Jakarta, Goodcar.id - Banyak calon pembeli mobil sering bingung soal istilah DP dan TDP saat ingin membeli mobil secara kredit.
Kedua istilah ini memang terdengar mirip, tetapi memiliki arti dan fungsi yang berbeda, serta berpengaruh besar pada jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulan.
Memahami perbedaan keduanya penting agar kamu bisa menyiapkan dana dengan tepat dan menghindari kebingungan saat proses kredit.
Mengutip laman resmi Mitsubishi motors, disebutkan DP, atau Down Payment, adalah uang muka pokok yang dibayarkan di awal sebagai bagian dari harga mobil.
DP Mengurangi Jumlah OTR
“DP langsung mengurangi jumlah harga mobil yang dikredit, sehingga semakin besar DP, cicilan per bulan akan semakin ringan,” tulis Mitsubishi Motors dikutip 2 Maret 2026.
Sebaliknya, DP kecil berarti cicilan per bulan akan lebih tinggi karena nominal yang dikredit lebih besar.
Misalnya, jika harga mobil Rp300 juta dan kamu membayar DP sebesar Rp60 juta atau 20%, maka sisa yang dikredit adalah Rp240 juta. Cicilan per bulan akan dihitung dari angka Rp240 juta tersebut, bukan dari harga penuh mobil.
Dengan kata lain, DP murni hanya untuk menekan nominal kredit dan belum termasuk biaya tambahan lainnya.
Sementara itu, TDP, atau Total Down Payment, adalah total uang yang harus disiapkan di muka saat mulai kredit. TDP mencakup DP itu sendiri ditambah berbagai biaya tambahan, seperti biaya administrasi dan provisi, asuransi kendaraan, biaya fidusia, biaya STNK dan BPKB, serta kadang termasuk angsuran pertama.
Misalnya, jika DP sebesar Rp60 juta, biaya administrasi dan provisi Rp5 juta, asuransi Rp7 juta, dan biaya lain-lain Rp3 juta, maka TDP yang harus dibayarkan di awal adalah Rp75 juta. Dengan kata lain, TDP memberi gambaran total uang yang harus keluar di muka, bukan hanya pokok DP.
Perbedaan utama antara DP dan TDP adalah bahwa DP hanya mengurangi harga mobil yang dikredit, sedangkan TDP merupakan jumlah total uang di awal yang meliputi DP dan semua biaya tambahan.
DP berfokus pada besaran kredit dan cicilan per bulan, sementara TDP menunjukkan kesiapan finansial kamu untuk membayar semua biaya di muka sebelum mobil resmi bisa dibawa pulang.
Karena itu, banyak iklan mobil menampilkan angka TDP yang terlihat kecil agar menarik, padahal DP sebenarnya mungkin lebih tinggi, dan cicilan per bulan tetap tergantung pada nominal kredit dan tenor.
Supaya tidak salah perhitungan, sebaiknya calon pembeli selalu mengecek DP yang ditawarkan, menghitung semua biaya tambahan yang termasuk dalam TDP, menyesuaikan DP dengan kemampuan membayar cicilan, serta memahami tenor dan bunga yang berlaku.
Semakin besar DP yang dibayar, semakin ringan cicilan bulanan, tetapi tetap harus diperhitungkan apakah dana awal tersebut sesuai dengan kondisi keuangan. Dengan memahami perbedaan DP dan TDP, kamu bisa menyiapkan dana dengan tepat, menghindari cicilan berat yang membebani, dan mengambil keputusan kredit mobil yang lebih cerdas.