Jakarta, Goodcar.id - Penambahan armada bus DAMRI lintas negara kembali dilakukan. Dalam ajang Busworld Southeast Asia 2026, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) bersama Karoseri Piala Mas resmi menyerahkan 10 unit bus baru berbasis Hino RM 280 ABS kepada Perum DAMRI.
Seremoni handover berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dan menjadi bagian dari penguatan layanan bus DAMRI lintas negara, khususnya untuk rute Pontianak–Brunei yang dikenal sebagai “Trip 3 Negara”.
Penyerahan unit dilakukan langsung oleh Anton Nugroho kepada Arifin, dengan disaksikan manajemen Karoseri Piala Mas.
Rute Bus DAMRI Pontianak–Brunei Lewat Malaysia
Bus DAMRI lintas negara ini akan melayani rute Pontianak menuju Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Dalam perjalanan, armada akan melintasi wilayah Indonesia, masuk ke Malaysia melalui Kuching, lalu berakhir di Brunei.
Rute ini menjadi salah satu jalur darat internasional yang cukup dikenal karena menghubungkan tiga negara dalam satu perjalanan. Tidak banyak layanan bus reguler yang menawarkan lintasan seperti ini di kawasan Asia Tenggara.
Dengan tambahan armada baru, kapasitas layanan bus DAMRI lintas negara diharapkan lebih stabil, terutama untuk perjalanan jarak jauh dengan durasi panjang dan kebutuhan operasional yang konsisten.
Spesifikasi Hino RM 280 ABS untuk Bus DAMRI Lintas Negara

Hino RM 280 ABS dipilih sebagai basis utama armada karena sudah cukup lama digunakan di sektor transportasi penumpang. Chassis ini dikenal punya karakter mesin yang stabil untuk perjalanan antarkota hingga lintas negara.
Beberapa spesifikasi penting dari Hino RM 280 ABS antara lain:
Sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System) untuk menjaga kontrol saat deselerasi
Karakter mesin yang dirancang untuk perjalanan panjang
Efisiensi operasional yang relatif terjaga untuk penggunaan intensif
Untuk unit DAMRI ini, Hino RM 280 ABS dipadukan dengan bodi REXUS 8S buatan Karoseri Piala Mas. Desain bodi tersebut diarahkan untuk kebutuhan bus jarak jauh dengan fokus pada kenyamanan penumpang dan efisiensi ruang kabin.
Kebutuhan Armada DAMRI: Klaim Tahan Lama dan Minim Gangguan
Sebagai operator transportasi milik negara, DAMRI tidak hanya mengejar penambahan unit, tetapi juga keandalan armada dalam jangka panjang. Bus DAMRI lintas negara harus mampu beroperasi dalam kondisi jalan yang bervariasi, termasuk lintasan antarnegara dengan karakter berbeda.
Selain durability, aspek lain yang menjadi perhatian adalah kemudahan perawatan dan dukungan after sales. Hal ini penting untuk menjaga uptime kendaraan tetap tinggi dan meminimalkan potensi gangguan operasional.
“Kolaborasi DAMRI, Hino dan Karoseri Piala Mas menghadirkan armada transportasi lintas negara yang tidak hanya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan, tetapi juga menjadi representasi kualitas karya anak bangsa di panggung internasional. Melalui armada terbaru ini, kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antarnegara di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Arifin, Direktur Teknik dan Fasilitas Perum DAMRI.
Hino Tekankan Dukungan After Sales untuk Operasional
Dalam pengadaan bus DAMRI lintas negara ini, Hino tidak hanya menyediakan unit kendaraan. Dukungan purna jual juga menjadi bagian dari paket kerja sama, termasuk jaringan servis dan ketersediaan suku cadang.
Anton Nugroho menjelaskan, “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan DAMRI kepada Hino dalam mendukung layanan transportasi publik di Indonesia. Hino akan terus berupaya menghadirkan kendaraan yang andal serta dukungan Total Support melalui jaringan after sales yang luas, ketersediaan suku cadang, dan layanan teknis profesional agar operasional pelanggan dapat berjalan optimal”.
Kehadiran bus DAMRI lintas negara untuk rute Pontianak–Brunei menunjukkan bahwa transportasi darat masih punya peran penting dalam konektivitas regional. Di tengah dominasi transportasi udara, jalur darat tetap relevan untuk mobilitas tertentu, terutama di kawasan perbatasan.
Dengan tambahan 10 unit Hino RM 280 ABS, DAMRI berupaya menjaga konsistensi layanan di jalur internasional tersebut. Bukan hanya soal jumlah armada, tetapi juga bagaimana kendaraan bisa beroperasi secara stabil dalam jangka panjang.
Di sisi lain, langkah ini juga mencerminkan pendekatan produsen kendaraan niaga yang kini tidak sekadar menjual unit, tetapi ikut terlibat dalam mendukung operasional pelanggan secara menyeluruh.