Jakarta, Goodcar.id – Pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin bergairah. Kali ini, Maxus MIFA 9 mencatatkan tonggak penting dengan menembus pasar fleet, setelah PT Satu Kosong Tujuh resmi memborong 20 unit Maxus MIFA 9 untuk kebutuhan operasional transportasi bandara.
Langkah ini memperkuat posisi Maxus MIFA 9 sebagai pilihan kendaraan listrik premium yang tidak hanya ditujukan untuk pengguna pribadi, tapi juga untuk armada layanan profesional. PT Satu Kosong Tujuh, perusahaan penyedia jasa transportasi yang telah berdiri sejak 2017, memilih Maxus MIFA 9 untuk mendukung lini bisnisnya di sejumlah platform besar seperti Grab, Gojek, Maxim, hingga Tiket.com.
“Kenapa Maxus? Karena desainnya lebih mewah dari kompetitor, dan harganya paling kompetitif. Plus, dukungan purnajual dari Indomobil jelas lebih meyakinkan,” ujar Fahmi Maharaja, CEO PT Satu Kosong Tujuh.
Fahmi menambahkan bahwa ke-20 unit Maxus MIFA 9 ini akan didistribusikan ke dua lokasi strategis, yakni 10 unit di Jakarta tepatnya di Bandara Soekarno Hatta dan 10 unit di Bali, di Bandara Ngurah Rai.
Keduanya merupakan wilayah dengan volume tinggi untuk layanan transportasi premium berbasis aplikasi, khususnya dari dan ke bandara.
Dengan pembelian ini, PT Satu Kosong Tujuh menambah jumlah armadanya menjadi lebih dari 6.000 unit yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Masuknya Maxus MIFA 9 menjadi langkah strategis untuk mendiversifikasi lini kendaraan listrik mewah yang bisa digunakan untuk kebutuhan korporat dan pariwisata.

Pembelian ini menjadi penanda penting bagi Maxus, karena merupakan fleet order pertama untuk MIFA 9 di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Yudhi Tan, COO PT Indomobil Energi Baru, selaku distributor resmi Maxus di Tanah Air.
“Ini adalah fleet pertama kami untuk Maxus MIFA 9. Konsumen bisa yakin terhadap brand Maxus karena kami punya pengalaman lebih dari 50 tahun di industri otomotif lewat Indomobil Group,” tegas Yudhy Tan.
Lebih lanjut, Yudhy menyebut bahwa Maxus MIFA 9 sudah diproduksi secara CKD (Completely Knocked Down) di fasilitas produksi lokal, sehingga harga jualnya bisa ditekan lebih kompetitif, tanpa mengorbankan fitur dan kenyamanan.
“Maxus MIFA 9 adalah mobil yang sangat menguntungkan bagi konsumen fleet. Harga sudah CKD, pabrik sendiri, dan biaya operasional sangat efisien,” imbuh Yudhy.
Maxus MIFA 9 sendiri dikenal sebagai MPV listrik premium dengan desain elegan dan kabin luas. Mobil ini menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 90 kWh, dengan jangkauan hingga 520 km (NEDC) dalam sekali pengisian daya.
Dengan konfigurasi tempat duduk yang lega, fitur hiburan modern, dan sistem keselamatan canggih, Maxus MIFA 9 menjadi pilihan rasional untuk pasar fleet kelas atas.
Dukungan layanan purnajual dari jaringan Indomobil juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Konsumen korporat seperti PT Satu Kosong Tujuh dipastikan mendapatkan layanan servis dan perawatan berkala yang profesional dan tersebar di berbagai kota besar.
Masuknya Maxus MIFA 9 ke layanan transportasi bandara seperti yang dioperasikan PT Satu Kosong Tujuh membuka peluang baru dalam menghadirkan moda ramah lingkungan yang tetap mewah dan profesional.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa adopsi EV (electric vehicle) di segmen komersial sudah mulai berjalan dan menjanjikan.
Dengan komitmen dari kedua pihak baik PT Satu Kosong Tujuh maupun Indomobil penggunaan Maxus MIFA 9 di sektor layanan publik diharapkan dapat mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus memperluas persepsi bahwa EV bukan hanya untuk kalangan tertentu, tapi juga untuk layanan massal dan profesional.