TANGERANG, Goodcar.id – Persaingan mobil listrik di Indonesia tidak lagi hanya soal jarak tempuh atau efisiensi energi. Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik, konsumen mulai menempatkan kenyamanan kabin, kualitas perjalanan, hingga pengalaman berkendara sebagai faktor penting sebelum memutuskan membeli kendaraan.
Perubahan tren tersebut menjadi salah satu alasan MAXUS kembali hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026. Menempati Hall 3H, merek kendaraan listrik di bawah naungan Indomobil Group itu mengusung tema "A Quiet Luxury" sebagai konsep utama pamerannya tahun ini.
Melalui konsep tersebut, MAXUS ingin menunjukkan bahwa kendaraan listrik premium tidak hanya menawarkan efisiensi biaya operasional, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih tenang, ruang kabin lega, serta kenyamanan untuk berbagai kebutuhan mobilitas.
Dua model yang menjadi fokus utama di booth MAXUS adalah MIFA 7 dan MIFA 9. Keduanya diposisikan sebagai premium electric MPV dengan karakter yang berbeda, namun sama-sama dirancang untuk menjawab kebutuhan keluarga maupun pengguna profesional.
CEO MAXUS Indonesia, Jerry Huang, mengatakan perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan perubahan kebutuhan konsumen yang semakin kompleks.
"Perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen juga semakin berkembang. Efisiensi tetap menjadi pertimbangan utama, namun di segmen premium kami melihat adanya kebutuhan akan kendaraan yang mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, lebih tenang, dan lebih berkualitas. Melalui konsep 'A Quiet Luxury', kami ingin memperlihatkan bagaimana kendaraan listrik premium dapat menjawab kebutuhan tersebut tanpa menghilangkan keunggulan utama kendaraan listrik itu sendiri," ujar Jerry Huang, CEO MAXUS Indonesia.
Untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan harian maupun perjalanan luar kota, MAXUS menawarkan MIFA 7 sebagai MPV listrik premium dengan kabin yang lapang dan konfigurasi bangku yang fleksibel. Kendaraan ini memiliki klaim jarak tempuh hingga 570 kilometer berdasarkan pengujian NEDC, sehingga dinilai mampu mengakomodasi aktivitas keluarga maupun mobilitas bisnis.
Sementara itu, MIFA 9 ditempatkan sebagai model flagship. MPV listrik ini menawarkan ruang kabin lebih luas dengan berbagai sentuhan premium serta mampu menempuh perjalanan hingga 520 kilometer berdasarkan standar NEDC. Model ini menyasar konsumen yang mengutamakan kenyamanan dalam perjalanan, baik untuk kebutuhan keluarga maupun mobilitas eksekutif.
Tidak hanya membawa model produksi massal, MAXUS juga memamerkan MIFA 9 hasil kolaborasi dengan Lombardi Auto Indonesia. Kendaraan tersebut menjadi contoh pengembangan personalisasi MPV listrik premium melalui penyempurnaan interior yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Selain memperlihatkan jajaran produknya, MAXUS juga menekankan pentingnya pengalaman kepemilikan kendaraan listrik melalui layanan purna jual. Konsumen mendapatkan dukungan berupa garansi kendaraan, garansi baterai, layanan towing 24 jam untuk kondisi darurat, hingga jaringan servis resmi yang terus diperluas melalui kolaborasi dengan Indomobil Group.

Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari strategi MAXUS untuk memberikan rasa aman kepada konsumen setelah proses pembelian kendaraan, mengingat layanan purna jual masih menjadi salah satu pertimbangan utama calon pengguna kendaraan listrik di Indonesia.
Selama GIIAS 2026 berlangsung, pengunjung dapat melihat langsung seluruh lini premium electric MPV MAXUS di Hall 3H, berkonsultasi mengenai kebutuhan kendaraan, sekaligus memperoleh informasi mengenai berbagai program kepemilikan yang ditawarkan selama pameran.
Melalui partisipasinya di GIIAS 2026, MAXUS kembali memanfaatkan ajang otomotif terbesar di Indonesia tersebut untuk memperkenalkan pendekatan berbeda di segmen MPV listrik premium. Di tengah pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi, perusahaan menilai pengalaman berkendara yang nyaman, kabin yang lapang, serta dukungan layanan purna jual menjadi faktor yang semakin diperhatikan konsumen, selain efisiensi yang selama ini menjadi daya tarik utama kendaraan listrik.