Beranda / Artikel / Spesifikasi Jawara FCEV, Motor Hidrogen Mahasiswa UPI
GoodBike

Spesifikasi Jawara FCEV, Motor Hidrogen Mahasiswa UPI

Tigor Sihombing
17 November 2025 11:39

Jakarta, Goodcar.id – Seperti apa Spesifikasi Jawara FCEV yang baru-baru ini dipamerkan? Tren kendaraan hidrogen mulai menunjukkan perkembangan signifikan di Asia, meskipun Indonesia masih berada pada tahap awal pemanfaatannya.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong roadmap energi bersih sebagai arah masa depan transportasi nasional. Di tengah wacana transisi energi tersebut, sebuah inovasi dari mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil menarik perhatian publik: motor hidrogen Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang benar-benar dapat dikendarai.

Motor berdesain cafe racer yang hanya menghasilkan uap air sebagai emisi ini dipamerkan dalam kegiatan vokasional UPI di Balai Pertemuan Umum. Kehadirannya menjadi bukti bahwa teknologi hidrogen bukan lagi sekadar konsep kebijakan, tetapi mulai diimplementasikan secara nyata oleh generasi muda di lingkungan kampus.

Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif FPTK UPI berhasil merakit motor hidrogen pertama mereka yang diberi nama Jawara FCEV. Secara prinsip, motor ini bekerja dengan mengubah hidrogen menjadi listrik melalui fuel cell, kemudian listrik tersebut menggerakkan motor listrik sebagai sumber tenaga. “Motor ini menggunakan bahan bakar hidrogen yang diubah menjadi listrik melalui alat bernama fuel cell. Dari hidrogen dihasilkan energi untuk menggerakkan motor,” ujar Muhammad Zidan, anggota tim pengembang.

Proyek yang dimulai sejak 2024 ini digarap oleh sepuluh mahasiswa dengan bimbingan Sriyono, S.Pd., M.Pd. Menariknya, sekitar 80 persen komponen motor sudah berasal dari produksi lokal, sementara fuel cell masih diimpor dari Meksiko.

Dari sisi performa, Jawara FCEV mencatat spesifikasi yang cukup impresif. Motor ini memiliki kecepatan maksimum 80 km/jam dan mampu menempuh jarak hingga 428 km hanya dengan dua liter hidrogen murni. Emisinya nol gram CO₂ karena satu-satunya keluaran adalah uap air.

Beragam fitur modern juga disematkan, seperti sensor kebocoran hidrogen dengan sistem safety cut-off otomatis, pemantauan IoT untuk tekanan gas dan suhu, GPS tracker, RFID security, remote engine cut-off melalui SMS, hingga regenerative braking untuk pengisian baterai saat deselerasi. “Tujuan kami sederhana, ingin menunjukkan bahwa kendaraan ramah lingkungan itu bukan angan-angan. Mahasiswa Indonesia bisa membuatnya,” kata Zidan.

Menurut mereka, inovasi ini selaras dengan arah kebijakan energi bersih Kementerian ESDM. Sejak 2023, hidrogen telah resmi masuk dalam roadmap energi bersih nasional, dengan fokus pada pengembangan green hydrogen berbasis energi terbarukan, pembangunan infrastruktur stasiun pengisian hidrogen, serta dorongan riset fuel cell di industri dan perguruan tinggi. Motor hidrogen UPI hadir sebagai jawaban konkret terhadap kebutuhan riset kendaraan nol emisi yang relevan untuk masa depan.

Berawal di Tahun 2024

Proyek Jawara FCEV berawal dari kompetisi PLN ICE 2024 yang mempertemukan 30 kampus dari seluruh Indonesia. Dari seluruh peserta, hanya UPI dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang mendapatkan pendanaan untuk mewujudkan konsep menjadi prototipe. “Sekarang motor ini menjadi kebanggaan kampus karena hanya ada dua unit di Indonesia,” ujar Zidan. Dukungan UPI pun terbilang besar, mulai dari akses laboratorium 24 jam hingga dispensasi tugas akademik bagi anggota tim.

Keberhasilan ini menjadi langkah awal penyusunan ekosistem hidrogen di lingkungan kampus. Tim otomotif UPI kini tengah mengembangkan prototipe mobil hidrogen, melakukan riset stasiun pengisian hidrogen, serta melanjutkan pengembangan bus listrik Evo 1 dan Evo 2 yang sebelumnya sudah berhasil diuji. “Harapannya, karya ini bisa memantik semangat bahwa anak muda Indonesia mampu menciptakan teknologi masa depan,” tambah Zidan.

Sriyono, M.Pd., selaku dosen pembimbing, menegaskan bahwa UPI berkomitmen mencetak inovator energi bersih. Tim ini memiliki rekam jejak yang kuat, termasuk meraih posisi runner-up kategori prototipe hidrogen pada ajang Shell Eco Marathon. Pada awal 2026, mereka dijadwalkan kembali berlaga di Shell Eco Marathon Asia & Middle East dengan membawa konsep urban hydrogen vehicle terbaru.

Secara teknis, Jawara FCEV menggunakan hidrogen sebagai sumber energi melalui fuel cell, dengan kapasitas tabung 1 liter dan jarak tempuh mencapai 428 km untuk dua liter hidrogen. Dengan 80 persen komponen lokal dan fitur keamanan modern, motor ini menunjukkan kesiapan teknologi yang kompetitif. Prototipe ini dikerjakan oleh sepuluh mahasiswa di bawah bimbingan Sriyono dan tim akademik lainnya.

Dengan teknologi yang sudah berfungsi, relevansi tinggi terhadap kebutuhan masa depan, serta potensi pengembangan yang besar, Jawara FCEV membuktikan bahwa inovasi mahasiswa dapat bergerak cepat mengikuti perkembangan global. Pertanyaannya kini, apakah pemerintah dan sektor swasta siap memberikan dukungan agar motor hidrogen ini dapat berkembang hingga memasuki fase produksi? Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi mengenai hal tersebut.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua