Beranda / Artikel / Wuling Rayakan 8 Tahun di Indonesia, Awal Produksi Lokal Kini Tembus Ekspor Global
Artikel

Wuling Rayakan 8 Tahun di Indonesia, Awal Produksi Lokal Kini Tembus Ekspor Global

Tigor Sihombing
14 July 2025 08:41

Cikarang, Goodcar.id – Delapan tahun lalu, Wuling Motors memulai langkah besar di Indonesia dengan meresmikan fasilitas produksi di Cikarang. Kini, pabrikan asal Tiongkok itu tak hanya berhasil membangun fondasi bisnis yang kuat, tapi juga membawa kendaraan hasil rakitan lokal menembus pasar global.

Tepat di ulang tahunnya yang ke-8, Senin (14/7), Wuling kembali menegaskan komitmennya lewat tema “Dibangun di Indonesia, untuk Anda”. Perayaan ini menjadi momen penting, bukan sekadar selebrasi internal, tapi juga unjuk bukti bahwa Indonesia bukan hanya pasar, melainkan pusat produksi strategis yang kini terhubung ke lintas negara.

Dalam acara yang digelar di pabrik Wuling Cikarang seluas 60 hektare itu, Wuling meluncurkan New BinguoEV, model kendaraan listrik yang menjadi andalan mereka di pasar otomotif nasional. Tak berhenti di situ, Wuling juga melakukan seremoni ekspor perdana mobil listrik rakitan Indonesia ke Sri Lanka, memperluas jangkauan internasional mereka ke total 18 negara dengan setir kanan.

“Dalam 8 tahun perjalanan ini, semua pencapaian kami tidak lepas dari kerja keras seluruh karyawan, dukungan pemerintah, dan kepercayaan dari konsumen Indonesia. Terima kasih atas kontribusi semua pihak,” ungkap Tang Wensheng, President Director Wuling Motors Indonesia.

Sejak memulai produksi pada Juli 2017, Wuling telah merakit lebih dari 167.000 unit kendaraan di Indonesia, dengan dukungan lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal di semua lini operasional. Dengan jaringan 150 diler di seluruh Indonesia, Wuling berhasil membangun ekosistem penjualan dan layanan purnajual yang terintegrasi.

Menariknya, dari total kendaraan yang diproduksi, sebanyak 6.800 unit telah diekspor ke luar negeri. Ini menjadikan Wuling sebagai produsen otomotif Tiongkok pertama di Indonesia yang mampu mengekspor mobil listrik dari fasilitas perakitan lokal.

Langkah strategis lainnya adalah pengenalan Mitra EV, kendaraan listrik komersial pertama mereka di Indonesia. Dirancang untuk kebutuhan logistik dan usaha, Mitra EV menjadi sinyal bahwa elektrifikasi Wuling tak hanya menyasar mobil penumpang, tapi juga merambah sektor niaga.

Dengan total 9 model kendaraan yang ditawarkan—4 berbasis mesin pembakaran internal (ICE), 1 hybrid, dan 4 berbasis listrik penuh (EV)—Wuling menunjukkan diversifikasi produk yang seimbang dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. Seluruh model ini diproduksi secara lokal, mencerminkan keberpihakan pada industri dalam negeri.

Namun Wuling tak hanya fokus pada bisnis. Dalam perayaan ini, mereka juga mengapresiasi karyawan, tenaga penjual, dan konsumen loyal yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka. Sebanyak 8 konsumen loyal, 20 tenaga penjual terbaik, dan 3 kategori karyawan berdedikasi tinggi menerima penghargaan secara langsung.

Wuling juga melaporkan keberhasilan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk “10.000 Pohon untuk Indonesia”, yang telah ditanam sejak 2017 sebagai bagian dari komitmen pada pelestarian lingkungan. Program ini merupakan bagian dari tiga pilar CSR Wuling: pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Kami percaya Indonesia bukan sekadar lokasi produksi. Ini adalah tempat kami tumbuh, berinovasi, dan memberi kontribusi. Platform yang kami bangun di sini adalah fondasi untuk tumbuh bersama masyarakat,” tutup Tang Wensheng.

Delapan tahun perjalanan Wuling di Indonesia bukan hanya soal angka penjualan atau kapasitas produksi, melainkan juga tentang bagaimana mereka mentransformasi mimpi global menjadi realita lokal—diproduksi di Cikarang, dan kini, dikirim ke dunia.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua