Jakarta, Goodcar.id – Tren motor listrik semakin terasa di jalanan kota besar. Salah satu yang paling mencolok terlihat dari semakin banyaknya pengemudi ojek online (ojol) yang mulai beralih ke kendaraan listrik untuk operasional harian.
Peralihan ini juga didorong oleh kebijakan aplikator yang kini menyediakan dua pilihan bagi driver, yakni sistem sewa dan skema kepemilikan motor listrik melalui cicilan.
Sekilas, opsi tersebut terlihat menguntungkan karena memberi fleksibilitas. Namun di lapangan, tidak sedikit ojol yang justru mengeluhkan sistem sewa karena dinilai kurang fleksibel dan berdampak pada performa kerja harian.
Salah satu yang paling sering disorot adalah sistem swap baterai atau battery swap station (BSS). Meski terdengar praktis, pengguna menilai implementasinya belum sepenuhnya berjalan mulus.
Adie, atau yang akrab disapa Bang Adie, driver ojol dari Gojek, mengaku sempat merasakan langsung kendala tersebut. “Saya sekitar dua minggu pakai motor listrik sistem sewa, sering dapat baterai yang kondisinya tidak maksimal saat ambil di tempat charging,” ujarnya kepada Goodcar.
Menurutnya, kondisi ini bukan tanpa alasan. Sejumlah baterai dalam sistem sewa diduga sudah mengalami penurunan performa atau battery health drop, sehingga jarak tempuhnya tidak lagi sesuai klaim awal. Bagi ojol dengan mobilitas tinggi, hal ini jelas menjadi hambatan karena penggunaan motor jadi tidak bisa diprediksi.
Belum lagi soal pola pemakaian baterai yang bergantian. Adhie mengeluhkan, baterai kerap belum terisi penuh tapi sudah kembali dipakai oleh pengguna lain. Akibatnya, jarak tempuh yang didapat di lapangan sering kali tidak maksimal.
Selain itu, ketersediaan dan kondisi stasiun penukaran baterai juga jadi masalah. Tidak sedikit pengguna menemukan unit BSS yang error atau tidak bisa digunakan saat dibutuhkan.
Masalah lain yang cukup krusial adalah kondisi unit motor. “Karena sifatnya sewa reguler, banyak motor yang dipakai sudah kurang layak, seperti ban tipis, kampas rem habis, hingga performa motor yang menurun,” tambah Adhie pemilik akun Tiktok bang.adie93.
Hal yang cukup merepotkan juga adalah soal administrasi. Ia menyebut motor listrik sewa hanya memiliki STNK dalam bentuk soft copy atau fotokopian, sehingga tidak bisa digunakan untuk masuk ke area tertentu seperti mal.
Di tengah situasi itu, Adie mengaku berinisiatif beralih ke motor listrik milik pribadi pilihannya, yakni Indomobil Emotor (IEI) Adora.
Berpindah ke Motor Listrik Adora, Apa Bedanya?

Pengalaman berbeda dirasakan saat beralih ke motor listrik milik pribadi seperti Indomobil Emotor, Adora. Rider dengan bobot 107kg tersebut mengaku baru menggunakan Adora selama satu minggu lebih, namun sudah menempuh jarak hingga 723 km, dengan rata-rata pemakaian sekitar 70 km per hari.
Dari sisi jarak tempuh, pabrikan mengklaim motor listrik Adora mampu melaju sejauh 110 km dalam kondisi ideal. Namun, dalam penggunaan nyata seperti membawa penumpang (boncengan) terus-menerus, jarak tempuh realistisnya berada di kisaran 70 km, menurut Adhie Iya merasa lebih produktif.
Smart Fast Charging Jadi Andalan
Salah satu keunggulan lain yang Adie rasakan adalah fitur smart fast charging. Sistem ini memungkinkan pengisian daya yang lebih cepat hanya kisaran wakttu satu jam. "Klaim pabrikan sih aman, selama yang digunakan charging milik Indomobil eMotor," kata pria raman yang sudah menjadi ojol selama lebih dari 2 tahun tersebut.
Jaringan Dealer banyak dan After Salesnya Terbaik
“Indomobil eMotor Adora jaringan dealernya dan layanan aftersalesnya juga bagus. Pernah motor mengalami ban robek di malam hari. Unit tersebut mendapatkan bantuan towing secara gratis, yang tentunya sangat membantu dalam kondisi darurat,” tutur Adie.
Aftersales terbaik ini tentunya tidak terlepas dari dukungan ketersediaan 27 titik dealer di wilayah Jabodetabek, dengan total sekitar 150 jaringan di seluruh Indonesia.
Kenyamanan dan Desain Jadi Nilai Tambah
Lanjut menurut Adie dari sisi kenyamanan, Adora dinilai cukup mendukung penggunaan harian. Posisi duduk nyaman, termasuk saat digunakan untuk boncengan. Torsi yang dihasilkan juga dianggap cukup untuk membawa penumpang.
“Secara desain, body motor ini juga memberikan kesan solid. Build quality terasa kokoh.”
Lainnya Iya menyoroti soal penggunaan velg ring 14 yang juga jadi keuntungan tersendiri. Ukuran ini lebih umum di pasaran, sehingga pilihan ban lebih banyak dan harga lebih variatif.
Perawatan Mandiri Mudah

Meski tergolong praktis, motor listrik tetap butuh perawatan. Beberapa hal yang biasa dilakukan Adie sebagai pengguna Adora dengan rutinitas yang tinggi antara lain:
1. Menunggu baterai dingin sebelum pengisian daya
2. Mematikan saklar saat mencuci motor dengan steam
3. Menghindari genangan air atau banjir jika tidak penting
4. Membersihkan motor setelah melewati banjir
Langkah-langkah ini terbilang sederhana, tapi cukup penting untuk menjaga performa motor tetap optimal.
Dari pengalaman pengguna ojol, terlihat jelas bahwa customer experience memainkan peran besar dalam penggunaan motor listrik.
Dalam hal ini, Indomobil Emotor Adora menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Mulai dari jarak tempuh yang lebih konsisten, sistem pengisian yang aman, hingga dukungan aftersales terbaik.