Beranda / Artikel / Review Geely EX2 Pro: Dibawa ke Gunung Salak, Nyaman dan Jago Nanjak?
Artikel

Review Geely EX2 Pro: Dibawa ke Gunung Salak, Nyaman dan Jago Nanjak?

Tigor Sihombing
26 May 2026 17:37

Jakarta, Goodcar.id - Geely EX2 Pro kami ajak keluar dari habitat aslinya perkotaan, menuju kawasan Gunung Bundar di kaki Gunung Salak. Rute ini cukup menarik karena menyajikan kombinasi jalan yang lengkap sepertijalan tol, jalan raya, hingga jalur rusak dengan nuansa hutan pinus.

Pengujian dilakukan dengan 3 penumpang dewasa (±80 kg per orang) plus barang bawaan yang memenuhi bagasi. Artinya, mobil diuji dalam kondisi realistis untuk perjalanan singkat luar kota.

Dari MT Haryono ke Tol: Lincah dan Stabil, Tidak Limbung

Perjalanan dimulai dari kawasan MT Haryono, masuk ke Tol Cibubur. Di sini karakter EX2 Pro langsung terasa.

Mobil ini lincah dan stabil di kecepatan tinggi, tidak terasa limbung meski membawa beban penuh. Setir memang ringan, tapi masih cukup mudah untuk mengatur mobil tetap tenang di jalur tol, dalam kecepatan 80km/jam.

Akselerasinya juga terasa spontan khas mobil listrik. Tidak perlu injak pedal dalam, mobil sudah melaju halus.

Menariknya, distribusi tenaga terasa cukup natural. Begtu pun ketika melewati jalur yang terus menanjak di kawasan Gunung Bundar.

Salah satu faktor yang berperan di sini adalah penggunaan penggerak roda belakang (RWD), jarang di kelas mobil seharga Rp 200jutaan. 

Masuk Bogor, ke kawasan Gunung Bundar: Transisi ke Jalan Rusak Mulai Terasa

Keluar tol Lingkar Luar Bogor lanjut ke kawasan Gunung Bundar, kondisi jalan mulai berubah. Dari aspal mulus menjadi jalan perkampungan dengan beberapa bagian rusak.

Di fase ini, suspensi EX2 Pro mulai menunjukkan karakter utamanya, empuk.

Untuk jalan berlubang ringan sampai sedang, bantingan terasa nyaman. Getaran tidak langsung diteruskan ke kabin, jadi penumpang tetap bisa menikmati perjalanan tanpa banyak gangguan.

Menuju Gunung Bundar: Jalan Rusak, Gravel, dan Hutan Pinus

Semakin mendekati Gunung Bundar, kondisi jalan makin menantang. Aspal-aspal dan beton cor mulai rusak terputus-putus, digantikan jalur berbatu dan gravel dengan kontur naik-turun.

Di sinilah dua sisi karakter EX2 Pro terasa jelas.

Di satu sisi, suspensi yang empuk membuat mobil tetap nyaman. Melewati jalan berbatu tidak terasa terlalu keras, dan kabin masih relatif stabil.

Tapi di sisi lain, karakter terlalu empuk ini jadi kelemahan di kondisi tertentu. Saat melewati kontur jalan yang lebih ekstrem atau cekungan dalam, bagian bawah mobil sempat terasa mendekati batas, alias berpotensi mentok kalau tidak hati-hati.

Jadi, meski nyaman, tetap perlu mengatur kecepatan dan jalur roda dengan lebih presisi di medan seperti ini.

Tanjakan: Tenaga Cukup, RWD Bikin Percaya Diri

Salah satu momen yang cukup menarik justru saat menghadapi tanjakan menuju kawasan hutan pinus.

Dengan kondisi mobil penuh, EX2 Pro ternyata masih terasa cukup kuat nanjak. Tidak ada drama kehilangan tenaga secara signifikan.

Di sini lagi-lagi karakter RWD terasa membantu. Traksi di roda belakang memberi rasa lebih percaya diri saat menanjak, terutama di permukaan jalan yang tidak sepenuhnya mulus, agak di luar ekspektasi untuk mobil listrik di kelas harga ini.

Saat berangkat, estimasi jarak tempuh di panel menunjukkan sekitar 325 km.

Setelah perjalanan dari Jakarta ke kawasan Gunung Salak dan penggunaan selama trip, sisa baterai tercatat sekitar 125 km sampai Jakarta lagi.

Artinya, pemakaian real di rute kombinasi ini menghabiskan sekitar 200 km estimasi jarak tempuh.

Setelah kembali ke Jakarta dengan sisa baterai sekitar 125 km, kami mencoba pengisian di SPKLU umum milik Pertamina.

Dari kondisi 10% hingga penuh, waktu charging tercatat sekitar ±4 jam. Ini kemungkinan menggunakan charger AC standar, bukan DC fast charging maksimal.

Kabin dan Fitur: Fungsional dan Tetap Nyaman

Selama perjalanan, kabin EX2 Pro terasa lega untuk tiga orang dewasa. Ruang kaki dan bahu masih nyaman untuk perjalanan menengah.

Bagasi belakang juga jadi nilai plus. Tas bawaan untuk trip bisa masuk dengan mudah tanpa perlu melipat kursi.

Untuk fitur, kami cukup sering menggunakan Apple CarPlay, yang membantu navigasi selama perjalanan ke area yang cukup terpencil.

Kesimpulan: Nyaman dan Lincah, Tapi Perlu Hati-hati di Jalan Ekstrem

Geely EX2 Pro menunjukkan bahwa mobil listrik tidak melulu soal penggunaan dalam kota.

Dengan rute Jakarta – Gunung Salak - Jakarta, Geely membuktikan jika mobil ini stabil di tol dengan kecepatan 80km/jam, nyaman di jalan rusak ringan, tenaga cukup kuat di tanjakan
dan tetap fungsional untuk trip singkat.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua