Beranda / Artikel / Sean Gelael Debut di Mandalika, Siap Tampil di GT World Challenge Asia 2026
Artikel

Sean Gelael Debut di Mandalika, Siap Tampil di GT World Challenge Asia 2026

Muhammad King
24 April 2026 19:44

Jakarta, GoodCar.id - Pembalap sportscar dan GT berpengalaman asal Indonesia, Sean Gelael, dipastikan akan menjalani debutnya di ajang GT World Challenge Asia powered by AWS di hadapan publik sendiri. Momen spesial tersebut akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 2–3 Mei mendatang, menandai kali pertama Gelael turun dalam kompetisi GT internasional di tanah air.

Pembalap berusia 29 tahun ini dijadwalkan tampil dalam satu penampilan khusus (one-off) bersama tim Garage 75 asal Indonesia. Ia akan mengendarai Ferrari 296 GT3 Evo, mobil balap spesifikasi GT3 terbaru yang juga menjadi andalannya di berbagai kejuaraan internasional musim ini. Garage 75 sendiri bukan tim sembarangan, karena sukses meraih gelar juara kelas Am dalam dua musim terakhir GT World Challenge Asia.

Menariknya, Gelael akan turun sebagai pembalap tunggal dalam dua balapan berdurasi masing-masing 60 menit. Format ini sebelumnya juga dijalani oleh rivalnya di kelas Silver, Akash Nandy, saat seri pembuka di Sepang. Keputusan ini menunjukkan tingkat kepercayaan tim terhadap kemampuan dan pengalaman Gelael dalam mengelola balapan secara penuh tanpa berbagi kokpit.

Pengalaman Sean Gelael di Dunia Balap

Foto : Antara Gorontalo

Secara rekam jejak, Sean Gelael bukan nama baru di dunia balap ketahanan (endurance racing). Ia merupakan mantan runner-up kelas pada ajang 24 Hours of Le Mans serta FIA World Endurance Championship (WEC). Saat ini, Gelael masih aktif berkompetisi di WEC dengan mengendarai BMW M4 GT3 Evo, memperkuat reputasinya sebagai salah satu pembalap Indonesia paling berpengalaman di kancah global.

Pengalamannya dengan Ferrari 296 GT3 Evo juga bukan hal baru. Gelael telah mengasah kemampuannya menggunakan mobil tersebut dalam kampanye Asian Le Mans Series musim 2025/2026. Selain itu, ia juga turun di GT World Challenge Europe musim ini dengan mobil yang sama. Dalam kedua program tersebut, peran tim AF Corse menjadi sangat krusial, mengingat tim Italia tersebut juga memberikan dukungan teknis kepada Garage 75 di GT World Challenge Asia.

Seri kedua GT World Challenge Asia di Mandalika ini juga akan menjadi pengalaman balap kompetitif pertama Gelael di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut. Meski demikian, Mandalika bukanlah tempat yang asing baginya. Ia telah beberapa kali terlibat dalam berbagai kegiatan di sirkuit ini, mulai dari sesi peresmian, menghadiri ajang balap, hingga melakukan hot lap dan bahkan mengibarkan bendera finis. Namun, balapan resmi dengan tekanan kompetisi tentu menjadi tantangan yang berbeda.

Dalam pernyataannya, Gelael mengungkapkan rasa antusiasnya untuk akhirnya bisa balapan di Mandalika.
“Saya sangat senang akhirnya bisa balapan di Mandalika. Ini seperti potongan terakhir dari sebuah puzzle. Saya sudah melakukan banyak hal di Mandalika sebelumnya, mulai dari ikut peresmian sirkuit, menghadiri balapan, hingga mengemudi untuk hot lap dan bahkan mengibarkan bendera finis. Tapi saya belum pernah benar-benar balapan secara kompetitif melawan para rival tangguh di sana,” ujar Gelael, dikutip dari laman resmi GT World Challange Asia.

Ia juga menambahkan bahwa balapan ini memiliki arti emosional yang mendalam. Selain menjadi debutnya di Mandalika dalam konteks kompetitif, ini juga merupakan salah satu kesempatan langka baginya untuk tampil di ajang balap mobil internasional di depan publik Indonesia.
“Ini juga akan menjadi pertama kalinya, selain reli, saya mengikuti balapan mobil internasional di depan para penggemar Indonesia yang saya cintai. Jadi ini pasti akan menjadi momen yang sangat spesial,” lanjutnya.

Ajang GT World Challenge Asia sendiri memiliki arti penting bagi perkembangan motorsport di Mandalika. Tahun lalu, kejuaraan ini menjadi ajang balap mobil internasional pertama yang digelar di sirkuit tersebut, membuka jalan bagi berbagai event internasional lainnya untuk masuk ke Indonesia.

Rangkaian kegiatan seri Mandalika akan dimulai dengan sesi official test pada Kamis, 30 April. Setelah itu, para pembalap akan menjalani sesi latihan bebas pada Jumat sebelum memasuki dua balapan utama yang digelar secara terpisah pada Sabtu dan Minggu. Format akhir pekan ini memberikan waktu adaptasi yang cukup bagi pembalap, terutama bagi mereka yang baru pertama kali merasakan karakter lintasan Mandalika dalam kondisi balap penuh.

Dengan kombinasi pengalaman internasional, dukungan tim yang kompetitif, serta motivasi tampil di depan publik sendiri, kehadiran Sean Gelael di GT World Challenge Asia Mandalika diprediksi akan menjadi salah satu sorotan utama akhir pekan balap tersebut. Selain menjadi ajang pembuktian diri, ini juga menjadi momentum penting bagi motorsport Indonesia untuk menunjukkan eksistensinya di level global.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua