Beranda / Artikel / Rifat/Mayka Dominasi Sprint Rally Semarang 2026, Sapu Bersih SS
Artikel

Rifat/Mayka Dominasi Sprint Rally Semarang 2026, Sapu Bersih SS

Tigor Sihombing
08 June 2026 15:12

Semarang, GOODCAR.ID – Team RS–Telkomsel 5G menuntaskan Putaran 2 Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026 di Sirkuit POJ City, Semarang, dengan hasil yang tidak terbantahkan. Sepanjang akhir pekan, pasangan ayah dan anak, Rifat Sungkar dan El Mayka Sungkar, tampil konsisten dengan mencatatkan waktu tercepat di seluruh Special Stage (SS) yang dilombakan.

Dominasi tersebut bukan hanya terlihat dari catatan waktu, tetapi juga dari cara mereka mengontrol jalannya lomba. Empat SS berhasil disapu bersih dengan performa stabil, menghasilkan total waktu 19 menit 1,3 detik. Catatan ini menempatkan mereka di posisi puncak Kelas R3 sekaligus memimpin Grup R.

Di belakangnya, pasangan Indie Fiancoko/Fendi Go mencatatkan waktu 19 menit 14,7 detik, sementara posisi ketiga ditempati Iskra Scastia/Vicky Ramadhan dengan 19 menit 20,5 detik. Selisih waktu yang relatif tipis menunjukkan bahwa persaingan tetap ketat, meski Rifat dan Mayka terlihat lebih rapi dalam menjaga ritme.

Namun, bagi Rifat Sungkar, hasil akhir bukanlah inti dari keikutsertaannya di musim ini.

"Secara hasil tentu saya sangat puas. Kami bisa menjadi yang tercepat di seluruh special stage dan menyelesaikan balapan dengan baik. Namun yang paling membuat saya senang adalah perkembangan yang ditunjukkan Mayka selama akhir pekan ini," ujar Rifat Sungkar.

Proses Belajar CO-DRIVER

Menurut Rifat, keikutsertaan Team RS–Telkomsel 5G di Kejurnas Sprint Rally 2026 bukan semata mengejar podium. Ada agenda jangka panjang yang sedang dibangun, yakni membentuk El Mayka Sungkar sebagai generasi penerus di dunia rally.

Dalam putaran kedua ini, perkembangan Mayka mulai terlihat jelas, terutama dalam perannya sebagai co-deriver atau navigator. Ia tidak lagi sekadar mengikuti arahan, tetapi sudah mulai memahami dinamika balapan secara lebih menyeluruh.

"Mayka sudah bisa membuat pace note sendiri, memahami karakter lintasan, bahkan mengoreksi kesalahan yang saya lakukan saat mengemudi maupun kesalahan yang dia lakukan sendiri ketika membaca pace note. Itu adalah proses belajar yang sangat penting dalam rally," jelas Rifat.

Kemampuan membaca lintasan dan menyusun pace note menjadi salah satu fondasi penting dalam rally. Di level ini, navigator tidak hanya menjadi “pembaca catatan”, tetapi juga pengambil keputusan yang memengaruhi kecepatan dan keselamatan.

Menariknya, proses pembelajaran tidak selalu datang dari kondisi ideal. Pada hari pertama lomba, tim sempat menghadapi kendala teknis pada sektor suspensi kendaraan. Situasi ini memaksa tim untuk beradaptasi dengan cepat.

Alih-alih menjadi hambatan, kondisi tersebut justru dimanfaatkan sebagai pengalaman langsung bagi Mayka.

"Ketika mobil mengalami masalah suspensi, Mayka belajar untuk memahami batas kemampuan kendaraan. Dia jadi tahu apakah mobil masih mampu dipacu maksimal atau justru harus menahan diri untuk menjaga performa hingga finis. Pengalaman seperti ini sangat berharga untuk perkembangan seorang pereli maupun navigator," tambah Rifat.

Dalam dunia rally, kemampuan membaca kondisi mobil sama pentingnya dengan kecepatan. Kesalahan kecil dalam pengambilan keputusan bisa berujung pada kehilangan waktu atau bahkan gagal finis.

Menjaga Ritme dan Mental Balapan

Rifat juga menekankan bahwa pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada insting balap dan pengendalian emosi.

"Saya ingin Mayka punya feeling yang bagus terhadap kendaraan dan mampu merasakan pace balapan. Hal itu penting karena dia harus tahu kapan waktunya menyerang, kapan waktunya menjaga ritme, dan kapan harus bertahan. Pengalaman seperti itu tidak bisa didapat hanya dari teori," katanya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa proses regenerasi tidak instan. Dibutuhkan kombinasi antara pengalaman lintasan, pemahaman teknis, dan kematangan mental.

Di sisi lain, suasana tim juga dijaga tetap santai untuk menghindari tekanan berlebih, terutama bagi pembalap muda.

“Kami menjalani lomba ini dengan fun. Kami betul-betul menikmati balapan ini. Di satu sisi, suasana gembira menjadi hal penting dalam program ini. Saya tidak ingin Mayka tertekan dan membuat keasyikan balapan menjadi hilang. Apalagi, kegembiraan adalah bagian terpenting untuk anak-anak dalam mencoba sesuatu yang baru,” papar Rifat.

Program pembinaan yang dijalankan oleh Team RS–Telkomsel 5G merupakan bagian dari inisiatif “The Legend Continues”. Program ini dirancang sebagai upaya regenerasi di dunia motorsport Indonesia, khususnya rally.

Dengan pendekatan langsung di lintasan kompetitif, Mayka tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghadapi tekanan nyata di kejuaraan nasional.

Rifat menilai bahwa proses ini jauh lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional.

“Untuk hasil yang dicapai hari ini, tak lupa Saya ucapkan terima kasih kepada Telkomsel atas kepercayaannya kepada Team RS-Telkomsel 5G, juga tim mekanik, seluruh tim RFT yang sudah bekerja sangat baik hari ini,” ujar Rifat Sungkar.

Hasil di Semarang menjadi modal penting bagi Team RS–Telkomsel 5G untuk menghadapi putaran berikutnya di Kejurnas Sprint Rally 2026. Tidak hanya dari sisi poin, tetapi juga dari progres internal tim.

Performa yang konsisten, kemampuan adaptasi terhadap masalah teknis, serta perkembangan signifikan dari navigator muda menjadi kombinasi yang menjanjikan.

Meski demikian, tantangan di putaran selanjutnya dipastikan tidak akan lebih mudah. Setiap seri memiliki karakter lintasan berbeda yang menuntut pendekatan baru.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua