Jakarta, Goocar.id - Sejarah baru saja dipahat oleh putra-putra terbaik bangsa di padang pasir Arab Saudi. Untuk pertama kalinya, Indonesia tidak hanya mengirimkan satu, melainkan dua perwakilan sekaligus yang bertarung di ajang Dakar Classic 2026. Di bawah naungan tim asal Prancis, Compagnie Saharienne, dua unit Toyota legendaris dengan livery Merah Putih berhasil menaklukkan ribuan kilometer tantangan ekstrem.

(sumber foto : Instagram.com/compagnie.saharienne)
Di barisan depan, Julian Johan (Jejelogy) menggunakan Toyota Land Cruiser 100 (VX100). Berpasangan dengan navigator kawakan Mathieu Monplaisir, Jeje, sapaan akrab Johan, menunjukkan kelasnya sebagai pereli yang matang. Strategi navigasi yang presisi dan ketangguhan VX100 membawa Jeje finis di Peringkat 5 Overall Dakar Classic dan menyabet Juara 1 di Kelas Iconic Classic Club. Ini adalah pencapaian tertinggi orang Indonesia di ajang Dakar sepanjang masa. Tak kalah gemilang, Shammie Baridwan yang bertindak sebagai driver di mobil kedua, membuktikan bahwa dirinya adalah petarung sejati.

(sumber foto : Dokumentasi Dakar)
Mengendarai Toyota Land Cruiser 70 (HZJ 78) atau yang akrab disebut Toyota Bundera, Shammie Baridwan didampingi oleh navigator asal Lithuania, Ignas Daunoravicius. Kejutan besar terjadi di Stage 11, di mana Shammie berhasil menjadi yang tercepat dan menduduki podium pertama etape tersebut sebuah sejarah pertama bagi pereli Indonesia memenangkan sebuah stage di Dakar. Shammie dan Ignas menutup kompetisi dengan hasil yang luar biasa, yakni Peringkat 7 Overall dan meraih Juara 3 di Kelas H1.
Keberhasilan ini membuktikan durabilitas luar biasa dari lini Land Cruiser. Sementara Jeje mengandalkan kenyamanan dan tenaga VX100, Shammie menunjukkan ketangguhan mekanikal murni dari HZJ 78. Ignas Daunoravicius, dengan latar belakangnya sebagai mantan pembalap motor gurun, menjadi kunci sukses Shammie dalam membaca "jebakan" pasir yang sering kali menipu para peserta.
Keberhasilan kedua mobil ini menembus 10 besar dunia (Overall) adalah bukti bahwa motorsport Indonesia sudah naik level. Kolaborasi antara driver Indonesia (Jeje & Shammie) dengan navigator internasional (Mathieu & Ignas) di bawah manajemen tim Compagnie Saharienne terbukti menjadi formula pemenang."Ini adalah bukti bahwa Indonesia bisa bicara banyak di level dunia jika persiapan dan timnya solid," ujar Shammie usai menyelesaikan etape terakhir di Yanbu.
Dakar 2026 bukan lagi soal partisipasi. Ini adalah soal dominasi. Merah Putih telah berkibar tinggi di podium tertinggi kelas Iconic, menandakan era baru bagi pereli-pereli lintas alam Tanah Air.