Jakarta, Goodcar.id - Chery Automobile mengambil langkah yang tidak biasa. Pabrikan asal Wuhu, China, itu memastikan akan meluncurkan pickup diesel plug-in hybrid (PHEV) pertamanya di Australia pada kuartal keempat 2026. Model ini punya kode internal KP31 dan sebelumnya diperkenalkan di China dengan nama Rely P3X.
Secara resmi, model tersebut akan dipasarkan langsung menggunakan merek Chery di Australia. Keputusan ini menegaskan keseriusan Chery masuk ke segmen ute—sebutan lokal untuk pickup truck—yang selama ini identik dengan dominasi merek Jepang dan Amerika.
Dalam keterangan resminya, Chery menyebut KP31 sebagai pickup diesel PHEV pertama di dunia.
Debut Global Berawal dari Rely P3X
Sebelum mengarah ke pasar Australia, model ini lebih dulu tampil di China dengan nama Rely P3X. Rely sendiri diproyeksikan sebagai sub-brand independen yang fokus menggarap kendaraan pickup.
Di bawah lini Rely, sudah ada beberapa model seperti R08, R08 Pro, dan R08 EV. Tahun lalu, Chery juga memperkenalkan dua mobil konsep tambahan, yakni P2X dan P3X. Kini, versi produksi massal P3X dipastikan meluncur di Australia dengan identitas baru sebagai Chery KP31.
Unit konsepnya bahkan sempat dipamerkan di Australia. Sementara versi produksi massal dijadwalkan mulai dijual pada Q4 2026.
Dimensi Besar dengan Gaya Boxy
Secara tampilan, Chery KP31 hadir sebagai dual-cab ute berukuran besar. Panjang bodinya mencapai 5.610 mm, membuatnya masuk kategori pickup bongsor.
Desainnya mengusung gaya boxy dengan garis tegas. Bagian depan menampilkan bumper besar, lampu berbentuk bulat, serta emblem Chery yang dapat menyala. Di sekeliling bodi terdapat aksen plastik tebal yang menegaskan karakter tangguhnya. Mobil ini juga dibekali ban BF Goodrich AT dan spion berukuran besar, memperkuat kesan siap kerja maupun petualangan.
Sekilas, proporsinya mengingatkan pada pickup Amerika dengan postur gagah dan kokoh.
Klaim Diesel PHEV Pertama di Dunia
Sorotan utama tentu ada di balik kap mesinnya. Chery mengklaim KP31 sebagai pickup pertama yang memadukan mesin diesel dengan sistem plug-in hybrid.
Mesin yang digunakan adalah 2.5-liter internal combustion engine (ICE) dengan efisiensi termal diklaim mencapai 47 persen. Untuk ukuran mesin diesel produksi massal, angka tersebut tergolong tinggi.
Detail motor listrik dan kapasitas baterai memang belum diumumkan. Namun dalam presentasi sebelumnya di China, platform diesel-PHEV KP31 ditampilkan menggunakan sistem penggerak 4WD konvensional, dengan paket baterai ditempatkan di bagian belakang rangka.
Sejumlah spesifikasi target yang sudah disebutkan antara lain:
Payload hingga 1 ton
Kemampuan towing 3,5 ton
Getaran diklaim 30 persen lebih rendah
Konsumsi bahan bakar 10 persen lebih efisien
Meski begitu, angka resmi tenaga dan torsi gabungan masih belum dipublikasikan.
Hadapi Pasar Australia yang Ketat
Australia dikenal sebagai salah satu pasar pickup paling kompetitif. Model-model seperti BYD Shark 6 dan GWM Cannon Alpha Hi4 sudah lebih dulu bermain di segmen ini.
Masuknya Chery KP31 jelas bukan tanpa tantangan. Strategi yang dibawa cukup spesifik: menawarkan kombinasi mesin diesel dengan sistem plug-in hybrid sebagai pembeda di tengah ketatnya persaingan.
Chery juga menyatakan bahwa pada 2027 akan hadir varian tambahan dengan sistem PHEV berbasis mesin bensin untuk pasar yang sama.
Ekspansi ke Australia sendiri bukan langkah awal Chery di segmen pickup. Model Rely R08 sebelumnya sudah dipasarkan di China dengan harga mulai 88.800 yuan, lalu merambah pasar Amerika Latin dan Timur Tengah. Di beberapa negara, model tersebut dikenal dengan nama Chery Himla.
Jika tidak ada perubahan jadwal, Chery KP31 akan resmi meluncur di Australia pada Q4 2026. Detail lengkap terkait tenaga, kapasitas baterai, dan harga jualnya masih dinantikan.