Jakarta, Goodcar.id - Kalau ditarik ke belakang, Shell mencatat sejarah sebagai SPBU asing pertama di Indonesia. Kehadirannya sempat bikin heboh karena menawarkan layanan yang beda dari biasanya. Konsumen tidak hanya isi bensin, tapi juga bisa dapat bonus layanan pembersihan kaca jendela dan pompa ban gratis. Hal kecil, tapi cukup bikin standar pelayanan SPBU di Indonesia ikut naik.
Pertanyaan yang kemudian sering muncul adalah: “Sebenarnya siapa pemilik SPBU Shell di Indonesia?” Jawabannya ternyata punya perjalanan panjang.
Dari Royal Dutch Shell ke Shell plc
Secara global, Shell dimiliki oleh perusahaan bernama Shell plc, yang dulu dikenal sebagai Royal Dutch Shell plc. Perubahan nama ini terjadi pada 20 Desember 2021.
Shell plc berbasis hukum di Inggris dan Wales, sementara kantor pusat globalnya ada di Den Haag, Belanda. Dari sanalah kendali penuh terhadap berbagai anak usaha Shell di seluruh dunia, termasuk Shell Indonesia, dijalankan.
Di Indonesia, Shell plc memang memegang kendali kepemilikan. Namun, mereka juga membuka peluang lewat sistem waralaba Dealer Owned Dealer Operated (DODO). Jadi, pihak ketiga bisa mengelola SPBU Shell dengan tetap mengikuti standar internasional yang ditetapkan perusahaan.
Perubahan Besar di 2025
Di tahun 2025, situasinya berubah cukup drastis. Shell memutuskan untuk mengalihkan seluruh bisnis SPBU di Indonesia ke sebuah perusahaan patungan. Artinya, kepemilikan SPBU Shell kini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan Shell plc.
Ada dua pemain yang kini mengendalikan operasional SPBU Shell di Tanah Air:
Citadel Pacific Limited (CPL)
Perusahaan asal Filipina yang punya bisnis lintas sektor, mulai dari energi, telekomunikasi, katering penerbangan, hingga tenaga surya.
Operasinya tersebar di Hong Kong, Makau, Palau, dan Guam (AS).
Sefas Group
Perusahaan lokal Indonesia yang berdiri sejak 1997, didirikan oleh Herman Soegeng dan Ricky Roesly.
Awalnya fokus sebagai distributor resmi pelumas Shell Indonesia lewat PT Sefas Pelindotama.
Kini merambah ke banyak sektor, mulai dari pertambangan, konstruksi alat berat, hingga energi industri.
Kolaborasi Citadel Pacific Limited dan Sefas Group menandai babak baru Shell di Indonesia.
Apa Artinya Bagi Konsumen?
Bagi pengguna, perubahan kepemilikan ini sebenarnya tidak banyak mengubah layanan sehari-hari. SPBU Shell tetap beroperasi dengan standar pelayanan internasional, mulai dari kualitas bahan bakar hingga layanan tambahan yang membuatnya berbeda.
Namun, di sisi lain, langkah ini menunjukkan tren menarik di industri energi Indonesia. Masuknya investor asing dan lokal menegaskan kalau pasar BBM di Tanah Air masih sangat potensial. Dengan kombinasi pengalaman global CPL dan jaringan lokal Sefas Group, SPBU Shell diperkirakan akan makin ekspansif ke depan.
Jadi, siapa pemilik SPBU Shell di Indonesia? Saat ini jawabannya adalah Citadel Pacific Limited dari Filipina dan Sefas Group dari Indonesia.
Shell plc memang tetap dikenal sebagai raksasa energi dunia, tapi di Indonesia, estafet kepemilikan bisnis SPBU kini dipegang oleh perusahaan patungan tersebut. Perubahan ini bukan hanya soal kepemilikan, tapi juga cerminan dinamika industri energi yang terus bergerak mengikuti peluang baru.