Jakarta, Goodcar.id - Mobil listrik bekas kini mulai menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin masuk ke era elektrifikasi dengan anggaran lebih terjangkau. Salah satu segmen yang menarik perhatian adalah mobil listrik bekas di kisaran Rp300 jutaan.
Menariknya, pada rentang harga tersebut konsumen tidak hanya menemukan mobil listrik berukuran kompak. Beberapa SUV dan hatchback listrik yang ketika baru dibanderol jauh lebih mahal juga mulai masuk pasar mobil bekas.
Berdasarkan penelusuran sejumlah pasar mobil bekas, terdapat beberapa model yang layak dipertimbangkan, mulai dari BYD Atto 3, Hyundai Ioniq 5, Chery Omoda E5, MG 4 EV hingga Nissan Leaf.
Namun, harga mobil bekas sangat bergantung pada tahun produksi, kilometer, kondisi kendaraan, lokasi dan status penjual. Karena itu, daftar berikut menggunakan kisaran harga penawaran yang ditemukan di pasar, bukan patokan harga transaksi final.
1. BYD Atto 3
BYD Atto 3 menjadi salah satu SUV listrik yang menarik di pasar bekas. Model ini sudah dapat ditemukan di kisaran Rp300 jutaan.
Salah satu listing BYD Atto 3 bekas tahun 2024 yang ditemukan ditawarkan Rp344 juta dengan jarak tempuh 22.804 km. Ada pula unit Atto 3 Superior 2024 dengan kilometer sekitar 12.900 km yang ditawarkan Rp400 juta.
Harga tersebut menarik jika dibandingkan dengan harga Atto 3 baru. Sebagai gambaran, harga baru BYD Atto 3 Advanced pada 2026 tercatat sekitar Rp415 juta.
Atto 3 menggunakan baterai berkapasitas besar untuk kelasnya dan menawarkan posisi berkendara ala SUV. Karena itu, model ini cocok bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan kabin cukup lega tetapi tetap mudah digunakan untuk aktivitas harian.
Sebelum membeli, calon konsumen tetap perlu meminta pemeriksaan kondisi baterai, termasuk data dari sistem BMS, serta memastikan sisa garansi baterai dan komponen kendaraan.
2. Hyundai Ioniq 5
Hyundai Ioniq 5 menjadi pilihan menarik jika konsumen menginginkan mobil listrik dengan kelas dan dimensi yang lebih besar.
Depresiasi membuat Ioniq 5 mulai masuk radar konsumen dengan dana sekitar Rp300–400 jutaan. Salah satu listing yang ditemukan menawarkan Hyundai Ioniq 5 tahun 2023 dengan harga Rp428 juta dan jarak tempuh 35.000–40.000 km.
Artinya, untuk unit tertentu, konsumen mungkin perlu menyiapkan dana sedikit di atas Rp400 juta. Namun model ini tetap layak dimasukkan dalam daftar mobil listrik bekas sekitar Rp300 jutaan karena selisih harga tersebut tidak terlalu jauh dari batas anggaran.
Keunggulan Ioniq 5 ada pada dimensi kabin, kenyamanan serta teknologi pengisian cepat. Mobil ini juga memiliki desain yang berbeda dibandingkan mayoritas SUV konvensional.
Yang perlu diperhatikan adalah kondisi baterai dan sistem kelistrikan. Pada mobil listrik bekas dengan harga relatif tinggi, pemeriksaan menggunakan perangkat diagnostik menjadi penting sebelum transaksi.
3. Chery Omoda E5
Chery Omoda E5 justru menjadi salah satu model yang cukup mudah ditemukan di kisaran harga Rp300 jutaan.
Penelusuran listing menunjukkan beberapa Omoda E5 tahun 2024 ditawarkan sekitar Rp300–314 juta. Bahkan terdapat unit dengan kilometer 5.000–10.000 km yang dipasang Rp300 juta.
Ada pula unit tahun 2025 dengan kilometer di bawah 5.000 km yang ditawarkan sekitar Rp310 juta.
Harga tersebut membuat Omoda E5 menarik karena konsumen bisa mendapatkan SUV listrik yang relatif muda dengan anggaran sekitar Rp300 jutaan.
Namun, konsumen tetap perlu membandingkan harga unit bekas dengan harga mobil barunya. Pada Mei 2026, harga baru Omoda E5 Pure tercatat Rp379,9 juta, sedangkan Omoda E5 berada di Rp419,9 juta.
Dengan kondisi tersebut, selisih harga antara unit baru dan bekas perlu diperhitungkan secara matang. Unit bekas dengan harga terlalu dekat dengan mobil baru tentu perlu dipertimbangkan kembali.
4. MG 4 EV
Bagi konsumen yang mengutamakan sensasi berkendara, MG 4 EV menjadi salah satu pilihan menarik.
Harga bekas MG 4 EV saat ini sudah berada di bawah Rp300 juta untuk beberapa unit. OTO.com mencatat MG 4 EV bekas mulai sekitar Rp293 juta, sementara jumlah unit yang tersedia memang masih terbatas.
Di pasar lain, terdapat pula unit MG 4 EV tahun 2024 yang ditawarkan sekitar Rp228 juta.
Dengan demikian, konsumen yang memiliki anggaran Rp300 jutaan sebenarnya memiliki ruang untuk mencari unit dengan kondisi lebih baik atau kilometer lebih rendah.
MG 4 EV menarik karena karakter berkendaranya berbeda dari SUV listrik. Bentuk hatchback membuatnya relatif kompak, sementara penggerak listrik memberikan respons akselerasi yang instan.
Namun karena jumlah unit bekasnya tidak sebanyak beberapa model populer lainnya, calon pembeli perlu lebih teliti dalam memeriksa riwayat kendaraan, kondisi baterai dan ketersediaan komponen.
5. Nissan Leaf
Nissan Leaf menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan pengalaman penggunaan yang sudah cukup lama di Indonesia.
Harga Leaf bekas saat ini sangat bervariasi. OTO.com mencatat Nissan Leaf bekas mulai dari Rp350 juta untuk unit tahun 2023 dengan jarak tempuh 25.005 km.
Namun penelusuran di marketplace lain menunjukkan harga yang lebih rendah. Mobil123, misalnya, menampilkan beberapa Nissan Leaf 2023 dengan harga sekitar Rp295–305 juta, bahkan terdapat unit di bawah Rp300 juta.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa konsumen harus melihat unit secara individual, bukan hanya menggunakan harga rata-rata sebagai patokan.
Leaf juga membutuhkan perhatian khusus pada kondisi baterai. Sebelum membeli, calon pemilik sebaiknya meminta pemeriksaan kesehatan baterai dan memastikan kapasitas baterai masih sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Membeli mobil listrik bekas tidak cukup hanya dengan membandingkan harga jual. Kondisi baterai menjadi salah satu faktor terpenting karena baterai merupakan komponen paling mahal dalam sebuah mobil listrik.
"Calon pembeli sebaiknya meminta data pakai baterai atau State of Health (SoH), melakukan diagnostic scan dan mencoba proses pengisian daya sebelum melakukan transaksi," kata Heru, pedagang mobil di Kawasan Tebet Jakarta Selatan.
Iya mengatakan sebaiknya konsumen juga memeriksa sisa garansi baterai, riwayat servis, riwayat kecelakaan, kemungkinan bekas terendam banjir serta kondisi sistem pengisian.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah membandingkan harga mobil bekas dengan harga mobil listrik baru. Perkembangan harga mobil listrik baru yang semakin kompetitif membuat depresiasi beberapa model berlangsung cukup cepat.