menurut Rainer, Indonesia memainkan peran strategis dalam peta transisi kendaraan listrik di Asia Tenggara. Selain memiliki populasi pengguna kendaraan yang besar, negara ini juga tengah memperkuat ekosistem baterai dan infrastruktur pengisian daya publik.

“Indonesia punya peran penting di kawasan. Kalau adopsi mobil listrik tumbuh cepat di sini, negara-negara Asia Tenggara lain pasti akan ikut bergerak,” kata Rainer kepada Goodcar.id.

Ekspedisi ID. Buzz World Tour (2025–2026) dimulai dari Hannover, Jerman, pada 1 Juli 2025. Tim Challenge4 menargetkan menjelajahi 75 negara di lima benua dengan total jarak tempuh lebih dari 80.000 kilometer.

Bersama dua rekannya, Vladimir Gagarin dan Marius Biela, Rainer menguji ketahanan ID. Buzz Long Wheelbase di berbagai kondisi, dari jalan raya Eropa, gurun Afrika, hingga jalur pantai dan pegunungan Asia Tenggara. Indonesia menjadi titik penting dalam fase Asia, membuktikan kemampuan kendaraan listrik di wilayah tropis dengan kondisi lalu lintas yang beragam.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua